HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 125


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


SIN,


Val benar-benar mengabaikan Kafeel, itu yang terjadi sekarang. Sudah sebal sekali soalnya, meskipun tadi siang Kafeel telah melamarnya dengan cara yang manis dan romantis menurut Val.


“Kak Kafeel itu kenapa tidak peka sekali sih jadi pria?!” Val menggumam sebal setelah ia masuk ke dalam kamar pribadinya dalam hotel, dimana ia sekamar dengan Mika. Namun Val masuk lebih dulu dari Mika, karena menghindari Kafeel.


“Val .....” Sementara Val sedang menggerutu dalam gumaman di dalam kamar hotel, Kafeel masih berdiri di depan pintu kamar tersebut yang tidak bisa dibuka oleh Kafeel akibat terkunci otomatis dari dalam karena Val keburu masuk lebih dulu, sebelum Kafeel sempat meraih Val.


“Masa bodoh ah!-“


Val menggumam sebal lagi sambil melirik ke arah pintu yang terdengar diketuk-ketuk, dan suara Kafeel terdengar memanggilnya dengan lembut.


Tapi Val rasanya malas menanggapi kekasih setengah om-omnya yang menurut Val tidak peka itu akibat sedang merasa sebal karena Kafeel Val anggap mengabaikannya.


Berpikir Kafeel akan menyusulnya ke taman bermain tempat tadi ia dan para saudara-saudarinya menghabiskan waktu, Val sudah membayangkan jika Kafeel akan pergi membawanya ke tempat romantis lalu menghabiskan waktu berdua saja hingga hari berakhir.


Tapi yang terjadi justru diluar ekspektasi Val.


Boro-boro menghabiskan waktu berdua dengan cara yang romantis, ikut menjemputnya ke taman bermain saja tidak.


Lalu saat Val dimarahi sambil berdiri oleh empat Dadsnya pun, Kafeel nampak diam saja, padahal Val sering sekali melirik kekasih setengah om-omnya itu agar mendapat pembelaan.


Ini tidak, malahan Kafeel diam dan melihat saja Val dan para saudara-saudarinya dimarahi empat Dads sambil berdiri, padahal perut Val sudah keroncongan dan kakinya sudah kesemutan.


Kemudian, setelah empat Dadnya membebaskan mereka setelah merasa puas memarahi Val dan para saudara-saudarinya, Kafeel juga nampak santai aja gitu sama Val. Kalah sama air mineral yang punya jargon ‘Kayak Ada Manis-Manisnya Gitu’.


Karena si AA ga ada manis-manisnya sama sekali pada Val selain waktu melamar dan setelahnya.


Bahkan sebelum Val dan para saudara-saudarinya terlibat insiden aja, Kafeel meninggalkan Val karena dia sibuk wara-wiri menemui para kolega bisnis yang ditemui di hotel tempat mereka menginap.


Untung hawa-hawa hepi masih Val rasakan akibat dilamar dengan cara yang super manis oleh Kafeel, jadi ditinggalkan Kafeel saat acara ramah tamah setelah pertandingan final turnamen tenis yang diikuti Aro selesai, Val masih bisa terima.


Tapi saat sikap cuek Kafeel berlanjut, Val mulai tak terima.


Marah sih engga, sebel aja gitu.


Jadi ya Val pun merajuk sekarang.


Secinta-cintanya Val pada Kafeel, tetap saja kan ia gadis biasa yang punya jiwa ambekan selain baperan kalau AA Kafeelnya sedang berlaku manis padanya.


Jadi ya itu, Val sedang merajuk sekarang, hingga membiarkan saja Kafeel mengetuk-ngetuk pintu kamar hotelnya dan Mika dari luar sambil memanggil Val.


“Kalau memang niat membaikkan aku harusnya Kak Kafeel itu mendobrak pintu agar bisa masuk kesini. Macam di film yang pernah aku lihat kan seperti itu ---“


Val menggumam sambil ia duduk bersedekap di sofa dalam kamar seraya ia melirik ke arah pintu kamar hotelnya dan Mika tersebut.


“Demi wanita yang dicintainya, para pecinta pria akan melakukan segala hal kan?!” sambung Val dalam gumamannya.


Suara ketukan pintu dan suara Kafeel yang memanggil-manggil dirinya masih Val dengar. Sampai akhirnya suara itu menjadi kian sayup dan tak lagi Val dengar.


♥♥♥


“Hoaammm-“ seseorang yang berada di atas ranjang terdengar menguap. “Alamak aku ketiduran! ....”


Lalu membuka matanya karena ia sadar akan dirinya yang ketiduran.


“Aish! Bagaimana aku bisa ketiduran seperti ini coba?! ....” gumam dia yang masih berada di atas ranjang. “Heeekkkk ....”


Mengulet kemudian.


“Sepertinya karena perutku terisi banyak tadi saat makan malam ----“ ucapnya. “Hah, itu kan gara-gara si pria setengah om-om itu yang membuatku kesal jadi makanku kelewat banyak!”


Yah, dia yang baru saja mendusin setelah sempat tertidur akibat kekenyangan itu adalah Val. Salahkan Kafeel yang membuatnya kesal, selain makanan hotel tempatnya menginap yang enak-enak rasanya selain beragam.

__ADS_1


Jadinya Val yang sesekali bisa menahan diri soal makanan, tapi sekalinya ga bisa nahan itu nafsu makan, maka kehilafan yang hakiki akan dialami oleh Val dengan menyantap semua makanan yang ingin ia santap.


Val mengulet lagi di tempatnya berbaring. Lalu merentangkan tangan ke sisi kiri dan kanannya, meraba-raba permukaan benda yang ada di bawahnya.


Lalu Val mengernyit kemudian setelah ia menyadari sesuatu. “Seingatku, saat ketiduran, aku sedang berada di sofa tadi?... Kenapa sekarang aku sudah berada di atas ranjang?”


Val bertanya – tanya sendiri. Namun kemudian ia tak ambil pusing bagaimana dirinya yang tadi berada di sofa – seingatnya, sekarang sudah bisa berada di atas ranjang. Mungkin dirinya melindur lalu pindah ke atas ranjang – pikir Val.


♥♥♥


‘Eh tapi ini sudah jam berapa ya? .... Mika kemana?---‘ batin Val. “Eh iya!”


Val mengingat sesuatu.


“Tadi kan Kak Kafeel ada di depan kamar ya?” gumam Val. “Dia masih ada disana atau tidak ya?---“


“Udah ga ada di depan kamar ini orangnya ....”


♥♥♥


Waktu sebelumnya,


Mereka yang berada di Private Lounge telah membubarkan diri untuk beristirahat ke kamar hotel mereka masing-masing.


“Kita pulang jam berapa besok Pih? ....”


Aro bertanya pada sang ayah kandung.


“Jet terjadwal jam sepuluh take – off dari Bandara.”


“Oh---“


“Tapi entah kalian.”


Daddy Jeff menyambar.


“Kalian?---“


Aro kembali bersuara.


“You! Bloody rascals ( Ya kalian! Para bocah tengik )! ”


“Then ( Lalu )? ...”


“Kami pulang dengan jet kita jam sepuluh pagi. Sementara kalian tergantung ...”


“Lah? –“


“Ingat aku mengatakan jika kalian pulang dengan pesawat komersil? –“


“Kelas ekonomi!”


Papi John dengan cepat menyambar ucapan Daddy R.


“Ah iya! ...” tukas Daddy R. “Benar yang Papi katakan, kalian akan pulang dengan pesawat komersil kelas ekonomi yang akan aku minta Ammar pesankan untuk kalian sebagai hukuman, karena sudah banyak menyusahkan banyak orang hari ini!”


“Ih seriusan itu Dad?! ...”


Isha pun langsung berseru.


“Kapan aku pernah main – main dengan ucapanku?”


“Wah parah Dad R ---“


“Renungi oleh kalian agar kalian selalu mempertanggung jawabkan secara langsung perbuatan kalian atas dasar apapun itu!”


Dad R menegaskan. Menatap pada Aro CS dengan tatapan serius walau tidak tajam. Dan Aro CS tak membantah.

__ADS_1


Karena Aro dan para saudara-saudarinya itu tahu, kapan mereka dapat membantah perkataan para orang tua mereka terutama The Dads.


Dan bagaimana mereka harus menjaga sikap, ketika menghadapi para Dads saat mereka sedang serius.


Contohnya seperti sekarang ini. Aro CS tak mengeluarkan celetukan-celetukan mereka untuk membantah ucapan Daddy R.


*


“Kami bangga kalian tahu bagaimana cara membela diri----“ ucap Daddy R. “Dengan atau tanpa kekerasan----“ sambungnya. “Karena kami tahu kalau anak-anak kami tidak akan sampai melakukan kekerasan jika tanpa sebab yang membuat kalian harus melakukannya ... Yang kami minta untuk kalian camkan dengan baik adalah, bagaimana cara kalian mempertanggung jawabkan hal yang disebut pembelaan diri itu sendiri ... Paham sampai disini? ...”


“Paham Dad—“ sahut Aro dan para saudara-saudarinya, terkecuali satu orang yang tadi sudah melipir duluan keluar dari Private Lounge karena sedang merajuk pada kekasihnya. Yang para saudara-saudarinya itu tak tahu kemana rimbanya itu satu anggota mereka.


“Apa yang kalian pahami?” sambar Papi John.


“Seharusnya kami langsung pergi ke hadapan Dads setelah insiden dengan empat anak laki-laki tadi---“


“Smart ( Pintar )! ...” tukas Papa Lucca.


“Jadi kalian ingin pesan tiket sendiri atau kami minta Ammar yang memesankan tiket pulang kalian dengan pesawat komersil untuk umum, hem?”


Daddy Jeff angkat suara.


Aro CS saling tatap kemudian. “Terserah Dads aja deh! ...” Isha mewakili para saudara-saudarinya yang melontarkan jawaban, setelah mereka kode-kodean.


“Okay. Sekarang kembali ke kamar kalian masing-masing.”


Daddy Jeff bersuara lagi. Dan The Krucils alias The Bangor Kids itu pun mengiyakan tanpa ada lagi celetukan-celetukan unfaedah keluar dari mulut mereka.


“Nitey nite Daads, Mooms, aaall...”


Rery CS berpamitan, memeluk satu-satu para orang tua, dan yang dituakan untuk pergi ke kamar hotel mereka.


“Nah, kalau begitu kan enak ngeliatnya. Jinak dan penurut, macam si Bejo!”


Kalimat yang keluar dari mulut Daddy R, saat anak-anaknya itu tertib dan patuh.


Sambil Daddy R mendengus geli.


Dan sisanya, para orang dewasa yang mendengar ucapan Daddy R dan tahu siapa itu si Bejo-yakni kucing kampung yang kurus kering lalu ditemukan Andrea kemudian dirawat hingga pada akhirnya jadi peliharaan di Kediaman Utama yang berada di Jakarta, terkikik geli karena Rery CS disamakan dengan itu si Bejo.


♥♥♥


Rery CS hanya bisa menghela nafas mereka pasrah saat empat Dads memutuskan mereka harus pulang dengan pesawat komersil umum, kelas ekonomi pula!.


‘Nasib!’


Begitu kira-kira batin Rery CS.


Lalu melangkah gontai untuk keluar dari Private Lounge setelah berpamitan dan mengucapkan selamat malam dan selamat beristirahat pada semua yang berada di sana, serta berpelukan dengan beberapa diantaranya, terutama para orang tua dan kakek-nenek mereka, karena hal tersebut sudah menjadi kebiasaan sejak para pewaris muda itu kecil.


“Kenapa?! ...” ketus Mika, saat langkahnya dijegal seseorang.


“Mau minta bagian-“


“Bagian apa sih, Sadboy ga jelas banget!”


Mika tetap dengan keketusannya pada dia yang menjegal langkahnya, yaitu si Sadboy-Arya.


“Pelukan selamat malam.” Tukas Arya sambil mesam-mesem.


Dimana Mika sontak saja mendelik tajam pada Arya.


“Pacar bukan minta pelukan!” ketus Mika lagi.


“Ya udah ayo pacaran!”


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

__ADS_1


To be continue ..


__ADS_2