
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jekardah, Indonesia ...
“Kak.” Adalah Val yang bersuara.
Dimana Val yang bicara pada Kafeel itu, setelah dirinya memperoleh kesadarannya kembali selepas menyempatkan diri untuk tidur sebentar---lalu dibangunkan oleh Kafeel dengan lembut.
“Apa Val perlu mandi lagi?” Selanjutnya Val bertanya pada Kafeel.
Yang orangnya malah balik bertanya pada Val.
“Memangnya kamu merasa gerah, Tuan Putri?”
“Tidak sih, tadi Val juga benar mandi sebelum tidur ... Hanya ingin tanya pendapat Kak Kaf saja tentang itu, takutnya nanti pesta resepsi pernikahan kita kan berlangsung cukup lama ... lalu ditengah acara, tubuh Val mengeluarkan bau yang tidak sedap ...”
Kafeel langsung tersenyum geli mendengar ocehan Val barusan.
“Nanti Val akan mempermalukan Kak Kafeel karenanya –“
“Itu tidak akan terjadi, Baby.“ Kafeel menimpali cepat ucapan Val. “Seumur hidup sampai detik ini aku kenal kamu lalu kita jadi teramat sangat dekat, aku tidak pernah sekalipun mengendus bau yang tidak sedap dari kamu meski kamu baru bangun tidur.”
Kafeel merengkuh Val kemudian.
“Contohnya sekarang ini ...”
♥♥
“Hihi ...” Suara kikikan Val terdengar.
Karena selepas Kafeel merengkuh dirinya sambil mengatakan sebaris kalimat itu, suami Val tersebut menciumi gemas seluruh wajah Val.
“I love you, Kak.”
Lalu Val berucap mesra selepas Kafeel menghentikan aksinya menciumi wajah Val.
“I love you more and more, Tuan Putri ... dihari lalu, hari ini sampai seterusnya ...”
Kafeel langsung membalas kalimat Val tadi dengan tak kalah mesra, bahkan lebih mesra dan romantis.
Membuat Val jadi tersenyum bahagia karenanya. Kafeel juga balas tersenyum. “Mudah – mudahan kamu ga bosan yah? Karena seumur hidup ... setiap kamu membuka mata, yang kamu lihat duluan muka aku, dan setiap malam sebelum tidur, muka aku lagi yang kamu lihat –“
“Tidak akan, Kak. Val tidak akan bosan karena itu.” Val menimpali dengan cepat ucapan Kafeel barusan. “Itu kan mimpi Val selama ini,” tambah Val, dimana Kafeel langsung menampakkan senyum bahagianya. Dan langsung membawa Val ke dalam dekapannya.
“Makasih, Baby ...” cetus Kafeel sambil dirinya yang membawa Val ke dalam dekapan. “Sudah mencintaiku seperti itu ...” tambah Kafeel.
Val tersenyum lagi. “Terima kasih kembali, Kak. Karena Kak Kafeel juga sudah mencintai Val dengan sebegitunya –“
“Kamu pantas untuk aku cintai seperti itu, Val.” tukas Kafeel, yang kemudian mendaratkan ciuman penuh perasaan di pucuk kepala Val.
Lalu sepersekon kemudian, Kafeel membuat wajahnya dan Val jadi berhadapan – dengan tatapan hangat dan lembut yang kini saling bersinggungan.
Cuuupp ...
Bibir Val dan Kafeel lalu saling menempel.
♥♥
*‘S*t!’
Kafeel mengumpat dalam hatinya, karena sesi ciumannya dengan Val membuat ‘desir’ yang sempat tidur mulai ‘bangkit’.
Habis, karena terbawa suasana oleh bibir Val yang sudah menjadi candunya itu dan Val juga membalas ciumannya dengan tak kalah dalam, Kafeel jadi merebahkan Val di atas ranjang dan mengukung istrinya itu---lalu mencium Val dengan lebih memburu.
Ada yang mendesak dari dalam tubuh Kafeel, untuk melakukan lebih dari itu.
“Sekarang aku berharap aku punya kekuatan untuk menghentikan waktu. Karena jujur, aku benar-benar ‘menginginkan’ kamu seutuhnya saat ini, Tuan Putri.”
Namun Kafeel sekuat tenaga menahan keinginannya yang mulai didesak oleh desir kelakiannya, atas hasratnya pada Val. Terlebih, Dara itu kini sudah menjadi istri sahnya.
Semakin Kafeel dibuat tak sabar untuk merasakan kehangatan Val lebih dalam, lalu menempatkan ‘bibit – bibit cintanya’ di dalam Val, agar kiranya hidup Kafeel semakin sempurna bahagianya---dengan memiliki anak bersama Val.
__ADS_1
Tapi Kafeel sadar, kalau dirinya harus menahan dulu keinginannya untuk ‘mengabsen’ tiap inchi tubuh Val tanpa selembar kain yang menempel di diri Val yang sudah sering membuatnya berhasrat.
Lagipun, Kafeel menikahi Val karena benar-benar mencintainya, bukan karena kecantikan dan kemolekan tubuh Val baginya, apalagi karena kekayaan keluarga Val.
Tak menampik, sebagai pria good looking, mata Kafeel tentunya lebih awas pada wanita berparas cantik dengan tubuh proporsional---dengan aura seksi apalagi. Namun itu bukan menjadi poin utamanya Kafeel tertarik pada Val.
Ada turut campur hati di sana.
Val memang cantik dengan bentuk tubuh yang proporsional.
Namun sikap Val yang masih terlihat agak kekanakkan, menutupi kesan seksi Val sebagai seorang wanita.
Tapi hati Kafeel yang jadinya ikut campur dalam pandangannya terhadap Val dalam penilaiannya terhadap keseksian seorang wanita, membuat rasa kagum pada makhluk cantik bernama Valera itu membuatnya tumbuh menjadi cinta. Yang mana akhirnya, semua tentang seorang Valera---bagi Kafeel indah aja pokoknya.
♥♥
“Aku terkesan maniak ya?”
Kafeel selanjutnya berkata lagi pada Val, setelah ia jujur tentang keinginannya untuk ‘menyentuh’ Val lebih jauh dan dalam.
Val langsung menarik sudut bibirnya seraya menggeleng.
“Val tidak berpikir seperti itu ... seorang pria normal kan menginginkan keintiman?” ucap Val kemudian. “Terlebih, pria itu menginginkan keintiman dari istrinya ...“
Sambil ia menyentuh lembut wajah Kafeel yang sudah menyingkir dari atas tubuhnya, dan kini sedang setengah berbaring di sisi Val. Dimana Kafeel langsung membalas ucapan Val tersebut.
“Makasih ya, Baby? Aku benar-benar beruntung bisa dicintai sama kamu –“
“Val juga beruntung dicintai oleh Kak Kafeel –“
Cup!
Kafeel lalu mengecup lagi bibir Val.
Namun kali ini singkat saja, karena sadar kalau dirinya dan Val harus bersiap untuk ‘dipajang’ dalam acara resepsi pernikahan mereka.
Selain, sudah terdengar ketukan di pintu kamar mereka. “Kaka, Val? –“
“Iya, Mom!”
♥♥
♥♥
Tentu, karena tidak hanya 1 pasang pengantin baru yang menggelar resepsi pernikahannya saat ini.
Dan lagi, yang menikah adalah dua princess dari keluarga biangnya Crazy Rich, yang kiranya jangan ditanya ukuran mewahnya pesta yang mereka gelar.
Terlebih ini adalah pernikahan 2 princess mereka yang akan selalu menjadi kesayangan para orang tua dalam keluarga mereka.
Well, semua jajaran pewaris muda dalam satu klan keluarga biangnya Crazy Rich itu,adalah kesayangan para orang tua di dalam satu klan tersebut.
Nanti, jika ada yang menyusul untuk menikah lagi, perlakuan untuk acara yang digelar pun akan sama seperti halnya 2 princess mereka yang baru saja menikah itu.
Mewah dan Megah.
Doain aja, harta warisan dari Gappa dan para orang tua tak pernah habis.
♥♥
Lalu bicara tentang pelaminan nan mewah dan megah itu, dekorasi pada acara resepsi pernikahan Val-Kafeel serta Mika-Arya, berbeda dari acara akad nikah mereka yang kesannya lebih sederhana. Well, menurut The Adjieran Smith Family sih begitu---padahal akad nikah 2 princess mereka beserta pasangannya masing-masing, menggelontorkan nominal uang yang membuat merinding kaum hamba sahaya, macam author ini karya yang kerjanya ngehalu aja.
Yah, apa mau dikata?
Emaknya Queen gitu aja jagonya.
Ngehalu!
♥♥
Kembali pada dekorasi mewah dan megah serta indahnya resepsi pernikahan Val-Kafeel berikut Mika-Arya, yang berkali lipat lebihnya dari acara akad nikah mereka---nuansa indahnya taman kerajaan diangkat menjadi tema resepsi pernikahan dua pasang sejoli itu sesuai dengan keinginan mereka yang dikolaborasi sedemikian rupa, lalu dengan orang-orang yang profesional untuk mengaturnya---jadilah dekorasi pernikahan Val-Kafeel dan Mika-Arya, macam taman bunga sebuah kerajaan.
Bahkan mirip kerajaan di negeri dongeng.
__ADS_1
Bunga kesukaan Val dan Mika dipadu padankan disana.
Menjadi satu tatanan yang indah, berkat tangan terampil para dekorator acara pernikahan dua pasang pengantin baru---yang mempelai wanitanya adalah 2 princessnya The Adjieran Smith Family.
Dan keindahan itu, sudah bisa terlihat dari pintu masuk para undangan yang di atas kepala mereka, terangkai bunga-bunga indah yang saling ditautkan---membentuk kanopi.
Dimana kesemuanya adalah bunga-bunga asli dan segar tentunya.
Lalu pelaminannya dibuat macam kereta kerajaan untuk para putri dan pangeran---dengan desain kaca dan list warna gold yang menghiasinya.
Indah, Mewah dan Megah benar-benar menggambarkan suasana resepsi pernikahan Val-Kafeel berikut Mika-Arya yang menggunakan pakaian pengantin ala Royal Wedding.
Seperti Putri dan Pangeran lah pokoknya.
Mempesona.
Pun tak kalah mempesonanya, penampilan dari barisan keluarga dua pasang mempelai tersebut.
Yang senyum dari dua pasang mempelai dan keluarga mereka tersebut, seolah terpatri di bibir mereka.
Saking tak pernah hilang itu senyum selama acara resepsi pernikahan Mika-Arya, berikut Val-Kafeel.
♥♥
Selain indah, mewah dan megah, acara resepsi pernikahan Mika-Arya berikut Val-Kafeel berlangsung sangat meriah, dengan suara obrolan orang-orang yang bersenda gurau dan tertawa---entah dengan sesama tamu ataupun dengan para keluarga mempelai yang berbaur dengan para tamunya.
Sementara kedua mempelai, masih nampak sibuk menerima ucapan selamat dari para tamu---pun sibuk melayani mereka yang ingin foto bersama, dengan pengantin yang luar biasa elegannya---di singgasana pengantin yang bak kereta kuda, yang terbuat dari kaca.
Suara alunan musik dari band yang mengiringi beberapa penyanyi ibukota kenamaan yang mempersembahkan suara merdu lewat lagu-lagu mereka yang rata-rata diketahui oleh semua orang yang ada di dalam sebuah perhelatan besar itu, juga ikut memeriahkan suasana resepsi pernikahan bak di sebuah kerajaan yang bisa digadangkan sebagai yang termegah seantero negeri, jika dibandingkan dengan pernikahan-pernikahan megah sebelumnya yang viral di jagad maya.
Lalu atas nama resepsi pernikahan yang digadangkan sebagai yang termegah dan kiranya tidak akan pernikahan selanjutnya yang akan menyaingi perhelatan resepsi pernikahan Mika-Arya serta Val-Kafeel, acara resepsi pernikahan dua pasang pengantin itu, akhirnya viral juga.
Semua karena para tamu yang heboh memposting foto-foto pernikahan Mika-Arya berikut Val-Kafeel yang layaknya seperti di sebuah kerajaan itu dengan totalitas tanpa batas untuk membuat acara resepsi tersebut benar-benar seperti pernikahan Puteri Raja dan Pangeran sungguhan.
Belum lagi souvenir untuk para tamunya.
Yang malah membuat gatal para tamu Mika-Arya dan Val-Kafeel berikut keluarga mereka di resepsi tersebut, untuk membagikan segala informasi tentang acara megah itu di sosial media mereka.
Padahal yang empunya acara biasa-biasa saja. Dan para asisten yang diberdayakan untuk memposting acara pernikahan itu, hanya diminta untuk menonjolkan dua pasang pengantin serta foto para keluarga, bukan kemewahan acara atau souvenirnya.
♥♥
“Aku rasanya malas untuk menghadiri pesta kedua.”
Mika berkata, saat tamu-tamu acara resepsi utama telah mulai berkurang banyak. Karena memang waktu untuk acara tersebut telah sampai waktu.
Namun bukan berarti berakhir, karena ada resepsi sesi kedua, yang lebih santai acaranya, dimana dua pasang pengantin itu tidak perlu lagi dipajang di atas pelaminan.
Melainkan berbaur dengan para tamu yang merupakan teman-teman dari kedua pasang mempelai dan juga teman-teman dari para anak kerabat yang kiranya seusian masing-masingnya.
Pesta untuk para kawula muda, yang sarat dengan hingar bingar musik dari permainan DJ.
♥♥
Malas Mika rasanya, walau dirinya tidak lelah-lelah amat. Namun karena di resepsi pertama ia hanya sebentar-sebentar saja duduknya, makanya Mika jadi merasa enggan berganti baju untuk pesta sesi kedua.
Badannya tak begitu lelah, namun kakinya cukup pegal. Yang kemudian Arya raih untuk dipijat, agar kaki sang istri rileks lagi.
‘Kaki dulu sekarang, nanti abis resepsi benar-benar selesai ... Kan, bukan hanya kakinya yang gue pijet?’
Otak Arya sudah melanglang buana. Membayangkan MP nya dengan Mika. Ugh, Arya tak sabar rasanya!
“Eh! Ga usah Ar ...”
Mika menahan tangan Arya yang meraih kakinya, dan sudah Arya topangkan di atas pahanya sambil mulai Arya pijat dengan perlahan dan lembut.
“Santai sih, sama suami sendiri? ...” jawab Arya. “Sekalian pemanasan tangan.”
“Pemanasan tangan?” polos Mika. ‘Aigoo!!’ namun kemudian Mika berseru dalam hatinya, setelah ia melihat senyum tengil Arya, yang juga memainkan alisnya.
“Biar nanti tangan aku ga keram pas aku pijet seluruh tubuh kamu abis resepsi,” ucap Arya kemudian.
‘Ah sialan!’ Mika pun jadi membayangkan , tentang sebuah ‘pergulatan’.
__ADS_1
♥♥♥♥♥♥♥♥
To be continue .......