HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
GAMBLANG


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,


(KUJ)


“Terus Dad tau, kepentingan si Simon itu datang ke sini sekarang?" Ada Kafeel yang tengah sedikit mencecar Dad R atas rasa penasaran si AA pada kedatangan Simon yang tiba-tiba ke KUJ, karena nyatanya Dad R sudah tahu soal kedatangan Simon tersebut sebelumnya.


“Sangat tahu.”


Dan walau agak malas, Dad R tetap menanggapi Kafeel yang nampak penasaran itu.


“Apa, Dad?.... Kangen sama Val, dia?"


"Bukan."


“Terus apa jadi alasannya?"


"Sesuatu yang akan membuatmu menganga."


🌷


🌷


The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, England,


Pada suatu waktu.


Dimana ada tiga orang yang sedang duduk bersama dan bicara mengenai seseorang. Dua diantaranya adalah Dads of The Adjieran Smith, yang kiranya berdomisili di London selama ini.


Poppa dan Papa Lucca.


Yang kini sedang ditemui oleh salah satu bodyguard mereka, yang menyampaikan sebuah informasi.


“Something wrong with Simon Atley ( Ada yang salah dengan Simon Atley )?”


Poppa yang bertanya ini. Pada satu bodyguard yang sudah ia dan Papa Lucca persilahkan untuk duduk.


“Excuse me, Sir ( Maaf, Tuan )”


Dan si bodyguard pun segera menyahut sopan.


Dimana setelahnya, bodyguard bernama Dave itu menyodorkan ponselnya kepada Poppa.


Dengan yang punya ponsel telah membuka salah satu folder di galeri foto dalam ponselnya.


“Here.” kata Dave lagi dan menyodorkan ponselnya dengan sopan kepada Poppa. "Please take a look."


“What’s wrong with this photos ( Apa yang salah dengan foto-foto ini )?” cetus Papa Lucca bertanya, sambil ia memperhatikan beberapa foto dalam galeri di ponsel Dave bersama Poppa yang kemudian menoleh menatap Dave setelah Papa Lucca bertanya.


“I beg you both pardon, but do you recognize that place, Sir’ ( Mohon maaf sebelumnya, tapi apa Tuan mengenali tempat itu )?” respons Dave dengan segera atas pertanyaan Papa Lucca.


Lalu Papa Lucca beserta Poppa memperhatikan kembali foto-foto yang ada di ponsel Dave tersebut, dimana Poppa masih memeganginya.


“Not so sure ( Tidak yakin )...“ sahut Papa Lucca, sementara Poppa masih nampak memperhatikan foto-foto dalam ponsel Dave yang ia geser sampai pada akhirnya Poppa bersuara untuk menebak.


“Flaming?”


🌷


“Yes, Mister Andrew...” Dave menyahut setelah Poppa berucap dengan wajahnya yang nampak menerka itu, sambil Dave mengangguk sebagai gambaran pembenaran atas terkaan Poppa pada sebuah tempat yang satu bos besarnya itu rasa kenali. Lalu atas ucapan dan anggukkan Dave itu, Poppa langsung berkomentar dengan ekspresi tak percaya.


“That Flaming???....”


“Yes, Sir. That Flaming that you know, Mister Andrew ( Iya Tuan, Club Flaming yang anda ketahui itu, Tuan Andrew )”


Dave kiranya paham maksud ucapan Poppa yang memastikan tebakan tentang tempat yang beberapa gambarnya telah ia lihat di ponsel Dave.


Dimana setelahnya, reaksi Poppa terdengar dan terlihat takjub serta juga tak percaya atas ucapan Dave yang mengaminkan terkaannya itu.


🌷


“Woah!” respons Poppa yang membuat Papa Lucca jadi mengernyit heran karena penasaran kenapa Poppa bereaksi seperti itu. Dimana Papa Lucca pun langsung menyuarakan keheranannya itu.


“What’s wrong ( kenapa )?---“


“This club, is one of LGBT Bar in this city ( Club ini, adalah salah satu bar LGBT di kota ini )”


Poppa pun langsung menjawab pertanyaan Papa Lucca.


“What??!!”


Yang orangnya seketika terkejut.

__ADS_1


🌷


“So you want to say that Simon is a gay? Is that so? ( Jadi kau ingin mengatakan jika Simon adalah seorang homoseksual? Benar begitu? ), Dave?”


Papa Lucca  lalu berujar memastikan.


“Yes, Mister Lucca---“


🌷


🌷


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,


(KUJ)


“Sesuatu yang akan membuatmu menganga."


Yang Dad R katakan pada Kafeel untuk menjawab rasa penasaran Kafeel atas kedatangan Simon tanpa ia tahu rencana soal si pria yang Kafeel juluki dengan beberapa julukan seenaknya itu yang datang ke KUJ tersebut, kemudian terjadi setelah Dad R menceritakan sepenggal cerita yang ia dapat dari Poppa.


Kafeel langsung spontan menganga tak percaya setelah mendengar penuturan Dad R yang sebelumnya menunjukkan pada Kafeel beberapa foto yang dalam ponselnya yang dikirimkan oleh Poppa.


“Serius, Dad??....” tanya Kafeel tak percaya. Dan Dad R manggut-manggut kemudian.


“Begitu yang Poppa katakan padaku,” jawab Dad R setelah ia manggut-manggut kecil.


“Nah terus, kalau dia homs kok dia mau pacaran sama Val?”


🌷


🌷


The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, England,


“You confirmed this ( Kau sudah betul memastikannya ), Dave?”


Selang sedetik Dave menjawab Papa Lucca, Poppa langsung mencetuskan pertanyaan pada satu bodyguard yang sedang menghadapnya dan Papa Lucca itu.


“Andrew was right. Photos not strong enough to become a proovement ( Andrew benar. Foto-foto saja tidak cukup untuk menjadi pembuktian )”


Papa Lucca lalu menimpali ucapan Poppa.


“I confirmed it, Mister Lucca, Mister Andrew. You can cut my tongue if I’m telling you untruth fact because me, myself who find the truth of those photos from information that I heard before ( Aku sudah memastikannya, Tuan Lucca, Tuan Andrew. Anda dapat memotong lidah saya jika saya memberikan fakta yang tidak benar, karena saya sendiri yang menemukan kebenaran tentang foto-foto itu berdasarkan informasi yang saya dengar sebelumnya )”


Dave kemudian menjawab pada Papa Lucca dan Poppa dengan ekspresi yang nampak penuh keyakinan. Dimana Papa Lucca dan Poppa kemudian sama terdiam. Sedang masing-masing berpikir dalam kepala mereka. Dave juga lantas terdiam.


🌷


Poppa bertanya pada Papa Lucca setelahnya.


Dimana yang bersangkutan langsung mencetuskan sebuah jawaban.


“All I can think is that he has a veiled by become Val’s boyfriend ( Yang aku pikirkan hanyalah jika dia memiliki maksud terselubung dengan menjadi kekasih Val )....”


🌷


Menanggapi jawaban Papa Lucca, Poppa pun mengangguk.


Apa yang ada di pikiran Papa Lucca dan kemudian tercetus sama seperti pemikiran Poppa.


Dimana setelahnya Poppa berbicara lagi kepada Dave. “You heard that ( Kau dengar itu ), Dave?....”


“Yes, Mister Andrew....”


Yang langsung menyahut dengan sigap pada Poppa, dimana rasanya ia sudah dapat mengira tugas apa yang setelah ini akan ia lakukan.


Dan apa yang Poppa ucapkan kemudian tepat seperti apa yang sudah Dave kira. “Bring him to us right away ( Bawa dia ke depan kami secepatnya )”


“As your command, Sir ( Sesuai dengan perintah anda, Tuan )”


🌷


Hanya butuh waktu sebentar saja bagi Dave untuk membuat perintah Poppa dengan cepat ia lakukan.


Kurang dari dua jam, Simon yang merupakan pacar resminya Val itu telah berada di Great Mansion of The Adjieran Smith yang bertempat di London.


Sudah juga duduk berhadapan dengan Poppa dan Papa Lucca yang memang sudah menunggu Simon setelah sebelum Dave undur diri, Dave menambahkan laporannya tentang keberadaan Simon yang sedang ada jadwal mengajar di kampus.


Lalu setelah juga mendapatkan jawaban kemana Dave dan satu dua bodyguard lain yang menyertainya harus membawa Simon yang Poppa minta dibawa saja ke mansion. Karena berdasarkan laporan Dave, pria itu tidak ada kaitannya dengan orang-orang yang kiranya ditengarai mengincar ketentraman The Adjieran Smith Family.


Meski dirasa tidak ada lagi orang-orang diluaran yang diendus hendak cari gara-gara dengan satu keluarga yang punya banyak 'naga' di dalamnya itu.


Namun begitu, tetap saja karena fakta tentang Simon, membuat Poppa dan Papa Lucca termasuk Gappa yang kini ada bersama dua Dads of The Adjieran Smith tersebut merasa perlu menyelidiki maksud Simon yang menjalin hubungan dengan Val.


“Since we spares no pleasantries. I will talk straight to the point ( Karena kami tidak suka berbasa-basi. Aku akan bicara langsung pada intinya )” ucap Poppa pada Simon dengan nampak tenang, namun tajam menatap pria itu. Selain Poppa yang merasa heran dan penasaran itu, tak sabar untuk segera mendengar jawaban Simon.

__ADS_1


Karena setelah pacar resminya Val itu memberikan jawabannya, maka Poppa akan langsung memikirkan cara untuk menyelesaikan hal tentang Simon.


‘Kalau dia mengelak setelah bukti dari Dave yang sudah dipastikan akurat, maka aku akan segera menyeretnya ke ‘playground’ untuk diinterogasi....’


Poppa membatin setelah membuka pembicaraan dengan Simon.


“Sure. Please ( Tentu. Silahkan )” Simon menjawab Poppa dengan santun.


“Tell us about this ( Jelaskan pada kami tentang ini )..”Poppa kembali bersuara, sambil menggeser sebuah map yang ada di atas meja dihadapannnya ke arah Simon.


Simon melirik ke arah dimana map yang Poppa geserkan kepadanya itu.


Sambil pria itu berpikir apa kiranya yang ada di dalam map tersebut bersamaan dengan tangannya yang meraih benda berwarna putih itu yang sepertinya berisikan berkas atau yang semacamnya di dalamnya.


“Do you want to say that is not you?”


( Apakah kau ingin mengatakan bahwa ini bukan dirimu? )


Lalu disaat Simon telah membuka map sekaligus mengeluarkan isinya, Papa Lucca yang kemudian angkat suara untuk bertanya, dengan dirinya yang nampak tenang.


Namun tatapan Papa Lucca pada Simon cukup mendominasi.


Begitu juga sama halnya dengan Poppa dan Gappa. Yang terlihat tenang dalam duduk mereka, namun mata mereka begitu cekatan memperhatikan gerak-gerik Simon.


Simon yang memang tenang pembawaannya itu, sempat nampak terlihat terkejut ketika ia telah mengeluarkan apa yang ada di dalam map yang tadi disodorkan Poppa padanya.


Namun hanya nampak sesaat saja keterkejutan Simon yang juga kecil saja. Dan didetik berikutnya pria itu nampak tenang kembali sambil melihat satu per satu lembaran yang adalah foto-foto menyangkut Simon dalam ponsel Dave, dimana foto-foto itu telah dicetak.


Poppa telah bersiap, akan memberikan perintah pada Dave sesuai dengan rencana dalam otaknya jika Simon mengelak atas fakta yang akurasinya telah Poppa yakini.


“No. It is me ( Tidak. Ini memang aku )....”


Tapi yang terjadi, Simon mengakui dengan tanpa ragu kebenaran jika dirinya yang memang ada dalam beberapa foto tersebut.


🌷


Simon yang menjawab pertanyaan yang terkesan mencibir dari Papa Lucca dengan tenang dan bahkan tersenyum itu, membuat tiga pria The Adjieran Smith yang ada di hadapannya itu merasa tertarik untuk mendengarkan ucapan lebih lanjut dari Simon yang tidak menyangkal sama sekali fakta tentang dirinya yang ada di dalam foto-foto dari Dave dalam sebuah klub untuk para kaum ‘belok’----katakanlah begitu.


“And I’m sure you all know what kind of place is this ( Dan aku yakin kalian semua tahu tempat apa ini )....”


Lalu seperti yang ditunggu oleh Poppa-Papa Lucca dan Gappa, Simon kembali berkata.


“Then if three of you think that I’m a ‘Bi’.... No, I’m not ( Lalu jika anda bertiga berpikir kalau saya adalah seorang biseksual.... Jawabannya adalah tidak )....”


Simon bicara dengan tenang, sambil memandangi tiga pria The Adjieran Smith yang ada dihadapannya secara bergantian----lalu Simon pun dengan cepat lagi berbicara.


“But I’m a gay ( Tapi aku seorang homoseksual )” aku Simon dengan yakin dan tanpa ragu sedikitpun.


Membuat Poppa, Papa Lucca dan Gappa seketika tercengang di tempat mereka. Tak lama kemudian, Gappa bersuara untuk bertanya pada Simon.


“What are you reffering to by become Val’s boyfriend ( Apa sebenarnya maksudmu dengan menjadi kekasih Val )?”


Sambil Gappa memperhatikan betul Simon yang ada di hadapannya dan Poppa serta Papa Lucca itu, begitu juga dua Dads of The Adjieran Smith yang sedang penasaran menunggu jawaban dan penjelasan Simon.


“If you are a gay?”


Gappa lanjut bertanya pada Simon dengan meng-spesifikkan kalimatnya.


“What a man who likes his kind expecting by becoming our daughter’s boyfriend that is a million pure woman,  which man in your community I’m sure have no desire on ( Apa yang seorang pria dimana ia menyukai sesama jenis dengan menjadi kekasih putri kami yang murni seorang wanita dimana pria dalam komunitasmu aku yakin tidak memiliki hasrat atas itu )?”


Bukan Poppa namanya jika ia bicara dengan banyak basa-basi, bahkan terkadang dia tidak peduli jika ucapannya bisa saja menyinggung lawan bicaranya.


“Or maybe you are on the way to cure yourself on having interest to woman again through Val ( Atau mungkin kau sedang ingin menyembuhkan dirimu agar kembali tertarik pada wanita melalui Val )?....”


Dan seperti itu Poppa bicara dengan gamblang pada Simon.


“We are supporting you if you are just like Andrew said. Because however man should be a man by accepting they’re nature. Interest to woman ( Kami mendukung jika memang kau seperti yang Andrew katakan tadi. Karena bagaimanapun pria lebih baik menerima kodratnya. Tertarik pada seorang wanita )”


Dan bagaimana Poppa yang seringnya bicara dengan gamblang tanpa peduli bisa timbul rasa tersinggung pada lawan bicaranya atas perkataan yang terlontar, mulut Papa Lucca pun sebelas dua belas dengan satu Dad yang paling besar ukuran tubuhnya dalam keluarga itu.


“But using our Val for that? We won’t let it ( Tapi menggunakan Val untuk tujuanmu itu? Kami tidak membiarkannya )” tambah Papa Lucca.


Simon kemudian nampak menarik sudut bibirnya selepas Papa Lucca berbicara.


“About my interest condition of mate, I haven’t think to change actually ( Tentang kondisi ketertarikanku atas pasangan, sejujurnya aku belum berpikir untuk berubah )....”


Dimana Simon kemudian angkat suara.


“So I am not using Valera for that ( Jadi aku tidak menggunakan Valera untuk hal itu )....”


Hanya saja Simon tidak berhenti sampai disitu.


“But I will say, me that becoming Valera’s boyfriend.... Well I do, I am using her  ( Tapi aku akan mengatakan, alasanku menjadi kekasih Valera.... Tentang aku yang memperalatnya, ya itu benar )”


Dan perkataan Simon yang ini,.membuat Gappa-Papa Lucca serta Poppa, langsung menegakkan duduk mereka.

__ADS_1


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


To be continue......


__ADS_2