
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jakarta, Indonesia,
Di sebuah rumah sakit,
“Lena ....”
Varen memanggil adik perempuannya Kafeel itu dengan ponsel salah seorang bodyguardnya yang masih Varen pegang.
“Iya, Bang Alva?”
“Drea mau bicara dengan kamu ....”
Sambil Varen menyodorkan ponsel kepada Lena.
♥
“Gimana, Bang? ....”
Papa Rico langsung lebih mendekat pada Varen ketika ia sudah menyerahkan ponsel yang ia pegang pada Lena.
“Wanita itu Drea temukan terikat dan tidak sadarkan diri di gudang,” jawab Varen.
“Ti – tidak sadarkan diri? –“
“Iya Bun. Tapi jangan khawatir, menantu Bunda itu masih hidup.”
♥
Bunda Magda telah sebelumnya menceritakan kepada empat orang Narendra kenapa sampai Kafeel menyekap wanita yang berstatus istrinya di gudang rumahnya.
Tapi Bunda Magda tidak menceritakan lagi pada Varen tentang kenapa sampai istrinya Kafeel disekap oleh Kafeel, karena Varen tidak bertanya. Yang mana Varen memang tidak mau tahu juga, selain ia sudah dapat menebak jika mengingat kembali cerita Bunda Magda kenapa sampai Kafeel menikahi wanita yang statusnya adalah sepupu jauh Kafeel dan Lena --- kenapa sampai Kafeel tega menyekapnya.
Sudah mendengar juga, jika Kafeel menjadi seorang peminum sekarang. Jadi tidak perlu bertanya, Varen sudah memiliki spekulasinya sendiri tentang kemungkinan – kemungkinan yang menjadi alasan Kafeel sampai menyekap istrinya itu bahkan sampai mengikatnya juga.
Namun apapun itu, Varen sungguh tidak peduli pada istrinya Kafeel meskipun kalau kata istri belia Varen nan ceriwis, ada bekas cekikan di leher wanita yang berstatus istrinya Kafeel itu.
Bahkan Varen sempat terkekeh geli mendengar Drea sempat mencetuskan gagasan ingin mencekik wanita yang Varen nilai licik itu. Itu Drea belum dengar alasan yang sebenarnya mengapa Kafeel sampai menikahi wanita bernama Rara itu.
Jika saat Drea sampai di rumah Bunda Magda dia sudah mengetahui alasan tersebut, Varen yakin adegan pencekikan ulang benar – benar akan Drea lakukan pada wanita itu.
♥
Lalu,
“Ugh!”
Drea yang sudah tiba ke rumah sakit tempat Kafeel dibawa oleh Arya agar segera dapat tertolong menggeram tertahan sambil mengepalkan tangannya ketika ia bertanya pada Bunda Magda dan Lena kenapa wanita yang berstatus istrinya Kafeel itu bisa disekap dalam gudang, lalu cerita merambat ke alasan yang sebenarnya Kafeel sampai terpaksa memutuskan hubungannya dengan Val dan menyakiti gadis kecil tercintanya Kafeel itu begitu dalamnya.
“Hey Little Star, mau kemana? ....”
Varen menegur Drea yang beranjak dari duduknya sambil meraih lembut tangan Drea.
“Drea mau masuk ke IGD.”
“Nanti saja kalau mau melihat Kaka. Kaka sedang dipersiapkan untuk dipindah ke ruang rawat inap –“
“Bukan , Drea bukan mau melihat Kak Kaf. Tapi Drea mau bicara pada Dokter yang menangani perempuan bernama Rara itu, agar jangan diobati melainkan disuntik mati saja.”
“Astagfirullah.”
Bunda Magda istighfar, sementara Varen dan lainnya mendengus geli saja menanggapi sikap Drea yang nampak geregetan kesal.
Paham sekali jika Drea itu macam ayah kandungnya yang tak bisa menahan diri jika sudah sangat kesal pada seseorang. Dan harus ditahan memang jika si makhluk ceriwis itu sudah begitu, karena dia punya cadangan tenaga wonder woman dalam dirinya jika dia sedang geram.
Ingat bukan, bahwa Drea pernah merobohkan 6 – 7 orang kakak kelasnya di SMA dulu sendirian, sampai ada yang masuk rumah sakit karena rahang yang bergeser dan mendapat banyak jahitan di kepala?
Lalu diumurnya yang ke – 18, Drea pernah juga melawan sekitar 5 orang pria dewasa yang sanggup Drea bikin KO kesemuanya dengan simpanan tenaga wonder woman warisan hulk dan thanos itu. Makanya atas dasar itu, sekarang ini Drea jangan sampai dibiarkan masuk ke IGD.
Karena kalau Dokter yang menangani istrinya Kafeel itu menolak permintaannya untuk menyuntik mati wanita itu, Drea bakalan maju untuk mencekik ulang wanita bernama Rara tersebut.
“Little Star,” ucap Varen. “Bunda sama Lena belum makan loh. Kamu temani mereka makan bersama Isha, Ain dan Macel ya?”
Yang mencoba mengalihkan Drea.
“Oh ya ampun! .... kalau begitu ayo. Bunda, Lena kami temani makan?” tanggap Drea.
“Kamu juga pasti lapar bukan?” ucap Varen bermakna. Terkait istri belianya yang Varen paham betul sifatnya.
“Ah iya, Bebeb Abang. Drea sangat lapar karena terlalu kesal.”
__ADS_1
Itu maksud Varen. Karena Drea itu laperan orangnya. Dan ya, apabila sedang kesal, nafsu makan Drea bisa berpuluh kali lipat jadinya.
Ingat jika Drea pernah menghabiskan 30 tusuk sate dan empat bonggol lontong sendirian bukan?
Jadi untuk menghindari Drea membuat ribut di IGD, makanan adalah solusinya.
♥
“Ayo Bun, Lena ....”
Drea yang berhasil dialihkan Varen itu, kemudian langsung mengajak Bunda Magda dan Lena untuk pergi makan.
“Eh iya, Isha. Itu baju gantinya Bunda dan Kak Lena berikan pada mereka.”
“Oh iya ya.”
“Makasih ya, Isha ....”
♥
“Ayo? ....”
Drea bersuara ketika Bunda Magda dan Lena yang sebentar pergi ke toilet untuk berganti pakaian, telah kembali lagi ke tengah – tengah Drea dan lainnya yang masih berada di area dekat IGD.
“Lena saja yang pergi dengan Drea, Isha, Aina dan Mama Cello ya?”
“Kenapa Bun?”
Varen lantas bertanya pada Bunda Magda yang nampak gelisah setelah Drea yang geram telah berhasil ditenangkan.
“Kalau Bunda memikirkan Kaka, tidak perlu. Dokter tadi mengatakan jika Kaka sebentar lagi siap dipindahkan ke ruang rawat. Biar aku, Papa, Sony dan Arya yang menemaninya.”
“Ga apa Alva, Bunda dan Lena serta Kaka sendiri sudah sangat merepotkan kalian,” ucap Bunda Magda. Yang mendapat respon kurang lebih sama dari empat pria yang sedang ada di dekatnya .
“Macam sama siapa saja ....”
“Lagipula Bunda juga ingin menunggui Rara.”
“Aduh Bunda. Untuk apa menunggui perempuan iyuh itu sih? ....”
Drea dengan cepat merespons.
“Sudah bagus Drea bawa dia ke sini untuk diberi pertolongan. Yang mana setelah mendengar cerita tentang dia, Drea menjadi menyesal membawanya kesini. Kalau sebelumnya Drea sudah tahu storynya sebelum sampai ke rumah Bunda, sudah Drea suruh Abe memasukkannya ke dalam koper dan dibuang di jalan tol!”
Si cute girl blasteran wonder woman sedikit berapi – api.
♥
“Betul itu Bun. Dokter yang menanganinya juga sudah keluar dan mengatakan kalau dia ga apa – apa. Selain shocked dan histeris, tapi sudah diberi obat penenang.”
“Bukan gitu, Alva, Drea.”
Bunda Magda menanggapi ucapan Drea dan Varen.
“Bunda itu justru mau bicara sama Rara. Mau bicara baik – baik sama dia, kasih dia ngerti kenapa Kaka teh sampe tega begitu sama dia. Bunda takut, dia ngadu macem – macem sama orang tuanya, nanti Kaka dipersulit lagi.”
Bunda Magda mengeluarkan isi hati yang menjadi kekhawatirannya.
“Kalau dari apa yang sudah mereka lakukan sampe Kaka menikahi Rara teh –“
“Ken! Abe!”
Namun sebuah suara nyaring memotong ucapan Bunda Magda yang terkejut mendengar seruan memanggil dua nama itu dengan si pemanggil yang sudah berkacak pinggang.
“Ada apa –“
“Tuliskan alamat dua orang tua dari perempuan iyuh itu, Bun, tolong ....”
Varen hendak bertanya pada dia gerangan yang sedang berkacak pinggang sambil memanggil dua orang yang adalah bodyguard itu.
Namun si gerangan sudah lagi memotong ucapan.
“Un – untuk apa, Drea? ....”
Yes, adalah Drea yang berseru sambil berkacak pinggang memanggil dua bodyguardnya barusan.
“Drea mau suruh orang – orang Drea mendatangi dua orang tua yang tak layak menjadi pedoman itu untuk diberi pelajaran sebelum mereka kembali bertingkah.”
“Ya Allah, jangan Drea ....”
“Ih, kenapa jangan Bunda?”
“I – iya jangan, nanti mereka malah jahatin Drea.”
__ADS_1
Bunda Magda yang menjadi nampak sangat khawatir.
Tapi ....
“Aduh Bundaa .... Drea ini punya khodam naga. Bunda tenang saja.”
“Heu?”
Sementara Bunda Magda bingung, Varen cekikikan saja dengan kelakuan istrinya itu.
Sisanya mesem – mesem.
♥
“Sudah Bun, tidak perlu dikhawatirkan soal dua orang terkutuk itu –“
“Tau Bunda nih .... mana mungkin kami diam melihat keluarga kami tertindas?” tukas Drea. “Iya kan Bebeb Abang? ....”
“Iya, Little Star sayang ....” jawab Varen dengan penuh kelembutan, meskipun ucapannya sudah dipotong Drea. “Boleh aku lanjutkan ucapanku? –“
“Silahkan, Bebeb Abang –“
“Terima ka –“
“Tapi apa ya hukuman yang bagus untuk orang tuanya perempuan iyuh itu?”
Tapi ya maaf – maaf, Drea itu memiliki kesulitan untuk mengerem dirinya untuk bicara kala ingin menyampaikan pendapat disaat ia sedang gemas pada sesuatu.
“Ish! Belum melihat wajah mereka saja Drea sudah kesal! ....”
“Ma –“
“Kita culik lalu buang di palung mariana saja apa ya?”
‘Terserah Drea lah! Terserah! Asal Drea bahagia!’ hati suami yang kalimatnya dipotong terus oleh istri ceriwisnya.
“Gimana Bebeb Abang? Bagus ga ide Drea?! ....”
“Baguus –“
“Kalau untuk si perempuan iyuh itu apa?”
“Terserah Drea –“
“Dibotakin aja gimana? Atau bla .... bla .... bla .... soalnya kan ya itu dia tuh, bla .... bla .... bla –“
“Iya. Oke. Bagus juga.”
Adalah jawaban Varen pada Drea yang ngoceh berkepanjangan.
“Pokoknya kalau dia berani mengoceh pada Drea atau dia berani ancam – ancam Bunda dan Lena termasuk Kak Kaf lagi, akan Drea suruh Abe beli air raksa lalu Drea minumkan pada perempuan iyuh itu ....”
“Eh buset ....” Kakak beradik Narendra yang terperangah dengan ide Drea. Sementara ibu mereka dan bundanya Kafeel istighfar mendengar ucapan Drea yang mencetuskan ide horor itu.
Papa Rico sendiri terkekeh saja bersama tiga gadis belia yang ada lebih dekat dengannya.
“Bagus kan ide Drea, Bebeb Abang?!”
Andrea bertanya sumringah pada Varen.
“Bagus –“
“Cerdas kan Drea?!”
“Cerdas ....“
Bebeb Abang yang sabar.
“Drea minta Abe membeli air raksa sekarang untuk persiapan? ....”
“Terserah Drea, asal Little Star Abang bahagia,” jawab Varen dengan lembut. ‘Dan agar kamu berhenti mengoceh – Oh Tuhan .... kenapa mulutnya semakin tak terkendali jika sudah mengoceh?’
“Aaa Abang sweet banget! –“
“Tentu dong, kan Abang sayang Drea. Makanya Drea –“
“Kalau begitu ayo kita susun rencana Bebeb Abang. Siapa yang kita tugaskan untuk bla .... bla ....”
Dimana Varen mengangguk – angguk saja mendengarkan istri belia nan ceriwisnya itu mengoceh lagi, serta juga memijat pelipisnya.
Lalu saat Drea sedikit beralih pada Bunda Magda, Varen mengkode Arya agar lebih mendekat padanya, meminjam ponsel Arya dan mengetikkan sesuatu di kolom chat sembarang kemudian menunjukkan ketikannya pada Arya.
*L*o cari tukang sate sekarang. Pesankan 50 tusuk sate, kalau perlu semua sate yang dia punya lo beli.
__ADS_1
♥♥♥
To be continue ....