HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
JENG! JENG!


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Jekardah , Indonesiah...


“Kak---“


Gluk!


“Val sudah selesai---“


“I-iya---“


“Kak Kafeel mau berendam juga? Kalau mau, gantian Val siapkan air hangat untuk Kakak berendam---“


“En-engga usah. Aku mau mandi pake shower aja---“


“Okay---“


‘Stay Kalem Kafeel Adiwangsa.’


Adalah Kafeel yang membatin di dalam hatinya.


Mencoba kalem seperti bisikan hatinya, meski penampilan Val di depannya sudah membuat Kafeel deg-deg ser.


Tak seberapa seksi pakaian yang Val kenakan memang, namun pakaian tidur berbahan satin dua rangkap yang tidak diikat outernya itu cukup sekali untuk membuat Kafeel merasakan gremet-gremet pada pusat ‘server’nya.


Namun Kafeel mencoba kalem dihadapan Val.


Meski tangannya sudah terasa gatal untuk membuka itu baju tidur yang Val kenakan. Akibat leher sampai dada Val yang bentuknya setengah teraba di matanya Kafeel Adiwangsa, membuat Kafeel mulai merasa kegerahan.


Padahal pendingin udara mengeluarkan angin sejuknya.


♥♥


Disaat Kafeel bergegas dengan cepatnya ke kamar mandi dalam kamar hotel yang ia tempati bersama Val, Arya tengah menunggu Mika yang mandi setelah dirinya. Yang Arya percepat acara bersih-bersihnya di kamar mandi, tapi malah Mika lama sekali keluarnya.


Tidur apa?


Yang kiranya Arya duga.


‘Sabar... Semua akan indah pada waktunya.’


Yang seperti halnya Kafeel, Arya mencoba kalem.


♥♥


Lalu dua pria yang baru menyandang gelar suami dihari ini pun, kemudian terfokus pada obrolan dalam grup keluarga, yang satu batalion isi anggotanya.


Saking banyaknya itu anggota grup keluarga.


Yang beberapa diantaranya masih aktif melancarkan ketikan-ketikan unfaedah, sampai yang vulgar adanya---lalu menghilang kemudian, saat bahasan vulgar diketikkan ---namun penjelasan tidak diselesaikan.


Sungguh membuat Kafeel dan Arya geregetan.


Selain,


Meresahkan!


‘Tidur beneran apa Mika di kamar mandi?’


Walhasil, Arya kini sudah berada tepat di depan pintu kamar mandi dalam kamar hotel yang ia sedang tempati bersama Mika.


Saking Arya resah dan gelisahnya. Tentang itu yang namanya nananina di ‘malam pertama’. Ingin memastikan, apa Mika lelah atau siap untuk mempraktekkan mekanisme ‘ranjang bergoyang’.


Selain Arya penasaran.


Sama itu yang namanya jurus warisan.


Yang Arya yakini erat kaitannya dengan nananina.


Apakah Mika tahu tentang itu?


Kalau tahu, Arya akan membujuk untuk segera mempraktekkannya.


Sekalian membuktikan, ucapan lain yang meresahkan soal keburu ‘hujan’ ketika baru sebentar saja bersemayam di ‘goa’ Nona Mika yang kini sudah jadi Nyonya Arya.


Untuk itu, Arya bahkan sudah menempelkan telinganya di pintu kamar mandi, dimana Mika yang setahu Arya sedang berada di dalamnya. Lama banget mandinya!


Membuat Arya ingin menyeruduk itu pintu kamar mandi dan memandikan Mika, sekalian deh Arya mandi lagi.


Ga apa.


Kan sekarang mandi bareng Mika mah, satu bentuk kegiatan untuk menuju ladang pahala, bukan?


Duh Mika, cepetan kek mandinya?


Karena Arya sudah mulai uring-uringan di tempatnya.


♥♥


Arya sudah hendak memanggil Mika dengan juga sudah mengarahkan ruas jarinya untuk mengetuk pintu kamar mandi di dalam kamar hotel yang sedang ia tempati bersama Mika itu, namun niatan itu urung karena Arya dilanda keraguan dalam hatinya.


Tapi sedang gelisah juga itu si Arya Narendra.


Ga mau dianggap menuntut, tapi akibat pembahasan mekanisme ‘ranjang bergoyang’ di chat grup keluarga kelewat besar itu---ada bagian tubuh Arya yang sudah mulai terasa cenat cenut.


Berharap Mika mau ‘mengurut’.


“Ah ilaahhh!”


Arya menggerutu samar di tempatnya.


Bayangan Mika yang sedang 'mengurut' sesuatu yang lunak namun bisa mengeras di satu pojok tubuhnya, membuat Arya berat untuk duduk.


♥♥


“Loh?! Loh?!”

__ADS_1


Sementara seorang Arya Narendra sedang agak uring-uringan di tempatnya, ada Mika yang sedang terperangah di dalam walk in closet kamar hotel yang ia tempati bersama Arya setelah resmi menikah pagi tadi.


Dimana Mika memasuki walk in closet tersebut melalui pintu terhubung antara kamar mandi dan wic yang Arya lupa keberadaannya, karena pikiran si Receh Husband itu sudah ambyar perihal mekanisme ‘ranjang bergoyang’. Makanya itu si Recehboy yang sekarang disebut Receh Husband sedang lumayan uring-uringan.


Tapi tak hanya Arya yang kini uring-uringan.


Namun sang istri juga nampak mulai panik di tempatnya berada.


Pasalnya, Mika---tidak menemukan pakaian tidur yang wajar dibarisan pakaiannya yang sudah diletakkan dengan rapi disana.


♥♥


“Masa iya mereka lupa siapin piyama?..”


Mika yang sedang panik itu menggumam setengah menggerutu di tempatnya.


Selain nampak jengah dengan pakaian yang bisa dikategorikan sebagai pakaian tidur, namun rasanya Mika akan risih memakainya.


Apalagi sekarang dirinya tidak sedang sendirian. Ada Arya.


Masa harus memakai pakaian yang macam kelambu begini?


Menerawang.


“Duuhh! Mba Sekar sejak kapan jadi ceroboh gini sih? Sampai lupa taruh piyama di sini? Bahkan kaos sama celana pendek pun ga ada?!---“


Mika tak tahu saja, kalau si Mba Sekar itu bukannya ceroboh sampai lupa tak meletakkan piyama atau baju santai milik Mika. Namun justru orangnya Mom Ichel itu mendapatkan titah dari para ibu negara, agar jangan meletakkan satu pun piyama dan baju santai milik Mika dalam kamar pengantinnya dan Arya di hotel.


♥♥


“Gue telfon aja apa ya? .. tapi kemungkinan Mba Sekar udah tidur ini kayaknya.”


Mika terus saja menggumam dan berdecak kecil juga di tempatnya saat ini.


“Ah tapi siapa suruh dia lupa taruh baju tidur atau baju santai kek gitu?” gumam Mika lagi.


Kemudian Mika mengarahkan matanya ke sekeliling walk in closet. Mencari keberadaan ponselnya.


♥♥


“Handphone gue tadi gue taruh mana ya? ..”


Mika bertanya – tanya sendiri.


“Oh iya di tempat tidur!---“


Brukk!


Di detik setelah Mika mengingat keberadaan ponselnya, ia langsung menggegapkan kakinya untuk keluar dari walk in closet dan mengambil ponselnya yang Mika ingat ia letakkan di tempat tidur saat dirinya sempat rebahan sambil menunggu Arya selesai mandi.


Karena saking tergesanya, Mika sampai tak punya kendali atas kakinya yang bergerak cepat.


“Aduh!” lalu suara aduhan Mika terdengar karena dirinya bertubrukan dengan sesuatu.


Seseorang sih tepatnya.


Selain Arya memang jadi sedikit khawatir, takut Mika berendam di bathtub terus ketiduran. Kan bisa tenggelam?


Arya jadi ingat cerita soal bagaimana Val mencoba untuk bunuh diri dulu dengan menenggelamkan dirinya di dalam bathtub.


Meskipun tak ada alasan Mika untuk mencoba bunuh diri, tapi kemungkinan karena kelelahan dan ingin relaksasi, Mika yang bilangnya ingin mandi menggunakan shower saja---bisa aja berubah pikiran dan taunya malah berendam dibathtub untuk merelaksasikan ototnya yang lelah.


Begitu pikir Arya, yang ingin mengecek Mika ke dalam kamar mandi melalui pintu penghubung dari walk in closet, karena pintu utama kamar mandi terkunci dan sempat mengetuk sambil memanggil Mika pelan, namun tak ada jawaban dari sana---makanya Arya memutuskan untuk mengercek Mika melalui pintu penghubung tersebut.


Namun baru sampai di ambang pintu masuk walk in closet, dirinya sudah ditabrak oleh Mika.


“Ya ampun Mi!” Arya langsung spontan berseru.


Karena sang istri menabrak tubuhnya agak kencang.


Lalu dikarenakan Mika yang tak awas dan jadinya terkejut, Mika pun sampai terhuyung ke belakang.


♥♥


“Kenapa sih buru-buru gi?---“


“Sshh ..”


Ucapan Arya terpotong oleh suara ringisan kecil Mika yang sedang Arya rengkuh tubuhnya karena ditangkap dengan cepat oleh Arya agar Mika tak sampai jatuh ke lantai.


‘Sshh ..’


Dan ringisan Mika tadi, membuat Arya juga ikutan meringis dalam hatinya. Pasalnya, mata Arya dihadapkan pada sesuatu yang sudah pernah sempat ia lihat, namun belum sepenuhnya. Aset kembarnya Mika, yang meskipun sudah Arya lihat dengan matanya bagaimana bentuk aset kembar sang istri saat hampi khilaf kala itu, namun Arya belum melihat secara keseluruhan karena masih dalam ‘pembungkus’ nya.


Kiranya, itu saja sudah sering membuat otak Arya hampir membuat dirinya sampai ke depan teras neraka. Karena bayangan aset kembar Mika dengan masih menggunakan pembungkusnya, seringsekali membuat Arya ingin betul – betul mengajak Mika khilaf bersama dalam hal mantap – mantap. Untung saja rencana pernikahannya dan Mika hanya menunggu beberapa bulan saja. Itu pun Arya sekuat tenaga mengontrol dirinya agar tidak sampai mengajak Mika khilaf beneran.


♥♥


Tapi sekarang ..


Arya sadar betul kalau Mika sudah halal untuknya.


Lalu sepasang aset kembarnya Mika yang sejak Arya melihatnya terpampang tanpa luaran walau masih ada ‘bungkus’ nya, tapi pernah Arya sentuh juga karena terbawa suasana yang menggoda imin, kini terpampang lagi di depan matanya.


Masih tertutup bathrobe memang.


Namun bathrobe yang menutupinya terlihat longgar.


Hingga membuat Arya yakin, dibalik bathrobe yang sedang Mika kenakan itu, aset kembar sang istri polos dibaliknya.


Tinggal disingkap macam gorden kamar saat pagi menjelang di daerah dataran tinggi, maka keindahan pegunungan kembar akan Arya dapati jika tali bathrobe yang dikenakan Mika ia tarik---walau hanya dengan satu tangannya.


Jadilah mata Arya kini mulai berkabut hasrat. Mengunci Mika dengan pandangannya. Dimana sang istri langsung terlihat sedikit kikuk.


“Ar –“


Cuup.


Ucapan Mika tak sampai lengkap, karena Arya sudah menyambar bibirnya.

__ADS_1


Membuat Mika sedikit terkesiap, namun pada akhirnya ia menyambut p*agutan lembut bibir Arya.


Saling ***** sesaat, lalu berhenti ketika Arya yang duluan mengurai ciuman bibirnya dan Mika itu.


Setelahnya Arya berkata pada Mika.


Bertanya lebih tepatnya.


“Kamu .. cape ga, Mi? ..”


Dengan suara Arya yang pelan namun mulai terdengar parau.


Arya tak kuat.


Penampilan Mika terlalu menggoda iminnya, dan disaat yang sama beberapa ketikan di grup keluarga seliweran di otak Arya.


MOT, WOT, DS, SPOON, DUDUK. PT, FI.


Itu sih yang melintas di kepala Arya sekarang.


Ragam gaya bercinta, yang ingin Arya coba semua dengan Mika.


Sama itu, terkencing-kencing saking enaknya.


Jadi Arya mau sekali merasakan ‘saking enaknya’ itu.


Dan kini Arya kian tak sabar.


Karena aset kembar milik Mika yang ingin Arya lihat bulat-bulat, pegang dengan nyata.


Lalu ..


Ehem,


Arya r*mas dan sesap itu gunung kembar Mika yang sudah membuatnya terasa begitu ‘haus’ sekarang.


♥♥


“Karena jujur, aku ‘pengen’, Mi ..”


Arya melanjutkan ucapannya, dengan sorot matanya yang memandangi mata Mika dengan campur aduk sirat.


Gairah dan mendamba, serta pengharapan Arya, kalau Mika paham keinginannya sekarang. “Tapi kalo kamu cape – dan tolong jujur, jangan merasa ga enak untuk nolak ..” sambung Arya. “Aku akan sangat ga masalah dengan kejujuran kamu, kalau kamu memang cape.”


“I’m yours, Ar –“


♥♥


Paham dengan keinginan Arya sebagai seorang suami dan pria, Mika memberikan kode ‘lampu hijau’ pada Arya untuk menuntaskan keinginannya itu meski Mika menelan ludahnya dengan payah dulu sebelum ia mengatakan kalimatnya yang mempersilahkan Arya untuk melakukan apa yang suaminya itu lakukan---dalam hal ini mengeksplor tubuh Mika sepuasnya.


“You are, Mi .. kamu udah penuh jadi milik aku sekarang.” Ucapan Arya yang merespon ucapan Mika yang merupakan kode untuk Arya ‘menyentuh’ nya lebih jauh dan dalam. “Tapi aku juga ga ingin kamu terpaksa, hanya karena kamu rasa ga enak sama aku –“


Cuup ..


Mika sedikit agresif.


Memotong kalimat Arya karena sudah membungkam bibir suaminya itu dengan bibirnya.


“Aku memang agak cape,” ucap Mika setelah mengurai ciumannya pada Arya. Menatap lekat netra sang suami yang sudah berkabut hasrat. “But I allow you to’ touch’, me now.. Ar .. Karena aku juga ingin kamu ‘sentuh’ ..“


Oh jantung Arya menggila sekarang, kala satu tangannya telah dibawa Mika untuk menyentuh satu aset kembar istrinya itu.


“Sshh ..”


Mika terdengar lagi mendesis.


Namun makna desisannya kali ini berbeda dari setelah dirinya menubruk Arya.


Tadi Mika meringis karena rasa sedikit nyeri di kepala karena terbentur dada sang suami.


Sekarang Mika meringis karena tangan Arya yang dia bawa untuk menyentuh satu belah ‘gunung kembar’ nya, kini tak hanya diam saja.


Sama macam Arya, jantung Mika ia rasa menggila. Kala tangan Arya mulai bergerak aktif di dadanya sambil lidah mereka saling bersalaman dan menautkan benang-benang saliva.


Oh Arya, pelan gerakkan tangannya di salah satu dada Mika---namun sukses membuat Mika mulai pening di tempatnya.


Ugh, Mika mengerang.


Kala satu tangan Arya yang sedang aktif di salah satu aset sensitifnya itu, menyentuh .. meremat, lalu menyenggol puncaknya yang kemudian Arya permainkan dengan pelan.


Duh, ga tahan.


Dahaganya Arya sudah rasa tak tertahankan.


Yang sedang satu tangannya mainkan ingin segera Arya rasakan di dalam mulutnya.


Maka tubuh Mika langsung ia angkat untuk Arya rebahkan di atas ranjang yang bertabur kelopak bunga namun  sudah sedikit berantakan karena sempat sudah Arya duduki tadi.


Tak masalah, karena ranjang bertabur kelopak bunga itu memang dipersiapkan untuk dibuat acak-acakan---dimana sepasang suami istri yang sebelumnya bercumbu di walk in closet, kini sudah berada di sana.


Diatas ranjang.


Yang akan menjadi saksi sepasang insan yang sudah mencapai kehalalan sebagai pasangan, dimana dalam beberapa belas menit ke depan kurang lebihnya---akan ‘kejang-kejang’.


Ohh, Mika tak lagi meringis, namun ia sudah melenguh.


Kalau ‘puncak gunung’ nya Mika yang sudah mengeras kini telah berada dalam mulut Arya.


Uh,


Sampai sini saja Mika berkali-kali mendesis seolah ia kepedesan.


Emaknya Queen pun mulai resah sendirian.


Maka adegan selanjutnya dilanjut pada episode depan.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


To be continue ..

__ADS_1


__ADS_2