
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
England ...
“Jika tahu-tahu Kak Arya memberikan surprise yang sama seperti Kak Kafeel memberikan surprise padaku, bagaimana?... Melamar kamu secara resmi?... Apa kamu akan menolaknya?...“
Ucapan Val yang juga mencakup pertanyaan itu, membuat Mika langsung menoleh kepada Val.
Sebelum akhirnya Mika menatap Val dengan dirinya yang tercenung sesaat. “Aku tidak tahu.“
Mika mengendikkan bahunya.
“Dan pertanyaan kamu tidak perlu aku jawab, karena hal itu tidak akan mungkin terjadi. Tidak sebelum aku mengatakan pada Arya jika aku siap ke jenjang yang lebih serius.”
Mika sambung bicara sambil merapihkan tas dan buku – buku perkuliahannya.
“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, May –“
“Untuk yang satu itu, ketidakmungkinan adalah suatu kepastian.”
Mika menukas ucapan Val.
“Karena aku dan Arya sudah membuat kesepakatan terkait hal itu...” tutur Mika kemudian.
♥
‘Jika tahu-tahu Kak Arya memberikan surprise yang sama seperti Kak Kafeel memberikan surprise padaku, bagaimana?... Melamar kamu secara resmi?... Apa kamu akan menolaknya?...’
‘No, itu tidak mungkin akan Arya lakukan.’
Mika membatin seraya ia menggeleng.
Sesi perkuliahan Mika sudah selesai lebih dulu dari Val.
Dan kini Mika sedang menunggu Val berikut tiga orang pemudi – pemuda yang merupakan anak dari Uncle Nino dan Uncle Ezra.
Felix, Elena dan Melly.
Dimana empat orang yang Mika sedang tunggu itu tak lama datang menghampiri Mika yang sedang berada di depan sebuah perpustakaan yang memiliki serangkaian lukisan mural yang menjadi dekorasi di gedung perpustakaan tersebut.
“May!” Elena yang memanggil Mika.
♥
Lukisan Mural = Gambar yang dilukis pada permukaan dinding, atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya.
♥
Suara Elena yang Mika kenali, membuat Mika langsung menghentikan lamunannya dan menoleh sambil berbalik badan ke arah Elena yang datang bersama Val, Melly dan Felix. “Long waiting ( Sudah menunggu lama )?...” tanya Elena pada Mika.
“Nope ( Engga kok )!...”
Mika menyahut seraya ia menggeleng dan mengulas senyuman.
♥
“I’m hungry ( Aku lapar )...” ucap Val setelah Mika menjawab pertanyaan Elena sebelumnya.
“Didn’t you already eat at break time before your second class ( Bukankah kamu sudah makan saat waktu jeda sebelum kelas keduamu )?” Melly menimpali ucapan Val itu.
“Just ate apollo banana leaf ( Hanya makan apollo banana leaf ) –“
“But big portion ( Tapi menu besar )” tukas Felix.
Val memanyunkan bibirnya.
“But it was half an hour ago ( Tapi kan itu satu setengah jam yang lalu )” Lalu Val bicara setelah ia memanyunkan bibirnya.
“I didn’t eat anything at break time, and I’m still not hungry.”
( Aku tidak memakan apapun saat waktu jeda, dan aku masih tidak merasa lapar )
Melly lagi – lagi menimpali.
“What a rubber belly you have”
( Dasar perut karet )
Lalu ledekan keluar dari mulut Melly yang membuat mereka berlima itu terkekeh bersama.
__ADS_1
♥
“You should diet due your marriage, you know ( Kamu seharusnya diet sehubungan dengan pernikahanmu, tahu )?” tutur Mika sedikit menggoda Val. "Nanti baju pengantin kamu ga muat loh?"
“I’m not fat, okay ( Aku ga gendut, ya )?”
Val menyergah.
Mika mendengus geli, begitu juga Melly – Elena dan Felix.
“Tapi kan juga biasanya kamu sok – sok diet?”
Lalu Mika berkata lagi, dan Val manggut – manggut sekenanya.
“Itu kan saat aku masih mengejar Kak Kafeel, agar dia melihatku dalam keadaan sempurna. Beautiful face and perfect body ( Wajah cantik dan bentuk tubuh yang sempurna ). Seperti bidadari yang baru turun dari surga,” celoteh Val.
“Halah!”
♥
“Want to go to Harrods ( Mau pergi ke Harrods )?...” Felix yang satu – satunya cowok diantara empat gadis itu kemudian angkat suara.
“Good idea...”
“You three ( Kalian bertiga )?” Felix bertanya pada Mika, Val dan Melly kemudian.
Karena yang mengaminkan gagasan Felix untuk pergi ke sebuah toko serba ada kelas atas yang ada di satu bagian kota London itu adalah adiknya.
“Why nut?!...” kemudian tiga dara yang ditanya Felix menyahut bersamaan.
“Why don’t call Rery and Ann?... Perhaps both of them want to join us? ( Kenapa tidak hubungi Rery dan Ann?... Siapa tahu mereka berdua ingin bergabung dengan kita? ) –“
♥
“How about we go karaoke after eat?”
( Bagaimana kalau kita pergi karaoke setelah makan? )
Elena mencetuskan ide, saat ia dan empat orang yang bersamanya telah sampai ke tempat tujuan yang sebelumnya sudah mereka sepakati bersama.
Yang kemudian ide Elena itu diaminkan oleh tiga dara lainnya.
“You’re the one who have idea to go here, you may not say no, Felix ( Kamu yang mencetuskan ide untuk pergi ke sini, jadi kamu tidak boleh tidak ikut, Felix )”
Felix yang sebenarnya malas untuk pergi ke tempat karaoke itu mau tidak mau mengangguk, karena sudah ditodong seperti itu.
“And you must take part to sing also ( Dan kamu juga harus juga ikut karaokean ), Fel.” Val bicara lagi.
“Hell no,” tolak Felix.
“Oh c’mon, Fel!...” rengek empat gadis yang bersama Felix itu atas nama membujuk satu cowok yang masuk dalam kategori cowok sok cool di mata Mika, Val, Elena dan Melly.
Namun Felix yang merupakan prototype sang ayah itu melengos begitu saja, mengabaikan empat gadis yang barusan merengek untuk membujuknya.
“I only use my voice for something important ( Aku hanya akan menggunakan suaraku untuk sesuatu yang penting ) –“
“Cih!”
Dimana ucapan Felix yang memang cool macam sang ayah itu mendapat sahutan decihan malas dari empat gadis yang bersamanya.
“You act! –“
"My voice is valuable."
( Suaraku itu berharga )
♥
Kelima orang muda mudi itu berjalan menuju satu restoran yang belum lama membuka cabangnya di London dalam sebuah toko serba ada kelas atas yang lebih dikenal dengan sebutan Mall.
Mika, Val, Melly, Elena dan Felix telah duduk di sebuah set meja dan kursi dalam restoran Jepang yang katanya memiliki makanan – makanan khas Jepang dengan rasa yang super enak. Yang mana kebetulan kelima orang muda mudi itu adalah para omnivora, alias pemakan segala yang bisa diterima oleh perut mereka.
“Where’s Rery and Ann? They supposed here already ( Dimana Rery dan Ann? Mereka seharusnya sudah sampai )...”
Elena berbicara, setelah mereka menerima buku menu dari salah seorang pelayan restoran dan sedang melihat – lihat daftar makanan dalam buku menu tersebut.
“They’re already inside this building ( Mereka berdua sudah di dalam gedung ini )” sahut Mika, setelah ia mengecek ponselnya dan melihat ada chat dari Ann yang belum lama masuk ke ponselnya itu.
Elena pun manggut – manggut. Lalu ia kembali melihat – lihat menu bersama Mika.
“That’s them ( Itu mereka )!...”
__ADS_1
Val berseru sambil menunjuk ke arah pintu masuk restoran, dimana ada Rery dan Ann yang baru memasuki restoran tersebut.
“Hello everyone ( Hai semua )!...” sapa Ann dan Rery bersamaan, saat keduanya telah sampai di meja tempat lima orang yang mereka kenal baik berada.
“Here, Ann...” Melly mengajak Ann untuk duduk di kursi sampingnya.
“Aku dan Ann pikir kamu sedang bersama Kak Arya, May?...” ucap Rery sambil ia mengambil tempat di samping Felix.
“Arya mungkin masih di kantor, Ry,” sahut Mika.
“Mana di kantor? Aku dan Ann tadi melihat Kak Arya ada di dalam Mall ini...” tukas Rery.
Mika spontan mengernyit setelah mendengar ucapan Rery yang langsung diaminkan oleh Ann.
“Makanya aku katakan tadi, aku dan Ann pikir kamu sedang bersama Kak Arya...” ucap Rery lagi. “Karena kami melihat Kak Arya masuk ke toko perhiasan.”
“Iya betul, hanya sekilas sih. Tapi aku dan Rery yakin jika itu Kak Arya. Ingin kami hampiri tapi aku dan Rery sudah terlanjur masuk ke dalam elevator... dan kami pikir juga kamu sudah lebih dulu masuk ke dalam toko perhiasan itu sebelum aku dan Rery melihat Kak Arya memasukinya...”
“Ingin aku dan Ann susul, tapi tidak jadi. Takutnya kalian sedang menginginkan sebuah privasi... jadi aku dan Ann langsung ke sini.” Rery menambahkan ucapan Ann.
“Tapi heran, jika kamu tidak tahu Kak Arya disini. Kenapa Kak Arya masuk ke toko perhiasan yang biasanya membuat perhiasan – perhiasan untuk suatu acara khusus, ya?...” kata Ann.
♥
‘Wah, Seems that something that I thought, it will happen ( jangan – jangan dugaan aku, akan menjadi kenyataan ) –‘
‘What thought Val ( Dugaan apa Val )?’
‘Kak Arya is planning something just like my future husband did ( Kak Arya sedang merencanakan sesuatu seperti yang sudah calon suamiku lakukan )’
‘A surprise purposing ( Sebuah lamaran kejutan )? –“
‘Indeed –‘
“Duh, masa sih Arya akan melamar gue tiba – tiba seperti halnya Kak Kafeel yang memberikan Val lamaran kejutan?...”
Mika menggumam, setelah ucapan yang merupakan dugaan atas Arya yang dilihat Ann dan Rery yang memasuki sebuah toko perhiasan dalam Mall yang sama di tempat Mika dan enam orang lainnya berada saat ini.
‘Dimana dia?’
Mika bertanya – tanya dalam hatinya --- sambil ia yang sudah berada di dalam sebuah toko perhiasan yang dimaksud oleh Ann dan Rery yang katanya melihat Arya masuk ke dalamnya itu, celingukan di dalam toko perhiasan tersebut.
‘Gue rasa Ann dan Rery salah lihat...’ Mika membatin lagi, sambil terus celingukan dalam sebuah toko perhiasan yang sudah Mika masuki itu. Yang karena penasaran akibat celotehan Val dan mereka yang bersama Mika tadi, hingga akhirnya Mika memutuskan untuk pergi ke toko perhiasan yang Ann dan Rery maksud dimana mereka melihat Arya memasukinya.
Mika ingin memastikan --- menghentikan Arya lebih tepatnya, jika celotehan – celotehan Val dan lainnya tadi kiranya benar. Yakni, jika Arya sedang mempersiapkan kejutan lamaran untuk Mika. Sebagaimana yang Kak Kafeel lakukan pada Val. Dan persiapan itu dimulai dengan membeli cincin lamaran yang akan menjadi simbol sebuah pertunangan.
Sebuah ikatan yang belum siap Mika sandang. ‘Benar sepertinya dugaan gue kalau Ann dan Rery itu salah lihat... ga ada orangnya...’
Mika membatin lagi, setelah ia mengatakan sedang menunggu teman pada seorang pelayan toko yang menghampirinya.
Gue masih di kantor, Mi. Kenapa?
Mika membaca lagi pesan dari Arya di ponselnya.
‘Ck,’ decak Mika dalam hatinya, ketika ia mencoba menghubungi Arya namun panggilannya itu tidak terjawab.
Mika tidak mencoba menghubungi Arya lagi, melainkan mengetikkan pesan pada pacarnya itu.
Lalu kembali mata Mika memindai ruangan dalam toko perhiasan yang ada dihadapannya dengan seksama.
‘Jelas memang Ann dan Rery salah lihat...’
Mika membatin lagi. Hingga Mika ingin menghela nafasnya dengan lega.
‘Fuu –‘
“Thank you, I really appreciate it ( Terima kasih, saya sungguh menghargainya )”
Hanya saja, sebelum Mika menghela nafas leganya, sebuah suara yang Mika amat sangat kenali terdengar bersamaan dengan sosoknya yang sedang berbicara pada seorang wanita berseragam rapih dari dalam sebuah ruangan yang bertuliskan,
Eksclusive Room
Yang mana Mika sebagai perempuan yang juga sesekali wara – wiri di toko perhiasan, tahu persis ruangan apa itu dimana Arya baru keluar dari dalamnya.
Ruangan desain perhiasan, bagi mereka yang ingin memesan perhiasan dengan desain khusus. Dan biasanya perhiasan yang dipesan dengan desain khusus, adalah untuk sesuatu yang khusus pula?...
‘Mati gue!’
Mika spontan merutuk tajam dalam hatinya.
'Oh Tuhan, aku tidak mau nikah muda, tidak juga mau dilamar dan bertunangan dulu -'
__ADS_1
♥♥♥♥
To be continue ....