
UNPREDICTABLE
Tidak Terduga
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia
Di backyard ( pekarangan belakangan ) kediaman....
Suasana hangat penuh kegembiraan masih berlangsung, tanpa ada yang terlihat sudah merasa bosan.
Hanya para Daddy yang sudah memisahkan diri berikut Nathan, karena kedatangan satu keluarga dari salah satu kerabat mereka.
“Selamat pagi semua....”
Sebuah kalimat sapaan terdengar di backyard kediaman utama The Adjieran Smith. Dimana semua orang yang sedang bercengkrama gembira disana langsung menoleh ke arah sumber suara.
“Eh Aunty Shireen.” Ares yang pertama bersuara.
“Halo Cah Bagus....”
Wanita yang kira-kira seusia dengan The Moms of Adjieran Smith itu menyapa Ares dengan tersenyum lebar. Shireen namanya, istri Uncle Rico.
“Cah Ares dong Aunty.”
“Daripada cah kangkung?” itu Isha yang nyeletuk, lalu mereka yang menyambut kedatangan istri Uncle Rico itu terkekeh kecil saja.
Lalu mereka yang berada di backyard itupun satu per satu menyalami wanita yang dipanggil Aunt Shireen oleh para pewaris muda The Adjieran Smith.
‘Mudah-mudahan Aunt Shireen sama Uncle Rico aja yang datang.... Sama Kak Sony juga ga apa deh, asal yang satu lagi jangan ikut datang kesini.’ Ada hati yang membatin saat melihat kedatangan Aunt Shireen.
Yang orangnya kemudian mendengus seketika, karena harapannya tidak menjadi nyata. Saat melihat satu orang lagi yang tak lama muncul dibelakang Aunt Shireen. Dimana pemilik hati yang tadi bermonolog itu langsung saja berdecak sebal.
“Selamat pagi para makhluk-makhluk indah nan mempesona....” Arya tak lama muncul setelah sang ibu, langsung menyapa para penghuni kediaman yang ia dan keluarganya datangi pagi ini dan nampak sedang bercengkrama santai di backyard kediaman mereka yang luas ini.
“Uhuy!”
“Halah caper!”
Hampir keseluruhan menanggapi sapaan Arya yang bercampur celotehan itu dengan cekikikan, namun satu yang mencibir sinis.
“Eh Dek Mika, masih judes aja mukanya!” celoteh Arya.
“Yang penting cantik!”
Arya yang menyadari wajah Mika yang masam saat melihatnya itu pun tak tahan untuk tidak meledek satu pewaris yang sentimen berkepanjangan dengannya itu.
Dan seperti biasanya juga, Mika akan menanggapi ledekan Arya padanya dengan ketus. Namun Arya akan dengan santai menghadapinya.
“Selamat pagi semua....” sapaan lain datang dibelakang Arya dan ibunya.
Uncle Rico dan kakaknya Arya yakni Sony, sahabatnya Nathan dari sejak suaminya Via itu bersekolah di sekolah umum.
Semua orang pun menjawab sapaan Uncle Rico dan Sony, serta menyalami keduanya seperti menyalami Aunt Shireen dan Arya.
♥♥
Uncle Rico dan Sony tak ikut bergabung di backyard dan langsung kembali ke area dalam kediaman, dimana ada Daddy R, Papi John, Daddy Jeff, Daddy Dewa, Papa Lucca serta Nathan yang berada di ruang tamu kediaman.
“Lo ngapain masih disini?!. Bukannya ikut sama Uncle Rico dan Kak Sony kumpul dengan para Dad dan Kak Tan-Tan di ruang tamu sana!”
Mika berbicara ketus pada Arya sambil merungutkan wajahnya.
“Ganggu mata gue aja kalau lo masih disini!” tambah Mika.
Tapi Arya terkekeh saja. Mau bagaimanapun ketusnya si judes Mika itu padanya, Arya tidak pernah ambil hati.
“Mata lo yang bermasalah berarti kalau merasa terganggu melihat orang ganteng begini!”
“Hidiih....” pungkas Mika sambil memasang ekspresi yang seolah jijik. “Ganteng dari mana coba????”
“Dari atas, bawah, kanan, kiri, depan, belakang.”
“Pede gila!”
Mika berkata sedikit sarkas pada Arya.
“Karena memang pada kenyataannya gue ganteng, jadi sah-sah aja kalo gue pede....”
“Mau muntah gue dengarnya!”
Mika berucap disertai ekspresi macam orang yang jijik tak lupa juluran lidah singkatnya juga.
Arya mendengus geli selepas mendengar perkataan Mika dengan wajah ekspresifnya itu.
Sementara itu, saudara dan saudari Mika geleng-geleng kalau sudah melihat sikap Mika yang sentimen aja bawaannya pada Arya.
“Mirip leak sumpah!” ledek Arya pada Mika.
“Sembarangan aja lo sadboy!” sergah Mika. “Kurang ajar banget sih mulutnya!”
"Mika .."
“Mika ish!”
Ann melayangkan protesnya pada Mika, bersamaan dengan para Mom dan tetua yang menyergah Mika karena ucapannya berikut nada suaranya yang tak sopan pada Arya itu.
Sementara Aunt Shireen sih, hanya tersenyum geli saja. Tidak merasa tersinggung sama sekali dengan sikap Mika pada satu putranya itu.
Toh Aunt Shireen juga tahu jika putra bungsunya itu memang senang sekali menggoda Mika dengan mulut jahilnya.
“Jangan seperti itu pada Kak Arya.”
Para saudara dan saudari Mika kemudian mengaminkan ucapan Ann. “Tau nih Mika! Ga sopan tau!”
Mika berdecak sebal.
“Tau nih ngegas aja! Woles neng woles! .....”
“Diam lo!”
“Mika!” saudara dan saudari Mika itu kompak mencebik pada Mika.
Termasuk juga para Mom dan tetua yang kembali menyergah Mika.
"Mom ikat pakai karet gelang nih ya mulutnya!" Mom Ichel melotot pada putri kandungnya itu.
__ADS_1
Mika pun berdecak sebal.
“Kalian kenapa jadi membela dia sih?! Kalian kan saudara-saudari dan keluarga aku? Harusnya membela aku!”
Mika sedikit sedikit tersulut emosi.
“Ga dengar tadi dia mengatai aku leak?!”
“Panas ya Bun?? ..” celetuk Arya.
Sementara Mika yang nampak sebal bin kesal itu memandang sinis pada Arya setelah melayangkan protesnya, Arya hanya menanggapi dengan ledekan dan mengulum senyum geli setelahnya.
Dan para pewaris selain Mika yang sedang berada di dekat dua orang yang sedang berdebat unfaedah itu – terpisah dari para orang tua dan tetua yang bertahan di backyard, terkikik setelah mendengar celotehan Arya.
Dimana didetik berikutnya – tanpa Mika sadari, jika para saudara dan saudarinya itu mengkode satu sama lain dengan mata mereka. “Lift her up! ( Angkat dia! )”
Suara Val terdengar bersamaan dengan gerakan cepat dari Aro, Rery dan Ares.
“Eh? Mau apa kalian?!....”
Mika sontak memekik saat tubuhnya terangkat ke udara.
Tiga bujang tampan yang mengangkat tubuh Mika. “Biar lo adem Mi!”
Aro yang berseru.
Dan didetik berikutnya ...
BYUUURRR!!!!
Diceburkan Mika oleh Aro, Rery dan Ares ke dalam kolam renang.
Dan didetik berikutnya, para pewaris muda itu tergelak tanpa akhlak setelah tubuh Mika dilempar oleh tiga anak bujang tersebut ke dalam kolam renang pada kediaman utama mereka yang cukup besar ukuran kolamnya itu.
“IHH!! Awas ya kalian!” Protes Mika, setelah dirinya yang habis dilemparkan ke dalam kolam renang itu telah menguasai keadaan dan mengapung di dalam air kolam renang.
Lalu para saudara-saudari Mika itu terus tergelak, termasuk Arya.
Sementara para orang tua, dimana hanya The Moms dan para tetua saja yang ada di backyard kediaman utama tersebut, hanya tersenyum lebar melihat kelakuan para pewaris muda tersebut. Hanya Via dan Mommy Ara yang tidak terlihat diantara para orang dewasa yang ada di backyard, karena keduanya sedang membawa Putra dan Gadis yang terlihat mengantuk ke dalam kamar.
Pada akhirnya, para pewaris muda tersebut selain Mika, mulai melipir ke area kolam renang setelah puas karokean plus berjoged ria sehabis penggemblengan oleh para Daddy mereka. Selanjutnya saling mendorong satu sama lain untuk diceburkan ke kolam renang, dengan masih menggunakan pakaian lengkap, seragam paintball yang belum sempat masing-masing lepaskan dari tubuh mereka.
Seketika, riuh gelak tawa kembali membahana di backyard karena para pewaris muda sudah nampak asik bercengkrama di kolam renang, setelah mereka saling mendorong untuk menceburkan satu sama lain. Para pewaris muda tersebut tertawa-tawa tanpa terkecuali, termasuk Mika yang tadi menjadi korban pembuka kejahilan para saudara-saudarinya.
Hanya Arya saja yang tersisa di pinggir kolam renang. “Ayo sini gabung Kak Arya!”
Rery berseru pada Arya dari dalam kolam renang.
“Next time! .. Ga bawa baju ganti! ..” sahut Arya. “Eh?! ..”
Didetik berikutnya Arya terkesiap, sekaligus mendelik kala merasakan cengkraman pada kakinya seraya ia menunduk.
“No! Mika! ---” Arya berseru sekaligus menyergah. "Ponsel gue ada di kantong!"
“Like I care! ( Memang gue perduli! )” Mika berbicara sambil menggumam saat dia mencengkram kuat kedua kaki Arya yang orangnya memang pas sekali berdiri di pinggir kolam renang.
Arya hendak melepaskan diri. Namun tak sempat karena Mika sudah dengan cepat menggerakkan tangannya di kedua kaki Arya yang sedang ia cengkram, hingga Arya limbung.
“Oh sh—“ Arya spontan mengumpat. “iitt!!”
Dan..
BYUUURRR!!!!
Mika pun tergelak puas. Setelah melihat Arya tercebur ke kolam renang, masih dengan pakaian lengkapnya, meski kakinya hanya menggunakan sendal rumahan yang sudah ia kenakan menggantikan sandal yang tadi ia pakai saat datang.
Karena memang di Kediaman Utama disediakan sendal rumahan untuk para tamu kenakan, yang mana para tamu yang mau mengganti alas kaki mereka dengan sendal rumahan itu biasanya para kerabat dekat saja yang bertandang dan bertamu sedikit lama, atau bahkan menginap.
“Rasakan! Hahahaha!!!..” Mika tergelak puas dari tempatnya sambil menunjuk pada Arya.
“Cewek ga ada akhlak!” seru Arya sambil mendelik pada Mika.
Namun Mika tertawa dengan lebar sekali sambil menjulurkan lidahnya ke arah Arya.
“Wee!! ....” ledek Mika.
“Awas lo ya!” seru Arya lagi sambil menunjuk pada Mika. Dan didetik berikutnya Arya menggerakkan tubuhnya ke arah Mika.
“Kabuurrr!!” Mika beringsut dengan cepat dari tempatnya guna menghindari Arya sambil dirinya cekakakan.
Hingga pada akhirnya mau tak mau Arya pasrah dengan kondisi tubuhnya yang basah kuyup sambil berupaya mengejar Mika.
Namun Arya tidak merasa marah pada cewe judes yang sudah sejak lama sentimen padanya itu.
Malah kini Arya telah bergabung bersama berbagi keceriaan dengan Mika dan para pewaris muda lainnya di dalam kolam renang.
“Eh?!” Mika terkesiap sekaligus terhenyak saat tubuhnya terasa direngkuh dengan erat oleh seseorang. Namun didetik berikutnya Mika melotot tajam. “IH APA-APAAN LO?! JANGAN KURANG AJAR LO YA! LEPASIN GA?!”
Lalu Mika berseru galak setelahnya.
“GA!” Yang merengkuh tubuh Mika dengan erat menyahut tak kalah galak.
“ARYA APAAN SIH?!” Protes Mika dengan keras.
“Lo harus ganti rugi karena udah semena-mena nyeburin gue tadi sampe ponsel gue ikutan basah.”
“ARYA!”
Mika kembali berseru galak pada Arya seraya meronta untuk melepaskan diri dari rengkuhan Arya.
“Ahahaha!!!” Tapi didetik berikutnya Mika tergelak.
“Rasain nih!” Arya menggelitiki Mika tanpa ampun. “Kapok ga lo?!”
“Ampuunn!!! Ahahaha!!!”
Si jutek Mika tanpa sadar terpingkal karena gelitikan Arya di pinggir kolam, dimana keduanya menjadi tontonan para pewaris muda yang lain yang juga ikut tergelak melihat ‘penganiayaan’ Arya pada Mika.
Dimana mereka semua akhirnya mengompori Arya agar tak memberi ampun pada Mika sambil mereka tertawa-tawa. “Kelitikin aja sampe pingsan Kak Arya!” seloroh Isha. Lalu ia tergelak lagi.
Arya pun semakin gencar menggelitik area pinggang Mika, sambil ia sendiri terkekeh geli melihat Mika yang hampir tak berdaya karena kelitikannya.
Yang mana pemandangan tersebut tertangkap dari satu sudut backyard, dimana beberapa orang tua sedang duduk bercengkrama disana.
“Wah, roman-romannya ada yang bakal besanan ini??..”
Mami Prita nyeletuk sambil cengengesan, memandang pada dua orang yang nampak sedang bergelut di pinggir kolam renang sambil sama-sama tertawa lebar meski mereka semua juga tak menduga jika Mika dan Arya yang biasanya adu bacot, kini malah bercanda ria dan sekilas nampak akrab.
♥♥
‘Eh? ..’
__ADS_1
Momma yang hendak berjalan masuk ke area kediaman untuk pergi ke dapur guna memberitahukan pada para asisten rumah tangga untuk menyiapkan menu makan siang sekaligus menambahkan karena ada tamu yang bertandang itu spontan menghentikan langkahnya, kala mata Momma mendapati para cogan sedang berkerumun di area dalam kediaman.
“Eh Tan, Ni, ada apaan itu bapak-bapak pada ngerubung begitu?...”
Momma bertanya pada Nathan dan Sony yang datang dari arah dalam kediaman, dan kini sudah didekat Momma.
“Kalah laler!”
Nathan dan Sony langsung cekikikan.
“Lagi natar—“
Namun sebelum Nathan menjawab dengan lengkap, Momma sudah keburu memotong ucapannya. “Itu AA Appell bukannya?....”
Momma kembali bertanya selepas celingukan menegaskan siapa yang sedang berdiri berhadapan dengan kakak gantengnya itu.
“Ho oh!” jawab Nathan menirukan logat bekasi Momma yang masih nyantol biar udah lama beut tinggal di London juga.
“Kenapa dia?....”
Momma kembali bertanya.
“Lagi ditatar sama The Dads, Aunt.”
Sony yang menjawab pertanyaan Momma dengan sedikit berbisik.
“Wah elah, kalah ospek!”
Nathan dan Sony mendengus geli.
“Mau diapain itu anak orang dikerubungin begitu? ..”
“Lagi di shock therapy dulu sama Daddy R and Poppa.”
Momma manggut-manggut saja. “Sian bener anak orang----”
Lalu Momma geleng-geleng prihatin.
“Jadi korban aki-aki wannabe yang kurang hiburan.”
♥♥
“Si ulet bulu mana?” tanya Nathan pada Momma.
Nathan, Momma dan Sony masih berdiri diantara pintu pembatas backyard dan ruang tengah yang memiliki space kosong dimana hanya ada beberapa furniture dan meja bundar agak besar dengan vas bunga yang dipadankan dengan meja tersebut di atasnya.
“Di kolam renang sama yang lain.” Jawab Momma. “Kenapa?” lalu bertanya kemudian.
“Mau jagain itu bocah biar ga ngeloyor kesini sebelum ospek selesai! ..”
Nathan menjawab Momma sambil terkekeh kecil. Lalu berhembus dari hadapan Momma bersama Sony untuk menuju ke area kolam renang.
Sementara Momma mendengus geli saja sepeninggal Nathan dan Sony.
“Momma ngapain berdiri disini? ..” itu Aro yang mendekat pada Momma dengan berbasah-basahan
“Sstt!”
Momma langsung menyergah sambil mendesis dengan satu telunjuknya yang Momma letakkan dibibirnya.
Aro pun spontan melipat bibirnya dan mingkem otomatis. Lalu matanya mengarah kemana mata Momma mengarah.
“Kak Kafeel kenapa? ..”
Aro bertanya dengan berbisik pada Momma, karena kan Momma tadi menyuruhnya mingkem. Tapi berhubung Aro kepo, jadi mulutnya sliding begitu saja untuk bertanya.
Aro dengan cepat mengetahui siapa yang sedang berdiri berhadapan dengan para Dad berikut Uncle Rico yang juga ada dalam kerumunan cogan-cogan itu, karena tubuh Aro memang tinggi menjulang seperti para Dad dan para saudara lelakinya, kecuali Ares yang tingginya badannya belum menyamai tinggi para abang dikarenakan Ares adalah bontot dalam garis para pewaris muda generasi Abang Varen.
Meski memang Aro dan Rery belum pas menyamai tinggi para Dad dan dua abang mereka, tapi tinggi badan keduanya diatas rata-rata tinggi badan remaja pria seusia mereka.
Jadi, tidak seperti Momma yang harus celingukan dulu untuk dapat menegaskan siapa yang sedang berdiri dihadapan Daddy R - Aro hanya tinggal menelengkan kepalanya sedikit saja untuk melihat siapa orang yang ada tepat dihadapan Daddy R, dimana orang tersebut setara tingginya dengan salah satu Daddy dalam keluarga mereka.
“Lagi diospek kata Kak Tan-Tan –“
Momma menjawab tanpa melihat pada Aro, karena masih sibuk memperhatikan itu kerumunan cogan.
“Ospek? ..”
Aro sedikit heran.
“Sstt dah jangan banyak tanya, liatin aja!”
Kembali Momma menyergah, dan Aro pun manut.
Lalu Aro manggut-manggut, paham sendiri.
“Oh, lagi dites itu ceritanya Kak Kafeel? ..”
“Iyes.” jawab Momma dengan cepat.
“PNS kali ah!”
Aro nyeletuk dan Momma terkikik.
Dan Aro, yang tadinya juga ingin ke dapur seperti Momma, malah ikut-ikutan satu Mom-nya yang terkenal ceriwis dan gesrek yang dominan itu menonton drama ospek penerimaan calon keluarga baru.
“Aro!”
Suara Daddy Dewa terdengar memanggil bujang yang sedang berdiri bersama Momma, berikut orangnya yang menoleh ke arah dua orang tersebut.
“Yes, Dad?!”
Aro lekas menyahut.
“Ambilkan sarung!”
“Heu? ..”
“Apaan? ..”
Momma dan Aro sama-sama mengernyit, lalu saling pandang sesaat. Sama-sama heran tak paham.
“Sarung?? ..”
Lalu keduanya sama-sama saling bertanya satu sama lain kemudian.
Heran berduaan.
“Sarung buat apaan coba? ..” kata Momma disamping Aro. “Si Kafeel di tes suruh ngeronda?”
♥♥♥♥
__ADS_1
To be continue ..