HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
OTW HALAL


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama Keluarga The Adjieran Smith, Jekardah, Indonesiah,


Dimana para anggota keluarganya sedang masih cekikikan.


Karena sedang menonton adegan satu suami yang sedang sangat dihindari oleh istrinya, dengan adanya juga adegan kejar-kejaran kecil diantara mereka.


Sambil sang suami nampak sekali sedang mati - matian berusaha membujuk sang istri yang mukanya sedang merungut parah itu. Yah, Drea dan Varen adalah sepasang suami istri tersebut --- yang sedang jadi tontonan para keluarganya tanpa terkecuali.


Sambil kesemuanya cekikikan.


“Even Alvarend Aditama Smith yang begitu berwibawa di luar, dapat turun ke kaki harga dirinya, apabila sudah dihadapkan oleh anak bebek yang merajuk parah.”


Lalu celetukan keluar dari mulut Gappa yang juga ikut cekikikan melihat cucu tertuanya sedang nampak memohon – mohon sampai menempelkan kedua tangannya dengan wajah minta di kasihani oleh satu cucu perempuannya yang sedang bersedekap, lalu menghindar, plus buang muka asal dideketin oleh pria yang nampak sedang memohon – mohon padanya itu.


Dan celetukan Gappa itu pun menambah volume cekikikan para anggota keluarganya yang memang sedang ngariung bersama Gappa dengan berada di sekelilingnya, sebelum mereka memulai sebuah permainan air---satu cabang olahraga juga, yang menjadi favorit seluruh anggota keluarga untuk dimainkan bersama---walau tak kesemua anggota keluarga akan turut serta dalam permainan yang juga bisa digolongkan sebagai kegiatan olahraga tersebut.


“Ah bukan Abang aja yang begitu! Gappa dan The Dads termasuk Kak Tan-Tan juga sama!”


Lalu, satu celetukan keluar dari satu cucu para tetua yang seceriwis emak kandungnya---menimpali ucapan Gappa yang meledek Varen.


“Kicep di depan Gamma, The Moms sama Kak Via kalau kalian udah bikin salah.... yang woles cuman Ake perasaan Isha....” dia yang menyebut namanya sendiri itu, menambahkan kalimatnya.


Yang kemudian kalimat ucapan Isha tersebut mendapat dukungan dari mereka yang Isha sebut dalam kalimatnya, yang melingkupi para wanita dalam keluarganya selain para pewaris wanita yang masih bertitel 'perawan'---dan mendapat decakan plus dengusan sebal dari para dad-nya.


Sementara Gappa dan Nathan terkekeh saja menanggapi ledekan Isha yang melibatkan keduanya. Sama seperti para saudara dan saudari Isha, serta sepasang kakek nenek berikut 2 nenek jendes yang kemudian terkekeh mengiya-iyakan ucapan Isha yang memang benar adanya.


Lalu setelahnya, mereka yang akan bermain voli air mulai bersiap untuk memulai permainan---dengan membagi diri menjadi 2 tim yang akan bertanding, “KAK DREA! MAU IKUT BERMAIN TIDAK?!....” dimana salah seorang dari jajaran pewaris muda generasi adik lalu berteriak ke arah yang bersangkutan---yang ia sebut namanya itu berada.


Dan sahutan dari dia yang ditanyakan itu pun langsung terdengar sama lantangnya dengan seruan yang keluar dari mulut Ann. “IKUUTT!!” teriak Drea dari tempatnya.


♥♥


“Awas ga?!” kemudian di tempat dia yang sebelumnya berseru untuk menjawab Ann, yang bersangkutan berkata dengan ketus sambil mendelik pada orang yang berada di hadapannya itu, serta juga menjegal langkahnya.


“Nanti dulu Little Star, aku udah dimaafin beluum?---“


“Drea ga mau jawab!”


“Yaa jangan gitu dong sayaang---“


“Apa sayang-sayang?! Tadi sombong sekali Drea liat yang niat meng-6-kan Drea mau punya istri 7?!”


“Ya ampuun.... Masa gitu aja dianggap seriuus??---“


“Tapi udah punya niatan kan??!!---“


“Astagfirullah, engga Little Star sayang....”


“Cih!---“


“Sumpah mati, Little Staar---“


“Udah awas ah!---“


“Iya tapi maafkan duluu....”


Varen kembali lagi menjegal langkah Drea yang sempat menggeser tubuhnya.


“Oke---“


“Alhamdulillah---“


“Tapi ada syaratnya.”


“Akan aku laksanakan dengan sebaik-baiknya itu syarat---“


“Oke, Drea pegang kata-kata Abang.”


“Terus apa syaratnya?---“


“Tidak boleh memegang Nunu dan Nana selama seminggu---“


“Waduh!”


♥♥


Tak seberapa lama kemudian, Varen dan Drea telah sampai ke area kolam renang---dengan Varen yang masih memepet Drea dengan memohon sambil membujuk si Little Star tercintanya, namun diacuhkan saja oleh yang bersangkutan.


Lagi-lagi, Varen membuat anggota keluarganya cekikikan---yang Varen abaikan, karena fokus membujuk Drea---agar menarik ancamannya soal Nunu dan Nana, yang mana Varen yakin akan juga menyusahkannya dalam hal mengajak Drea Nananina.


“Lo mau ikut tim mana, Cute Girl?”

__ADS_1


Nathan yang bertanya pada Drea.


“Mana aja,” jawab Drea.


“Elo, Bang?....”


Lalu Nathan bertanya pada Varen.


“Pake tanya. Ya satu tim sama istri gue lah---“


“Apa ga ada! Abang jangan satu tim sama Drea!”


Dimana ucapan Varen yang menjawab Nathan, langsung mendapat respons penolakan dari Drea.


“No bantah, kalau mau Drea pertimbangkan untuk Drea ampuni!”


Lalu Drea langsung berucap lagi sebelum Varen sempat menyanggah ucapan si Little Star sebelumnya.


Varen pun pasrah.


“Bukan dipertimbangkan, tapi ditarik lagi ucapannya soal Nunu dan Nana yang ga boleh aku pegang selama seminggu. Abang turuti semua permintaan Drea tanpa mengganggu jatah aku soal Nunu Nana Nananina---"


"Hish---"


"Tega memang lihat suaminya lemah letih lesu selama seminggu? lalu kacau balau otaknya dan tidak bisa bekerja dengan baik kemudian ada kerugian dalam perusahaan yang jadi muncul ? siapa yang rugi? Kan kamu juga? nanti tidak bisa belanja gila-gilaan, hayo? lalu ada kantung hitam besar di bawah mata aku? membuat aku jadi tidak terlihat ganteng? kamu juga kan yang nantinya akan malu kalau aku terlihat kusut?"


Varen pun bercerocos ria.


"Ya udah udah!" sergah Drea. "Drea tarik ucapan Drea soal Nunu Nana. Tapi awas aja kalau sampai Drea dengar Abang ngomong soal mau berpoligami?! Walaupun bercanda, Drea ga akan maafin Abang!---"


"Iya sayang---"


"Awas aja pokoknya---"


"Itu tidak akan terulang. Janji!"


Varen mengangkat dua jarinya membentuk huruf V dihadapan Drea.


"Tapi bener yah, Nunu Nana Nananina, aman?---"


“Hem.”


"Sa-yang Little Star---"


♥♥


Puas dengan jawaban sang istri yang menarik ucapannya soal 'jatah' Varen sebagai suami, Si Abang lalu mulai terlihat melakukan peregangan.


Sementara Drea meraih jus jeruk yang ada di atas meja dekatnya berdiri. Tanpa direpotkan oleh anak semata wayangnya dan Varen yang anteng bermain di kolam lain, khususnya dan anak dari Nathan-Via, bersama para pengasuh dan para ene dan ake uyut.


“Eh May, ngomong-ngomong, kenapa kamu pake baju surfing?” celetuk Drea bertanya saat ia memperhatikan Mika. Dimana setelahnya, beberapa orang saudara-saudari sesama pewaris muda yang berada didekat Drea dan Mika pun, jadi kompak memandang ke arah si Neng Judes.


“Nah iya May, gue baru merhatiin.”


Aro yang lalu menimpali ucapan Drea.


Dimana Mika spontan menggigit bibir dalamnya, karena sesungguhnya ada yang ia sembunyikan dibalik pakaian untuk berselancar yang ia kenakan, alih-alih pakaian renang model skirtini yang biasa Mika kenakan kalau hendak beraktifitas di kolam renang, dengan model yang mempertontonkan area leher hingga tulang selangka bahkan sampai bagian atas dada.


Karena dibagian bawah tulang selangka bahkan sampai permukaan bukit kembarnya, ada beberapa jejak kemerahan yang merupakan maha karya mulutnya Arya di sana. Hasil dari setengah kekhilafannya dan Arya. Yang Mika rasa kalau dirinya harus menutupi jejak yang membuatnya akan tersipu sendiri jika mengingat bagaimana jejak kemerahan hasil maha karya Arya itu bisa terjejak di dadanya.


♥♥


Namun Mika adalah seorang yang pandai menutupi kegugupannya. Meski sempat gugup sesaat karena pertanyaan Drea yang ditimpali Aro dengan para saudara-saudarinya yang lain ikut memperhatikan dirinya juga, Mika menjawab disepersekon setelah dia menggigit bibir dalamnya.


“Aku hanya sedang ingin memakainya aja. Kenapa memangnya?” kata Mika kemudian, yang langsung ditimpali oleh Isha.


“Aturan pake kaos aja, May. Kan kita mau ke Bali, which kita pun dah rencana mau surfing selain snorkling. Ini baju surfing yang kamu pake bisa buat di Bali nanti.”


“Please deh Isha, baju surfingku tidak hanya satu.” Gantian Mika yang menimpali ucapan Isha.


“Emang ga dibawa ke London?---“


“Di London kan ada sendiri stok baju, Ishaa. Jadi ga akan aku repot membawa baju-baju yang di sini....”


Mika menukas ucapan Isha yang memastikan. Dimana celetukan kemudian tercetus dari mulut Aro. “Tau elah. Lo udah berapa lama sih jadi anggota The Adjieran Smith?”


“Kalaupun ada yang aku bawa dan tertinggal di London, aku bisa langsung membelinya saat sampai di Bali nanti,” timpal Mika setelah Aro nyeletuk.


Dimana kemudian Val yang menimpali ucapan Mika.


“Jangan seperti orang susyah Ishaa....” kata Val.


Val lalu cekikikan bersama para saudara-saudarinya yang sedang berada didekatnya itu setelahnya.


Yang untungnya Val tidak mendapat celetukan pertanyaan kenapa dia tidak juga memakai pakaian renang dan malah menggunakan kaos serta celana pendek, karena semua keluarganya tahu dan melihat jika kaki Val sedikit sakit.

__ADS_1


Jadi Val tidak repot mencari alasan untuk menjawab pertanyaan yang berkenaan dengan hal tersebut.


Karena seperti Mika, Val juga punya alasan mengapa ia menggunakan kaos agak ketat yang kerahnya sampai sebatas lingkaran leher.


Ada sedikit jejak kemerahan di dada Val macam Mika yang mendapat jejak itu dari Arya.


Dan Val punya jejak kemerahan di dadanya, karena perbuatan mulut Kafeel. Sama macam Mika dan Arya, Val dan Kafeel hampir kelewat khilaf juga. Yang untungnya batal, karena kemudian syaiton menghilang kala malaikat lewat lalu membuat kaki Val terantuk meja kayu di ruangan pribadi Kafeel dalam ruang kerja pria itu di coffee shop miliknya.


♥♥


Dua pria yang membuat Mika dan Val memiliki tanda kemerahan hasil setengah kekhilafan mereka, datang ke KUJ disaat para pemilik hunian tersebut telah selesai dengan aktifitas mereka di kolam renang. Yang kemudian keduanya diajak bicara oleh para orang tua dan tetua, namun bukan disidang tentang kelakuan sedikit nakal mereka pada 2 Incess of The Adjieran Smith yang menjadi pasangan dari masing-masing dua pria itu.


Kafeel dan Arya.


Karena hal sangat pribadi itu amat sangat Kafeel dan Arya tutupi dengan rapat berdasarkan kesepakatan dari pasangan masing-masing yang memang meminta hal tersebut untuk dijadikan sesuatu yang biar mereka saja dan Tuhan yang tahu.


Bukan bermaksud munafik, tapi Val dan Mika merasa malu dan takut mengecewakan keluarga karena hal negatif yang sempat mereka lakukan bersama dengan kekasih mereka masing-masing, walaupun bisa dikatakan---tapi tidak juga dibenarkan, keintiman kecil namun cukup mengarah yang terjadi diantara Val-Kafeel dan Mika-Arya, tidak parah-parah amat.


Tidak sampai terjadi yang namanya bercinta secara penuh,  sebelum menjadi pasangan yang sah menurut agama dan hukum.


Namun begitu, hal tersebut membuat Val dan Mika merasa malu dan takut mengecewakan para orang tua dan keluarga mereka. Selain, baik Val dan Mika, ingin juga menjaga citra diri pasangan mereka di hadapan keluarga kedua dara itu.


Jadi Val dan Mika bungkam tentang sesuatu yang keduanya sama menilai apa yang sempat mereka lakukan bersama kekasihnya masing-masing adalah suatu aib. Tidak keduanya cerita pada satu orangpun keluarga mereka. Termasuk dengan para saudara-saudari keduanya.


Maaf,


Kata itu yang dibatinkan oleh Val dan Mika kepada para saudara-saudarinya yang padahal sudah saling berjanji bahwa tidak akan ada rahasia diantara mereka.


Pun pada anggota keluarga Val dan Mika yang lain.


Untuk hal yang satu ini biarlah jadi satu pengecualian, untuk tidak dibagi. Pikir Val dan Mika.


Takut juga pandangan negatif akan sampai pada Kafeel dan Arya dari keluarga mereka. Walau kedua pria itu tak pernah meminta Val ataupun Mika, menyembunyikan keburukan mereka dari keluarga pasangan mereka masing-masing.


♥♥


Lalu tentang kedatangan Kafeel dan Arya ke KUJ sekarang, dimana keduanya kemudian diajak bicara untuk membahas sesuatu yang berhubungan erat dengan Val dan Mika---telah menghasilkan satu keputusan.


“Tadi aku dan para orang tua serta tetua sudah sempat bicara, kalau acara lamaran kalian akan dilangsungkan lusa---“


“Ga mepet banget itu, Pop?.... kalo Kak Kaf kan udah pernah ngelangsungin acara lamaran ke Val, so sedikit banyak udah tau apa yang harus dipersiapkan.”


Arya menukas ucapan Poppa.


“Sementara aku kan belum? Takut kelewat grabak-grubuk, malah ada yang aku lupain nanti.”


“Kau hanya cukup mempersiapkan diri dan membawa kedua orang tuamu.”


Daddy Dewa lalu menimpali ucapan Arya. Yang kemudian diteruskan oleh Papa Lucca yang angkat suara.


“You ever prepared for this moment before ( Kau kan pernah mempersiapkan untuk acara ini )?---“


“I do, Pap....” tukas Arya. “But it’s quite long ( Tapi kan itu udah agak lama ) dan lagi, papa sama mama juga pasti pengennya perfect biar kata lamaran juga....”


“Ga ada yang sempurna di dunia ini,” cetus Mika. “Lagian kan aku udah pernah bilang, ga usah kamu terbebani soal kesan lamaran karena nama keluarga ini---“


“Cie May udah bicara pakai aku-kamu nih ye, dengan Kak Arya---“


“Anak bebek jangan usil---“


♥♥


Suara kekehan dari cibiran canda Mika pada Rery yang sempat nyeletuk itu, menyela sejenak sesi pembicaraan tentang rencana lamaran Mika dan Arya, yang juga akan dibarengi oleh Val dan Kafeel---walau keduanya sudah pernah melakukan acara lamaran yang sekaligus juga dibarengi dengan acara pertunangan secara kekeluargaan. Namun mengingat---katakanlah Val dan Kafeel pernah putus, jadi biar afdol---diulang lagi aja itu sesi lamaran dan pertunangan Val dan Kafeel.


“Bukan merasa terbebani.... ya atas nama aku mau ngelamar cewek kesayangan, aku kan pengennya kan semua persiapan bener-bener spesial---“


“Siapkan saja yang spesial untuk pernikahan.“


“Ya itu sih pasti. Tapi kan ga lebih bagus kalo semua spesial dari prosesi lamaran sampe nanti aku dan May nikah, ya ga Kak Kaf?” kata Arya selepas Varen berbicara.


Kafeel lalu langsung mengangguk selepas di akhir kalimatnya, Arya mengajaknya untuk mengaminkan ucapannya. “Aku setuju sama Arya....” kata Kafeel kemudian. “Jangankan dia yang baru ini mau ngelamar. Aku aja yang udah pernah melakukan hal itu, pengen mempersiapkan dari awal lagi, bagaimana aku melamar Val supaya lebih perfect dari yang sebelumnya....”


“Jangan merepotkan diri, Kak. Kasihan Bunda dan Lena juga nanti. Val juga tidak ingin mengganti cincin pertunangan kita ini,” timpal Val, sambil mengangkat satu tangannya yang sudah satu jari manisnya menggunakan kembali cincin pertunangannya dan Kafeel yang sempat ia kembalikan pada Kafeel yang kala itu baru menikah.


Lalu Gappa angkat suara. “Para putri tidak mempermasalahkan perihal bagaimana acara lamaran dan pertunangan kalian berlangsung, so tidak ada alasan kalian berdua merasa pusing dengan rentang hari yang singkat untuk mempersiapkannya. Toh kita memiliki orang-orang qualified dan proffesional yang dapat mempersiapkan acara ini dengan sebaik-baiknya dalam rentang waktu yang singkat itu,” tutur Gappa.


"Ya kan ga cucu Gappa yang dilamar bukan cuma satu dihari yang sama?...." timpal Arya.


"Itu tidak masalah," tukas Gappa. “Jangankan hanya mempersiapkan 2 lamaran dan pertunangan saja dalam 2 hari. Jika perlu, pagi kalian lamaran, sore harinya kalian ijab kabul....“


Lalu selepas penuturan Gappa barusan, Kafeel dan Arya sama berucap, “Gappa sehat??---“


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


To be continue.....

__ADS_1


__ADS_2