HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 183


__ADS_3

Happy reading my Bebi bala-bala semua ..


❤️❤️❤️❤️


London, England,


"Lagakmu sok cemburu padahal modus!"


Ada Dad R yang sedang mengganggu dua insan yang tadinya hampir menciptakan suatu ke-uwu-an antara keduanya dengan salaman lidah.


Yang sebelumnya ada momen ngambek yang berdasarkan atas kecemburuan karena sang pasangan mengeluarkan kata pujian untuk pria lain dihadapan.


Tapi kemudian dia gerangan yang ngambek nampak mengurangi senyuman, setelah sebuah kecupan mendarat dari sang yayang di pipinya.


Hingga kode untuk tak hanya memberi sapaan bibir pada pipi saja, tapi juga pada bibir si pria yang meminta untuk dikecup juga bibirnya.


Namun sayang, sebelum itu terjadi, sebuah tepakan di kepala belakang pria yang minta bibirnya di sapa oleh bibir sang kekasih itu-keburu menyapanya duluan.


Tepakan dari tangan Dad R, yang orangnya kemudian melirik sinis pada dia gerangan yang cengengesan. Calon kuat kandidat menantu laki-lakinya. Kafeel Adiwangsa.


"Namanya juga usaha, Dad."


Kafeel menyahut kemudian.


"Usaha kepalamu!"


Dad R dengan cepat membalas ucapan Kafeel.


Yang mana balasan ucapan yang agak ketus itu disertai dengan toyoran pelan pada dahi Kafeel.


Dan lagi-lagi Kafeel cengengesan saja. Kafeel anggap tepakan dan toyoran Dad R itu adalah tanda sayang pada calon menantu.


Iya anggap aja begitu.


Benar atau tidaknya, ya dibenar-benarkan saja kalau kata Kafeel sih.


"Sa, Yaang Dad R!...." ucap Kafeel menirukan gaya Val jika mengatakan itu pada para anggota keluarganya.


"Aku geli sumpah!" ketus Dad R.


Kafeel dan Val cekikikan. Yang mana sebelumnya Val geleng-geleng saja dengan Dad R punya kelakuan. Dimana kelakuan Dad R itu terkesan semena-mena pada kekasih setengah om-omnya itu.


Tapi Val tak berkomentar apalagi melayangkan protes pada sang Daddy kandung yang enteng saja menoyor kepala Kak Kafeelnya itu.


Soalnya Dad R sudah berjasa sekali membuat Kak Kafeelnya ada disini, di London bersama Val, hingga LDR-an tertunda, walau sebentar. Makanya tindakan semena-mena Dad R barusan Val biarkan.


Asal Dad R senang kalau sekarang.


Karena kalau senangnya Dad R berkepanjangan, bisa saja itu berefek pada pernikahannya dan Kak Kafeel yang mungkin saja Dad R percepat, misalnya?


Ngarepnya Val, si gadis ulat bulu itupun cengengesan sendirian.


Bisa salto di depan gerbang Mansion kali, itu Val jika hal itu sampai terjadi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Meninggalkan si gadis ulat bulu yang cengengesan berikut kekasih setengah om-omnya, Dad R melangkahkan kaki untuk menyusul lainnya yang sudah berada di bagian luar lounge bandara pribadi mereka itu.


Dimana beberapa mobil nampak sudah berjejer rapih untuk membawa para personil pemilik bandara, ke tempat tinggal mewah nan megah mereka.


"Ka, you get in the same car with Rery and Arya. Let Val and Mika get in the same car with Gamma and Oma (Ka, kau naik di mobil yang sama dengan Rery dan Arya. Biar Val dan Mika naik di mobil yang sama dengan Gamma dan Oma)..." Ini, Papa Lucca yang bicara pada Kafeel.


"Yes, Papa."


Kafeel pun menyahut tanpa bantahan.


Dad R menyuruh Val untuk segera mengikuti Gamma dan Oma yang telah masuk ke dalam mobil yang akan keduanya tumpangi, sementara Gapapa akan menumpangi mobil yang sama dengan tiga Daddy yang berdomisili di London itu seringnya.


"Aku tunggu May," sahut Val pada ucapan Dad R yang menyuruh Val untuk segera masuk mobil.


"Heh, bilang saja kau cari alasan untuk berdekatan lebih lama dengan kekasih tengikmu itu-"


"Poppa mulutnya .."

__ADS_1


Ada Momma yang menyambar ucapan Poppa.


"Calon mantu kita orang itu yang kamu bilang tengik. Aku stop jatah bibir nanti kalau ngatain si AA lagi-"


"Ck!"


Poppa menyambar omongan Momma dengan decakan sebal.


"Poppa..."


Momma berucap lagi.


"Iya, iyaaa," jawab Poppa.


"Iya apa?..."


"Aku tidak akan menyebutnya kekasih tengiknya Val lagi... Tapi tetap memanggilnya bocah tengik saja..."


Ah, dasar Poppa.


Membuat Momma geleng-geleng di tempatnya.


Yang tadinya ingin menimpali ucapan Poppa, namun ditahan Mommy Ara.


Karena Momma kalau sudah merepet panjang urusannya.


"Senang heh?!" sinis Poppa kemudian pada Kafeel yang mesam-mesem atas pembelaan Momma pada dirinya.


"Pastinya..." sahut Kafeel dengan tersenyum lebar pada Poppa.


"Aku rasa kau menggunakan guna-guna sampai The Moms jadi begitu menyukai dan menyayangimu-"


"Jangan fitnah Pop."


Kafeel terkekeh.


"Mereka begitu karena aku ini calon menantu idaman pasti-"


"Idaman pantatmu!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Where's May by the way, Dear (Lalu May nya mana ngomong-ngomong, Sayang)? ..."


Gappa yang tadi nampak sedang mengobrol dengan dua orang berseragam pilot di dekatnya itu, beralih sebentar pada satu cucu perempuannya, saat Poppa sedang berdebat un-faedah dengan Kafeel.


"Tadi sih, Mau ada dibelakang Val dan Kak Kafeel bersama Kak Arya, Gap."


Val menjawab pertanyaan Gappa.


"Wow." Suara Rery kemudian terdengar selepas Val menjawab Gappa.


"Pantesan lama tuh anak dua ga nongol-nongol-'


"He has a ball (Berani juga dia ternyata), huh?"


Ada Kafeel yang berkomentar sambil cengengesan-saat ia mendengar decakan Rery yang seolah kagum itu, lalu Papa Lucca ikut menimpali dengan cibiran.


Ketika tiga Daddy itu melihat ke arah dalam lounge bersama Rery dan Kafeel berikut Val, dan satu pemandangan mereka dapatkan.


"Aih, sweetnyaa!!!!


Lalu ada Val yang heboh sambil senyum-senyum atas ke-uwu-an dua insan yang sedang encup-encupan itu.


"Bocah tengik Narendra memang minta disayat bibirnya."


Terakhir Poppa yang berkomentar, saat melihat dua insan yang sedang asik encup-encupan bibir di dalam lounge sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mereka yang baru saja menyaksikan adegan uwu dua insan yang tadi berada berjarak dari mereka itu menatap dengan ragam ekspresi, saat dua insan yang tadi encup-encupan itu kini kembali berjalan untuk menyusul mereka yang udah duluan.


Ada yang mesam-mesem, yakni Gappa-Kafeel dan Rery.

__ADS_1


Ada yang sumringah-bersemangat sendiri.


Siapa lagi kalau bukan Val yang kemudian heboh membeberkan fakta Mika telah mendapatkan ciuman pertamanya pada tiga Moms serta Ann yang sudah duduk cantik di dalam mobil sana.


Ada yang hanya mengulum senyum di tempatnya karena tak sengaja ikut melihat pemandangan dua insan yang encup-encupan, yakni dua pria gagah yang berseragam Pilot.


Dan yah, ada tiga pria yang memandang sebal pada dia gerangan yang sedang berjalan dengan wajah cerah ke arah ketiganya, dengan tangan yang menggandeng mesra gadis yang merupakan kekasih hati di sebelahnya.


"Ghost, berikan pisau mu padaku. Karena milikku disita Fania."


Poppa dengan segera bersuara, ketika dia insan tersangka encup-encupan itu telah ada di hadapannya.


Sementara satu tersangkanya mesam-mesem dengan wajah sumringah.


"Ga apa deh, kalau bibir aku mau disayat Poppa ..." Lalu dia, si tersangka pria bersuara.


Yang mana adalah Arya, yang pasrah akan mendapat hukuman seperti apa dari tiga naga -karena sudah berani mencium bibir kekasihnya, yang tak lain dan tak bukan adalah Mika.


Dimana berbeda dengan Arya yang nampak santai, Mika tertunduk gugup di tempatnya. Karena selain Arya, Mika sadar jika momen uwunya dengan Arya tadi ada penontonnya.


Yang mana ada tiga penonton yang bahaya, dari beberapa penonton momen uwunya dan Arya tadi.


"Bagus, kalau kau memang sudah siap untuk kusayat bibirmu ..."


"Jangan, Poppa ..." sergah Mika pada Poppa dengan tampang memelasnya. "Arya tidak memaksaku, kok."


"Iya betul." Arya menimpali ucapan Mika.


"Diam kau."


Tiga Daddy kompak bersuara.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Jangan diapa-apakan Arya nya, please?..."


Adalah ucapan Mika yang sukses menahan tiga dari enam Daddy nya yang suka aneh-aneh bercandanya itu, untuk tidak menghukum Arya karena mencium bibirnya.


Bukan menghukum sih, tapi lebih tepat mengerjai Arya sebagai bentuk protesan tiga Daddy itu karena kesantuyan Arya yang mencium Mika dengan woles nya, saat tiga Daddy Mika itu katakanlah ada di dekat mereka.


Ya habis bagaimana?


Momen salaman bibirnya dan Arya terjadi begitu saja, dengan cepat dan-ehem-syahdunya.


Jadi ya Mika terima dan nikmatin aja. Ciuman pertamanya, dari Arya Narendra. Cowok nyebelin, yang mulai di sayangin.


Cieh.


"Sudah masuk mobil sana!"


Kemudian titah Baginda Poppa terdengar menyuruh Mika berikut Val untuk masuk ke mobil dimana ada Oma dan Gamma didalamnya.


"Iya, Poppa..." sahut Mika dan Val dengan patuhnya.


Lalu masuk ke dalam mobil dengan wajah sumringah yang terpancar jelas di wajah dua dara tersebut-yang hatinya sedang berbunga-bunga.


Seiring dengan mimpi dan harapan indah yang mengacu pada hubungan masa depan keduanya, Mika dan Val-pada masing-masing pasangan.


Semoga, iya semoga.


Semoga semesta merestui, Tuhan terlebih lagi.


Si Pemilik segala mimpi manusia yang ada di muka bumi.


Yang Maha Kuasa, Maha Membolak-balikkan hati.


Pemilik takdir manusia.


'Semoga, seterusnya kami bisa bersama. Seintens nafas, sedekat nadi.'


Doanya Mika dan Val dalam hati, yang menyatu dengan asa dan mimpi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2