
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
‘Dan, ‘Pabila Esok, Datang Kembali, Seperti Sedia Kala Dimana Kau Bisa Bercanda.’
-DAN—Sheila on 7-
✨
✨
Little Star Island, Isola, Italia,
“Pokoknya gini aja lah. Bener kata Arya. Fokus dulu sama Val. Bantu dia untuk terima kondisinya sekarang dulu. Nanti, kalau dia sudah bisa terima. Artinya otaknya juga udah tenang? Kita mau menambahkan satu jadi dua cerita, mungkin akan lebih mudah. Dan kemudahan Val yang bisa menerima dirinya dimasa sekarang, siapa tahu juga bisa merangsang ingatannya buat kembali. Termasuk, tentang Kaka.”
Ucapan ini keluar dari mulut Momma setelah beberapa saat sebelumnya ada percakapan dari beberapa anggota keluarga yang awalnya menggoda Mika dan Arya yang kini tak lagi ragu menunjukkan gestur bahwa keduanya memang sedang terjalin dalam satu hubungan spesial yang dilandasi oleh cinta diantara keduanya. Lalu setelahnya, pembicaraan Momma dan mereka yang sedang bersamanya itu menyenggol soal Val dan Kafeel juga.
Dimana Kafeel, mendengar beberapa ucapan yang tercetus di dalam ruang makan pada kastil di Little Star Island tersebut—terlebih ucapan Momma barusan.
‘Dan entah kapan waktu itu datang. Dan jika tiba waktu itu datang, gue rasa yang gue dapati hanya kebencian Val aja. Karena diluar ingatannya aja, dia udah antipati sama gue.’
Lalu Kafeel bermonolog dalam hatinya kemudian, dan Kafeel tersenyum getir di tempatnya berdiri saat ia mendengar percakapan Momma dan beberapa lainnya di dalam ruang makan tersebut, setelah ia bermonolog frustasi dalam hatinya sedetik lalu.
✨
“Mudah-mudahan, amnesia Val ini tidak berlangsung lama.”
Ini Gamma yang kemudian bersuara selepas Momma mengeluarkan kalimat yang lumayan panjang sebelumnya.
“Selain kasihan juga melihat Val yang seperti orang bingung, aku pun iba pada Kaka yang harus menahan perasaannya dengan sangat pada Val. Padahal seharusnya, baik Kaka dan Val dapat meraih kebahagiaan mereka kembali selayaknya May dan Arya pasca Val tersadar dari koma. Terlepas dari keputusan kita bersama untuk melakukan tindakan penghapusan memori Val...”
Gamma kemudian memandang pada Dad R.
“Dengar kan yang Mom katakan R? Keputusan kita bersama, yang mana artinya jika hal itu salah, itu bukan kesalahan kamu seorang. Jadi berhentilah membebani dirimu sendiri dengan rasa bersalah kamu itu, lebih baik kamu gunakan waktu kamu untuk mencari ide, bagaimana dapat seiring sejalan—antara kita yang membuat Val kembali ingat semua hal yang dia lupakan, termasuk hubungannya dengan Kaka.”
Lalu Gamma kembali berbicara dengan sedikit memberikan penekanan pada kalimatnya yang agak panjang itu, yang Gamma tujukan pada Dad R yang kemudian menarik sudut bibirnya sambil memandang pada Gamma. Serta Dad R menjawab setelahnya. “Iya, Mom.”
Dimana ucapan Gamma itu kemudian membuat Kafeel tersenyum tipis di tempatnya.
“Tidak perlu Mom ingatkan, karena aku memang sudah memikirkannya—untuk menebus apa yang salah, hingga Kaka menanggung apa yang ia tanggung sekarang terkait Val...”
Dad R lalu bersuara lagi selepas ia menyahut mengiyakan ucapan Gamma yang ditujukan padanya itu.
“Kami juga sudah membahasnya, Mom.”
Yang kemudian anak kandung Gamma yang botak permanen itu menimpali ucapan Dad R.
“Kami juga sudah tidak sabar untuk melihat semuanya kembali berjalan selaras selayaknya kehidupan kita yang tenang dan bahagia sebelumnya...”
Poppa lanjut bicara.
“Termasuk soal Kaka, karena dia bagian dari keluarga ini. Dan atas nama dia bagian dari kita layaknya Arya dan mereka semua yang kita akui sebagai keluarga... maka dari itu, apabila kita bahagia, Kaka juga harus merasakan bahagia yang sama. Terlepas kita semua pernah sangat kecewa dan marah padanya. Namun setelahnya kita tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan itu membuat Kaka tetap menjadi bagian dari keluarga ini...”
Yang kemudian penuturan panjang Poppa barusan, ditanggapi dengan anggukkan setuju dari semua yang sedang bersama Poppa.
“Dan karena itu, kita tidak akan membiarkan Kaka menanggung bebannya sendirian. Kita hanya perlu berusaha dan bersabar, selain menegarkan Kaka dan membuatnya ikut merasakan kebahagiaan yang kita rasa bila saat itu tiba.”
Gappa yang selanjutnya berkomentar.
Dimana hati Kafeel yang sedang dibasahi oleh kegetiran karena Val--diluar rasa syukur dan kelegaannya karena Val dapat dikatakan telah melewati masa kritisnya dengan selamat, jadi menghangat setelah mendengar ucapan Gamma dan beberapa orang keluarga Val lainnya.
Dimana dari ucapan-ucapan itu, Kafeel merasa betapa ia sangat dipedulikan,diperhatikan, serta disayangi dan dikasihi oleh keluarga Val. ‘Makasih semua.’ Kafeel membatin tulus kemudian.
__ADS_1
✨
“Ya udah ayo semangaat, kita buat Val sembuh dari amnesianya!”
Arya kemudian mengeluarkan celetukan antusias, dimana mereka yang berada di dekatnya itu pun sontak tersenyum geli bersamaan.
Setelah sebelumnya terlibat percakapan yang agak serius selain sedikit membuat rasa prihatin hadir dalam dada mereka yang tadi membahas soal Kafeel itu.
Terlebih saat ucapan penyemangat dari Arya itu mendapat timpalan dari Nathan.
“Nah! Betul itu! sekalian abis ini kita bikin yel – yel penyemangat buat si Sadboy baru itu tuh, si Kafeel Adiwangsa!”
Yang mana timpalan Nathan atas kalimat penyemangat dari Arya sebelumnya itu, jadinya membuat Kafeel ikutan tersenyum geli juga di tempatnya yang sedang berdiri di luar ruang makan kastil pada Little Star Island tersebut.
“Selamat pagi...”
Tak lama, setelah Nathan menimpali ucapan Arya dengan candaan—lalu ada timpalan lain yang menyahuti candaan kalimat Nathan itu, Kafeel memutuskan untuk melangkahkan kakinya ke dalam ruang makan yang berisikan orang-orang yang sedikit banyak membahas tentang dirinya itu.
✨
“Val udah bangun ya, Kak Kaf?” Mika yang bertanya pada Kafeel.
Saat Kafeel yang beberapa saat lalu menyapa sambil memasuki ruang makan tempat Mika masih berada di sana, telah langsung disuruh ambil tempat guna sarapan bersama mereka yang sedang ada di dalam ruang makan tersebut.
“Iya, udah, May.”
Kafeel yang sudah duduk di salah satu kursi meja makan tersebut, langsung menjawab pertanyaan Mika barusan.
“Baru beberapa menit yang lalu.”
“Lo stay semaleman di sana, Kak?...”
“Iya, Ar...”
“Belum, Dad...”
“Tapi tumben lo ga bolak-balik ke kamar?”
Arya lalu menyambar.
“Val tidurnya lumayan nyenyak semalam, sampai ga ada mendusin sama sekali----“
“Terus tadi pas Val bangun, Kaka belom juga deketin Val?”
Ake Herman yang kali ini menyambar.
“Belum, Kek,” jawab Kafeel. “Aku ga punya alasan buat tau-tau mendekati Val saat dia bangun tidur. Lagipula, Val sepertinya agak risih dengan keberadaanku yang bahkan hanya memperhatikannya dari kaca pembatas kamar rawat intensifnya.”
Kafeel menarik sudut bibirnya kemudian, saat menjawab pertanyaan Ake Herman yang duduk bersebelahan dengan Kafeel. Dimana satu kakek yang seringnya kocak macam istrinya itu, langsung menepuk – nepuk pelan punggung Kafeel.
“Sabar iye Ka... Orang sabar, selaen jidatnya lebar, kan disayang Alloh?” kata Ake Herman kemudian.
✨
“Dads, Va, Than, Gappa, Ake, aku ingin bicara.. Besok aku akan pergi dari sini..” Adalah ucapan Kafeel pada mereka yang ia sebut itu, tak seberapa lama ketika ia dan beberapa pria yang disebutnya itu telah keluar dari ruang makan. Dimana kesemua mereka itu, melipir ke satu ruangan lain dalam kastil di Little Star Island.
Ucapan Kafeel, yang memang benar Kafeel lakukan di keesokan harinya.
Sebuah keputusan yang terasa berat Kafeel ambil, namun ia rasa jika hal itu adalah hal yang tepat dia lakukan untuk saat ini.
Menjauh dulu dari Val, sampai entah kapan Kafeel tak tahu.
Yang jelas Kafeel akan setia menunggu, sampai Val kembali dapat mengingat tentang dirinya.
__ADS_1
Meskipun Kafeel dibayangi momok kemungkinan jika Val tidak akan lagi mau menjalin lagi hubungan spesial yang pernah terjalin sebelumnya, karena statusnya yang menyandang predikat ‘Duda’ sekarang.
✨
“Jika Val sudah benar – benar sehat, kami akan segera kembali ke London atau mungkin ke Jakarta. Jadi mampirlah nanti jika kami sudah di sana.“
Ini Poppa yang bicara, saat Kafeel telah siap untuk meninggalkan Little Star Island.
“Iya, Pop ...”
“Dan Ka, jika Val memang tak sampai dapat mengingatmu lagi ... cobalah buka hatimu untuk wanita lain. Karena kau berhak memiliki masa depan. Dan aku secara pribadi, akan menerima andai suatu hari kau membawa seorang wanita yang kau pilih dengan hatimu ke hadapanku ...”
Dad R yang kemudian angkat suara, dimana Kafeel langsung saja menarik sudut bibirnya. Lalu Kafeel berbicara setelahnya, menanggapi ucapan Dad R barusan.
“Aku sudah mengunci hatiku untuk satu putri Dad itu. Sekalipun dia tidak mengingatku sampai aku mati, tak apa bagiku. Asal aku dapat melihatnya hidup sehat dan bahagia. Termasuk jika dia jatuh hati pada laki – laki lain.”
Tersirat ketulusan dan keikhlasan di gurat wajah dan sorot mata Kafeel saat mengatakan kalimat itu.
Namun ada kesedihan juga yang tertangkap di sorot mata Kafeel. Yang lagi – lagi membuat beberapa anggota keluarga Val yang menyempatkan diri mengantar Kafeel sebelum dia meninggalkan Little Star Island itu, merasa mencelos hatinya.
“Udah ah, Ka. Jangan terus – terusan kayak gini ah.”
Namun tak lama, Momma memegang bahu Kafeel yang agak jauh tinggi darinya.
Menghadapkan Kafeel dengan dirinya, sambil Momma yang hatinya mencelos sekaligus gemas juga dengan Kafeel yang sering kali mengucapkan kalimat miris itu kemudian menegarkan Kafeel lagi dengan caranya.
“Satu, jodoh ga akan kemana. Kalau Val memang diciptakan buat kamu, cepat atau lambat dia akan kembali ke kamu. Jalani aja hidup kamu dulu seiring dengan itu. Inget, kamu punya Bunda Magda sama Lena yang harus kamu urusin juga, karena kamu kepala keluarga mereka. Sampe sini paham? ...”
“Paham, Momma,” sahut Kafeel.
“Bagus kalo gitu ... berarti kamu paham untuk selalu positif thinking soal takdir kebersaamaan kamu dan Val. Ngerti?”
“Ngerti, Momma.”
“Bagus,” timpal Momma sambil menepuk semangat bahu Kafeel.
Dimana mereka yang sedang berada di dekat Momma dan Kafeel itu tersenyum saja melihat Momma yang sedang menyemangati Kafeel itu.
“Laki itu harus strong! Jangan lembek macem ager – ager!”
“Iya, Momma----“
“Sama ini nih ...” sambar Momma dengan meraup gemas wajah Kafeel. “Berhenti pasang tampang madesu begini!”
“Madesu?----“
“Masa Depan Surem!”
Ene Bela yang kemudian langsung menyambar untuk menjawab kebingungan Kafeel.
✨
Kafeel terkekeh geli setelah mendengar celetukan Ene Bela yang menimpali ucapan anak sulung kandungnya tadi yang dari mudanya udah sering gesrek dan nyablak adanya.
Dan tak lama setelahnya, Kafeel benar – benar meninggalkan Little Star Island. Meninggalkan sejenak mimpi cintanya bersama Val. ‘Sampai bertemu lagi ya sayangku, Val ... andai pun kamu tidak pernah mengingatku lagi, tapi aku berharap, jika suatu hari setelah ini kita bertemu lagi, kamu akan jatuh cinta padaku untuk yang kedua kalinya----“
( Nyok, kite Aminin rame-rame )
✨✨✨
To be continue ...
Jekardah, 24 Mei 2023.
__ADS_1
Written by Emaknya Queen