HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
BEFORE PURPOSE & ENGAGEMENT


__ADS_3

( Sebelum Lamaran & Pertunangan )


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama Keluarga The Adjieran Smith, Jekardah, Indonesiah,


Hampir keseluruhan penghuni satu hunian yang disebut dengan ‘KUJ’ atas julukan para penghuni sekaligus pemilik hunian tersebut, kini sedang duduk berkumpul bersama dua tamu mereka yang sudah rasanya tidak bisa dibilang tamu lagi, karena sudah begitu dekat dan akrabnya hubungan mereka.


Bahkan dua tamu bergender sama, yakni pria itu – kiranya akan menjadi bagian dari keluarga inti tidak lama lagi.


“Tadi aku dan para orang tua serta tetua sudah sempat bicara, kalau acara lamaran kalian akan dilangsungkan lusa.“


Satu ucapan yang tercetus dari salah seorang dari dua yang masih bertahta dalam kepemimpinan satu Klan keluarga yang punya banyak bentuk itu – dari serius, kocak, bahkan ada kalanya mereka bisa bertindak kejam – yang mana kekejaman itu, dikhususkan pada para pria yang disebut The Dads of The Adjieran Smith – membuka obrolan yang membahas tentang tahap keseriusan hubungan cinta dua putri dalam keluarga, dengan pasangannya masing – masing.


“Ga mepet banget itu, Pop?.... kalo Kak Kaf kan udah pernah ngelangsungin acara lamaran ke Val, so sedikit banyak udah tau apa yang harus dipersiapkan.” Lalu salah satu dari kekasih dua incess yang akan menaiki tangga keseriusan dalam hubungan dari yang sedang terjalin itu, kemudian langsung menanggapi ucapan salah satu Dad of The Adjieran Smith sebelumnya. Poppa.



“Sementara aku kan belum? Takut kelewat grabak-grubuk, malah ada yang aku lupain nanti.” Arya lanjut bicara. Lalu Daddy Dewa yang kemudian menimpali ucapan Arya.


“Kau hanya cukup mempersiapkan diri dan membawa kedua orang tuamu,” kata Daddy Dewa. yang kemudian ucapannya itu ditimpali oleh Papa Lucca.


“You ever prepared for this moment before ( Kau kan pernah mempersiapkan untuk acara ini )?---“


“I do, Pap.... But it’s quite long ( Tapi kan itu udah agak lama ) dan lagi, papa sama mama juga pasti pengennya perfect biar kata lamaran juga....” tukas Arya, dan ucapannya itu kemudian ditimpali oleh Mika.


“Ga ada yang sempurna di dunia ini --- Lagian kan aku udah pernah bilang, ga usah kamu terbebani soal kesan lamaran karena nama keluarga ini.“


“Cie May udah bicara pakai aku-kamu nih ye, dengan Kak Arya---“


“Anak bebek jangan usil....“ Lalu Mika berucap sebal sambil memandang pada Rery, saat satu saudaranya itu meledeknya.


Lalu kekehan kompak terdengar dari mulut mereka yang sedang berkumpul itu kecuali Mika.



Selanjutnya, setelah kompak terkekeh dan kompak juga meredakan kekehan tersebut, pembicaraan tentang rencana soal lamaran berikut pertunangan Mika-Arya serta Val-Kafeel kembali dilanjutkan. “Bukan merasa terbebani.... ya atas nama aku mau ngelamar cewek kesayangan, aku kan pengennya kan semua persiapan bener-bener spesial....“ dengan Arya yang memulai, yang kemudian ucapan Arya tersebut langsung ditimpali oleh Varen.


“Siapkan saja yang spesial untuk pernikahan.“


Lalu Arya mengomentari ucapan Varen tersebut, sambil juga mengajak Kafeel bicara seraya ia bertanya pada sesama calon menantu itu --- meminta dukungan Kafeel atas ucapannya.


“Ya itu sih pasti. Tapi kan ga lebih bagus kalo semua spesial dari prosesi lamaran sampe nanti aku dan May nikah, ya ga Kak Kaf?”


“Aku setuju sama Arya.... Jangankan dia yang baru ini mau ngelamar. Aku aja yang udah pernah melakukan hal itu, pengen mempersiapkan dari awal lagi, bagaimana aku melamar Val supaya lebih perfect dari yang sebelumnya....”


Dan Kafeel pun langsung memberikan komentarnya, dimana komentarnya itu kemudian ditimpali oleh Val.


“Jangan merepotkan diri, Kak. Kasihan Bunda dan Lena juga nanti. Val juga tidak ingin mengganti cincin pertunangan kita ini.”



“Para putri tidak mempermasalahkan perihal bagaimana acara lamaran dan pertunangan kalian berlangsung, so tidak ada alasan kalian berdua merasa pusing dengan rentang hari yang singkat untuk mempersiapkannya. Toh kita memiliki orang-orang qualified dan proffesional yang dapat mempersiapkan acara ini dengan sebaik-baiknya dalam rentang waktu yang singkat itu....”


Setelah itu, Gappa angkat suara.


Lalu Arya yang langsung menanggapi ucapan Gappa itu.


“Ya kan ga cucu Gappa yang dilamar bukan cuma satu dihari yang sama?...."


Gappa pun langsung menanggapi ucapan Arya barusan. "Itu tidak masalah, jangankan hanya mempersiapkan 2 lamaran dan pertunangan saja dalam 2 hari. Jika perlu, pagi kalian lamaran, sore harinya kalian ijab kabul....“


“Gappa sehat??“


Dimana Arya dan Kafeel kompak berucap tak habis pikir.


Yang mana ucapan Arya dan Kafeel yang spontan terlontar pada Gappa dengan wajah mereka yang terlihat memandang pada Gappa dengan tatapan tidak habis pikir serta juga nampak menggelikan itu, membuat Gappa terkekeh kecil, begitu juga orang-orang yang sedang bersama 3 pria beda usia tersebut.


‘Udah tua banget, harap maklum. Udah sering ngaco pikirannya,’ batin Kafeel dan Arya kemudian, yang memang tak habis pikir betapa entengnya Gappa mengatakan usulannya soal pagi lamaran sorenya nikahan.


“Kalian tidak percaya jika perkataanku dapat aku wujudkan?.... jika aku mengatakan kalian menikah hari ini juga, bahkan para bocah tengik tua ini pun tidak akan bisa menahanku untuk mewujudkannya.”


Gappa menunjuk ke arah para anak lelakinya yang sudah tidak muda lagi itu, bahkan sudah menyandang gelar kakek-nenek karena kehadiran dua pewaris balita anak dari Varen-Drea, serta Nathan-Via.


“Percaya, Gap, percaya.”

__ADS_1


Kafeel dan Arya pun sekali lagi kompak menyahut.


“Keluarga seniornya Sultan, ye kaann??”


Dan sekali lagi juga, kekehan kecil serta senyuman geli hadir dari orang-orang yang berada bersama Arya dan Kafeel.


Lalu selang beberapa saat kemudian, mereka yang sebelumnya berkumpul untuk membahas soal acara lamaran Mika-Arya berikut Val-Kafeel, mulai menyusun setiap detail persiapan.


Kemudian mulai berpencar, setelah semua rampung dirinci --- berikut pembagian tugas soal siapa yang menangani apa.



“Fyuuh padahal aku tidak berolahraga atau berlarian – larian, tapi rasanya letih sekali.”


Val sedikit mengeluarkan keluhan. Karena setelah pembicaraan soal acara lamaran dan pertunangannya yang akan dibarengi dengan Mika itu, ia dan keluarganya langsung bergerak setelah pembagian tugas.


Yang mana benar seperti apa yang dikeluhkan Val, kiranya dia hanya duduk-mengobrol-baik dengan beberapa anggota keluarganya lalu juga dengan Kafeel serta dengan saudarinya yang melangsungkan hajat yang sama sebelum pernikahan-lalu menunggu orang-orang yang telah dihubungi berkaitan dengan tiap rincian persiapan-mendengarkan presentasi dari pihak WO & EO pribadi keluarga mereka-lalu memilah hotel, menu yang akan disajikan pada acara, pakaian dan *****-bengeknya.


Tidak keluar dari KUJ sama sekali.


Tapi cukup membuat lelah.


Yah, bagaimana tidak lelah?


Lusa, acara lamaran dan pertunangan Val yang berbarengan dengan Mika --- akan dihelat.


Jadi dalam satu hari ini, semua hal mengenai persiapan untuk perhelatan tersebut sudah harus menemui keputusannya.


Hotel mereka yang mana yang akan menjadi tempat acara pertunangan dua pasang sejoli itu akan dilangsungkan. Itupun menimbang jika hotel pilihan mereka berdasarkan keinginan Val dan Mika, belum ada booking acara di hari yang sama.


Kalau soal catering tidak dipusingkan. Karena ada ‘Dewa’ bergelar koki Michelin dalam keluarga The Adjieran Smith yang punya banyak ‘pasukan’ tukang masak dan waitress handal yang dapat ia siapkan dalam semalam. Lagipun, sebelum Daddy Dewa berkutat di dunia masak-memasak hingga mendapatkan gelarnya sebagai koki internasional yang sangat diakui kemampuannya dalam memasak bahkan menciptakan resep lezat --- The Adjieran Smith punya uang yang suangat lebih dari cukup untuk menyiapkannya via telepon saja.


Dan uang yang suangat lebih dari cukup itu, bisa membuat Gappa meneruskan apa yang sudah disajikan padanya kala ia menggantikan ayah angkatnya yang Gappa samakan arti sosok itu dengan ayah kandungnya, atas dasar Gappa begitu menyayanginya --- selain Gappa memang hutang nyawa dan banyak hal pada seorang pria yang Gappa panggil dengan ‘Papa Putra’.


Yang dengan tangan dinginnya berikut juga beberapa ayah angkat Gappa yang ia punya kala itu selepas tragedi yang menyebabkan kedua orang tua Gappa terbunuh di waktu yang hampir bersamaan, bisa membuat nama keluarga ‘Adjieran Smith’ jadi begitu tersohor di beberapa negara.


Lalu karena tersohor dan terkenal royal, maka jika ada satu instansi yang diajak bekerjasama oleh klan satu keluarga tersebut --- atau Gappa tinggal tunjuk dan sebut, maka tidak akan ada yang menolaknya.


Sedikit banyak ada kasak - kusuknya, kalau dari jaman para pendiri The Adjieran Smith --- satu keluarga itu tidak pernah tidak melebihkan apa yang harus mereka bayar jika sudah menggunakan jasa atau produk seseorang.


Jadi ya seperti itu, dari sejak Gappa memulai kehidupan baru bersama keluarga barunya yang dipimpin oleh ayah angkat Gappa yang paling utama setelah insiden yang menewaskan kedua orang tuanya dalam waktu yang hampir bersamaan --- bahkan Gappa juga hampir tewas kala itu, Gappa tak pernah akan kesulitan untuk mengurus segala sesuatunya.


Sejak kecil Gappa begitu dimanja, lalu saat besar bertangan dingin juga selain cerdas otaknya --- lalu predikat sebagai seorang mafia juga pernah melekat pada dirinya.


Jadilah kekuasaan yang sudah cukup jadi atas bentukan para ayah angkat Gappa kala itu, kemudian Gappa besarkan lagi bentuknya --- dan beruntungnya Gappa, ia seolah dapat mengulang apa yang telah dia alami soal keluarga angkat yang menjadi bak keluarga sendiri --- Gappa dapat membesarkan dan membentuk dua lelaki menjadi seperti dirinya saat dibesarkan dan dibentuk oleh Papa Putranya Gappa.


Bertangan dingin, bahkan lebih hebat dari Gappa.


Well, sayangnya dua lelaki itu lebih agak ‘raja tega’ dari dirinya.


Dan tidak memiliki wajah ‘bersahabat’ seperti Gappa.


Punya prinsip yang sama macam Papa Putranya Gappa.


‘Pengganggu jangan diberi ampun.’


Namun begitu, dua lelaki yang Gappa besarkan dan bentuk itu --- membuatnya sungguh bangga.


Kejam memang, tapi itu di luaran --- pada para pengganggu yang disebut musuh, yang mengganggu ketentraman dan mengancam keselamatan keluarga.


Atau yang mengganggu dua anak lelakinya itu secara pribadi. Semua akan dibumihanguskan oleh dua anak lelaki Gappa --- meski yang satu bukanlah anak kandungnya, dan tak punya sama sekali hubungan darah dengan Gappa.


Tapi seperti Gappa pada Papa Putranya, anak lelaki yang bukan anak kandungnya itu menyayangi dan menghormati Gappa layaknya seorang anak kandung pada Gappa.


Lalu bersama anak kandungnya, satu anak angkat Gappa itu kemudian lebih membesarkan nama keluarga mereka-menambah harta kekayaan dalam jalur bisnis—yang padahal harta peninggalan keluarga Gappa secara turun temurun tanpa harus ditambah pun, masih dapat menunjang mereka hidup dalam kemewahan sampai beberapa keturunan setelahnya.


Dan Atas nama stok uang yang kiranya tak terhingga itu, selain memang begitu kaliber sekali dua anak lelaki bentukan Gappa dalam banyak aspek yang kemudian pembuktian dari kemampuan dua anak lelaki bentukannya menjadi begitu significant, maka kekuasaan yang hakiki begitu mudah didapatkan.


Yang membuat Gappa dan keluarganya, punya kuasa yang katakanlah kasat mata. Jadi apa yang tidak mungkin bagi orang lain --- dapat menjadi mungkin bagi Gappa dan keluarganya dengan mudah saja – katakanlah begitu.


Gappa bangga pada dua anak lelaki bentukannya itu. Lalu beberapa anak lelaki lain yang punya nilai lebih dimata Gappa, kemudian Gappa ‘rangkul’ satu per satu.


Hingga Gappa akhirnya punya enam anak lelaki yang tidak hanya membuatnya bangga, tapi juga bahagia --- karena dari mereka, Gappa bisa memiliki keluarga besar kebanggaannya saat ini.


Dan dari jerih payah para pembentuk nama keluarga ‘The Adjieran Smith’ berikut Gappa dan para anak lelakinya, membuat segala hal yang ingin dilakukan rasanya mudah saja. Uang dan kuasa, bisa merekrut banyak orang untuk mereka pekerjakan.


Yang hanya tinggak dipanggil lalu diberi perintah, maka apa yang Gappa dan keluarganya inginkan akan bisa didapatkan hanya dengan duduk saja.


Seperti sekarang contohnya, Val dan Mika akan dilamar lalu bertunangan dengan pasangan masing-masing yang acaranya tidak dibuat sederhana. Banyak yang kiranya perlu dipersiapkan, lebih dari beberapa acara penting yang pernah juga digelar dengan cepat bahkan mendadak seperti sebelumnya.

__ADS_1


Namun ya itu, hanya tinggal mempersiapkan catatan saja dengan rinci lalu berbagi tugas.


Dimana tugas yang dilakukan itu pun hanya dengan menekan nomor pada ponsel saja, yang masing-masing kemudian akan menghubungi orang-orang kepercayaannya.


Lalu tinggal ‘duduk’ saja setelahnya, dan menunggu semuanya siap seperti yang diinginkan. Semudah itu, saking kaya dan berkuasanya --- didukung dengan sikap para anggota keluarga The Adjieran Smith yang menghargai kerja setiap pekerja mereka, hingga terpatri dalam otak setiap pekerja mereka --- agar dapat melakukan tugas dengan sebaik-baiknya.


Jadi persiapan acara dua lamaran dan pertunangan dalam waktu yang bersamaan dijeda hari yang begitu singkat, dapat dengan mudahnya dipersiapkan dengan sebaik-baiknya oleh satu klan keluarga yang cetar membahenol itu.



Satu Hotel Milik Keluarga The Adjieran Smith, Jekardah, Indonesiah,


Waktu berjalan, lalu hari dimana acara lamaran Val-Kafeel berikut Mika-Arya yang akan diteruskan dengan acara pertunangan mereka yang digelar resmi namun tak seberapa megah --- menurut kacamata para anggota keluarga The Adjieran Smith, sudah tinggal H -1. Dimana acara akan dilangsungkan di salah satu hotel milik satu klan keluarga itu.


Dan para personel satu klan keluarga tersebut, telah berada di hotel tempat berlangsungnya acara, satu hari sebelum acara itu digelar.


“Ingat, besok acara akan di gelar pagi hari. Meskipun tidak pagi – pagi sekali, tapi tetap kalian sudah harus bangun sangat pagi selain memang harus melasanakan kewajiban Subuh, tak kisah kalian mau menjalankannya sendiri atau berjamaah seperti biasa.”


Ujaran ini tercetus dari satu Dad of The Adjieran Smith yang sudah insyaf sejak lama. Setidaknya, sadar soal kewajiban lima waktu pada Tuhannya --- berdasarkan kepercayaan yang sudah dipilihnya dari sejak remaja, setelah sempat memeluk kepercayaan yang berbeda sebelumnya.


“Iya Dad, tadi Momma udah bilang soal Subuh berjamaah di sini. Ini kan, bukan yang pertama juga kita bikin acara di hotel begini, terus nginep, dan selalu gelar sholat Subuh berjamaah,” ucap Isha yang pertama menanggapi ucapan Daddy Jeff tadi. Dan ucapan Isha diiyakan cepat oleh beberapa saudara dan saudarinya yang sedang juga ada didekatnya.


“Aku hanya mengingatkan....” balas Daddy Jeff. “Salah?....” tambahnya. Dimana ucapannya kemudian langsung juga mendapat balasan dari anaknya yang lain.


“Nope. Dad always right. Sama seperti para dad tercinta kami yang lain.”


Ann yang berujar itu.


"Salahpun sepertinya tidak mau disalahkan."


Ann lalu menggumam, namun gumamannya kiranya masih bisa didengar oleh Daddy Jeff yang berdiri tepat disamping Ann.


Dan Daddy Jeff pun langsung tersenyum geli.



“By the way, Dad rasanya tidak melihat Val sedari sore?” satu Dad lain yang juga berada bersama Daddy Jeff dan beberapa anak-anak mereka itu kemudian mencetuskan pertanyaan sambil celingukan.


“Iya, Kak Val juga ga ikut jamaah Maghrib tadi.”


“Period mungkin? Kan biasanya Val berbarengan dengan May kalau PMS? Nah May setahuku sedang PMS sekarang.”


“Nah itu May.”


“May!”


“Mana Val?” Daddy Jeff terus bertanya pada Mika yang sudah mendekat ke tempatnya berada bersama Daddy Dewa dan beberapa saudara saudari si Neng Judes itu.


“Dan cepatlah pergi ke ruang makan, kasihan all of your grandmas dan two grandpas yang tidak ingin makan jika kita semua tidak berkumpul bersama.”


“Dikamar mungkin?---“


“Nah kamu bukannya dari kamar?”


“Engga. Aku kan tadi sempat kembali ke KUJ untuk mengambil perhiasanku yang kelupaan? Ini baru sampai lagi di sini....”


“Terus Val tidak ikut kamu?....”


Daddy Jeff kembali bertanya.


“Engga....”


“Nah sedari sore dia ga keliatan wara-wiri diantara kami disini?---“


"Val di kamar saat aku berpamitan padanya sebelum ke KUJ tadi."


“Omaygat!”


“Kenapa, Sha?”


Daddy Jeff segera menukas, Isha yang nampak terperangah dengan tiba-tiba itu.


“Jangan-jangan sindrom snow whitenya Val kambuh?!---“


“Oh my---“


“Waduh---“


⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


To be continue....


__ADS_2