
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, Inggris,
“Arya! ...”
Pekikan panik terdengar dari arah ranjang Mika.
Dimana Mika terbangun dengan tiba – tiba seperti habis mengalami mimpi buruk.
Arya yang sudah kembali berada di kamar Mika setelah sempat menyambangi keluarga Mika yang tadi sedang ada pada satu ruangan dalam mansion milik keluarga Mika yang berada di London tersebut itupun lekas menghampiri Mika yang nafasnya nampak sedikit tersengal dengan ekspresi wajah yang sangat was – was.
“Hei ----“
“Ar!”
Mika pun langsung berhambur memeluk Arya yang sudah mendekatinya.
Dan Arya sontak langsung juga memeluk Mika balik dengan penuh kasih dan lembutnya.
“Lo ada, Ar.”
“Iya, Mi. Kan gue bilang, gue nyata.”
“Gue takut yang gue alami tadi cuma mimpi ----“
“Engga, Mi. Semua nyata ...“
“Gue masih takut, Ar.”
“Ga ada yang perlu lo takutin Mi. Gue ada nyata. Kalo lo masih paranoid gini, lo gue lamar secepatnya aja ya? Hari ini juga kalo perlu ----”
“Heu?” Mika terkesiap.
“Mau?”
Arya mengurai pelukannya dan Mika perlahan.
“Gue lamar hari ini juga?” tutur Arya sambil menatap Mika lekat.
Dan Mika memandang Arya dengan serius.
♥
“Tegang deh, kalo udah diajakin ngomong soal yang nyerempet ke pernikahan,” ucap Arya pada Mika yang tertegun di tempatnya.
“Sor, ry ...”
Mika tergugu.
“Gue ----“
“Ih, apa sih, Mii? ...”
Arya menukas cepat pada Mika yang tergugu dan tertunduk.
“Gue ga suka loh, liat lo yang begini ... Mika yang gue kenal tuh rame, hobi melayangkan protes ke gue. Dan gue malah berharap denger lo ngomel pas gue bilang mau lamar lo buru – buru tadi.”
Wajah Mika di tangkup Arya yang bicara dengan nada setengah putus asa.
“Udah dong, Mii. Jangan begini. Kan gue udah ada di sini?”
Arya berucap khawatir, namun teduh memandang Mika sambil mengusap lembut kepala pacar judesnya itu.
“Badan lo panas gini coba? ----“
“.......”
“Gue ngerasa bersalah kalo lo begini, Mi ----“
“Lo ga salah apa – apa kalo soal kondisi gue, Ar. Gue cuma kurang enak badan aja.”
“Kurang enak badan apanya??? ... Kondisi lo ngedrop, ga sekedar ga enak badan. Gara – gara kelewat mengkhawatirkan gue.”
“Ya, gue kan ----“
“Pokoknya gue ga mau liat muka lo yang sendu beneran gini ah ----“
“Maksud? ----“
“Gue maunya liat muka sendu lo yang lain. Senen Duit. Muka matre, selain judes ...”
Mika spontan terkekeh karena selorohan Arya.
Senyum kelegaan pun terbit di wajah Arya. “Jangan murung lagi ya? ...“ ucap Arya dengan lembut kemudian.
“Iya ----“
“Love you, Mi.”
“Love you too, Ar.”
“Gue bahagia tau, pada akhirnya lo bales kalimat cinta gue? ...”
Kembali Arya mendekap Mika dengan penuh perasaan, lalu menghujani pucuk kepala Mika dengan kecupan.
Lega, dirasakan oleh keduanya dengan kegembiraan di hati masing – masing.
Mika yang lega dan gembira karena nyatanya Arya tidak ikut tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat yang sempat membuat Mika sangat terpukul, sementara Arya lega dan bahagia karena Mika telah memiliki rasa yang sama dengannya.
♥
Detik jam berputar, kini orang tua Arya dan kakak lelakinya berikut Nathan sudah berada di London. Sama seperti bagaimana ketika Arya datang ke mansion The Adjieran Smith yang berada di London setelah pemberitaan dirinya yang menjadi salah satu korban tewas pesawat nahas, haru dan sedikit kehisterisan orang tua Arya dan kakak lelakinya termasuk juga Nathan langsung saja tercipta ketika Arya menyambut kedatangan mereka.
__ADS_1
Daddy Dewa dan Mom Ichel yang mendengar kondisi anak kandung mereka yang sempat sangat terpukul pun juga langsung bertolak ke London tanpa berpikir lama, dan kini juga sudah datang dan ikut bercengkrama bersama lainnya yang ada di mansion utama The Adjieran Smith di London itu.
Dan saat ini semua orang yang sudah merasakan kelegaan atas keberuntungan Arya yang tidak menjadi salah satu korban pesawat yang nahas, sedang berkumpul bercengkrama dengan santai.
“Baru mau gue ambil alih posisi lo buat macarin Mika,” kelakar Sony meledek Arya.
“Kalopun gue jadi mati, gue ga ridho lo nikung jodoh gue! ...” sambar Arya.
“Arya apaan sih? ...” tukas Mika memandang Arya campur sedih dan tak suka mendengar ucapan Arya yang menyinggung tentang jadi mati. "Gue benci dengernya."
Arya menggigit bibirnya. Sadar, jika Mika sedang sangat sensitif saat ini setelah pacar judesnya itu sempat menjadi sangat syok karena pemberitaan dirinya yang tewas.
♥
“Maaf ...”
Arya buru – buru menenangkan Mika dengan merengkuhnya lalu membuat kepala Mika bersandar di bahunya.
Biasanya, sering ada hikmah di tiap kejadian. Dan itu yang tampak terjadi sekarang.
Keluarga Mika yang kadang sering sebal melihat sikap Mika yang sering sekali ketus pada Arya meski mereka sudah pacaran juga, saat ini dibuat tersenyum dengan sikap Mika pada Arya yang mereka lihat.
Mika yang jangankan mau bermesraan dengan Arya di hadapan mereka.
Karena bahkan terkadang jika Arya menggenggam tangannya lalu ada keluarganya di sekeliling, Mika akan dengan cepat melepaskan genggaman tangan Arya darinya.
Biasalah, Mika.
Gengsi tingkat tinggi jika harus menyandang predikat bucin macam Drea dan Val, juga Ann.
♥
Tapi coba lihat sekarang bagaimana Mika pada Arya.
Rasa takut Mika yang sangat besar jika harus kehilangan Arya, membuka mata hatinya lebih lebar.
“Kalau sudah tiada, baru terasa ...
#Inget sepenggal lagu favoritnya Ake Herman.
Jadi, bermakna sepenggal bait lagu itu untuk Mika.
Jangan sampai kalau orangnya sudah tiada deh, baru terasa jika kehadiran yang tiada itu sungguh berharga.
Jangan sampai menunggu orangnya tiada dulu baru cinta diakui dan diutarakan pada pusara.
Amit – amit.
Jangan sampai.
Makanya Mika bersikap seperti sekarang pada Arya.
Perasaan cintanya ia akui terang – terangan pada Arya tanpa ada keraguan.
Menerima perlakuan mesra Arya sedari sekarang tanpa lagi memikirkan gengsi.
Atas dasar rasa syukur Mika jika Aryanya masih ada dan Mika harap akan selalu ada untuk dirinya.
Jadi saat selentingan kalimat pertanyaan keluar dari mulut Uncle Rico --- ayah Arya.
Yang berkata, “Jadi beneran nih, Neng Mikaela udah cinta sama ini si Paijo?”
Lalu kekehan sontak terdengar menanggapi selorohan Uncle Rico yang menggoda Mika, seraya meledek Arya.
“Jawab tuh. Camer nanya ...”
Arya menimpali ucapan ayahnya, seraya juga menggoda Mika yang mencebik malu – malu.
Mereka yang disekeliling dua sejoli itu pun mengulum senyum.
“Tau May, jawab. Tidak perlu lagi mengedepankan gengsi kamu ----“
“Indeed,” tukas Poppa. “Momma kalian saja tidak pernah gengsi mengatakan cinta dan berlaku mesra padaku di hadapan banyak orang. Bukan begitu, Momma Kajol? ----“
“Yeh, itu sih emang Poppa aja yang suka maksa – maksa Momma. Ya ga, Mom? ... Ntar kalo Momma ga mesra, ngambek. Cemburuan makinan , sampe kuda aja dicemburuin ...”
Celetukan Nathan membuat semua orang yang berada di sekelilingnya terkekeh dan tergelak geli, sementara yang dinyinyirin Nathan melirik sinis ke salah satu anak angkatnya yang sama seperti anak angkat Poppa lainnya --- tidak pernah Poppa ingat jika mereka selain Drea dan Rery bukan darah dagingnya dan Momma.
Semua sama, dari perlakuan serta hak yang mereka dapatkan. Termasuk menerima toyoran jika ada orang tua mereka yang gemas andai para pewaris muda itu suka sekate – kate mulutnya.
“Diam kau bocah tengik!” sengit Poppa pada Nathan yang memang lemes mulutnya itu.
♥
Ketika kekehan dan gelakan mereda, Mika kembali di todong sebuah pertanyaan. Kali ini dari ibunya Arya. Aunt Shireen / Cello. Karena nama lengkap ibu Arya itu Shireena Cellomita.
“Pertanyaan Uncle Ric belum di jawab loh, Mi ... Beneran kamu udah cinta sama ini si sadboy?”
“Eks sadboy ya, Nyonya Rico yang terhormat dan terhebring,” sergah Arya pada ibunya itu. “Happyboy nih sekarang.”
“Plus recehboy.”
“Dih, sesama recehboy jangan suka saling julid.”
“Eim apa Jeng Fania? ...” celetuk Mom Ichel.
Celetukan Mom Ichel pun bersambut dari yang ia ajak untuk berkelakar.
“Eimbeerr!!! ...” sahut Momma yang kadar kegesrekannya hanya berkurang sedikit saja walau usianya sudah jauh dari muda hingga membuat kekehan pun mengudara lagi akibat sambutan Momma atas celetukan Mom Ichel.
“Ya udah tuh jawab pertanyaan dari camer ...”
Lalu Daddy Dewa --- sang ayah kandungnya Mika, ikutan mencecar anaknya yang sedang diledek sedari tadi.
Selain iseng menggoda Mika --- setidaknya wajah Mika yang masih agak sembab dari jejak kesedihannya beberapa jam yang lalu dan tubuhnya yang masih nampak kurang tenaga, membuat orang – orang disekeliling Mika ingin membuat dara judes itu menjadi lebih rileks.
__ADS_1
“Udah cinta beneran sama Kakanda Arya Narendra? ...”
Mom Ichel menimpali pertanyaan jahil untuk Mika yang bersumber dari Uncle Rico itu.
Mika masih bungkam.
“Kalau orang tanya, jawab ...”
Ibu kandung Mika yang saat muda itu sama judesnya dengan Mika itupun kembali berbicara.
Mika mencebik.
“Apa masih perlu aku jawab kalau kalian ingat bagaimana aku beberapa jam lalu saat melihat dan mendengar nama dia ada di daftar manifest pesawat yang nahas tanpa ada korban selamat itu? ...”
Lalu si judesgirl itu bersuara.
“Jawabnya yang spesifik dong. Ya ga?”
“Ho oh!”
“Eims!”
"It must ( Harus )!"
Timpalan – timpalan pun bersahutan merespons celetukan Ibu Peri.
Membuat Mika menghela nafasnya pasrah, sementara Arya tersenyum geli saja sambil menunggu jawaban Mika.
“Sudah cinta sama Kak Arya? ----“
“Iya ...”
Mika menjawab.
“Iya apa?”
Lalu Mika di cecar lagi.
“Iya ... aku udah cinta sama Arya ...”
Mika menjawab malu – malu.
Sisanya mengulum senyuman melihat Mika nampak tak berdaya dengan cecaran mereka yang senang melihat Mika menanggalkan gengsinya untuk mengakui perasaaannya pada Arya.
Arya tersenyum lebar lalu mengacak pelan rambut Mika.
Lalu Arya mengurai sejenak rengkuhan santainya pada Mika untuk mengambil sepotong finger snack yang disajikan untuk menemani sesi bercengkrama orang – orang yang sedang berkumpul di ruang santai keluarga dalam mansion The Adjieran Smith yang ada di London itu.
Sepotong canape Arya ambil dari piring saji, dan menawarkan juga pada Mika yang menggeleng ketika sebuah celetukan yang berupa pertanyaan keluar dari mulut Dad R. “Atas dasar sudah cinta, apa prinsipmu tidak ingin menikah muda sudah berubah? ...”
Membuat Arya menjeda untuk memasukkan sepotong canape yang sudah ia pegang itu ke dalam mulutnya.
Lalu tersenyum kala Mika menatapnya sejenak. Kemudian Arya menggeleng samar pada Dad R dengan maksud agar hal itu tidak perlu di bahas karena Arya merasa Mika rasanya sensitif jika membahas hal tersebut, selain Arya menilai Mika memang belum siap dan dia tidak mau memaksa.
Meski Arya sudah merasa cukup siap untuk menikahi Mika di usianya sekarang, walaupun target mapan menurut dirinya untuk sepadan dengan Mika belum tercapai.
Tapi andai Mika mau nikah muda seperti Val, ayo. Arya siap. Apalagi 'ular sendok' nya mulai lebih sering bereaksi tanpa akhlak kalau lagi berduaan sama Mika.
Namun ya itu, Arya paham Mika. Paham cita – citanya, paham prinsipnya.
Yang Arya hargai dengan sangat.
Dan Arya akan sabar menunggu saat Mika telah merasa siap dan mengatakan itu padanya.
Siap menikah.
Kayaknya sih masih jauh.
Menurut Arya jika mengingat prinsipnya Mika yang tidak mau nikah muda. Tidak sebelum pacar judesnya itu berumur 25 tahun, walau Arya merasa di saat itu --- dirinya otewe karatan.
Boro mau diajak nikah diusianya sekarang. Mika mau di lamar aja, kayaknya belum tentu.
“Dad R ga serius, Mi,” ucap Arya. “Iya kan, Dad?” tambahnya sambil Arya memasukkan canape yang hendak ia nikmati itu.
Tapi alih – alih Dad R menanggapi kode Arya untuk tidak membahas hal tersebut, malah satu pertanyaan lain yang lebih frontal keluar dari mulut Dad R.
“Kalau memang sudah cinta, andai Arya melamarmu setelah acara Val, kau mau? ...”
“Daad ...”
Arya bersuara.
Mengurungkan lagi menikmati canape dalam pegangannya.
“Please deh, jangan bikin Mika stres lagi.”
Arya berucap, lalu baru memasukkan canape yang berupa snack dengan biskuit sebagai dasarnya yang diberikan ragam toping di atas biskuit tersebut.
‘Lagian gue udah tau jawabannya ...’ batin Arya.
“Mau ----“
‘Apa gue bi ... eh? ...’
Monolog Arya dalam hatinya dengan menjeda mengunyah canape yang sudah berada di dalam mulutnya, sambil memandang penuh tanda tanya pada Mika.
“Kalau memang benar dia serius, aku mau kalau memang Arya melamarku setelah pernikahan Val dan Kak Kaf nanti ...”
Gluk!
“Ohok! Ohok!”
Arya kelolodan canape yang bulat – bulat tertelan masuk ke dalam tenggorokannya.
♥♥
__ADS_1
To be continue ......