HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
OBROLAN KECIL


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia


“Awas diabet—“


Ini Arya yang nyeletuk saat ia sampai di meja dessert dimana ada Mika yang baru saja mengambil beberapa hidangan pencuci mulut yang manis, setelah selesai menyantap menu utama, dan selepas bergelak tawa dengan puas melihat Kafeel yang terkesan bak diroasting oleh Val.


“Paan sih.” Sahut Mika pada Arya yang cengengesan.


“Dih dibilangin. Ntar gendut, susah dapet pacar ---“ celoteh Arya. “Dah mana judes.”


Mika melirik malas pada Arya.


“Tuh, ngelirik aja judes begitu ....”


“Jangan sok godain gue, nanti yang ada lo naksir sama gue!”


“Kalo udah?---“ Sahutan Arya membuat Mika spontan menoleh kepada si ‘Sadboy’ itu. “Kalo gue emang udah naksir lo, gimana? .... Hm? Hm?” Arya memainkan alisnya.


“Selain Sadboy, profesi lo nambah jadi Playboy?” Mika terkejut dengan pernyataan Arya barusan memang, tapi dia tidak mau kegeeran. Lalu Mika kembali melanjutkan untuk menempatkan beberapa potong dessert ke piringnya, yang sebagian adalah titipan dari beberapa saudara-saudarinya untuk sekalian diambilkan dessert oleh Mika.


Arya langsung terkekeh kecil setelah mendengar sahutan Mika padanya. “Yang penting bukan Fucekboy.”


“Fucekboy sama Playboy beda tipis aja bukannya?---“ ucap Mika.


“Jelas beda dong!”


Arya menyergah.


“Ga ada bedanya kalau menurut gue sih.”


“Oh jelas ada.” Ujar Arya.


“Tulisannya aja yang beda, sisanya sama. Sama-sama model pria yang harus dihindari, bahkan amat sangat dijauhi.”


Mika mengoceh kecil, lalu ia mengambil satu potong dessert berukuran kecil yang langsung ia masukkan ke dalam mulutnya.


Arya lantas kembali terkekeh kecil. “Kalau Playboy itu Cuma sekedar gonta-ganti cewe, nah kalo Fucekboy, selain gonta-ganti cewe, suka juga greps-greps sampe ke celup-celup bahkan.”


“Amit ih!---“


Mika pun menyergah ucapan Arya.


“Ga usah pakai dijelasin segala juga.”


Lalu melayangkan protes kecil, sambil Mika melirik malas pada Arya yang cengengesan.


“Ga penting banget----“


Mika pun mencebik seraya menggumam sebal.


“Ya itu biar lo tau.” Arya pun berujar dengan entengnya.


“Ga pengen tahu.”


“Tapi sekarang udah tau kan bedanya Playboy sama Fucekboy?”


“Masa bodoh.. Ga penting!”


“Ya penting dong buat jomblo macam lo.”


Arya meledek Mika untuk menggoda gadis itu yang pasti akan melirik tajam padanya jika membahas soal status Mika yang tidak pernah pacaran itu diusianya yang sudah delapan belas tahun.


“Masa udah delapan belas tahun gini sama sekali belum pacaran?”


“Memang gue yang ga mau!-“


“Karena lo itu terlalu judes jadi cewe,” sambar Arya.


Kembali Mika melirik malas pada Arya.


“Gue kasih tau ya sama lo, mau sejudes apapun gue, tetep muka gue ini cantik luar biasa. Jadi andai gue mengincar seorang cowo, gue yakin cowo itu ga akan berpikir seribu kali untuk mau jadi pacar gue.”


Mika pun mengeluarkan cerocosan.


“Masa?”


Arya masih menggoda Mika.


Dan Mika kembali melirik sinis pada Arya.


“Of course.”


“Buktiin dong –“


“Apa yang harus gue buktiin?”

__ADS_1


“Ya omongan lo tadi –“


Arya menghadang Mika yang sudah selesai menempatkan beberapa dessert ke atas piring yang sedang ia pegang saat ini.


“Lo tunjuk satu cowo yang lo targetin dan lo tanya sama dia mau ga jadi pacar lo. Kalo dia langsung mau tanpa mikir baru gue percaya sama omongan lo itu,” tantang Arya.


“Dan kenapa gitu, gue harus melakukan itu?” sergah Mika sambil kembali melirik malas pada Arya yang orangnya tersenyum geli sekarang ini.


“Ya buat buktiin lah kalo omongan lo itu bukan sekedar bualan lo belaka, Dek Mika—“ sahut Arya.


“Dan penting banget gitu gue kasih bukti ke elo?!---“ sambar Mika. “Kerajinan!” tambahnya sambil menggumam sebal.


“Tanpa ada bukti mana bisa gue percaya kalau omongan lo itu bener apa engga? .. bisa jadi Cuma Dek Mika aja yang kepedean.”


“Masa bodoh.” Sahut Mika malas. “Udah minggir ah. Hobi banget membuang waktu gue?!----“


“Diajak ngobrol sama orang ganteng mana ada membuang waktu ..” sambar Arya. “Yang ada lo harusnya bangga bisa dapet kesempatan ngobrol, bahkan diajak ngobrol sama cowo yang langganan jadi most wanted boy dimanapun dia berada-which is, gue.”


“Ish! ..” cebik Mika. “Percaya diri sekali anda. Kepedean!”


Sambil Mika berlalu malas dari hadapan Arya yang orangnya kembali cengengesan.


“Pede adalah nama lain gue ..” balas Arya yang sedang cengengesan itu, dan dipandangi malas oleh Mika.


“Sadboy nama lain lo yang benar!” sambar Mika.


“Mi, lama sekali ambil dessert saja sih?!” Ann datang menyela.


“Nih—“


Mika menunjuk Arya.


“Yang bikin aku lama ---“


Yang ditunjuk pun tersenyum lebar.


“Udah aku ambilin nih buat kalian juga ..” sambung Mika, dengan menunjukkan piring yang sedang ia pegang itu pada Ann.


“Ya sudah.” sahut Ann. Sambil ia mengambil piring berisikan dessert dari tangan Mika. “Ambilkan lagi ya? –“ ucap Ann. “Moms minta diambilkan juga –“


Ann kembali berucap. Dan Mika mencebik sambil memandang malas pada Ann yang mengulum senyum gelinya. “Ya udah sih, sekalian kamu kesini.”


Mika berkata.


“Ambilkan itu sekalian buat mereka—“


“Aku mau spa habis ini .. Bye ..”


Mika menggumam, karena Ann berlalu dengan santainya begitu saja setelah mengambil piring berisikan dessert yang sudah Mika ambilkan, dan menyuruh lagi Mika mengambilkan tambahan dessert untuk para Mom.


“Yang banyak ambilkannya Mi. Yang ini kurang!” seru Ann yang sedang melenggang itu.


“Sini gue bantuin ambilin!”


Arya pun menawarkan diri.



“Eh Mi!—“


Arya kembali mengajak Mika bicara saat ia dan gadis jutek itu sedang menempatkan beberapa dessert berdasarkan permintaan Ann – yang merupakan permintaan dari para anggota keluarga lain, yang tadi ada bersama Mika dan Arya di ruang santai keluarga pada Kediaman Utama keluarga The Adjieran Smith yang berada di Jakarta tersebut.


“Apalagi?”


Mika menjawab malas pada Arya yang sedang mengajaknya bicara kembali itu.


“Gue mau tanya deh---“


“Gue ogah jawab.” Sambar Mika dan Arya terkekeh.


Arya pun rasanya gemas pada Mika yang malas-malasan menjawabnya itu, namun ekpsresi wajahnya datar menyebalkan.


Tapi gumushin gimana gitu, di mata Arya saat ini. Hingga Arya semakin senang saja untuk terus – terusan meledek Mika, seraya menggoda gadis jutek itu.


“Ish!”


Mika mendelik pada Arya yang mencubit salah satu pipinya itu.


“Muka lo abis gemesin banget kalo jutek begitu.” Kata Arya yang terkekeh kecil karena protes Mika yang sempat menepak tangannya yang mencubit satu sisi pipi gadis jutek itu dan mendelik padanya kemudian.


“Muka gue emang gemesin dari lahir juga!” balas Mika.


“Iya deh!” sahut Arya. “Asal Dek Mika bahagia!” sambungnya.


Lalu Arya meneruskan lagi mengambil sembarang dessert yang ia kemudian letakkan di piring bagiannya.


“Lo kok betah ngejomblo sih Dek Mika? –“ Arya kembali iseng bertanya.


“Masalah buat lo emangnya?”

__ADS_1


Mika pun menyahut dengan cepat dan setengah sinis.


“Ya engga sih, Cuma gue heran aja sama lo –“ jawab Arya. “Cewe-cewe diusia lo ini minimal pernah sekali pacaran keknya .. Val tuh contoh deketnya deh ..”


“Val baru pacaran dua hari oke?! ..”


“Ya paling engga dia punya pacar udah—“


Arya menyahut cepat.


“Sekalipun belum pacaran, paling engga dia ngerasain yang namanya gremet – gremet jatuh cinta.


Lalu Arya mengoceh lagi.


“Nah kalo lo, Dek Mika, jangankan pacar ya kan?. Gue perhatiin –“


“Ngapain juga lo perhatiin gue?! ..” sambar Mika. “Suka lo ya sama gue?”


“Waduh! Pedenya kamu, Astagfirullahh.” Celoteh Arya.


“Nah elo katanya perhatiin gue?? ..” sambar Mika lagi dan Arya pun tersenyum lebar. "Suka sama gue kan lo berarti?--"


“GR!” cetus Arya. “Gue perhatiin elo ya wajar!” sanggahnya kemudian. “Nah gue bagian dari ini fam. Ya elo gue perhatiin selayaknya gue perhatiin sodara – sodara lo yang lain lah!”


Mika tak menyahut.


“Sini ah –“


Mika merampas piring berisikan dessert dari tangan Arya, lalu berbalik untuk segera hengkang dari hadapan si Sadboy yang sedang dalam mode bawel dengan kekepoan. “Ga sopan banget, Dek Mika –“ protes kecil Arya.


“Sudah sakit telinga gue mendengarkan cerocosan lo dari tadi ..”


“Du ilah segitunya ..”


“Awas ih!” protes Mika pada Arya yang menjegal langkahnya.


“Ini biar gue yang bawa. Lo bawain tuh minuman gue sama lo.”


“Ck!”


Mika mencebik, tapi dia juga menuruti omongan Arya untuk mengambil minuman segar yang tadi keduanya sempat ambil.


“Tambahin ..” kata Arya.


“Ck!” Mika mencebik lagi. Tapi masih menuruti juga ucapan Arya untuk mengisi lagi gelas mereka dari minuman segar yang sudah disediakan dalam sebuah dispenser khusus minuman dingin.


“Penuhin.”


“Bawel!”


Arya terkekeh lagi saja.


“Emang ga garing gitu hidup lo Dek Mika, ngejomblo begini? ..” Kembali Arya iseng dengan pertanyaannya untuk menggoda Mika.


“Engga tuch!” sahut Mika dengan cepat, sambil ia mengisi kembali gelasnya dan Arya.


“Hati – hati lo, keenakan ngejomblo jadi pertu loh?. ga takut emang? –“ tanya Arya lagi dengan keisengannya.


“Jomblo itu bukan penyakit menular, jadi engga perlu ditakuti!” jawab Mika.


Yang kemudian langsung berjalan melewati Arya, karena sudah malas mendengarkan ocehan pertanyaan dari si Sadboy yang unfaedah itu.


“Tapi kalo ada yang tahu-tahu nembak lo?” tanya Arya lagi yang kembali menjegal jalan Mika, namun sambil Arya berjalan mundur dengan pelan, yang mana dirinya berhadapan dengan Mika yang melangkah maju.


“Akan gue lihat kelayakannya dulu!” jawab Mika.


“Mobil kali ah!” celetuk Arya. “Tapi gue serius nih nanya ..”


Arya menghentikan langkahnya tiba – tiba. Hingga minuman yang Mika pegang sedikit tumpah, karena ia ikutan berhenti secara tiba –tiba.


“Iihh ..” gerutu Mika. “Tumpahkan, nih?!” protesnya pada Arya kemudian. "Lengket tau ga?!"


“Iya sorry—“


“Ya sudah awas!”


Mika mengkode Arya untuk minggir dari jalannya.


“Pertanyaan terakhir.” Cetus Arya dan Mika mendengus sebal. “Lo ada rencana nikah muda? ..”


“Sama sekali engga!” jawab Mika dengan cepat, mencoba melepaskan diri dari jegalan Arya.


“Kalau tau – tau ada yang lamar? –“


“Akan gue tolak mentah – mentah!”


“Sekalipun gue yang melamar lo? ..”


♥♥

__ADS_1


To be continue ..


__ADS_2