
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jekardah, Indonesia ...
‘Inget Ka, kalau Val mengeluh lelah, lo harus berlapang dada dengan tertundanya nananina malam pengantin.’
Kafeel yang sedang mengaca sambil senyum – senyum sendiri dalam kamar hotel yang sedang ia tempati bersama Val, lalu membatin setelah memperhatikan dirinya sejenak – yang hanya berbalut handuk terlilit dari pinggang hingga lewat lututnya sedikit.
‘Tapi tadi pakaian Val ...’ Kafeel teringat penampilan Val saat dirinya berpapasan dengan dara belia yang sudah jadi istrinya itu, setelah dia gerangan yang tercinta telah selesai mandi dan pakaiannya juga sudah ganti – yang Kafeel minta orangnya untuk beristirahat saja kala Kafeel hendak gantian untuk mandi.
Yang mengiyakan ucapan Kafeel sambil bilang kalau pakaian ganti Kafeel sudah dia gerangan siapkan di ruang ganti.
Lalu sang istri kecilnya tersenyum dengan manis sekali, sebelum ia berlalu dari hadapan Kafeel yang hendak pergi mandi.
Sambil memperhatikan sang istri yang sedang berjalan santai menuju ranjang, dengan rasa hati Kafeel yang ingin rasanya menerjang itu istri dari belakang.
Habis nampak menggoda sekali.
Yang Kafeel ingat lagi, saat dirinya sudah selesai bebersih diri.
Duh, ingin sekali Kafeel meminta haknya sebagai suami untuk yang pertama kali malam ini.
Tapi jiwa bucin pada sang istri dalam diri Kafeel, membuat pria itu mempertimbangkan stamina Val yang kemungkinan besar pasti capek berat.
Hanya saja ya itu tadi. Terkait penampilan Val yang Kafeel ingat lagi hingga dirinya mulai merasakan ada bagian tubuhnya yang mulai enyut – enyutan, kalau Val capek ...
Kok pakaiannya ‘Ngundang’?
♥♥
‘‘Makan duren di malam hari, paling enak dengan kekasih. Dibelah Bang, dibelah ... enak Bang, silahkan dibelah ...’’
‘Dih? ...’
Kafeel terheran pada diri sendiri.
Kenapa itu lagu yang judulnya Belah Duren jadi terngiang?
Judulnya mah biasa, tapi liriknya ke belakang rasanya kian beda makna sama judulnya secara harfiah?
“Semua orang ... pasti suka belah duren ... apalagi malam pengantin ... sampai pagi yo wis ben ...”
Nah kan?
Kafeel malah hafal Reff itu lagu yang sempat dinyanyikan oleh 2 biduan dalam keluarga The Adjieran Smith di acara santai lepas akad nikahnya dan Val yang berbarengan dengan Arya dan Mika siang tadi.
Hingga sorak sorai semua orang di acara tersebut, bersahutan menggoda dua pasang pengantin baru tersebut.
Yang salah satu mempelai prianya, kini jadi terus – terusan mengingat itu lagu.
Duh Belah Duren ...
Gara – garanya Kafeel jadi ingin melakukannya.
Belah Duren ...
Namun bukan dalam makna yang sebenarnya.
Ini Belah Duren yang laen.
Duren yang baunya ga menyengat, namun ...
Ugh,
Nikmat.
♥♥
‘Astagfirullah mesum banget gue ya ampun!’
Kafeel berkesah dalam hatinya, ketika pikiran nakalnya mulai kian berceceran di otaknya.
"Kak ... o – hh ... uhh ..."
Tapi sialnya desah Val kian menyata di telinga Kafeel.
Berikut bayangan yang sedang dalam kukungannya, dengan humaira wajah karena gairah.
Anjim suranjim memang otak dekilnya itu. Rutuk Kafeel pada dirinya sendiri. Karena pendinginan kepalanya yang sudah ia guyur di bawah kucuran air shower, nyatanya hanya bertahan sebentar saja kalemnya.
Kurang asem memang itu lagu Belah Duren, yang membuat Kafeel jadi terbayang – bayang setiap lekuk tubuh Val yang ia terka sendiri bagaimana penampakkannya tanpa busana.
Padahal waktu itu baru melorotin baju Val hanya sampai di atas dada. Tapi yah, sempat Kafeel menyentuhnya --- dada ranum Val. Di telapak tangannya yang Kafeel sedang pandangi sambil membayangkan aset kembar istri kecilnya itu.
Hanya sebentar, tapi cukup membuat Kafeel dapat mengira ukurannya.
Tak besar, namun tak kecil juga.
Yang tak perlu dijabarkan secara rinci, pokoknya itu squishy kembarnya Val, pas dalam tangkupan tangannya.
Alamak, Kafeel jadi gemas sekarang. Karena rasa itu squishy kembar Val yang sempat sebentar saja ia sentuh, Kafeel rasakan lagi di tangannya.
Ugh, tak ingin Kafeel hanya sekedar sentuh sekarang. ingin Kafeel pegang sampai puas, remat, lalu ...
Ehem,
Merasakannya di dalam mulut Kafeel.
Uhm, Kafeel mengulum bibir bawahnya.
Lalu melirik ke arah pintu kamar mandi, kemudian terdiam.
Nampak berpikir.
‘Pura – pura aja lupa soal baju ganti gue yang udah Val siapin.’
Setelahnya Kafeel membatin. Sambil ia beringsut dari tempatnya dan menuju pintu kamar mandi.
Mengabaikan walk in closet yang bisa dicapai dari kamar mandi agar dia bisa langsung berganti baju tanpa perlu menyambangi ruang utama dalam kamar hotel tempatnya dan Val berada saat ini.
Mencoba peruntungan diri, hanya dengan berbalut handuk yang bertengger dari mulai pinggang sampai lututnya lewat sedikit --- Kafeel gegas, untuk mendapatkan ‘jatah’ pertama dari istri --- atas sebuah kenikmatan yang hakiki.
Lelahnya Val yang Kafeel pikirkan, sepertinya akan kalah karena desakan kebutuhan Kafeel sebagai seorang pria. Apalagi kebutuhan itu juga, kan Kafeel ingin dapat dari istrinya?
‘Bismillah, mudahan Val ga teramat lelah. Karena gue ga sangat ingin mendengar dia mndesah.*’
Gaskeun ‘A!
♥♥
Langkahnya ia buat sesantai, dan sikapnya Kafeel buat sesantai mungkin ketika knob pintu kamar mandi ia pegang, putar, buka dan dorong.
Dimana otak dekilnya, sudah berencana sambil berdoa.
Untuk melakukan apa yang sudah ia lakukan pada knob pintu kamar mandi.
Dipegang --- tubuh Val dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Diputar --- ujung squishynya Val sambil Kafeel bawa Val rebahan.
Dibuka --- lepaskan semua kain yang melekat di tubuh Val, jangan tersisa sesentipun benang.
Terakhir,
Di dorong --- sampai lep maksimal.
Biar itu Duren yang namanya Val bisa benar – benar Kafeel rasakan enaknya.
Mantap!
♥♥
Semantap ‘Belah Duren’, semantap itu semangat Kafeel dalam melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamar mandi dengan sok cool, karena barangkali Val sedang duduk menunggunya di pinggir ranjang. Lalu sepik aja Kafeel akan bilang, “Loh Baby, kamu kenapa belum tidur?”
Terus saat nanti Val bertanya padanya kenapa keluar dari pintu utamanya kamar mandi dan bukan langsung ke wic? ...
Kafeel sudah siap dengan jawabannya. “Oh iya, aku lupa kalo kamu udah siapin baju ganti aku.” Lalu rencana Kafeel berikutnya, Kafeel akan sambil memperhatikan gurat dan sikap Val yang akan dia tahu pasti jika Val sedang lelah, yang Kafeel harapkan sih tidak. Agar dirinya bisa melontarkan kode, “Val mau ga cari pahala? –“
__ADS_1
Hiya! Hiya!
♥♥
Tertegun Kafeel, kala dirinya melihat Val yang sedang rebahan di ranjang.
Val sih tidak nampak memasang pose menggoda, namun dasar otaknya masih dekil aja walau kepalanya sudah diguyur air dingin dari shower --- di mata Kafeel, Val nampak sensual dalam rebahannya itu dengan posisi menyamping menghadap ke arahnya.
Tubuh Val terlihat seperti sebuah karya seni yang sedang di pajang. Makanya Kafeel memperhatikan.
Soalnya tubuh Val tidak tertutup dengan selimut, jadi dari kepala sampai kakinya terpampang cukup jelas di mata Kafeel.
Dan lagi itu kakinya Val terekspos dari mulai setengah pahanya.
‘Mulusnya itu paha.’
Membuat Kafeel menelan ludahnya.
Belum lagi model baju tidur Val adalah gaun berbahan satin yang saat Val dalam posisi itu, lekuk tubuhnya seolah menempel di gaun tidur yang Val kenakan tersebut.
Lalu leher dan setengah dada yang tadi mengintip dari balik outer gaun tidur Val, kini terpampang dengan lebih jelas.
Karena outer itu nampak tersampir di sofa single dekat tempat tidur.
Udah siap ‘diterjang’ kayaknya nih sang istri kecil, membuat Kafeel memantapkan langkahnya mendekati Val yang sedang rebahan itu.
Gluk!
♥♥
Kafeel kembali lagi menelan ludahnya setelah dirinya benar - benar dekat sekali dengannya. Paha Val yang putih mulus dengan bawahan gaun yang hanya menutupi setengah pahanya, membuat Kafeel rasanya ingin menyingkapnya lebih ke atas lagi.
Agar kiranya bisa Kafeel lihat, bagaimana bentuk ‘gua’ nya Val yang kiranya akan memberikan dirinya rasa bagai terbang di langit ke tujuh --- Alamahoy!
Meninggalkan paha Val yang tidak memberikan Kafeel celah untuk mengintip karena saling rapat, mata Kafeel lalu berhenti di satu titik,
Titik itu ...
Squishy kembar milik Val yang terpampang setengahnya.
Dan sepertinya, squishy kembar milik istri kecilnya itu tak lagi terbungkus apa – apa selain gaun tidurnya itu saja.
Karena mata Kafeel menangkap dua tonjolan di masing – masing puncak itu squishy kembarnya Val, tercetak betul dari balik gaun tidur satin yang sedang Val kenakan tersebut --- seketika, Kafeel rasakan dahaga di tenggorokannya --- yang gampang saja untuk menghilangkannya, tinggal dipelorotin aja itu tali single gaun tidur Val.
Maka Kafeel akan mendapatkan pelepas dahaga langsung dari sumbernya.
Aaahh ...
Segar pasti rasanya.
Kafeel sudah tak sabar.
Ingin sekali memelorotkan gaun tidur sang istri kecil sampai lepas dari tubuh Val.
Karena ‘adik kecil’ Kafeel, sudah mulai melakukan ‘pertumbuhan’ dibalik handuk yang ia kenakan.
♥♥
Hanya saja, ada satu pemandangan lagi yang Kafeel tangkap dari Val.
Mata istri kecilnya terpejam.
Oh mungkin Val hanya sedang ‘tidur ayam’? ...
Maka karenanya, “Tuan ... Putri? ...” Kafeel ucapkan dengan lembut panggilan sayangnya untuk Val.
1 detik
2 detik
3 detik
Tak ada pergerakan dari Val.
Oke, coba lagi.
Mungkin suaranya terlalu pelan.
Disertai dengan perlahan dan lembutnya satu pipi Val.
Beberapa detik lagi Kafeel berikan jeda.
Masih tak ada pergerakan.
Masa harus ia guncang – guncang tubuh Val?
Walaupun mengguncang tubuh Val memang sudah otaknya rencanakan.
Namun mengguncang dalam arti yang nakal, bukan untuk mengagetkan Val.
Jadi Kafeel lebih dekatkan wajahnya pada Val.
Cuup.
Kafeel kecup lembut bibir Val kemudian.
1 sampai 4 detik sekarang, Kafeel tunggu respons Val.
Val tetap saja bergeming.
Bersamaan dengan hembusan nafas Val yang teratur, yang kemudian Kafeel sadari.
Malam ini ia belum cukup rezeki.
Karena nyatanya, Val tertidur dengan pulasnya.
Ah, ambyar sodara – sodara!
Rencana Kafeel berantakan untuk ‘Belah Duren’ nya Val.
Sabar, ini ujian.
♥♥
Meninggalkan dia yang sedang diuji Tuhan dalam apesnya ritual ‘ranjang bergoyang’ di malam pengantinnya yang belum kesampaian, keberuntungan justru telah satu rekan sesama suami baru dapatkan.
Arya.
Lebih beruntung daripada Kafeel sekarang.
Karena ritual ‘ranjang bergoyang’ sedang Arya gencarkan bersama Mika.
Semua yang ada pada diri Mika, telah sah dan halal untuk Arya, begitu juga sebaliknya.
Jadi atas nama sah dan halal, Arya sedang mempratekkan dulu metode – metode yang berhubungan dengan ritual ‘ranjang bergoyang’.
Namanya pemanasan.
Foreplay kerennya.
Biar joss acara tumpang tindihnya dengan Mika yang akan Arya buat berguncang tubuhnya.
♥♥
Menggebu awalnya.
Namun selanjutnya, kelembutan yang Arya persembahkan pada Mika setelah ia angkat tubuh istrinya dari dalam lemari ganti lalu direbahkan di atas ranjang yang bertabur kelopak mawar.
Kecup kening, sampai keseluruhan wajah Mika telah Arya kecupi dengan penuh perasaan serta kelembutan --- lalu, baru perlahan tapi pasti Mika, Arya cumbui lebih intens lagi.
Yang dimulai dari salaman lidah, memberi salam pada nafsu yang bisa dijadikan pahala setelah menikah. Lalu sampai tabrakan bibir Arya dan Mika mulai disertai nafas yang mulai memburu.
Sesak, Arya uraikan sesi ciuman bernafsunya dengan Mika.
Bukan karena ingin melepaskan Mika, tapi justru Arya ingin melepaskan jubah mandi yang Mika masih kenakan.
Yang tak lama berselang setelah Arya mengurai ciumannya dengan Mika, keduanya saling tatap dengan mata mereka yang sudah sama – sama sayu.
Lalu,
__ADS_1
Sreeetttt
Arya tarik tali jubah mandi Mika.
Dan terpampanglah apa yang sudah membuat jiwa nakal Arya penasaran.
Tubuh telanjang Mika. Walau masih ada satu kain yang menempel di tubuh Mika, dibalik jubah mandinya.
Tak apa, biarkan saja dulu.
Karena fokus Arya sedang ke dua aset kembarnya Mika.
Yang kini sudah mulai Arya mainkan.
Resah dan gelisah, karena semut merah ...
Oh bukan, bukan karena semut merah Mika jadi resah dan gelisah.
Tapi apa yang Arya lakukan pada dua aset kembarnya membuat Mika jadi sering menggeliat di tempatnya.
Geli – geli gimana gitu, yang Mika rasakan --- tak tahan, tapi kepala Arya yang mulutnya sedang tertempel di satu aset kembarnya itu, enggan Mika lepaskan.
Hingga tak lama kemudian, jantung Mika rasanya mulai berdebar kian cepat.
Saat tangan Arya meloloskan satu – satunya kain yang menempel di tubuhnya, dengan sorot mata Arya yang dalam mendamba. Yang memancarkan ‘keinginan’ untuk lebih dari sekedar mencumbui tubuh Mika yang kini telah polos adanya.
Walau lengan jubah mandi Mika masih menempel pada tubuhnya, namun secara keseluruhan --- bagian depan tubuh Mika sudah tidak ada penghalangnya lagi.
Yang sedang Arya pandangi dengan takjub, bersamaan dengan panas tubuhnya yang mulai kian membara setelah melihat pemandangan yang tersaji di depan matanya itu Receh Husband.
Dan Arya lalu meringsek lagi ke atas Mika. Mengulang kembali cumbuan pada istrinya.
Di detik dimana bibir Arya sampai ke leher Mika yang orangnya langsung mendongak ketika Arya memborbardir lehernya dengan ciuman dan hisapan, Arya manfaatkan untuk meloloskan jubah mandi Mika --- lalu Arya buang jauh jubah mandinya Mika itu.
♥♥
Mika menggeram tertahan, saat Arya yang sudah selama beberapa saat menikmati sumber ASI nya Mika --- mulia merayap turun dari sana.
Lalu sensasi merinding yang teramat sangat, Mika langsung rasakan betul karena pergerakan Arya selanjutnya membuka lebih lebar kedua kaki Mika.
“Ar ...”
Mika terkesiap, karena hembusan hangat ia rasakan tepat di luar pusat intinya.
Dan Arya langsung mengarahkan pandangannya pada Mika yang menggeleng samar padanya.
Arya hanya tersenyum, dengan tangannya yang kuat mencengkeram kaki Mika lewat paha istrinya itu --- yang coba dirapatkan oleh si empunya.
Dimana Mika, tubuhnya terasa terkena arus kejut listrik jangka pendek --- saat jemari Arya menyentuh area terlarangnya itu, yang sekarang tidak terlarang lagi untuk Arya yang nafsunya sudah di ubun – ubun.
Walau begitu, tetap Mika merasa canggung dengan posisi wajah Arya yang tepat di hadapan ‘gua’ nya tersebut.
Yang ingin Mika sergah perbuatan Arya selanjutnya, namun malah Mika m*ndesah dengan suara yang nyata --- kala Arya melesakkan lidahnya di sana.
Dan selama beberapa saat, Mika kehilangan kendali atas dirinya yang meliuk gelisah saat Arya sedang ‘menjajah’ bibir bawahnya dengan begitu rupa. Lalu terengah, saat Arya sudah menjauh dari itu ‘bibir bawah’ nya.
Dimana Arya, kini sudah menegakkan tubuhnya dan melakukan hal yang membuat jantung Mika jedar – jeder di tempatnya --- karena Arya mulai melepaskan semua kain yang tersisa di tubuhnya, hingga sama seperti Mika --- Arya tak berbusana.
♥♥
“Udah siap, Mi?” Yang Arya tanyakan pada Mika setelah ia kembali meringsek mengukung tubuh Mika dengan mengusap kening Mika yang sedikit basah karena perbuatannya beberapa saat lalu, dengan suara Arya yang kini serak dan berat.
Menggambarkan gairahnya yang sudah sampai di ubun – ubun, perlu dengan segera masuk ke ‘hutan’ yang tidak rimbun --- dan Arya sudah dalam posisi menuntun ‘adik kecilnya’ untuk bertamu ke inti Mika.
“Tahan ya, Mi? Perempuan yang pecah perawan katanya akan sangat kesakitan.”
Arya kembali bersuara, ketika pertanyaannya sebelumnya pada Mika --- telah mendapatkan jawaban berupa anggukkan dari Mika untuk mempersilahkan Arya melaksanakan acara inti dari ritual ‘ranjang bergoyang’.
“Iya.” Mika menjawab dengan suaranya yang sudah serak macam Arya. Tenang, karena dirinya sudah Mika persiapkan.
Informasi yang Arya katakan tentang pecah perawan, Mika sudah juga tahu informasinya dari mereka yang berpengalaman.
Namun,
“Akhh Ar!”
Mika tetap saja memekik saat ‘adik kecil’ Arya mulai menerobos ke dalam intinya.
Dan Arya berhenti, namun yang sudah masuk walau belum setengah ukurannya --- Arya biarkan di tempatnya sekarang.
Tak rela untuk Arya cabut lagi, karena ia sudah terlalu mendamba untuk lebih menerobos ke dalam inti Mika. Walau istrinya itu sudah meringis dengan desisan yang eksis.
Gambaran jika Mika sedang merasakan sakit yang terperi di tubuhnya, “Sor - ry ... ya, Mi ...” dimana Arya kemudian berucap lembut setengah tergugu, sambil dirinya mengusap pucuk kepala Mika dengan Arya yang sudah sedikit merundukkan tubuhnya.
‘Dia pasti kesakitan. Jadi alihkan sakitnya dengan cumbuan penuh kelembutan.’
Arya ingat itu wejangan, namun lupa siapa yang bilang.
Sebodo siapa yang bilang, wejangan itu Arya praktekkan.
Membuat Mika tenang dengan memberikan cumbuan, hingga Mika bisa Arya rasakan telah rileks tubuhnya.
Kesempatan,
Arya menerobos paksa apa yang sudah tercantol sebelumnya.
“Hengh!”
Mika memekik sekali lagi.
Namun pekikannya tertahan, karena mulutnya sedang dikunci oleh mulut Arya.
Yang orangnya menahan nafas dengan mata terpejam setelah ‘adik kecilnya’ sudah betul – betul masuk ke dalam tubuh Mika.
Nikmate Poolll
Arya bergeming sesaat menikmati nikmat yang sedang ia rasakan itu.
Hingga ijin untuk bergerak melakukan mekanisme ‘ranjang bergoyang’ telah Arya dapatkan lewat anggukkan Mika dengan mata sayunya.
Lalu tarik dorong perlahan mulai Arya lakukan, merem melek sambil tanpa sadar menambah kecepatan --- dan suara desahannya serta Mika juga menunjukkan pertambahan.
Yo Yo Ayo!
Arya tak ingin berhenti sampai di sini.
Malah rasanya tak ingin berhenti.
Karena apa yang ia rasakan sekarang ini nikmat sekali.
“Ohh ... Mi ...”
Arya menggeram di sela kegiatan dorong tariknya pada Mika.
Namun kemudian mata Arya terbuka dengan ekspresi antara bergairah dan tercengang adanya.
Ketika Arya merasa, ada yang ingin menyembur dari dalam ‘alat dorong’ beruratnya itu.
‘Oh No!’
Arya panik disela nikmatnya.
‘Engga! Engga! Jangan keluar se –“
Crut!
Gua perawan bisa membuat kita cepat ‘hujan.
Apalagi bagi para lelaki yang juga hendak ML untuk yang pertama kali.
Kalo belom punya pengalaman, apalagi stamina ga seratus persen, nempel sebentar aja udah keluar, boro-boro mau lama enjot-enjotan.
‘Sialan!’
Arya merutuki dirinya yang menjadi bagian dalam,
‘Nempel sebentar udah keluar’.
Ambyaarr!
__ADS_1
♥♥♥♥♥♥♥♥♥
To be continue ...