
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, Inggris ..
“Coba dirampungkan ide kamu itu tadi Little Star ... Maksud kamu mau memperkenalkan Kaka kepada Val yang tidak tahu menahu tentang si Sadman itu, agar mereka memulai cerita dari awal lagi kisah mereka begitu? ...”
“Pintar Dad Boo – Boo!”
---
“Kita lihat dulu bagaimana Val dalam 24 jam ke depan.”
“Poppa was right. But jika memang benar Val back kepada kondisi awal after she wake up from her comma, Papa rasa your idea dapat digunakan, Little Star.”
🕒🕓🕔🕑
Rencana, telah digagaskan lalu disusun setelah keluarga The Adjieran Smith mendapatkan informasi bahwasanya Val divonis mengidap suatu penyakit langka, namun bisa dikatakan bukan dalam kategori yang berbahaya --- yah, walaupun mengkhawatirkan juga.
Karena penyakit langka yang diderita Val sekarang ini, adalah sebuah sindrom yang menyebabkan penderitanya akan tertidur dalam jangka waktu lama atau hipersomnia. Dan atas nama Val yang pernah koma, kondisi tersebut tentunya mengkhawatirkan seluruh anggota keluarga Val. Khawatir, bahkan takut jika sindrom itu menyeret Val lagi ke dalam koma.
Namun para anggota keluarga The Adjieran Smith, berikut para kerabat yang kebetulan ada saat Val pingsan lalu tidak juga siuman dalam waktu dekat walaupun segala cara telah dilakukan untuk membangunkannya --- cukup bisa merasa sedikit tenang, ketika Dokter Mario dan Celine jika sindrom itu tidaklah mengancam nyawa --- bahkan pada beberapa kasus, sindrom putri tidur akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.
🕒🕓🕔🕑
Lalu keluarga maupun kerabat The Adjieran Smith yang ada di mansion dimana untuk pertama kalinya Val dinyatakan menderita sindrom putri tidur, kiranya cukup merasa lega ketika Val kemudian siuman setelah kurang lebih dua puluh empat jam dia tertidur.
Namun sempat dibuat was-was, karena cetusan yang keluar dari mulut Val saat dia bangun --- membuat mereka yang mendengarnya berpikir jika kemungkinan Val kembali ke kondisi amnesia awalnya yang mengingat dirinya sedang berada di kapal pesiar terakhir kali.
Lalu Val kemudian menjadi juga seperti saat setelah ia terbangun dari komanya, yakni linglung.
Makanya kemudian beberapa anggota keluarga Val berspekulasi, hingga sebuah rencana tergagas dan tersusun.
Kemudian menunggu waktu berlalu selama kurang lebih dua puluh empat jam ke depan, untuk melaksanakan rencana tersebut.
🕒🕓🕔🕑
Dan setelah kurang lebih hampir 24 jam, mereka yang sedang berada bersama Val di dalam kamar Gadis itu, langsung saja fokus kepada Val yang sebelumnya lebih banyak diam --- kini bersuara, sambil memandangi satu per satu mereka yang sedang berada bersamanya itu.
“Sepertinya aku mengingat sesuatu ...” ucap Val.
“Apa, Val? ...”
Drea yang pertama menanggapi, karena ia adalah salah satu yang sedang bersama dengan Val saat ini.
“Val ini sebelumnya ada di pulau rahasia Abang karena Val sempat koma lalu dibawa ke sana untuk diobati kan? ...”
“Iya betul ... Lalu apalagi yang kamu ingat, Val? ---“
“Yah, itu saja sih ---“
“Heem ---“
“Ah itu, sama kondisi Val kemudian membaik, lalu kita kembali ke sini.”
🕒🕓🕔🕑
“Yah, gatot rencana kita.“
Namun disaat sebuah rencana yang terkait pada kelinglungan Val yang ditengarai lupa lagi pada semua hal yang telah dia alami selama pasca ia koma di Little Star Island, kesahan atas sedikit kekecewaan tercetus dari mulut Drea.
Dimana anak pertama kandungnya pasangan bebek dan entog itu sudah berada di lantai bawah mansion mereka yang bertempat di London tersebut---dan menyambangi beberapa orang anggota keluarga dan kerabat yang sedang duduk bersama di ruang keluarga.
Dan Drea yang memang sengaja menghampiri mereka yang sedang berada di ruang keluarga tersebut, langsung menyempilkan dirinya untuk duduk di antara Mommy Ara dan Dad R.
"Batal kita masukkan cerita soal Kak Kaf ke Val."
“Memang kenapa?” Mommy Ara yang langsung saja menanggapi kesahan Drea yang terdengar agak kecewa, dengan mulutnya yang ia monyongkan itu.
“Val ternyata bisa mengingat semua yang terjadi setelah dia membuka mata selepas koma sejak di Little Star Island ... Masih meraba, tapi intinya Val mengingat urutan dari dia bangun koma hingga sampai ke sini.”
Drea menjawab pertanyaan Mommy Ara.
"Dan tetap ga nanya tentang Kak Kaf itu Val. Jadi sulit Drea masukin bahasan soal Kak Kaf sekarang."
Drea lalu menghela nafasnya.
“Haah, padahal Drea ingin sekali membantu Kak Kafeel mengembalikan kepercayaan dirinya di hadapan Val, lalu membuatnya tidak bermuram durja lagi. Sayang hal itu harus tertunda lagi ...”
“Tidak apa. Semua udah jalan – Nya. Di doain aja, Val dan Kaka bisa kembali lagi bersama dalam hubungan yang pernah membuat mereka berdua sangat berbahagia.”
🕒🕓🕔🕑
Dan seperti yang diungkap Drea, begitulah yang terjadi. Secara perlahan, Val mengingat kembali keadaannya yang sempat koma, lalu menyadari dirinya berada di sebuah ruangan yang seperti ruang rawat ICU di rumah sakit, kemudian ingat juga tentang Little Star Island tempatnya berada.
__ADS_1
Lalu beberapa saat dimana Val memang banyak menghabiskan waktu untuk menjalani pemeriksaan dan terapi, lalu menghabiskan waktu mengobrol dengan para anggota keluarganya, meski Val tidak ingat obrolan apa saja itu. Namun secara garis besar, urutan hal – hal yang dia alami pasca terbangun dari koma---Val telah ingat kembali.
“Di jurnalnya itu, ga ada sedikitpun catatan tentang Kak Kaf memangnya?”
Varen bertanya pada adik – adiknya di bawah Drea.
“Sepertinya tidak ada sih.” Rery yang paling duluan menjawab.
Dan jawaban Rery itu diiyakan oleh adik – adik selain anak kedua kandungnya pasangan bebek dan entog itu.
“Aku sih memang tidak pernah membaca isi jurnal Val sejak ia menulisnya di Little Star Island,” kata Rery lagi. “Tapi aku rasa memang tidak ada. Karena kalau ada, Val pasti akan menanyakan untuk sebuah konfirmasi, macam hal – hal yang sudah ia tanyakan tadi tak lama setelah dia perlahan tidak linglung lagi.”
“Yap! Dan apa yang dia tanyakan juga dia sambil liat itu jurnal. Jadi kalo ada sebaris tulisan dia tentang Kak Kaf, pasti langsung Val tanyakan, seperti tadi ya pas dia tanya soal amnesianya yang dia ga paham terus nanya likunar tuh apa pas satu kata itu ada tertulis di jurnalnya tanpa penjelasan. Jadi kalo ada satu kata aja soal Kak Kaf aja sih, rasanya pasti langsung Val tanya ke kita ... ini kan engga ada dia nanya sama sekali soal apa – apa yang berbau Kak Kaf ...”
Aro menimpali ucapan Rery.
“Jadi seperti yang Rery bilang, kalo meskipun aku juga ga pernah baca detail jurnalnya Val, tapi kayaknya emang ga ada dia nyatet soal Kak Kaf yang waktu di Little Star Island sebenarnya sempet bikin dia jengah karena beberapa kali mergokin Kak Kaf yang merhatiin dia banget ---“
“Dan ga ada celetukan memori yang tersangkut juga soal itu waktu tadi dia bicara pada kalian?”
Varen menukas timpalan Aro.
“Ga ada sama sekali.” Aro, Rery dan para adik lainnya pun kurang lebih memberikan jawaban yang sama.
“Ya sudah kalau begitu ...”
Varen berujar, setelah mendengar jawaban dari para adik.
“Pokoknya, untuk sekarang ini, kalian cukup menjawab apa yang Val tanyakan saja.”
Varen lalu mengingatkan.
Para adik pun mengangguk mengiyakan.
“Lalu andainya Val suatu hari mengingat soal Kak Kaf, apa kami bisa langsung menjawabnya sesuai kenyataan atau bagaimana?”
“Jawab saja sesuai kenyataan namun tetap perhatikan porsi otak Val sekarang. Kalian kan sudah mendengar soal sindrom yang Val tengah derita saat ini? ---“
“Nah iya soal itu, May, Ann, Isha ... Ain juga ... kalau sesuai yang Celine bilang, itu sindrom bisa kapan – kapan aja datengnya ... Jadi kalian jangan sampai lengah kalau Val lagi ke kamar mandi. Plus pas dia mandi. Temenin. Apalagi kalau dia lagi mau berendam.”
“Iya, Kak Tan – Tan.” Paham dengan maksud ucapan Nathan yang bicara setelah Varen, para adik sekali lagi mengiyakan ucapan para kakak tertua mereka, termasuk para orang tua dan tetua yang masih saja paranoid dengan Val dan kamar mandi berikut bathtub.
🕒🕓🕔🕑
Val masih berada di tubir ( baca : tebing ) antara nyata dan tidak, masa dimana dia jalani saat ini. Masih terkadang merasa jika dirinya yang dikatakan telah berusia 18 tahun adalah sebuah mimpi, namun mimpi itu terlalu nyata untuk dikatakan sebagai mimpi---lagipun setiap ia bangun tidur pasca sebuah sindrom dinyatakan sedang ia idap, keadaannya terus saja sama---dan bergulir menyambung hari kemarin yang ia ingat. Tidak kembali ke masa terakhir yang tersangkut di otaknya sebelum ia koma.
Namun kerap kali juga, rasa nyeri di kepalanya Val rasakan setiap Val ingin menyangkal.
Lalu seringkali berusaha juga untuk mengingat apa yang ia lupakan diantara masa empat belas hingga ke delapan belas tahunnya yang ia jalani sekarang ini, namun terkadang nyeri di kepalanya itu pun ia rasakan.
‘Lebih baik aku mulai menerima saja hidupku sekarang ini, daripada aku mencoba menyangkal dan mengingat semua yang aku lupakan, tapi kepalaku selalu terasa seperti tersetrum setiap kali aku coba menyangkal dan mencoba mengingat dengan keras apa-apa yang sudah aku lupakan.’
Monolog Val dalam hatinya.
‘Lebih baik aku mulai membiasakan diri sebagai Val yang 18 tahun ---‘
🕒🕓🕔🕑
Seperti itu tekad Val, yang kemudian ia lakukan dengan sungguh-sungguh.
Menerima dan menjalani harinya sebagai Val yang 18 tahun. Dan fokus pada kuliahnya.
Membiasakan diri sebagai seorang mahasiswi, lalu mendapati keinginan seperti yang biasanya diinginkan oleh para gadis 18 tahun, yakni memiliki seorang kekasih.
Dimana pilihan Val, akhirnya jatuh kepada seorang pria yang bukan salah satu mahasiswa, melainkan seorang dosen.
Yang menurut Val, dosen pria itu sesuai dengan kriteria kekasih impiannya. Tampan dan berusia matang, kriteria yang Val punya karena amat sangat mengidolai para pria dewasa dalam keluarganya.
Jadi Val kemudian bergerak untuk mendekati dosen tersebut tanpa jeda, melakukan hal-hal yang membuat sang dosen lebih memperhatikannya, persis sebagaimana Val mengejar Kafeel dulu, hal yang amat sangat Val lupakan.
Selama beberapa bulan setelah kembali tinggal di mansion London, tak sedikitpun Val menyinggung tentang Kafeel. Jadi keluarga Val pun belum mengambil langkah untuk menceritakan tentang Kafeel kepada Val. Sampai pada saat Val membawa dosennya tersebut ke hadapan keluarganya yang berada di London, lalu memperkenalkan jika dosen tersebut telah menjadi kekasihnya.
Dan di hari itu, pikiran Val mulai terganggu oleh Kafeel. Membuat Val jadi memperhatikan lagi hal-hal kecil yang ia rasa telah dirinya lupakan.
Menyelami lagi perasaan, jika ada sesuatu yang hilang di dinding kamar pribadinya dalam mansion tersebut.
Memperhatikan dengan seksama setiap sudut kamarnya, karena Val merasa ada sesuatu yang pernah terjadi di sana.
Namun apa, sulit Val temukan jawabannya.
Belum ada bayangan akan itu, hanya perasaan saja.
‘Kenapa perasaan aneh di hatiku muncul saat aku berhadapan dengan Kafeel Adiwangsa tadi ya? ...’
Val termenung sendiri di kamarnya, sambil matanya dengan nanar melihat sekeliling kamarnya itu dengan seksama.
__ADS_1
Lalu saat jawaban tidak ia temukan, Val berhenti memikirkan Kafeel kemudian bergegas lagi keluar dari dalam kamarnya, setelah berganti pakaian.
🕒🕓🕔🕑
Jawaban yang Val cari, tidak ia temukan di alam nyata.
Namun, apa yang membuatnya bingung berikut segala dejavu yang pernah ia rasakan, terputar kembali di alam bawah sadarnya selama beberapa hari setelah Val bertatap muka dengan Kafeel.
Dimana hal itu membuat Val penasaran dan langsung mencari dan meraih kemudian membuka serta membaca setiap isi jurnalnya dari awal sampai tulisannya yang terakhir, bahkan catatan kaki yang tidak jelas maknanya pun ia perhatikan.
Hanya apa yang Val baca dalam jurnalnya itu, tidak membuatnya puas.
Ada yang Val rasa dengan kuat, jika ada kekurangan dari catatan di jurnalnya itu.
‘Seingatku, saat umurku 14 tahun, aku rajin menulis diary ---‘
🕒🕓🕔🕑
“Hey, Baby. Kebetulan. Baru saja kami ingin meminta maid memanggilmu dan May ---“
“Val ingat, kalau Val suka menulis di dalam diary. You all, tahu tidak dimana Val menyimpan diary itu?”
Val langsung menukas ucapan Papa Lucca yang menyapanya dan berujar, saat Val menyambangi para orang tua yang berdomisili di London, ketika mereka hendak bersiap untuk sarapan.
Membuat mereka yang mendengar pertanyaan Val tersebut jadi terkesiap karenanya. “Ba – bagaimana kamu mengingat hal itu, Val? –“
“Karena Kafeel Adiwangsa, sudah beberapa hari ini, datang di dalam mimpi Val ...“ jawab Val. “Entah karena dia lebih tampan dari Simon makanya Val memimpikan dia atau apa. Yang jelas Val penasaran saja. Lalu Val buka kembali jurnal Val, namun tidak menemukan tulisan atau sekedar note pendek Val tentang dia. Kemudian Val ingat jika Val hobi menulis dalam diary, dan Val yakin jika Val tetap melakukannya sampai sebelum Val koma. Benar tidak? ...”
“Benar.”
Poppa yang menjawab paling dulu diantara yang lain.
“Lalu dimana buku diary Val itu? Karena Val sudah menggeledah laci meja belajar Val, tapi Val tidak menemukan satu pun diary Val yang jika dikumpulkan dari sejak usia Val 14 tahun, pastinya diary Val ada banyak. Tapi Val tidak menemukan satu pun ...”
“Tapi tidak ada satu pun dari kami yang mengusik laci meja belajarmu dari sejak kamu ... mengalami cedera lalu koma dan kita semua pergi ke Little Star Island.”
“Tapi Val memang tidak menemukannya di sana. Hanya scrap book saja dan album foto yang ada di sana, selain buku-buku perkuliahan.”
“Aneh sekali ---“
“Coba kamu tanya May, Ann atau Rery. Mungkin saja mereka melihat atau merapihkannya, meskipun aku ragu jika mereka mengganggu barang-barang pribadimu.”
“Atau hubungi mereka yang berada di kediaman. Meskipun sama, Mommy ragu mereka ada yang mengusik barang-barang pribadi kamu, Sayang. Bahkan ponsel lama kamu pun kami simpan di dalam laci meja belajar kamu. Oh iya sudah ketemu ponsel lama kamu itu? ---“
“Tidak. Mungkin ... ada yang mengambilnya? ---“
“Tidak ada pekerja kita yang lancang tangan selama bertahun-tahun ini, Baby ---“
“Ya seingat Val sih memang seperti itu, kalau para maid yang bekerja di sini adalah orang jujur semua. Hanya saja kan aneh jika ponsel Val termasuk diary Val menghilang begitu saja? ...”
“Aku akan meminta Dave mengecek CCTV kalau begitu. Semoga saja ada petunjuk kemana ponsel dan diarymu itu.”
“Thanks, Dad.”
🕒🕓🕔🕑
“Aneh sekali memang jika ponsel dan diary Val menghilang dari tempatnya.”
Gamma angkat suara.
“Mom sendiri dengar, jika Abang yang mengatakan pada Val kalau dia yang menyimpan ponsel Val itu di dalam salah satu laci meja belajarnya.”
“Mungkin terselip karena Val mencari dengan tergesa. Dan kita juga tidak membantunya mencari dengan seksama kala itu, dan Val keburu meminta ponsel baru. Pun aku lupa soal ponselnya itu karena Val tidak pernah menanyakannya lagi ---“
“Iya, sih ...”
“Tunggu saja laporan Dave sesuai rekaman di CCTV, siapa saja yang masuk ke kamar Val saat setelah Val kita bawa ke safe house sampai ke Little Star Island.”
🕒🕓🕔🕑
“Ngomong-ngomong soal ponsel dan diary Val, Kak,” cetus Momma saat Val undur diri dari mereka untuk kembali ke kamarnya.
“Kenapa, Little F? ---“
“Kalo dua barang itu ketemu, itu artinya Val akan melihat foto-foto dan tulisannya tentang Kaka ---“
“Ya pasti ...”
“Jadi artinya, that’s the time, tentang Val dan Kaka kita ceritakan kebenarannya pada Val? ...”
“Ya.”
🕒🕓🕔🕑 🕒🕓🕔🕑
To be continue ...
__ADS_1
Salam sayang selalu,
Emaknya Queen.