HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
THE PROCESSION


__ADS_3

P R O S E S I


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama Keluarga The Adjieran Smith, Jekardah, Indonesiah,


“Kalian tidak percaya jika perkataanku dapat aku wujudkan?.... jika aku mengatakan kalian menikah hari ini juga, bahkan para bocah tengik tua ini pun tidak akan bisa menahanku untuk mewujudkannya.”


“Percaya, Gap, percaya. Keluarga seniornya Sultan, ye kaann??”



“Aku perlu minta Bunda dateng ke sini ga?”


“Kalau Magda memang tidak repot dan mau datang, silahkan aja. Termasuk Cello dan Rico ya, Arya?”


“Si Sony juga kalau lagi free suruh datang juga—“


“Iya bener. Paling engga kita harus udah persiapkan buat acara hari ini juga. Ngelist semua persiapan, dan baiknya keluarga kamu, Ka.... sama kamu juga Ar, dateng kesini buat kita diskusiin bareng-bareng.”


“Oke, Momma—“


“Ya udah aku telfon Mama dulu—“


♥♥


Perencanaan mengenai acara lamaran berikut pertunangan Val-Kafeel serta Mika-Arya sudah rampung dibicarakan dan disusun serta diatur sedemikian rupa oleh tiga pihak keluarga. Lalu dari hari cetusan waktu kapan perhelatan lamaran sekaligus pertunangan yang akan dibagi dalam dua sesi itu, kerepotan mengurus ini itunya sudah jelas terlihat di KUJ.


Kerepotan tambahan tentunya ada pada keluarga Kafeel dan Arya.


Atas nama pihak dari laki-laki yang akan melamar, tentunya mereka punya kerepotan tersendiri.


Apalagi ini yang mau dilamar adalah dua putri dari keluarga teramat crazy dari keluarga crazy rich yang bertebaran di muka bumi.


♥♥


Tiga hari ke depan dari cetusan waktu untuk acara lamaran dan pertunangan dua pasang sejoli yang kedua pasang itu sama-sama pernah putus tali cintanya, sampai ke hari dimana acara itu akan dihelat sungguhlah singkat.


Namun begitu, atas nama uang dan kuasa, semua persiapan dapat terealisasi sesuai rencana—dan keluarga dari pihak wanita terutama, sudah tinggal ongkang-ongkang kaki saja.


Yah, tidak juga kelewat santai dan menyerahkan semuanya kepada orang atau pihak yang diberi tanggung jawab untuk keberlangsungan acara lamaran dan pertunangan Val dan Mika dengan pasangannya masing-masing.


Keluarga The Adjieran Smith masih ada repotnya juga, terutama yang wanita.


“Ini susunan acara mana?”


Itu Via yang sedang mengecek kembali bagian tugasnya.


Sebenarnya sudah ada EO & WO yang bertanggung jawab untuk itu.


Namun yah—sekali lagi, namanya juga perempuan.


Selain Via memang ingin sekali direpotkan dalam mengurus acara lamaran dan pertunangannya Val dan Mika dengan pasangan masing-masing, karena keduanya adalah adik ipar dari keluarga suaminya yang Via sangat sayangi.


Via mau ikut andil sebanyak-banyaknya, sampai nanti hari pernikahan tiba. Atas dasar Via sayang pake banget, selain memang Via selalu merasa hutang budi pada keluarganya Nathan. Yang mau menerima dirinya dengan segala kekurangan Via sebagai anak broken home, lalu sempat bermasalah dengan mentalnya.


“Udah dipegang MC, Vi.” Lalu Momma yang kemudian menjawab pertanyaan Via itu.


“Harusnya kan kita dapat copynya, Mom?—“


“Coba telfon Mia.”


“Oke.”


Lalu cetusan-cetusan dari gambaran kerepotan para wanita The Adjieran Smith pun gantian terdengar.


“Tamu-tamu yang mau diundang udeh yakin tuh ga ada yang kelewat?”


“Makanan dicheck lagi, apa sudah sesuai dengan menu yang kita pilih—“


Dan sebagainya.


Baru lamaran sama tunangan ini ya.


♥♥


“Oh iya, kenapa sih, Kak Kafeel dan Kak Arya berikut keluarganya beserta rombongan mereka tidak sekalian saja menginap di hotel yang sama dengan kita semua?”


Val yang bertanya itu.


“Ya mungkin biar terasa seperti lamaran pada umumnya. Pihak pria datang ke rumah pihak wanita. Seperti tradisi disini pada umumnya.”


Mika yang menjawab Val.


“Oh iya ya, Kak Kafeel juga waktu itu kan melamar Val tidak menginap di KUJ—“


“By the way Val, kamu sudah cerita pada Kak Kafeel mengenai Snow White Syndrome kamu itu?”


“Aku bahkan tidak ingat aku memiliki syndrome itu, Ann—“


“Tapi memang sudah ga pernah kambuh kan, Val?”


“Dari sejak terakhir aku mengalaminya lalu segera datang kesini selepas mengingat Kak Kafeel sih, seingatku aku belum pernah mengalaminya lagi.”


“Mungkin udah sembuh seiring kebahagiaan kamu yang balik setelah jadian lagi sama Kak Kaf.”


“Bisa jadi—“

__ADS_1


“Aamiin. Aku harap seperti itu.”


♥♥


“Ingat, besok acara akan di gelar pagi hari. Meskipun tidak pagi – pagi sekali, tapi tetap kalian sudah harus bangun sangat pagi selain memang harus melasanakan kewajiban Subuh, tak kisah kalian mau menjalankannya sendiri atau berjamaah seperti biasa.”


Daddy Jeff yang berkata itu, kepada beberapa anaknya yang sedang berada didekat si Papa Bear yang juga sedang bersama Daddy Dewa. Dikala mereka sudah datang di hotel tempat acara dan memang sudah sesuai rencana bahwa di H -1, mereka akan menginap di hotel tempat berlangsungnya acara.


“Iya Dad, tadi Momma udah bilang soal Subuh berjamaah di sini. Ini kan, bukan yang pertama juga kita bikin acara di hotel begini, terus nginep, dan selalu gelar sholat Subuh berjamaah,” ucap Isha yang pertama menanggapi ucapan Daddy Jeff tadi.


Dan ucapan Isha diiyakan cepat oleh beberapa saudara dan saudarinya yang sedang juga ada didekatnya. “Aku hanya mengingatkan.... Salah?....” Lalu Daddy Jeff juga dengan cepat menimpali ucapan Isha tersebut.


“Nope. Dad always right. Sama seperti para dad tercinta kami yang lain. Salahpun sepertinya tidak mau disalahkan."


“By the way, Dad rasanya tidak melihat Val sedari sore?”


Lalu Daddy  Dewa mencetuskan pertanyaan sambil celingukan, selepas sempat terkekeh kecil karena gumaman Ann yang tetap masih bisa ia dengar.


“Iya, Kak Val juga ga ikut jamaah Maghrib tadi.”


“Period mungkin? Kan biasanya Val berbarengan dengan May kalau PMS? Nah May setahuku sedang PMS sekarang.”


“Nah itu May.”


Isha menunjuk kala matanya menangkap keberadaan orang yang sedang ia dan beberapa yang bersamanya itu sedang bicarakan.


“May!”


Serempak, Isha dan mereka yang sedang bersamanya itu memanggil Mika yang baru saja datang ke area tempat kesemuanya yang sedang membicarakan Mika serta Val itu berada.


“Mana Val?” Daddy Jeff langsung bertanya pada Mika saat satu anak perempuannya itu sudah mendekat padanya.


“Dikamar mungkin?“


Mika menjawab pertanyaan Daddy Jeff, tepat setelah sebelumnya Daddy Dewa sempat berujar. Mengingatkan kesemua anak yang sedang bersamanya itu agar lekas pergi ke ruang jamuan hotel untuk makan malam bersama.


“Nah kamu bukannya dari kamar?”


“Engga. Aku kan tadi sempat kembali ke KUJ untuk mengambil perhiasanku yang kelupaan? Ini baru sampai lagi di sini....”


“Terus Val tidak ikut kamu?....”


“Engga....”


“Nah sedari sore dia ga keliatan wara-wiri diantara kami disini?---“


♥♥


“Omaygat!”


Isha memekik tertahan.


“Kenapa, Sha?”


Isha pun dengan cepat menjawab.


“Jangan-jangan sindrom snow whitenya Val, kambuh?!---“


♥♥


Kepanikan mereka yang menyadari satu hal yang belakangan mereka lupakan terkait Val itu langsung saja terbit. Jadi setelah Isha mencetuskan dugaannya, kemudian langsung membuat—baik Isha sendiri dan mereka yang sedang bersamanya, jadi agak kalang kabut.


Lalu langsung bubar jalan untuk menuju kamar hotel yang ditempati Val bersama Mika dengan segera dan tergesa tentunya. Dan kelakuan Isha berikut rombongan itu mendapat perhatian dari keluarga yang lain yang mendapat ‘bisikan’ soal dugaan tentang Val yang kambuh sindrom langkanya.


Sementara itu, segerombol orang sedang berinteraksi di dalam satu ruangan pada sebuah hotel bintang lima, tempat keluarga The Adjieran Smith menggelar acara lamaran dan pertunangan 2 incess mereka dan pasangannya masing-masing.


“Ish! Kenapa Val ditinggal sendiri disaat seperti ini?!”


“Panggil Celine!---“


“Kalau Val beneran kambuh sindromnya gimana?---“


“Kita dudukin aja tetep di kursi calon penganten. Pegangin, terus lukis matanya biar kayak orang melek.”


“Lagi begini masih sempet aje becanda!---“


“Siapa juga yang becanda? Fania ngomong bener lah.”


Sepasang ibu dan anak yang kadang kompak gesreknya pun terlibat debat kecil.


Yang seperti seringnya,  Unfaedah.


“Kalau si Val kambuh sindromnya, udah jelas-jelas, paling banter besok malam dia baru bangun....”


“Iya juga ya?---“


“Ha?! Benar kan yang Fania bilang? Mau ga mau kita tetep dandanin si Val, dudukin dia di kursi calon pengantin yang mau dilamar, terus dilukis deh tuh matanya biar kayak orang lagi melek supaya Kaka dan keluarganya yang udah siap buat ngelamar jadi ga sia – sia dateng ke sini---“


“Momma sayang.... My heart , my everything. Jika Val dibuat seperti yang kamu bilang itu, bukannya cantik tetapi dia macam boneka berhantu yang ada di film horor.” Poppa pun menimpali dengan cepat ide istrinya yang suka agak gesrek baik omongan dan kelakuannya itu.


“Ah, tapi menurut Prita sih, ide Kak Fania emang bisa dipake kalo beneran si Val kambuh sindrom putri tidurnya itu---“


“Adek sholehah emang si Prita,” tukas Momma saat Mami Prita berkomentar, dan komentar istrinya Papi John itu mendukung sang kakak perempuan kandungnya.


“Mau gimana coba? Udah tinggal besok acara. Kalo dibatalin bagian Kaka sama Val, ga kasian sama Kaka, Kak Magda sama Lena?.... Nih persiapan 3 hari buat ngelamar Val aja, Prita rasa mereka udah engap.”


“Iya benar juga sih yang Prita katakan---“


“Biar kata udah pernah juga ngelakuin ini sebelumnya.”


Mami Prita lanjut bicara, saat Mommy Ara menimpali ucapan adik kandung perempuannya Momma itu sebelumnya.

__ADS_1


“Tapi acara lamarannya kali ini kan ga sesederhana acara lamaran Val dan Kaka yang pertama di KUJ.” Mami Prita menambahkan. “Pasti Kaka dan keluarganya menyiapkan lebih dari apa yang pernah sebelumnya mereka siapkan waktu itu.”


“Iya sih, meskipun keluarga Narendra juga membantu Kaka, Magda dan Lena, tetap saja jangan sampai mereka jadi kecewa karena harus dibatalkan akibat syndromenya Val kambuh. Haish.... Ada-ada saja---“


“Semoga saja Val hanya jatuh tertidur biasa.” Ucapan Poppa lalu diaminkan oleh mereka yang sedang bersamanya.


♥♥


Lalu selang beberapa menit kemudian, di sudut lain hotel.


“Astaga Vaall!!....”


Dan harapan Poppa yang diaminkan oleh beberapa orang yang sedang bersamanya menunggu kabar dari mereka yang menyambangi kamar tempat Val menginap bersama Mika, kiranya mujarab.


“Ada apa sih?....”


Karena si sumber kepanikan nyatanya tidak sedang tertidur ataupun kambuh sindrom langkanya itu.


Malah dia juga terlihat datang bukan keluar dari kamarnya, melainkan dari arah lift dengan Achiel dan satu bodyguard yang sedang memegangi banyak tas belanja yang kebanyakan kantong kresek.


“Cari kamu!---“


“Cari aku, kenapa?....”


“Kamu ga kelihatan dari sore Val, jadi kami pikir syndrome kamu kambuh.”


“Aku tadi sempat tertidur memang, tapi hanya sebentar. Lalu saat aku bangun itu sudah waktu maghrib, dan berhubung aku sedang berhalangan dan akupun bosan di kamar dan berpikir kalau kalian pasti sedang berjamaah. Lalu aku ingat kalau disetiap weekend, akan ada bazaar di area seberang hotel ini jadi aku ke sana deh.”


Val lalu menjawab dengan santainya. Membuat mereka yang sudah menghampirinya jadi geleng-geleng dan mendengus saja.


"Masih berlangsung itu bazaar?---"


"Masih, dan akan rutin ada sampai beberapa bulan ke depan katanya---"


“Ya sudah cepat ke ruang jamuan sana---“


“Ih Val sudah beli banyak makanan kaki lima yang lebih menggugah selera---“


“Our dearest Vaal, kita ini sedang di hotei. Kenapa kamu malah jajan?---“


"Habis menggugah selera semua makanan di sana---"


“Beli apa aja Val?---“


“Banyak! Ada 20 gerai makanan, dan aku membeli setiap jenis makanan dari 20 gerai itu.”


“Astagaaaa---“


♥♥


Hari dimana acara lamaran berikut pertunangan Val dan Mika dengan pasangan pilihan hatinya pun tiba.


‘Belum-belum gue sudah gugup....’


Mika membatin di tempatnya setelah ia dan Val yang sudah rapih dengan atasan kebaya modern berwarna biru torquoise yang seragaman berdua.


Mika dan Val sama-sama sudah nampak segar dan cantik tentunya.


Selain karena make up, bahagia yang dirasakan oleh Mika dan Val juga ikut andil dalam membuat wajah cantik mereka jadi lebih spesial dari biasanya yang sangat minim make up.


Namun make up yang sudah diaplikasikan oleh tim MUA ke wajah Mika dan Val untuk acara mereka ini, hanya natural saja, disesuaikan dengan pakaian yang keduanya kenakan untuk acara lamaran dan pertunangan mereka dengan pasangannya masing-masing itu.


‘Baru lamaran dan pertunangan, ga kebayang gimana gugupnya gue saat hari pernikahan gue dan Arya?---‘


“Gugup ya, May?....” Suara Val menarik Mika dari lamunannya. “Aku saja gugup, padahal aku sudah pernah mengalami momen ini.”


“Iya Val, agak gugup aku sekarang. Padahal semalam masih tenang-tenang aja---“


“May, Val, yuks?....” suara Aro memotong ucapan May yang sedang bercakap dengan Val itu. “AA Apel sama Kang Mas Arya dan rombongannya udah di lobi---“


“Bukankah kami tidak muncul dulu sampai keluarga pihak pria mengatakan maksud dan tujuan mereka?---“


“Iya memang begitu, tapi kalian nanti tunggunya di ruang tunggu dalam Hall juga.”


Drea yang memang sedari Mika dan Val dirias sudah berada di tempat yang sama dengan keduanya bersama para incess yang lain, menimpali ucapan Aro yang didaulat untuk menjemput Mika dan Val bersama dengan Rery dan Ares—dimana ucapan Drea kemudian langsung mendapat respons dari Mika dan Val, lalu keduanya langsung beranjak dari tempat duduk mereka—untuk pergi ke tempat yang tadi Drea katakan, sebelum muncul setelah pihak pria memberikan pernyataan atas maksud kedatangan mereka—untuk memberikan jawaban atas pernyataan dari pihak pria tersebut.


♥♥


Singkat kata, dua pria yang hendak melamar dua gadis yang sudah duduk anteng dalam sebuah ruangan yang terhubung dengan tempat acara dan hati mereka agak berdebar-debar, sudah hadir dan disambut oleh keluarga dari pihak wanita.


Suara MC terdengar lagi, mewakili pihak keluarga perempuan untuk mengucapkan selamat datang pada rombongan pihak laki-laki—yang selanjutnya diteruskan dengan sempilan cerita tentang dua pasang sejoli yang akan melakukan prosesi lamaran dan pertunangan itu.


Kekehan terdengar, ketika perwakilan keluarga masing-masing dari pihak pria dan wanita berdiri dan menyempilkan cerita lucu mengenai calon mereka—setelah MC sempat memberikan monolog singkat tentang pertemuan dua pasang sejoli itu hingga mereka saling jatuh cinta.


Membuat Mika, Val, Arya serta Kafeel jadi tersenyum sendiri di tempatnya masing-masing mengingat kenangan mereka itu saat MC sedang bermonolog singkat tentang hal tersebut—selain terkekeh juga, karena dibalik cerita romantis tentang bagaimana mereka jatuh cinta, terselip cerita lucu didalamnya.


♥♥


Setelah kekehan mereda, MC lalu berbicara mewakili pihak keluarga untuk menanyakan maksud kedatangan pihak pria—dan pihak pria, diwakili Papa Rico yang berbicara atas nama Kafeel dan Arya—mengutarakan tujuan kedatangan dirinya dan dua pria yang sedang mengapitnya itu beserta rombongan.


“Untuk selanjutnya, mari kita hadirkan yang ditunggu-tunggu oleh Mas Kafeel dan Mas Arya---“


Lalu apa yang diucapkan MC selanjutnya, membuat Arya dan Kafeel yang masing-masing memegang sebuah buket bunga—memasang senyum lebar mereka,ketika nama masing-masing pujaan hati Kafeel dan Arya disebutkan oleh sang pembawa acara.


Dan tak lama setelahnya, Mika dan Val pun muncul dengan diiringi para saudara dan saudarinya. Membuat Kafeel dan Arya makin meninggikan sudut bibir mereka, kala sang gadis pujaan sudah ada dalam pandangan—lalu dua pasang sejoli itu saling melempar senyum kepada pasangan masing-masing.


♥♥


Tiap kali aku liat kamu, aku berbunga-bunga. Apa ini yang namanya riba?


❤❤❤

__ADS_1


To be continue....


Enjoy always yawgh!


__ADS_2