HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
CAP CUS


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Little Star Island, Italy ....


Di sebuah kamar di dalam kastil yang ada di Little Star Island, ada dua sejoli yang sedang membahas sesuatu yang sebelumnya telah disuarakan pada sebuah temu keluarga yang bersifat santai.


Mika dan Arya adalah dua sejoli itu, dimana keduanya kini sedang berada di dalam kamar Mika pada kastil --- satu hal yang mereka sepakati, sebelum Val tersadar dari komanya.


“Eh tapi, lo bahas yang Dad R bilang soal mau nikahin kita cepet–cepet, emang lo bersedia kalo dipaksa Dad R atau yang lainnya supaya kita nikah cepet-cepet?”


Ini Arya yang bicara, berkaitan dengan pembahasan dirinya dan Mika sejak awal mengambil tempat di sebuah sofa panjang dalam kamar Mika di kastil tersebut.


“Jujur ya, gue bingung.. tapi sebelumnya gue mau tanya dulu sama lo..”


Mika pun menanggapi ucapan Arya yang barusan itu, dengan kedua kakinya yang telah diselonjorkan Arya --- lalu Arya topang di atas pahanya.



“Tanya apa?..”


Arya bertanya.


Menanggapi ucapan Mika sebelumnya.


“Kalau emang kejadian kita dipaksa buat nikah cepet-cepet, apa lo akan merasa terpaksa?..”


Dimana ucapan Mika yang serupa pertanyaan itu langsung Arya tanggapi dengan kekehan kecil.


Yang membuat keduanya kemudian keduanya jadi bercanda kecil.


Namun kemudian berlanjut kepada Arya yang menyosor bibir Mika dan menikmatinya selama beberapa detik.



“Kalau gue boleh egois, besok juga gue mau nikahin lo, Mi.. Tapi gue, tergantung elo maunya gimana. Ya soal nikah, terlebih tentang hubungan kita yang sebelumnya kita sepakati begini demi menghormati Val yang terluka karena Kak Kaf. Dan walaupun Val udah ga inget Kak Kaf lagi, yang mana sakit hatinya juga udah ga dia rasa lagi.. tapi tetep, gue menghormati Val. Termasuk juga gue akan mendukung setiap keputusan lo soal hubungan kita..“


Arya berkata cukup panjang sambil ia mengurai dekapannya pada Mika, selepas curi-curi kesempatan untuk berciuman dengan Mika --- walau hanya sebentar saja.


“Makasih, Ar..” jawab Mika dengan tersenyum cantik, selepas mendengar penuturan Arya barusan. Dimana Arya juga langsung balik tersenyum pada Mika. Lalu menjawab ucapan terima kasih Mika barusan itu.


“Sama-sama Mi.. Asal terus sama lo, apapun akan gue hadapi, gue jalani. Termasuk nunggu lo mau nikah sama gue selama apapun itu.”


Selanjutnya, karena manis ucapan Arya di telinga Mika, si Judesgirl itu langsung saja memperangkap wajah Arya dalam tangkupan tangannya.


Mencium Arya lebih dulu. Tumben. Dimana ketumbenan Mika itu, sungguhlah membuat Arya kesenangan.


‘Rezeki jangan ditolak,’ bisik hati Arya yang sedang didekati saiton.



Arya memang tak menolak rezeki dicium Mika duluan. ‘Khilaf yok, Mi..’ hingga Arya sempat membatin nakal karena sesi ciumannya yang dimulai Mika itu, lebih menggoda gairah dari yang sebelumnya.


Hingga desiran akibat percikan bayangan kenikmatan yang hakiki bersama Mika, Arya sempat bayangkan di otaknya --- yang ingin khilaf akibat bisikan saiton itu tercetus di hati Arya.


“Hhhh..”


Arya dan Mika yang sedikit sama tersengal.


Yang mana sesi ciumannya dan Mika yang Arya rasa akan mengusik dahsyat iminnya, dengan berat hati ia hentikan.

__ADS_1



Untung saja baru zigotnya saiton yang baru mendekati Arya. Bukan biangnya.


Karena kalau sampai biang atau bahkan dedengkotnya saiton yang memepet Arya, bisa-bisa apa yang terjadi pada Poppa-Momma, Daddy Jeff-Mama Jihan berikut Daddy Dewa dan Mom Ichel --- akan terjadi juga padanya dan Mika.


Ah iya, jangan lupakan Kak Tan – Tan dan Kak Via. Yang mengikuti jejak tiga pasang orang tua dalam hal yang tak patut dicontoh, selain berdosa besar.


“Sorry, Mi..” ucap  Arya. Setelah ia melepaskan tautan bibirnya dengan Mika yang sudah ada di bawah kukungan Arya di atas sofa. “Ini salah satu alasan, kenapa gue berpikir kalau gue ingin kita bisa nikah cepet,” lanjut Arya yang masih berada berjarak di atas tubuh Mika yang berbaring di bawahnya pada sofa panjang dalam kamar Mika di kastil pada Little Star Island itu.



“Gue takut ga bisa nahan diri kalau kita lagi bener – bener berduaan gini,” kata Arya yang sadar diri. Menyadari tadi tangannya juga sudah sempat menelusup nakal kebalik kaos Mika dan mengelus pinggang belakang Mika yang halus adanya. “Mungkin di sini gue bisa inget. Tapi suatu saat kita bisa dalam posisi cuma berdua kek gini, dan bener – bener cuma berduaan. Apa ada jaminan kalo kita ga kebablasan?”


Arya memandangi Mika sesaat, sambil memetakan wajah Mika dengan telunjuknya --- dimana Arya yakin Mika paham maksud ucapannya barusan.


Dan ya, Mika paham. Walau masih usia 18 tahun lebih tua enam bulan dari Val, namun Mika paham yang dimaksud ‘kebablasan’ oleh Arya tadi --- yang mengarah pada SBM alias berhubungan suami istri dalam hal super intim diluar pernikahan.



“Maafin tangan gue yang tak berakhlak tadi, ya?..”


Arya lanjut berujar dengan canda. Dan Mika langsung mengulum senyumnya.


Tahu, apa yang dimaksud Arya --- karena Mika bukannya tidak menyadari saat tangan Arya sudah menyentuh permukaan kulit pinggang belakangnya.


“Iya,” jawab Mika. Arya pun tersenyum sambil ia mengangkat tubuhnya yang sangat dekat jarak walau tidak sampai menempel --- sempet nempel sih tadi.. tapi cuma sebentar.


“Elo sih godain gue duluan!” canda Arya yang telah membebaskan Mika dari kukungannya, sekaligus membantu Mika bangun dari posisi telentangnya. Lalu membawa Mika dalam dekapan.


“Ih! Siapa juga yang godain lo?!—“


“Ck!..” Mika pun mencebik dan merungut kecil.


Sementara Arya sontak terkekeh dan mencubit gemas hidung Mika.


“Love you, Judesgirl.”


Arya berbisik mesra kemudian, sambil mengecup ringan pucuk kepala Mika.


“Love you too, Recehboy.”


Mika menjawab bisikan mesra Arya, yang membuat keduanya kemudian terkekeh bersama.



“Jadi gimana soal yang Dad R bahas tadi?—“


“Tentang sikap kita depan Val?” tukas Mika. Dan Arya langsung mengangguk.


“Mau terus begini dulu untuk sementara waktu?”


“Kalau untuk itu gue serahkan sama lo aja deh baiknya gimana—“


“Serius?—“


“Iya—“


“Apapun keputusan gue, lo terima?”


“Iya—“

__ADS_1


“Pegang kata-katanya nih ya?”


“Iyaa—“


“Kalo engga, gue khilafin beneran!”


Yeu, Mesumboy dasar!



“Kemesraan ini.. janganlah cepat berlaluu..”


Sebaris lagu mengiringi kedatangan dua sejoli yang bergandengan tangan, dimana keduanya datang dari arah yang sama.


“Cie.. cie.. yang mulai go public.” Adalah Drea yang menimpali Aro yang sebelumnya --- dang mari berdendang kita berdendaangg..


“Apa sih Aro?.. Ish!..”


Adalah Mika, gerangan yang sedang digoda Aro dan Drea.


Karena tidak seperti sebelumnya yang nampak cuek satu sama lain kalau di depan mereka.


Sekarang sudah mengumbar kemesraan dengan tanpa ragu. Membuat mereka yang melihatnya tersenyum lega.


Terlebih para orang tua dan tetua. Yang kurang lebih membatin dengan maksud yang sama, setelah melihat interaksi Mika dan Arya sekarang ini. ‘Satu beban sudah terangkat.’


Begitu kiranya keluarga Mika membatin setelah melihat sikap Arya dan Mika sekarang. Karena memang seperti itulah yang mereka harapkan, tanpa Mika dan Arya sembunyi – sembunyi dengan hubungan mereka, meskipun Val koma.


Terlebih Dad R yang memiliki kumpulan rasa bersalah di hatinya.


Dari mulai merasa menjadi ayah yang buruk bagi Val saat dia seolah abai atas pedih di hati Val karena Kafeel kala itu.


Lalu semakin merasa buruk, karena merasa mengambil keputusan gegabah yang baru ini Dad R lakukan. Dan semua atas dasar ketakutannya kehilangan salah satu putri tersayang.


Makanya rasa bersalah itu mengumpul di hati Dad R, kepada keluarganya --- lalu pada Kafeel dan Val. Termasuk pada Arya dan Mika. Meski tak ada sesiapapun dalam keluarganya yang menyalahkan Dad R atas apa yang menimpa Kafeel karena keputusannya untuk menghapus ingatan Val tentang pria yang pernah hampir selangkah lagi menjadi menantunya.


Termasuk Kafeel sendiri yang sudah mencetuskan bahwa sama sekali dia tidak menyalahkan Dad R atas Val yang melupakannya saat ini.


Bahkan di dalam hatinya, tidak sedikitpun Kafeel merutuki Dad R yang sampai berpikir untuk menghapus ingatan Val tentangnya.


Namun begitu, tetap Dad R merasa bersalah.


Pada Val juga, karena ia terkadang mendengar keluhan Val yang merasakan nyeri di kepalanya, sampai Val bisa terjebak dalam pikiran 14 tahunnya.


Semua itu salahnya --- pikir Dad R.


Termasuk pada Arya yang pernah dibuat merana karena cinta oleh Mika yang diselubungi kenaifan karena merasa menari di atas luka Val jika ia terus berhubungan dengan Arya.


Namun sekarang, setelah melihat Mika dan Arya yang bersikap layaknya dua orang yang memiliki hubungan spesial, Dad R sedikit merasa lega --- dan rasa bersalahnya pada Mika dan Arya cukup berkurang.


Sedikit merasa tenang. Namun akan benar – benar tenang rasanya Dad R jika keduanya benar – benar disatukan dengan segera.


“Aku senang melihat kalian pada akhirnya bersikap seperti ini,” kata Dad R pada Arya dan Mika. Lalu setelahnya Dad R kembali berkata, “Sudah siap untuk membicarakan pernikahan?..”


♥♥♥


To be continue.....


Dikit dulu, ngejar waktu update.


Besok diusahakan lebih banyak.

__ADS_1


__ADS_2