HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 128


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


SIN,


Di dalam sebuah kamar hotel.....


Dimana ada dua sejoli yang sedang berinteraksi mesra di dalamnya.


Adalah Val dan Kafeel dua sejoli itu.


“Val ..”


Kafeel memanggil pelan dan lembut, sambil menatap Val dengan dalam.


Lalu dalam sedetik saja, Val dilanda kegugupan yang amat sangat, ketika wajah Kafeel kian mendekat hingga terpaan nafas Kafeel terasa sekali di wajah Val.


Mata Val pun terpejam, ketika Kafeel mengecup ujung hidungnya, lalu kelopak mata Val yang otomatis terpejam saat Kafeel mengecup keduanya bergantian, lalu turun ke kedua pipi Val.


Terakhir, Kafeel mengecup bibir Val lembut dan beritme.


‘Duh kecup satu-satu, pelan-pelan seperti ini, macam sedang mau ritual malam pengantin kan ya?’ batin Val yang otaknya sudah melanglang buana. Dengan hatinya yang berdebar-debar.


♥♥♥


“Makasih ya udah mau ngerti?” kata Kafeel setelah melepas tautan bibirnya dengan bibir Val.


‘Eh?’ batin Val saat mendengar Kafeel berbicara. ‘Aku kira Kak Kafeel mau merambat ke tempat lain setelah bibir? –‘


Otak Val yang agak – agak terkontaminasi.


“Kenapa, hm?” tanya Kafeel karena Val belum menjawabnya.


“Eh iya, kenapa Kak?” Val yang terkesiap karena usapan lembut di salah satu pipinya itu terkesiap.


“Bengong? ..” ucap Kafeel.


“Tidak kok –“


Val membantah.


Kafeel tersenyum.


“Jadi udah ga marah kan?”


“Iya –“


Val menyahut seraya mengangguk dan tersenyum kecil.


“Sekali lagi aku minta maaf atas sikapku tadi.”


Val mengangguk lagi.


“Val sih tidak marah, hanya kesal –“


Lalu Val berucap dan Kafeel tersenyum lagi.


“ Dan maafkan Val juga karena sudah merajuk tanpa mencari tahu dulu yang sebenarnya tentang sikap Kakak tadi..”


“Jadi bisa aku hukum dong?” tukas Kafeel.


“Kak Kafeel mau memberikan Val hukuman? –“


Val sontak bertanya, dan Kafeel nampak berpikir, namun berlagak saja.


“Mau aku kasih hukuman emangnya? –“ Kafeel balik bertanya.


“Ya kalau boleh tidak mau.”


“Kalau aku ternyata jadi mau kasih hukuman?”


“Yaa jangan berat-berat hukumannya-“


“Nego?” tukas Kafeel.


Val terkekeh kecil selepas mendengar ucapan Kafeel.


Kafeel tersenyum lagi.

__ADS_1


“Cantik.” Kata Kafeel. Ia memandangi Val dengan lekat.


“Dari bayi.”


Gantian Kafeel yang terkekeh kecil selepas mendengar celetukan Val yang memang tingkat kepedeannya di atas rata-rata itu.


“Kalau tahu bayi cantik adiknya Alva akan secantik ini gedenya, udah aku bawa kabur dari dulu deh.”


Val terkekeh kecil. “Kalau seperti itu, Val tidak akan pernah jatuh cinta pada Kak Kafeel.” Ucap Val kemudian.


“Kenapa begitu?” tanya Kafeel.


“Karena Kak Kafeel tidak akan hidup sekarang ini.”


Val menyahut santai.


Lalu Kafeel yang tak lama paham maksud Val kemudian terkekeh. “Oh iya, kalau para naga itu tahu aku mau culik kamu dan bawa kamu pergi, aku pasti diburu dan yakin ketangkep. Lalu diasingkan. Apes-apesnya kepala aku pasti sudah banyak lubangnya.”


“Nah, itu paham?.. Kak Kafeel sudah pasti tinggal nama kalau berani menculik Val saat bayi.” tukas Val dan Kafeel tersenyum geli.


“Iya sih.. kamu ga akan pernah kenal aku jadi ga bakal jatuh cinta sama aku.”


“Pintar ih om pacar!”


Val meledek Kafeel.


“Aku beratin nih hukumannya berani-berani ngatain aku om lagi?..”


“Siapa takut???” tantang Val dalam canda.


“Wah, berani banget?”


“Berani dong! Val kan anak naga!”


“Ulet bulu bukannya? ..”


Timpalan Kafeel membuatnya dan Val kemudian terkekeh geli bersama.


♥♥♥


“Makasih ya?”


“Kak Kafeel berterima kasih untuk apalagi? ..” sahut Val.


“Makasih udah cintai aku, dan aku berterima kasih pada Sang Pencipta karena udah nyiptain kamu, yang Insya Allah buat aku.”


Ucapan Kafeel membuat Val terdiam untuk beberapa detik.


“Dan makasih, karena sudah mau menerima lamaran aku.”


“Ucapan terima kasih yang sama untuk Kakak yang juga mencintai Val, sampai terpikir untuk melamar Val dengan cara seperti itu.”


“I love you.”


“I love you more, Kak ..”


“Then I love you more and more to forever ( Maka aku lebih-lebih mencintai kamu hingga selamanya )”


Cup!


Kafeel mengecup lembut kening Val, lalu kedua kelopak mata, hidung dan pipi Val. Kemudian bibir Val, meski tak lama.


“Val,” panggil Kafeel sembari menatap dalam kedua netra Val.


“Ya?”


“Aku ingin minta sesuatu ..”


“Apa? ..” Val sontak bertanya menanggapi ucapan Kafeel.


“Sesuatu yang berharga ..” jawab Kafeel.


“Eeengg ..”


“Boleh? ..”


Belum sempat Val menjawab rasa ambigu dari pertanyaan Kafeel padanya, Kafeel sudah lagi bertanya, dan itu membuat Val menjadi begitu berdebar-debar.


‘Apa jadi Kak Kafeel akan mengiya-iyakan aku??-‘

__ADS_1


Ah, otak si ulat bulu jadi kesana lagi kan.


“Jawab dong.”


Kafeel masih menunggu.


“Boleh, Kak-“


Meski merasa ambigu, tapi Val menjawab tanpa ragu.


“Benar boleh?-“


Kafeel memastikan, dan Val mengangguk lagi.


‘Val sudah bilang kan Ya Tuhan, jangan berikan ujian yang melampaui kemampuan Val. Dalam hal ini permintaan KaK Kafeel yang meminta sesuatu yang berharga dari Val. Val kan tidak mau masuk neraka, tapi Val juga sulit-sesulitnya kalau Kak Kafeel sudah meminta.’


Val merepet dalam hati sambil ia memejamkan matanya.


‘Maksud Kak Kafeel sesuatu yang berharga kan pasti ‘itu’, ya? ..’


“Val ..”


“Iya Kak, Val siap ..”


Val menyahut sambil ia tetap menutup matanya.


“Siap apa? ..” tanya Kafeel.


“Iih, masa harus Val jawab?. Val kan malu ..” cicit Val dengan wajah yang bersemu dan matanya yang masih terpejam.


Dimana jawaban Val membuat Kafeel tersenyum dan satu tangannya merengkuh pinggang Val, dan satu tangannya meraih lembut dagu Val yang wajahnya sedikit tertunduk itu.


Sementara kedua tangan Val bertautan dan bergerak gugup, dengan degup jantungnya yang menggila. Namun didetik berikutnya ..


“Aduh!” Val mengaduh dan spontan membuka matanya, lalu menatap pada Kafeel yang terkekeh sambil Val menggosok-gosok hidungnya, setelah ia merasakan pencetan di hidungnya itu.


“Mikirin apa, hm? ..”


Kafeel berucap dan mengulum senyumnya.


“Kan Kak Kafeel tadi meminta sesuatu yang berharga dari Val?-“


Val menjawab dengan polosnya.


“Dan kamu pikir? ..” Kafeel lalu menjawab Val dengan pertanyaan sambil tetap tersenyum geli.


“Yaa i-tuu ..”


“Itu apa? ..”


Kafeel kini menggoda Val yang masih bersemu wajahnya.


“Aahh Kak Kafeel, jangan goda Val terus iihh ..” Val memukul ringan lengan Kafeel yang tergelak kemudian.


“Pasti mikir yang iya-iya nih?” tebak Kafeel dengan mengangkat dagu Val yang mengangguk dengan polosnya.


Kafeel tergelak lagi, lalu menggoyangkan gemas dagu Val.


“Kecil-kecil mikirnya!” gelak Kafeel, lalu membawa Val dalam pelukan.


“Ya kan, sesuatu yang berharga tadi Kak Kafeel bilang?-“


“Ini maksud aku.” Kafeel mengangkat tangan kanan Val.


“Apa? ..”


“Ini gelang kesayangan kamu yang berharga banget kan buat kamu? ..”


Val pun mengangguk.


“Iya karena ini hadiah pertama dari Kakak ..” ucap Val kemudian. "Tidak pernah sekalipun Val lepas."


“Ya itu aku yang mau aku minta. Mau aku ganti dengan ini –“ Kafeel mengeluarkan sesuatu dari saku kemejanya. “Gelang yang baru, couple sama aku ..”


“Oh, kirain ‘itu’ ..”


♥♥♥♥♥♥


Bersambung ..

__ADS_1


__ADS_2