
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama Keluarga The Adjieran Smith, Jekardah, Indonesiah,
Ada seorang Mikaela Finn Adjieran Smith yang sedang menjawab lamaran dari seorang Arya Narendra.
“Seperti yang gue bilang, gue ga suka masak.. Jadi kalo lo fine setelah kita nikah nanti gue ga akan bisa masakin lo ... maka iya ... gue terima lamaran lo ini, Arya Narendra..“
“Beneran Mi?! ..”
Yang orangnya langsung nampak begitu berbinar dan bersemangat.
“Iya ..” jawab Mika. “Kalau lo bisa terima seumur hidup lo jadi suami gue nanti, lo ga akan pernah yang namanya gue masakin –“
“Ga masalah! Restoran banyak! .. Mentok – mentok gue minta masakin Mama Shireen buat kita makan tiap hari! Yang penting sekarang, lo terima lamaran gue? Diluar urusan masak – memasak.”
“Iya, gue terima lamaran lo ini, Arya Narendra ..”
💘💘💘💘💘💘💘
“Makasih, Mi,” ucap Arya setelah Mika menegaskan kalau lamarannya telah diterima oleh si Neng Judes tercintanya itu.
“Iya, sama – sama.”
“I love you, Mi ... gue bahagia banget,” ucap Arya setelah ia menyematkan cincin yang sudah ia persiapkan itu di salah satu jari Mika yang langsung menjawab ucapan romantis Arya, kala pria itu kemudian mengecup punggung tangan Mika setelah menyematkan cincin di salah satu jari si Neng Judes itu.
“I love you too, Ar ..“
Dimana setelahnya, Arya yang bangun dengan perlahan akibat kakinya kesemutan karena kelamaan bersimpuh itu – membawa Mika dalam pelukannya.
💘💘💘💘💘💘💘
Aura senang dan bahagia mengurai di KUJ saat ini, dengan Arya yang masih rasanya tak percaya kalau lamarannya secara spontan hari ini ternyata diterima Mika – meski lamaran Arya yang terkesan spontan itu, sebenarnya juga sudah Arya tekadkan – mengingat ucapan kedua orang tuanya yang memberikan wejangan yang mana garis besarnya adalah Mika hanya seorang manusia yang hatinya bisa berubah – mumpung sekarang, pas emang lagi sayang – sayangnya, mending dicoba lagi untuk mengikat Mika terlebih dahulu – biar ‘pager’ nya agak tinggian dikit dari status yang baru jadi pacar.
Walaupun sempat ada insiden yang sempat mengundang kericuhan, toh semua kan sudah diluruskan. Arya sudah membuktikan kalau apa yang Mika lihat di apartemennya itu hanya sebuah fitnah murahan, akal – akalan licik itu mantan tunangannya Arya. “Makasih sekali lagi, Mi ...” bisik Arya di telinga Mika, dengan gurat bahagianya yang mendominasi – walau dengan kakinya yang Arya rasa sudah kesemutan.
“Sama – sama, Ar,” jawab Mika kemudian.
“Ini hadiah ulang tahun gue yang ter – the best.”
Arya berujar sembari menggenggam tangan Mika.
“But very sorry, kalau cara gue melamar lo sesederhana ini. Ga bisa seromantis Kak Kaf waktu melamar Val di SIN –“
“Ini udah cukup romantis kok bagi gue.”
Mika lekas menukas ucapan Arya dengan ia menampakkan senyum manisnya, dimana Arya pun sedang terus saja tersenyum saking senangnya kalau lamarannya diterima Mika.
“Bukan caranya kan yang penting? ...” kata Mika lagi. “Tapi niatnya ... iya kan? ...”
Mika menambahkan, lalu Arya langsung mengangguk mengiyakan dengan sudut bibirnya yang kian Arya angkat.
Dimana keduanya lalu langsung saling bergandeng tangan, mengambil tempat di dekat mereka yang tadi ada saat momen Arya melamar Mika secara spontan itu, pun sudah juga memberi keduanya ucapan selamat atas upgrade nya hubungan Mika dan Arya sekarang, walau belum ada acara pertunangan secara resmi.
“Oh, by the way, Happy birthday, Boy.” Arya juga mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari orang tua Mika yang dimulai oleh Daddy Jeff yang mengucapkannya dan kemudian menyambar dari beberapa Dads dan Moms The Adjieran Smith lainnya yang ada bersama Arya sekarang, sementara para pewaris yang memang dekat dengan Arya sudah lebih dulu memberikan ucapan selamat ulang tahun pada Arya di saat waktu lewat jam 12 sampai dengan pagi harinya – baik secara langsung ataupun via chat.
Pun ucapan selamat ulang tahun dari keluarga Mika di London juga sudah Arya terima, mengingat memang begitu dekatnya Arya dengan keluarga Mika.
💘💘💘💘💘💘💘
“Lo ga ngucapin selamat ulang tahun ke gue? ...”
Arya lalu berujar pada Mika setelah ucapan selamat dari para orang tua Mika yang ada telah ia terima.
Pun ucapan selamat dari para saudara dan saudari Mika berikut Kafeel, yang mereka lakukan lagi pada Arya.
Yang kini dilakukan langsung dengan menjabat tangan Arya disertai pelukan keakraban, dimana hal itu sudah cukup menggambarkan betapa dekatnya Arya dengan keluarga Mika.
“Kado nyusul!” celetukan yang dicetuskan oleh para pewaris dan lainnya pada Arya setelah memberikan ucapan selamat ulang tahun, dimana celetukan itu lalu menyambar dengan kata – kata yang kurang lebih sama.
“Gue udah kirim pesan kan? ... dan itu pasti udah lo baca tepat saat ulang tahun lo tiba semalam di waktu pada kota ini.”
Jawaban Mika lalu terdengar menanggapi ucapan Arya tadi, yang mengingatkan Mika yang tidak ikut menyalaminya sambil mengucapkan selamat ulang tahun.
“Ya ilah, masa ama yayang secuek itu??? Cuma lewat pesan aja ngucapinnya? Dan gue yakin itu pesan berwaktu mengingat lo susah gue hubungi semalem, plus kedatangan lo yang tiba – tiba ke Jakarta.”
Arya pun membalas ucapan Mika, yang orangnya langsung mengulum senyum – “Ya gue kan rencananya mau kasih lo surprise?” ucap Mika kemudian. “Tapi malah gue yang dapet surprise, meskipun cuma kesalahpahaman –“
“Sekali lagi gue minta maaf buat hal itu ya, Mi? ...”
“Iya –“
“Bisa kali sekarang gue dapet ucapan selamat ulang tahun yang mesra dari calon istri?”
Mika lalu tersenyum geli mendengar ucapan Arya barusan.
“Belum bener – bener resmi, okay? –“
“Judulnya lo udah terima lamaran gue, meskipun kita belum nyelenggarain pesta pertunangan gede – gedean. Yang mana itu tetep berarti lo sekarang adalah calon istri gue.”
“Iyaa Arya Narendra ... gue paham soal itu.”
Arya lalu terkekeh kecil mendengar ucapan Mika yang terdengar malas namun manja barusan.
“Happy birthday ya Ar, wish you all the best. Semoga hal – hal spesial yang lo dapat di ulang tahun lo kali ini, dapat terus lo dapatkan di setiap harinya setelah ini –“
💘💘💘💘💘💘💘
“Makasih, Mi.”
Yang Arya katakan dengan dirinya yang kini tersenyum haru setelah mendengar ucapan Mika tadi yang menyertai ucapan selamat ulang tahun si Neng Judes tercintanya itu padanya.
“Dan lo yang paling spesial diantara semua hal spesial yang gue dapat sekarang ini. Yang ingin gue miliki sampai gue menua dan mati nanti –“
“Tapi kali tua lo jelek dan sakit – sakitan gue tinggalin ya?”
Mika menukas ucapan Arya, namun kiranya tukasan itu adalah sebuah candaan yang membuat keduanya kemudian terlibat obrolan santai yang disertai senyuman dan tawa.
“Oh iya.”
“Kenapa? –“
__ADS_1
“Mau hubungi Papa dulu, soalnya gue sempet bilang soal niatan gue melamar lo hari ini kalo masalah yang sempet bikin lo marah bisa gue kelarin hari ini, dan Papa minta dikabarin gimana – gimananya.”
“Ohh ...” jawab Mika. “Ya udah hubungi gih? –“
“Gue vc aja ya? Hubungi Papa bareng lo? –“
“Iya boleh ...”
Mika pun langsung mengiyakan permintaan Arya.
Dimana keduanya lalu menghubungi Papa Rico menggunakan ponsel Arya.
“Lo kalau mau balik buat melakukan kebiasaan saat ada yang ulang tahun di keluarga kalian, silahkan aja lo, Ar –“
“Dan gue akan ajak lo kali ini, karena lo udah jadi bagian keluarga Narendra sekarang.”
Arya menukas ucapan Mika sambil memencet gemas hidung Mika yang lalu menampakkan senyumnya.
“Ya walaupun keluarga kita juga udah jadi satu keluarga meski dengan nama belakang yang beda, dan dari sebelum kita ada hubungan selain kekeluargaan ...”
Arya menambahkan.
“Tapi saat ini, gue akan bawa lo sebagai calon istri gue di depan keluarga gue ... bukan sebagai ade – adean lagi dan udah upgrade dari sekedar pacar.”
Mika mengangguk, lalu bertanya. “Terus acara makan malam keluarga lo itu di rumah atau di luar? –“
“Di rumah,” tukas Arya dan Mika mengangguk lagi.
💘💘💘💘💘💘💘
“Jadi rencana nikah, dalam waktu dekat apa gimana? ...”
Pada akhirnya, makan malam yang biasanya keluarga intinya Arya selalu lakukan andai dari 4 orang anggota keluarganya Arya itu ada yang berulang tahun dan sudah direncanakan sebelumnya oleh keluarga intinya Arya itu – tidak diselenggarakan di kediaman pribadi keluarganya Arya.
Melainkan dipindahkan ke KUJ, atas pertimbangan dari dua belah pihak keluarga – baik dari keluarga The Adjieran Smith yang berada di Jakarta, serta keluarga Narendra.
Apa yang sudah dipersiapkan oleh mamanya Arya, yakni makanan cukup spesial yang disiapkan olehnya untuk suatu hal yang menjadi kebiasaan dalam keluarga Narendra di setiap ada yang berulang tahun – diboyong ke KUJ.
Yang mana makanan itu pastilah ditambahkan oleh si empunya kediaman yang menjadi tempat perayaan ulang tahun Arya yang sederhana saja karena berupa makan malam keluarga, sekaligus merayakan kalau Arya telah sukses melamar Mika.
Tak hanya dihadiri oleh keluarga Mika dan Arya saja, tapi 2 orang anggota keluarga Kafeel pun diundang juga untuk berpartisipasi dalam acara makan malam untuk 2 buah perayaan itu – termasuk juga Simon yang memang menginap di KUJ sampai nanti tiba pria ‘belok’ itu kembali ke London.
“Aku sih terserah si Neng Judes aja kapan maunya. Kapan Mika siap.” Arya lalu menjawab celetukan pertanyaan dari ayah kandungnya sambil menoleh pada si Neng Judes tercinta, sambil sedikit menyundulkan kepalanya hingga bersentuhan dengan kepala Mika. “Kalo aku secara lahir batin, Insya Allah siap andai emang mau nikah dalam waktu dekat. Kurang dikit biaya, nanti warisan kakek Yasseer, warisan dari Papa, aku klaim duluan –“
“Nyumpahin gue cepet mati, lo? –“
“Yeu sensi banget Pak Jendral –“
“Mika masih ga mau nikah muda emangnya?”
Pertanyaan lalu terlontar dari mulut ibunya Arya, selepas dia menggeleng malas melihat interaksi suami dan anaknya yang memang sering debat unfaedah dan setelah mereka yang mendengar dan melihat sesi debat unfaedah Arya dan sang ayah – Papa Rico, terkekeh kecil karena 2 orang itu.
“Kalau boleh jujur, Mika memang belum merasa siap jadi seorang istri. Kalau secara batin, dan menjawab pertanyaan Mama tentang apa aku masih ga mau nikah muda, aku udah merubah persepsi ku tentang itu setelah beberapa hal yang sudah terjadi di belakang. Terserah, kalau aku dianggap menjilat ludah aku sendiri –“
“Ya engga lah, Mi,” tukas Arya.
💘💘💘💘💘💘💘
“Tul!”
Sony yang duluan menanggapi ucapan Papa Rico barusan.
“Iya pake banget ...”
Mama Shireen pun langsung juga menimpali ucapan Papa Rico di satu detik setelah Sony mencetuskan celetukannya.
“Thank you, Pa, Ma, Kak Sony ...” Mika kemudian angkat suara. “Sudah meninggikan Mika seperti itu –“
“Karena memang kamu setinggi itu kok di mata kami, Sayang. Terlepas dari nama besar keluarga kamu, yang mana Papa sama Mama inginnya diantara Sony atau Arya, memang ada yang mempersunting satu princess di keluarga ini yang kami yakin, mau sekanak – kanak dan semanja apapun bahkan dengan kekeraskepalaan kalian para princess The Adjieran Smith, kalian punya poin sangat lebih daripada gadis – gadis di luar sana ...”
Papa Rico bicara panjang lebar.
“Yang sedikit banyak punya apa yang orang tua kalian miliki dalam sifat. Yang baik dalam hal ini. Hal buruk ga perlu disebut, karena setiap orang punya sifat buruknya masing – masing, walau berbeda kadar. Dan seburuk – buruknya sikap dan sifat kalian para princess The Adjieran Smith, tetap kalian paham apa yang disebut harkat dan martabat. Kalian bisa saja melakukan apa yang kalian mau, meski ada batasan yang Papa yakin meskipun kalian melanggar batasan itu, kalian hanya akan mendapat omelan dari The Parents.”
“.....”
“Tapi dengan apa yang kalian punya, dimana untuk itu kalian bisa melakukan semua hal sesenang hati kalian – katakanlah begitu, tapi nyatanya kalian tetap bisa membentengi diri. One in a million di jaman sekarang, mengingat dan melihat bagaimana para gadis dari keluarga kaya punya kelakuan kebanyakan.Yang akrab banget sama yang namanya Club, alcohol and drugs. Yang mana tidak ada satu pun princess The Adjieran Smith yang seperti itu bukan? Walaupun sesekali kalian main ke tempat itu. Tapi ga ada alcohol yang kalian sentuh kan, kalaupun ada hanya sekedar mencoba, bukan? And drugs? Papa yakin betul, untuk yang satu itu tak pernah kalian sekalipun mencoba bahkan mendekati, termasuk itu si Tan – Tan yang paling sering main ke Club bareng nih satu ... “
Papa Rico menunjuk anak sulungnya.
“Wes! Engga dong!“
Sony lalu menyambar.
“Kalo mabok sih jangan di tanya –“
“Aku engga pernah sampe mabok kek si Sony ya?”
Nathan yang kemudian menyambar.
Yang merasa lalu terkekeh.
“Tapi lo demen maen cewe.”
Sony menimpali ucapan Nathan kemudian.
“Betul apa betul??” goda Sony pada Nathan sambil ia cengengesan dan melirik pada Via. “Udah tau kan ya, kalo laki lo nih mantan playboy kelas kakap, Vi? ...”
“Paham ...”
Via menyahut dengan tenang seraya ia tersenyum.
“Cuma sebates pacaran loh Memsye. Itupun juga pelarian dari kamu ..."
Nathan pun menyambar, melakukan pembelaan diri.
“Parahnya sama kamu doang aku pacarannya ...” ucap Nathan lagi dengan entengnya.
Membuat Via langsung melotot pada suaminya itu sembari mengepret tangan si Tan – Tan yang suka kelewat longcer mulutnya.
Kekehan lalu keluar dari mulut semua orang di sekeliling mereka, kecuali Simon yang tak paham bahasa Indonesia.
“Di Keluarga ini, selain me and John – was, ini anak yang paling banyak minus kelakuannya di jajaran heirs generasi Abang sampai Ares.” Daddy Jeff selaku ayah kandung Nathan angkat suara. “Ga bisa dijadikan contoh –“
__ADS_1
“Itu masa lalu, oke?” sambar Nathan. “Ga liat apa nih anaknya udah jadi suami dan bapak siaga, sigap, penuh kasih sayang dan perhatian,” sambungnya. “Ya ga, Memsye Via? –“
“Bodo!”
💘💘💘💘💘💘💘
Meneruskan ucapan Mika tentang ketidaksiapannya secara batiniah untuk menjadi seorang istri dalam usianya kini, si Neng Judes itu kemudian melanjutkan kembali apa yang sebelumnya ingin ia utarakan.
Mika siap menyandang status sebagai istri, namun ia ragu bisa menjalankan kewajibannya selayaknya istri. Kecuali urusan ranjang. Ehem!
Kalau soal yang satu itu sepertinya sesuatu yang kiranya Mika anggap mudah, karena seyogyanya, urusan syubiduppappaw alias nananina dapat dipelajari dengan mudah.
Secara natural, manusia akan sangat mudah mempelajari itu yang namanya ‘seni reproduksi’. Bukan begitu?
Begitu.
Tentu,
Mika juga tidak perlu khawatir soal bagaimana ‘melayani’ suami di ranjang, karena nanti Mika akan tahu bahwa dirinya punya para Moms yang kaliber dalam yang namanya ‘seni reproduksi’.
Jurus birama maut release contraction akan sampai pada Mika, sebagaimana ‘ilmu’ dahsyat yang bisa membuat para pria The Adjieran Smith ‘kejang – keja**ng’ di atas ranjang itu telah diturunkan pada Drea serta Via.
“Aku takut aku tidak bisa mengurusi Arya selayaknya seorang istri yang mengurusi suaminya.” Ucapan Mika yang menerangkan keraguannya untuk menikah dalam waktu dekat dengan Arya, yang kemudian langsung disambar oleh mamanya Arya.
“Belum, Sayang. Bukan tidak bisa –“
“Iya, May. Mama Shireen benar. Semua itu butuh proses.”
Gamma yang kemudian menimpali ucapan Mama Shireen.
Yang lalu diaminkan oleh para Moms dan dua nenek lain yang ada, berikut juga Drea dan Via.
“Kalau Kak Via memang sudah jelas terlihat pembawaannya yang dewasa ...” kata Gamma lagi. “Bisa membuat Kak Tan – Tan kamu menjadi pria seperti dirinya sekarang,” tambah Gamma. “Tapi coba lihat Kak Drea? Dia dinikahi Abang saat usianya 17 tahun, tapi seiring waktu Kak Drea bisa membuat dirinya menjadi seorang istri selayaknya seorang istri dengan segala kekurangan yang masih ada.”
“Iya May.”
Drea lalu angkat suara.
“Kak Drea bahkan jauh banget dari kata siap buat jadi seorang istri waktu dinikahin Abang. Boro – boro bisa masak, yang bangunin Kak Drea saat subuh tiba, yang nyiapin baju Kak Drea bahkan Abang yang juga sering menyiapkan makanan buat Kak Drea di awal – awal kami nikah. ABG yang dinikahin secara –“
“Tapi aku senang melayani anda, Nyonya Alvarend ...” sambar Varen seraya ia tersenyum lalu mengecup sebelah pipi Drea yang kemudian tersenyum sumringah.
Lalu ledekan singkat tercetus dari Nathan pada keduanya. Dan tentu saja ledekan Nathan padanya dan Varen itu langsung Drea balas dengan ucapan dan sikap yang mengundang kekehan orang – orang di sekitar mereka.
Baru kemudian Drea melanjutkan lagi tambahan dari apa yang telah dia sampaikan untuk Mika. “Jadi maksud Kak Drea tuh, kalau emang kamu udah yakin sama Kak Arya secara macem Kakak, kayaknya udah ga ada yang perlu ditungguin lagi?” kata Drea. “Kak Arya usianya mateng udah. Poppa aja nikah usia 26 kan? Terus ukuran mapan, Kak Arya rasanya juga sudah cukup mapan, Mi.”
“Insya Allah sandang pangan papan bisa aku penuhi. Asal jangan Mika minta tempat tinggal kek ini rumah atau macem Great Mansion.”
Arya lalu berceletuk dan ramai kekehan kecil pun terdengar.
“Tenang aja Mi, kalo cuma rumah yang ada kolam renangnya mah gampang. Papa sama Mama tambahin entar kalo duitnya si Recehboy kurang.” Celetukan lain datang dari Papa Rico, hingga kembali mengundang kekehan.
Lalu Drea kembali melanjutkan apa yang ingin ia sampaikan berdasarkan pendapatnya. “Yang penting kan, Kak Arya udah tau kamunya gimana. Terus kalau dia ga keberatan dengan itu, kayaknya kamu ga perlu takut buat menyandang gelar sebagai istri di umur kamu sekarang.”
“Betul itu!”
Mom Ichel menimpali.
Persetujuan atas ucapan Drea itu kemudian bergulir tak hanya dari Mom Ichel setelahnya.
“Itu, satu dara yang manjanya lebih – lebih dari Aina aja udah siap sekali jadi istri.” Kemudian ucapan terlontar dari mulut Dad R yang menunjuk ke arah Val.
Dimana yang bersangkutan langsung tersenyum berlebihan.
“Memang apa susahnya menjadi istri?” komentar Val kemudian. “Val dapat belajar dengan cepat pasti menjadi istri yang baik untuk Kak Kafeel, selain Kak Kafeel pasti akan sabar sampai Val dapat beradaptasi dengan baik untuk menjadi istri yang sempurna. Iya kan, Kak? –“
“Iya dong. Harus,” tukas Kafeel.
“Meski manja Val juga berlebihan, tidak masalah kan, Kak?”
Val kembali berujar pada Kafeel di sampingnya yang langsung manggut – manggut antusias.
“Mau semanja apapun kamu, Tuan Putri. Meski ga bisa apapun, aku ga peduli. Yang penting satu, kamu selalu cinta aku –“
“Hmm ... mulai deh ngegombal receh ...” celetuk Bunda Magda, ibunya Kafeel. Yang langsung dikomentari oleh Kafeel.
“Biar receh juga, eta teh dari haté pangjerona ...” begitu balas Kafeel atas celetukan sang bunda yang meledeknya.
Dimana sekali lagi membuat kekehan terdengar di area ruang makan KUJ, dimana gombalan – gombalan receh lain pada akhirnya bak gayung bersambut dari para pria muda untuk pasangannya.
Menambah hangatnya sesi makan malam di KUJ saat ini, meski tidak semua anggota inti keluarga The Adjieran Smith hadir malam ini.
Namun doa mereka berikut sukacita sudah diikutsertakan berikut rencana akan ada makan malam lagi untuk perayaan menuju kebahagiaan yang baru dengan personel lengkap tanpa terkecuali.
💘💘💘💘💘💘💘
“Pokoknya Mi, kalau memang lo siap nikah paling engga dalam tahun ini, gue akan tutup mata buat semua kekurangan lo. Meskipun kadang lo sulit dimengerti kek coret – coretan dosen pada lembar skripsi buat direvisi, gue akan terima dengan lapang dada.”
Arya yang bicara.
“Dan layaknya skripsi, Mi ... lo sulit. Tapi tetep harus diperjuangin dan diselesain buat masa depan.”
“Hiyahiyahiya,” Isha yang lalu menimpali gombalan Arya pada Mika dengan sikap konyolnya. Yang mana kekonyolan Isha kemudian – tentu saja mendapat dukungan dari saudara kembarnya.
“Coba raja bucin. Abang Varen ... gombalan receh nan mautnya manaa?? –“
“Tanya Kak Drea.”
Varen langsung menanggapi celotehan Aro dengan wajah datarnya.
Drea langsung sedikit mengernyit dan menoleh pada suaminya itu.
“Kok tanya Drea? ... Drea mana pernah menggombali Abang coba? ...” kata Drea kemudian. "Tanya apa gitu sama Drea?"
“Drea mengijinkan Abang kangen sehari berapa kali? Soalnya Abang takut overdosis rindu –“
Eyyaa .....
💘💘💘💘💘💘💘
💘💘💘💘💘💘💘
To be continue ...
__ADS_1