HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
W R A T H


__ADS_3

(K E G U S A R A N)


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia..


(KUJ)


“Si—Simon??”


Val yang tergugu menyebut nama dari sosok yang ada di belakang Gappa.


“W-w-w—“


“Wayoloh!”


Dimana kegugupan Val itu, membuat jiwa iseng Aro seketika muncul.


Namun Val mengabaikan keisengan Aro yang sampai mengeluarkan celetukan iseng bersifat candaan, untuk menakuti Val.


Val tidak memperhatikan sebenarnya celetukan iseng Aro tersebut, karena Val sedang dilanda kegugupan atas kedatangan Simon di KUJ sekarang ini.


Dan Val lanjut bicara seraya bertanya pada pria yang masih berstatus sebagai pacar resminya itu.


“Why you didn’t tell me that you want to come here today ( Kenapa kamu tidak mengatakan padaku jika kamu mau datang ke sini hari ini ), Simon?”


Dengan Val yang sudah meredam kegugupannya, hingga bisa bertanya pada Simon dengan ekspresi wajah yang Val rasa sudah senatural dirinya yang seperti biasa di hadapan Simon.


Tak lupa Val menyematkan senyum ‘Hermes’ seperti senyum ikonik pada sebuah drakor yang semalam ia tonton bersama Isha dan Aina yang merupakan pecinta segala yang berbau Korea Selatan.


Cup!


Namun Val yang sudah berhasil meredam kegugupannya dihadapan Simon, selanjutnya kembali merasa gugup—salah tingkah dan agak panik sebenarnya—kala Simon mengecup ringan pipinya setelah menjawab pertanyaan Val. ‘Aduh! Kak Kafeel lihat tidak ya??..’ was-was Val dalam hatinya, lalu tambah panik ketika Simon merengkuhnya.


Jika ada yang melihat—Val meringis tanpa suara dengan wajah yang diselimuti kekhawatirannya dengan memejam dan menyengir was-was--saat Simon memeluknya.


‘Semoga Kak Kafeel tidak melihat, karena bisa-bisa dia marah.’


Sambil Val membatin juga.


‘Tapi aku tidak kuasa mencegah Simon mengecup pipi dan memelukku!’


Dan ya memang, selain Simon mengecup dan merengkuh Val walau ringan kecupan dan sebentar pelukannya pada Val yang tidak siap untuk menghindari dua hal yang dilakukan Simon padanya itu, Val juga tidak memiliki alasan untuk menolak bahkan marah pada Simon.


Karena status pria itu kan, masih pacar Val.


Pacar resmi bahkan, yang sudah Val perkenalkan sekaligus umumkan di depan keluarganya oleh Val sendiri.


Bahkan sudah terkesan diumumkan oleh Val ke publik atas sudah beberapa fotonya dan Simon yang Val sempat unggah di medsosnya.


Jadi katakanlah, Val tidak berdaya terkait Simon yang mengecup pipi dan memeluknya secara tiba-tiba.


Apalagi hal tersebut adalah hal yang biasa Val lakukan dengan Simon kala mereka bertemu.


Namun hal yang kiranya biasa bagi Val selama ini, kini menjadi satu hal yang membuatnya kikuk setengah mati, karena ada Kafeel didekatnya.


Dan bahkan dirinya sudah memutuskan untuk kembali menjalin hubungan cinta dengan Kafeel, yang memang Val cintai.


Meski Simon, Val rasa sudah Val sayangi.


‘Semoga saja Kak Kafeel tidak maju dan memukul Simon.’


Val lalu berharap cemas dalam hatinya. Namun bibirnya mengukir senyuman khas natural nan ramah miliknya.


🌷🌷


Dan kekhawatiran Val terjadi, karena Kafeel nyatanya melihat jelas adegan Simon yang mencium pipinya serta merengkuh Val walau sejenak.

__ADS_1


“Wah!”


Dimana Kafeel berkesah dengan ekspresi yang menggambarkan ‘bukan main’ bercampur ketidakterimaannya atas apa yang beberapa detik lalu Simon lakukan pada Val. Kafeel kesal—tentu saja. Dugaan atas kekhawatiran tentang Kafeel yang mungkin bisa saja meninju wajah Simon, hampir saja terjadi kalau Varen tidak keburu bicara saat Kafeel hendak mendekat pada Val.


Walau niat Kafeel mendekat pada Val, bukanlah untuk meninju Simon yang enak bener maen samber pipi Val dan memeluknya. Kafeel hanya ingin mendekati Val dan menunjukkan eksistensinya. Yang lupa, kalau status dirinya sekarang ini lebih lemah dari Simon dalam hal ‘status’. Si AA lupa, kalau sebelum Val memutuskan Simon—statusnya adalah ‘Sephia’, ‘Kekasih gelap’ atau apalah namanya—sebutan untuk dia yang ujung posisinya lebih menjurus kepada PHO.


Perusak Hubungan Orang.


🌷🌷


Dongkol, tapi akhirnya Kafeel urung untuk maju dan mendekat pada Val demi menunjukkan eksistensinya sebagai pria yang dicintai Val kepada Simon. Hanya sempat saja Kafeel melontarkan deheman dibuat-buat berikut batuk masuk angin, kala Simon bertutur lembut—sok mesra selain lancang dan ngeselin—kalau kata Kafeel dalam hatinya, ketika Simon mengatakan terima kasihnya pada Val yang mempersilahkannya untuk duduk seraya bertanya dengan mengusap lembut pucuk kepala Val.


Dan batuk masuk angin Kafeel yang dibuat-buat itu tentunya menarik perhatian semua orang yang ada di dekatnya. Termasuk Val, serta Simon yang pada akhirnya mau tidak mau Kafeel berjabat tangan dengan pacar resminya Val itu.


Lalu Kafeel melirik setengah sinis pada Val yang kemudian menunjukkan cengiran canggungnya pada pria itu, karena Val paham alasan Kafeel yang melemparkan lirikan setengah sinis itu padanya dan merungut kemudian. Sementara keluarga Val menahan saja geli di perut mereka melihat Kafeel yang sedang ‘kebakaran jenggot’.


Meski ada juga yang kelepasan cekikikan. Saking kelakuan Kafeel begitu menggelitik perut mereka. Dan tidak sanggup menahannya—lalu Val yang sempat menunjukkan cengiran canggungnya pada Kafeel yang nampak merungut itu, menggigit bibirnya dengan rasa was-was dalam hati—jika rasanya Kak Kafeelnya itu pastilah akan merajuk atau mungkin saja marah.


🌷🌷


Datar saja wajah Kafeel kala ia mengikutsertakan dirinya duduk di ruang tamu KUJ bersama beberapa anggota keluarga The Adjieran Smith yang ada termasuk Val, untuk menemani Simon.


Namun seolah ada bisul di pantatnya, tak lama kemudian Kafeel bangkit dari duduknya dan terlihat agak sedikit gusar. Yang mana kegusarannya itu Kafeel tutupi dengan mengatakan kalau dirinya hendak ke toilet.


“Wa’alaikumsalam, Bun. Di rumah kan?....”


Hanya saja, ingin pergi ke toilet adalah alasan Kafeel semata.


Karena yang Kafeel lakukan setelah menjauh dari ruang tamu KUJ, adalah menghubungi bundanya via ponsel di halaman belakang hunian utama The Adjieran Smith family yang bertempat di Jakarta itu.


🌷🌷


Selanjutnya Kafeel bicara dengan tergesa via ponsel, pada bundanya yang dibuat jadi terbingung-bingung mendengar ucapan anak sulungnya yang bicara seolah ada keadaan darurot.


“Bun, di brankas AA ada uang ga tau berapa. Bawa aja semua. Termasuk cincin yang ada di sana. Sekaligus pinjem perhiasan Bunda semua—nanti AA ganti. Pokoknya Bunda siapin aja itu yang AA bilang, terus Bunda langsung dateng ke KUJ sama Lena. Sekarang, ga pake lama—“


“Ari ku naon atuh ‘A?—“


“Ada ancaman. Hari ini juga AA mau ngulang melamar Val....“


Dimana Kafeel terus bicara, “Bawain kemeja AA yang paling bagus juga. Jas penganten kalo perlu bawa sekalian—“


“Jas pengantin?....”


Sementara itu tanpa Kafeel sadari, ada seseorang yang kebetulan melihatnya nampak gusar dalam pandangannya, kemudian menjeda langkahnya dan memperhatikan Kafeel.


🌷🌷


“Ya jas penganten AA yang dulu buat nikah sama Val, Buun.... yang mana lagi?? Kan udah keburu jadi itu jas penganten AA yang emang buat nikah sama Val, abis AA nikah sama perempuan kurang ajar itu.”


“Ini aya naon sih ‘A?? Perasaan Bunda, AA teh kayaknya grasuk grusuk?—“


“Ya Bunda pokoknya lakuin apa yang tadi ‘AA bilang. Ambil itu uang AA yang ada di brankas termasuk cincin kawin, terus  bla.... bla....”


“Ya ancaman naon sih yang bikin AA mau ngelamar Val geulis buru-buru begini?....”


“Ada Jurig Albino—“


“Jurig Albino??—“


🌷🌷


‘Apa pula itu jurig albino?’ orang yang sedang memperhatikan Kafeel itu membatin saat pria itu nampak khusyuk berbicara melalui ponselnya. ‘Bocah tengik satu ini, kenapa nampak gusar aku perhatikan?’ adalah dad R, orang yang sedang memperhatikan Kafeel itu. ‘Dia juga sebut soal jas pengantin?—‘


“Ya abis ini AA langsung ngomong sama dad R soal AA yang mau melamar Val hari ini juga, karena AA ga mau sampe kecolongan sama si Simon itu.”


Dad R yang sedang agak keheranan sambil berbisik dalam hatinya itu, kemudian kembali fokus mendengarkan ucapan Kafeel yang masih bicara dengan ponsel di telinga dan membelakanginya itu.


‘Haish!’


Dad R langsung berkesah ketika mendengar kalimat Kafeel yang barusan.

__ADS_1


🌷🌷


“Jangan kamu dengarkan ocehan anak lelaki kamu yang sedang kurang waras ini, Magda.” Dad R sudah dengan cepat merebut ponsel Kafeel dari si empunya, saat ponsel itu masih Kafeel tempelkan di telinganya sambil ia pegangi.


Dimana setelahnya, dad R langsung mengambil alih untuk bicara pada bundanya Kafeel di ujung ponsel selepas paham dengan siapa Kafeel bicara di ponselnya itu, termasuk paham pada bahasan yang sedang Kafeel bicarakan dengan bundanya melalui ponsel, setelah dad R sempat menguping pembicaraan Kafeel tersebut.


Sambil dad R memandangi Kafeel dengan tatapan sebal, kala bicara dengan bundanya Kafeel yang sedang menjawab ucapan dad R barusan.


Lalu dad R terus bicara untuk beberapa saat dengan bundanya Kafeel, sambil ia mengunci Kafeel dengan satu tangan dad R yang menahan dada Kafeel yang ia dorong tanpa tenaga yang berarti hingga punggung Kafeel menempel pada pilar di belakangnya.


🌷🌷


Dad R lalu bertolak pinggang memandangi Kafeel setelah ia selesai bicara dengan bundanya Kafeel di ponsel milik Kafeel, lalu melontarkan pertanyaan dengan nada mencecar pada pria itu.


“Apa yang ada di otakmu bocah tengik, huh???.... Seenaknya saja kau memutuskan untuk melamar Val dengan mendadak dan tergesa. Meminta satu princess di rumah ini tanpa persiapan....” begitu yang dad R katakan pada Kafeel dengan agak mencecar.


“Siapa bilang tanpa persiapan, Dad?.....” yang orangnya lekas menjawab cecaran dad R itu, dengan pula mengoceh “Udah nambah malah persiapannya. Uang persiapan nikah udah nambah. Cincin kawin ready, jas pengantin pun ready. Ah iya, kebaya akad nikah Val juga udah aku ambil pas aku iseng datengin butiknya dan ternyata udah jadi itu kebaya. Eh, kebaya nikah apa kebaya tunangan ya?—“


Takk!


Ucapan Kafeel disela dad R yang mengetuk jidat si AA dengan ponsel milik Kafeel yang masih ada dalam pegangan dad R.


“Tutup mulutmu bocah tengik!” cetus Dad R sambil ia mengetuk sembarang jidat si AA. “Ocehanmu mengganggu gendang telingaku.”


Kafeel pun tak lagi melanjutkan ocehannya. Namun ia terkekeh. Dan dad R berdecak sebal memandanginya, kemudian berbalik badan.


🌷🌷


Kafeel lalu mengejar dad R saat Naga 1 itu sudah melangkah menjauhinya.


“Dad, wait. Kita perlu bicara—“


“Aku sedang malas bicara dengan bucin kurang waras sekarang....”


“Biar gitu juga ini calon mantu dad,” sahut Kafeel atas ucapan dad R barusan.


“Heh!”


Dad R lantas spontan menyahut remeh.


“Tingginya kepercayaan dirimu mengalahkan BurjKhalifa....” lalu mengeluarkan celetukan yang membuat Kafeel langsung terkekeh.


“Jangankan Burj Khalifa, Dad.... Everest juga kalah tingginya sama ketinggian pede aku kalo soal hubungan aku sama Val sih,” balas Kafeel dan dad R langsung berdecih sinis. “Biar bucin kurang waras gini tapi aku laki-laki yang paling mencintai Val di dunia ini. Selain kulit aku ada warnanya Dad. Jadi saat nanti Val nikah sama aku dan kami memiliki anak, Dad ga punya cucu yang kulitnya macem cet rumah sakit, atau ketuker sama lobak.”


Namun dalam hatinya, dad R sungguhlah terkekeh geli dengan ocehan Kafeel barusan.


🌷🌷


“Ck. Awas aku mau menyapa Gappa dan Gamma serta Simon.”


“Iya sebentar, aku mau nanya dulu.”


“Cepatlah kalau begitu.”


“Dad tau soal si albino itu yang mau ke sini?”


“Ya aku tahu. Poppa memberitahukan hal itu padaku kemarin....”


“Terus Dad tau, kepentingan si Simon itu datang ke sini sekarang?"


“Sangat tahu.”


“Apa, Dad?.... Kangen sama Val, dia?"


"Bukan."


"Terus apa jadi alasannya?"


"Sesuatu yang akan membuatmu menganga."


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


To be continue....


Terima kasih masih setia.


__ADS_2