HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
HEPI AJA LAH!


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith, Jekardah, Indonesiah...


Ada beberapa orang pria yang sedang merasa penasaran. Yang mana beberapa orang pria yang penasaran itu adalah The Dads of The Adjieran Smith generasi Dad R tanpa terkecuali.


Lalu rasa penasaran para dad itu kemudian dicetuskan oleh salah satunya, ketika ada satu putri mereka yang muncul dari tempat dimana mereka mendengar suara yang membuat para dad itu penasaran.


Yakni suara seorang wanita yang sedang muntah-muntah.


“May? .. Kamu yang baru saja muntah-muntah?—“


“No .. not me.“ Yang ditanya oleh Papa Lucca pun segera menjawab.


“Then who?”


“Little Star atau Via yang sedang isi lagi?—“


“Kak Drea dan Kak Via belum lepas spiral mereka setahu aku—“


“Lalu siapa itu yang muntah-muntah?—“


“Momma—“


“What???!!! ..”


Swosh!


Yang merasa istrinya disebut Mika, langsung melesat dari tempatnya.


🌷


“Mom-ma, hamil, May?—“


“Aku belum sempat bertanya. Sudah keburu disuruh ambil essential oil di kamar Momma dan Poppa.”


“Woah! It’s such a crazy thing, if she’s really pregnant ( Wah! Itu benar-benar hal yang gila jika dia benar-benar hamil )”


“Hahaha!!!” suara gelakan lalu terdengar membahana lagi setelah Papa Lucca berkata dengan juga terkekeh sambil geleng-geleng geli selepas Mika berlalu dari hadapan mereka, setelah menjawab pertanyaan Daddy Dewa sebelumnya.


“Sungguh para kakek yang ceria.”


Satu suara bariton terdengar datang dari arah halaman belakang.


🌷


Itu Varen, yang penampilannya hanya memakai celana pendek sebatas lutut serta agak basah.


“Sedang membicarakan masalah ranjang pasti kan sampai kalian nampak begitu ceria?... pasti iya!—“


“Sembarangan saja kau bocah tengik!—“


“Apalagi memang topik yang bisa membuat kalian terlihat begitu senang sampai tawa kalian terdengar di kolam renang?”


“Sesuatu yang sukar dibayangkan. Haish.” Papi John langsung menjawab pertanyaan Varen.


Dengan si Papi yang nampak geleng-geleng tak percaya.


Namun Papi John juga berdecih geli. Membuat Varen jadi spontan mengernyit.


“Me—“


“Haha, gue pun sulit membayangkan hal itu.”


Varen hendak mencetuskan pertanyaan, karena ia jadi tambah penasaran.


Namun keburu terpotong, karena Daddy Jeff kemudian nyeletuk, sambil ia tertawa. Lalu nampak hendak berkata lagi.


“Bagaimana—“


“Apa sih memangnya?”


Namun gantian Varen yang keburu bicara dan membuat Daddy Jeff urung melanjutkan kalimatnya.


Dimana setelah cetusan pertanyaan dari Varen terdengar, baru Daddy Jeff berkata lagi.


Menjawab pertanyaan Varen.


Dengan tiga daddy lain yang kemudian bicara bersahutan setelah Daddy Jeff.


“Kau akan punya adik kecil—“


“Even younger than your son—“


“Tapi dia akan memanggil Putra dengan sebutan Uncle—“


“Karena Momma sedang hamil—“


“APAA??!!”


Dan Varen spontan memekik kencang, setelah mendengar ucapan Papi John atas berita yang membuat Varen terkejut bukan main, sampai Varen membelalakkan matanya.


Lalu didetik berikutnya, Varen langsung terkekeh remeh.


“Itu tidak mungkin—“


“Mungkin saja—“


“Momma kalian toh belum menopause, masih hobi syubiduppappaw macam suaminya.”


“Hem. Betul itu—“


“Lagian pasti hamil itu Momma, toh buktinya Momma sedang muntah-muntah.”


“Seriously??!!..”


Varen sekali lagi memekik, namun tak sekencang yang pertama.


🌷


Varen yang penasaran, kemudian ingin memastikan ucapan para daddynya itu.


Yang sedang misuh-misuh tentang Momma yang dikatakan para dadnya pada Varen, kalau si induk bebek betina sedang hamil.

__ADS_1


Namun baru Varen hendak menggerakkan kakinya dan pergi ke tempat Momma berada, yang katanya ada di dapur bersih—yang bersangkutan kemudian muncul.


Setengah di papah oleh suaminya. “Astagfirullaah. Ngagetin aja ih, Abang!..” ucap Momma yang memang agak terkejut. Karena si Abang mendekatinya dengan sangat cepat. Lalu berhenti tiba – tiba, tepat di depannya dan Poppa.


Dimana keterkejutan kecil yang Momma alami atas gerakan Varen, juga dialami oleh Poppa. Dan induk bebek jantan itupun juga angkat suara, hendak memprotes sang pewaris sulung.


“Bo—“


“Benar Momma sedang hamil??!!”


Namun protes Poppa tak kesampaian, karena Varen langsung menyambar.


Dimana wajah Poppa yang tadi bahkan sudah mendelik pada Varen, kemudian menampakkan sebuah kesemringahan.


Dan Varen langsung memandanginya penuh selidik, sementara beberapa dad dibelakangnya sedang kasak-kusuk tanpa Varen perhatikan.


“Fania tidak sedang hamil—“


“Baru aku ingin mengatakan hal itu, setelah melihat senyum tengilnya si Donald Bebek tua itu sekarang—“


🌷


Beberapa menit kemudian, mereka yang tadi sempat misuh-misuh di satu sudut pada KUJ, kini telah kesemuanya berkumpul di kolam renang—beberapa sudah bersiap dengan pakaian yang disesuaikan dengan kegiatan yang akan mereka lakukan. Yang akan beraktifitas di kolam renang telah memakai pakaian yang kiranya sesuai dengan kegiatan mereka itu.


Sementara yang tidak, memakai pakaian rumahan yang super santai.


“Hampir saja aku terkena serangan jantung.” Ini Varen yang berucap.


“Lagian percaya aje ama pasangan bebek..”


Dimana ucapan Varen itu kemudian langsung ditimpali oleh satu kakek yang wolesnya minta ampun.


“Udeh tau nih dua orang isengnya kaga ilang-ilang biar kate udeh tua juga—“


“Hahahahahaha.”


🌷


“Benar Momma sedang hamil??!!”


“Menurutmu, jika wajahku seperti ini?—“


“Ah gila!—“


“Kau yang gila—“


“Bagaimana tidak gila??!!—“


“.....”


“Masa kalian punya anak lagi setelah usia kalian di titik ini??!! Yang Benar Saja??!!—“


“Kenapa emangnya?—“


“Iya, kenapa memang kalau aku dan Mommamu memiliki anak lagi? Kami berdua masih sehat—“


“Ya sehat sih sehat! tapi ga juga punya bayi lagi saat kalian bahkan sudah punya cucu! Oh Ya Ampun!!—“


“Jol!—“


“Hem?”


“Kenapa Fania mesti dikerokin?—“


“Ya kan tadi muntah-muntah?—“


“Udah ga kenapa – kenapa.”


“Penyakit jangan dipiara kenapa?—“


“Ah, orang dari perawan asal mau dapet juga begini. Udah biasa—“


“Dapet? PMS maksudnya?—“


“Heem—“


“Berarti kalau Momma sedang PMS tidak mungkin hamil dong?—“


“Yang bilang Momma hamil siapa?—“


“Poppa tersenyum sumringah nan menyebalkan itu saat aku bertanya apa benar Momma sedang hamil?—“


“Ya aku ingin tersenyum saja! Memang ada larangan tidak boleh tersenyum untukku?!—“


“Makanya kalo nanya ama orang tua pelan-pelaan. Malah kebakaran jenggot sendiri—“


“Ini ada apaan si emang? Abang kenapa panik begitu mukanye?—“


“Ini cucu Mama, heboh sendiri berpikir kalau Fania sedang hamil—“


“Hah?!—“


“Ya habis—“


“Gimana mau hamil, orang itu spiralnye aja masih ngelingker di dalem perutnya Momma, Abaang.. Kan terakhir waktu ngecek spiralnya Drea, Momma juga ikut sama Ene segala. Momma ikut periksa. Lah Abang kan sama Ene nemenin itu die emak sama anak meriksain spiralnya pada, ama Via juga malah. Belom lama kan, Bang? Baru bulan kemaren pas Momma ke sini. Masa lupa? Ene aja masih inget. Masa kalah sama nene-nene? Et dah!—“


“Tau! Lagian panik ga ada juntrungan—“


“Ck!—“


“Masih muda udeh pikun aje, Bang?”


“Anak naga stupid! Ilmumu masih dangkal ternyata, tidak bisa membedakan jika aku serius atau tidak. Mau menggantikanku dan Dad R mu sebagai naga utama? Heh! Kemampuanmu masih sebesar kotoran hidungku—“


“Haish—“


“Haah. Ternyata kehebatanku belum berkurang.. Anak Naga yang katanya jenius pun masih bisa tertipu olehku—“


“Masa Bodoh!”


🌷


“Hahahahahaha.”


Suara gelakan membahana, disekitar Varen setelah cerita tentang kepanikannya yang mendengar kalau Momma dicurigai sedang hamil sudah menyebar dengan cepat di lingkup keluarganya itu--bak biang keringet.

__ADS_1


Yah tentu saja, karena kepanikan Varen itu terjadi di KUJ. Lalu di dekatnya ada para Dads of The Adjieran Smith yang selain iseng, mulutnya kadang begitu lemes untuk menjatuhkan harga diri sesama anggota keluarga.


Namun iseng dan canda yang melibatkan perundungan pada salah satu anggota keluarga mereka pun tentunya hanya dalam momen santai yang penuh canda. Karena kalau di luar, masing-masing personel dari satu klan keluarga tersebut—akan saling pasang badan untuk melindungi satu sama lain.


Para pria dalam klan The Adjieran Smith Family terutama, yang seketika akan menjadi naga hitam saat keluarga mereka dirasa terancam oleh pihak luar yang berniat picik dan jahat. Wajah tengil dan iseng yang hanya pihak keluarga inti mereka saja yang bisa melihatnya termasuk orang – orang yang dekat dengan mereka itu, akan musnah seketika jika para pria The Adjieran Smith Family sudah berubah menjadi ‘Black Drakes’.


Meski memang selalunya wajah para pria The Adjieran Smith terutama para Dad dan Varen terlihat begitu kaku di luaran, dengan garis rahang tegas mereka yang akan terlihat ketat. 1000 derajat berbeda, jika sedang berkumpul dan bercengkrama santai bersama keluarga tercinta mereka yang blaem-blaem kalo kata Keluarga Cemara versi Momma, Mami Prita, Ake Herman dan Ene Bela—personel dari satu keluarga, yang mampu merubah satu keluarga yang sebelumnya lumayan kaku, jadi bisa begitu hangat—bahkan sudah ketularan kegesrekan empat ekor personel satu keluarga yang hidupnya ga jauh dari ketawa dan membuat orang lain tertawa.


Dan suara tawa memang sedang membahana di area kolam renang KUJ saat ini.


Karena sedang mentertawakan sekaligus meledek tingkah konyol Varen yang dikerjai oleh Poppa dan Momma beberapa saat yang lalu.


“Lagian emang kenapa sih Bang, kalo ada bungsu lagi abis si Ares?..” cetusan pertanyaan terlontar dari Mami Prita pada Varen, setelah gelakan darinya dan keluarga telah mereda.


Lalu Varen pun menyahut, “Mami nanyea?”


Dengan wajah malas dan dongkolnya Varen yang masih tersisa akibat dikerjai oleh Poppa dan Momma.


Mami Prita dan yang lainnya pun cekikikan setelah mendengar sahutan Varen, yang kemudian langsung lagi bicara.


“Dengar ya Mih, Mami dan kalian semua sudah punya cucu ..” sambil Varen menunjuk kepada para orang tuanya. “Masa iya Putra dan Gadis memanggil Uncle atau Aunt pada bayi yang berusia 4 atau 5 tahun di bawah mereka??? ..”


Varen lalu mendengus sebal.


“Dan lagi, saat anak kalian remaja nanti, kalian sudah sangat renta. Terlebih kalian wahai para naga tua, yang bahkan mungkin sudah bergelar almarhum—“


“Bocah Tengik!—“


“Seenaknya Saja Kau Menyumpahi Kami!”


Dimana disepersekon berikutnya setelah Varen berkata itu, protes dari mulut mereka yang Varen sebut sebagai naga tua langsung terdengar.


“Hahahaha!”


Varen pun tergelak.


“Drew! Proses Perceraian Ini Bocah Tengik Dengan Little Star—“


“Heits! Enak saja!” timpal Varen dengan cepat pada seruan Daddy Jeff.


“Tarik Hak Waris dan Bekukan Semua Asetnya, R!”


Satu seruan lagi keluar dari mulut Daddy Dewa.


“Biar jadi tukang kebun sekalian!—“


“Woaah tukang kebun macam aku, bisa-bisa, Tuan Rumahnya dilengserkan oleh Nyonya Rumah yang terpikat oleh pesonaku—“


“Heleh!”


“Kalau aku mau, Little Star sudah punya madu.”


Varen sudah berdiri dari tempatnya sambil berkacak pinggang dengan gaya yang pongah.


Lalu para Dad langsung mendelik padanya, hendak pula ada yang membalas ucapan pongah si Abang.


“Woah! Look at him! Portenteus! ( Wah! Lihat dia! Berlagak sekali! )—“


“Tidak hanya satu madu, bahkan Little Star bisa memiliki 6 madu sekaligus bahkan—“


“Minta digulung si Abang, Dad,” celetuk Nathan.


“Memang!” sahut Dad R. “Minta dibantai—“


“Kalian tidak akan sanggup membantaiku, dan kalian akan iri nanti kalau setiap malam aku akan tidur di kamar berbeda karena punya istri yang jumlahnya macam satu minggu.”


Varen mengoceh sambil ia tertawa pongah. Dimana para Dad sudah berkacak pinggang. Sisanya jadi penonton yang cekikikan.


Namun tak seberapa lama, wajah sebal para Dad itu kemudian berubah dengan ketengilan yang tersirat di sana.


“Heh! Kau benar. Kami tidak akan sanggup membantaimu. Karena kau akan mati tidak lama lagi .. akibat juniormu yang akan berkerut lalu kering macam mumi.”


Poppa, yang sebelumnya berniat mengeroyok Varen dengan para saudaranya itu kemudian bersedekap, lalu ia menyeringai dengan alisnya yang bergerak naik turun—dan para saudaranya pun menyeringai sama dengan Poppa.


Karena adanya satu penampakan di belakang Varen, yang si Abang tidak sadari keberadaannya.


“Oh, jadi Abang udah niat ingin berpoligami?—“


“What the ..”


Varen terkejut bukan main, sambil ia dengan cepatnya menoleh ke belakang.


Ada sang istri yang sudah berdiri bersedekap dengan menatap sinis padanya, dan Varen pun tergagap.


“Lit – Little, Star—“


“6 Madu Little Star! 6 Maduuu ..”


Lalu celetukan provokasi dengan begitu semangatnya terdengar dari belakang Varen.


“Ga!” sergah Varen cepat. “Ga gitu Little Staar. Abang cuma bercanda—“


“Tetap di tempat Abang!”


Andrea langsung menyambar kala Varen hendak mendekatinya, dengan telunjuknya yang mengarah kepada Varen yang otomatis menahan langkahnya.


Lalu didetik berikutnya sebuah kalimat, lantang Drea ucapkan pada suaminya itu.


“Alvarend Aditama Adjieran Smith! Aku talak kau dengan talak satu!”


"Alamak!" timpal Varen.


“Ngahahahaha!”


“Hahahahahaha!”


Sukses membuat semua orang tertawa geli segeli – gelinya.


“Talak tilu Sakalian Drea! Biar si Abang nyeri – nyeri teuing!—“


“Say goodbye pada Nunu Nana Nananina, Bocah Tengik!”


“Tahu Rasa!”


“Hahahahahaha!”

__ADS_1


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


To be continue..


__ADS_2