
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia,
Kembali ke satu momen keuwuan yang sedang berlangsung.
“Boleh ga gue minta satu hal sama lo?”
Itu Arya yang sedang berhadapan dengan Mika, bicara dengan santai namun lembut.
“A, pa? ....”
Yang mana suara santai Arya dan sikap serta nada bicara lembutnya pada Mika itu, sudah membuat Mika resah sedari Arya mulai memaksanya duduk dengan sangat berhadapan pake megangin bahu Mika segala.
Terus segala bilang, “Lagi ngagumin lo.”
Waktu Mika tanya, “Ke, napa lo? Ngeliatin gue kayak gitu?”
Kan hati Mika, jadi mengarah pada kelebay-an?. Karena kok rasanya, hati Mika itu ..Bagai sekuntum mawar merah yang baru saja mekar?.
Lalu, disaat Arya mengatakan tentang hal yang lain lagi-yang ga kalah gimanaa gitu, hati Mika yang tadinya diibaratkan bak bunga mawar yang baru saja mekar, berganti lagi perumpamaannya.
Seperti apa, Mika tak tahu bagaimana hatinya diibaratkan dengan pasti, kala Arya bilang, “Jangan judes-judes lagi sama gue-Karena gue pengennya disayang sama orang yang gue udah gue sayang juga ....”
Yang jelas, hati Mika seolah berhenti sedetik kala Arya berkata begitu. Dan setelahnya, hati Mika itu mulai terasa jedag-jedug, kala satu kecupan lembut dari Arya, mendarat di keningnya, berikut kalimat,
“Gue suka sama lo Mi-Sayang malah.”
Didetik berikutnya lidah Mika terasa kelu, karena Arya tak berhenti bicara.
Bicara dengan mengucapkan kata-kata yang membuat Mika rasa ingin menangis, saking terlalu manis itu kata-kata yang sudah melampaui garis finish, batas kebaperan Mika.
“Tapi peri judes itu, udah mulai terlalu sering ganggu kinerja hati gue asal gue inget dia. Receh ya?. Tapi itu kenyataan. Perlahan, lo mulai jadi impian. Impian yang udah mulai gue sayang lebih dari sekedar ade-adean. Yang gue mau jadiin kesayangan, saking gue udah ga tahan pengen liat lo manja sama gue, Mi. Meskipun mungkin gue bukan tipe lo, tapi yakin deh gue, kalo lo ketemu sama cowok yang emang tipe lo, kayaknya boleh dibandingin sayangnya dia sama sayangnya gue ke elo. Yakin pasti lebih gede gue.”
Seumur-umur Mika pernah dapet rayuan gembel dari beberapa cowo yang pernah coba mendekatinya, rasanya baru si sadboy ini yang bisa membuat wajah judes itu mulai merona.
Walau pemiliknya, sedang sekuat tenaga menahan agar rona merah muda itu tak nampak di wajahnya saat ini. Yang mana berharap, akan ada remote ajaib turun dari langit sekarang ini, agar Mika bisa menghentikan Arya sejenak.
Supaya Mika bisa bernafas sejenak, setelah sampai begini Arya membuat Mika sesak nafas, saking banyak banget gulanya itu kata-kata Arya padanya sedari tadi, belum lagi sikapnya.
“Maaf kalo gue akan sering gangguin lo lebih dari sebelumnya. Karena itu akan jadi bentuk usaha gue, biar gue bisa masuk ke hati lo, terus gue huni, supaya gue bisa kasih beribu-ribu kebahagiaan buat lo.”
Ya Allah, Mika ga kuat.
“Jadi, daripada gue gangguin terus, kan mendingan gue pacarin elonya? ....” ucap Arya setelahnya.
Mika jadi terkekeh mendengarnya.
“Ya ampun Mika! –“ seru Arya, membuat Mika jadi terkesiap.
“Kenapa?” Hingga spontan Mika bertanya dengan sedikit mengernyit menatap Arya heran.
“Lihat kebunku penuh dengan bunga. Lihat senyum Dedek Mika, hati Kakak Arya jadi berbunga-bunga ...”
Eyyyaaa!!
Sa ae lu Bambaaannngg.
♥
Arya sedang terkekeh, setelah gombalan recehnya, mendapat balasan raupan telapak tangan Mika di wajahnya.
Nyeleneh memang si sadboy itu seperti selalunya, tapi kali ini Mika dibuat Arya terkekeh geli karena gombalan receh si sadboy itu.
Yang biasanya gombalan receh Arya pada Mika itu, akan disambut dengan cebikan dan ucapan ketus dari Mika. “Di Stanf itu lo ambil jurusan ngegombal ya? ---“
Arya terkekeh kecil karena celetukan Mika barusan, lalu memencet gemas hidung Mika.
“Iihhh Arya sakiittt.”
Mika mendesis sambil mengusap-usap hidungnya.
Wajah Mika merungut.
Namun kemudian wajah merungut Mika itu, menjadi tegang ekspresinya.
Tegang kikuk, bercampur gugup, mengarah pada jantung Mika yang kembali mulai tak stabil lagi.
__ADS_1
Saat,
“Sorry ya? ---“
Arya kembali mendekatkan lagi wajahnya dengan wajah Mika.
“Gue gemes banget abisnya sama lo Mi.”
Dekat sekali wajah Arya itu pada Mika,
Arya mengusap lembut tulang hidung Mika, lalu meniupkan udara berbaur dengan aroma mint yang menguar dari tipuan ringan Arya, meski si sadboy itu sudah meminum minumannya-ke permukaan hidung Mika itu.
“Ini ga dihitung maen fisik ya?. Ini gemes tanda sayang,” Kata Arya setelah ia selesai meniup hidung Mika, walau rasanya unfaedah. “Lo sih terlalu menggemaskan,” kata Arya lagi, dan Mika bersemu mendengarnya.
“Gombal aja terus!” ucap Mika sebagai pengalihan.
“Biarin. Abis gue sayang?” balas Arya sambil lagi mendekatkan wajahnya dengan Mika. “Dan sayang itu mau gue curahkan setiap hari, makanya gue minta lo untuk menerima gue yang akan jadiin lo kesayangan...”
‘Sadboy sialan!...’ rutuk Mika dalam hatinya. ‘LO BIKIN JANTUNG GUE KEJAR-KEJARAN!’
♥
“Mi,” panggil Arya.
“Hem?”
Mika menyahut dengan gumaman.
“Kebiasaan kalo dipanggil nyautnya ham, hem...”
Mika terkekeh dengan intonasi datar atas gerutuan Arya.
“Ya udah kenapa? ---“
Mika menanggapi Arya dengan memandang pada Arya yang sedang menatapnya itu.
“Jadi apa jawaban lo?...” ucap Arya seraya bertanya penuh harap sambil memandangi lekat wajah Mika.
“Emang lo tanya apa?...”
Mika balik bertanya.
“Dari tadi gue ngomong banyak, sampe kering tenggorokan gue bela-belain ga minum demi mengesankan lo, ga paham juga?”
Mika merespon cerocosan Arya dengan gelengan. “Engga.”
Dan jawaban Mika membuat Arya berkesah pelan.
“Mikaela Finn Adjieran Smith...”
Kemudian Arya berkata sambil mengunci wajah Mika dengan mengapit dagu si judesgirl itu dengan dua jarinya.
“Lo udah pernah ngerasain dicium bertubi-tubi???”
Arya mendelik sebal pada Mika yang tercengang dengan ucapan si sadboy itu.
“Ish!” Mika mendesis kemudian .
“Abis ga peka banget sih Dedek Mika...”
Arya berucap sambil menggoyangkan tangannya di dagu Mika.
“Ya lo nanyanya ga jelas ---“
“Oke gue perjelas,” sambar Arya.
Tapi Arya tidak langsung berucap, namun memandangi Mika dengan lekat.
Dimana Mika mulai merasakan lagi jantungnya mulai berdetak mengarah ke tak karuan, gara-gara si sadboy punya kelakuan.
“Gue serius dengan apa yang gue bilang tentang gue yang sayang sama lo...” Baru Arya bicara di beberapa saat kemudian.
Sebenarnya, sama seperti Mika. Jantung Arya sedang berdegup kencang sedari tadi, saat ia ‘menembak’ Mika.
“Jadi, gue tanya sama lo sekarang. Apa boleh gue jadiin lo kesayangan gue seorang, mulai dari sekarang? ...” tanya Arya dengan keseriusan di wajahnya.
Mika terdiam.
“Seengganya, kasih gue kesempatan.”
__ADS_1
Arya tersenyum kecil, namun lembut dan menatap Mika hangat.
“Buat kasih liat lo, tentang gue punya keseriusan buat menjalin hubungan sama lo, andai lo ga yakin sama apa yang udah gue ungkapin ke elo tadi...” tutur Arya dengan santai, namun ekspresi serius pun terbaca juga dari sorot matanya.
♥
Kepo, adalah cerminan dari sekelompok manusia yang terikat pada suatu hubungan persaudaraan dalam satu nama keluarga.
“By the way ... Dimana Mika dan Kak Arya? ...”
Saking terikatnya, maka akan dengan cepat salah satu dari mereka menyadari ketiadaan satu anggota persaudaraan mereka tersebut.
“Lagi shopping kali di Indo April. Tanggung udah jalan. Mereka kan ga tau kalo Momma nyuruh Mba Sifa berangkat duluan ke minimarket waktu si Mika sama Kak Arya masih adu bacot tadi?”
Kemudian ada yang menimpali.
“Lagi kencan mereka.”
Eh, ada yang menimpali lagi.
“Gossip Momma ... Tom and Jerry gitu gimana kencannya coba?-“
"Ye, orang kata Mba Sifa, itu si sadboy sama si judesgirl pergi ke arah bagian area ruko tempat kafe pada kumpul...."
"Oh ya? ...."
Dan timpal menimpali pendapat pun bersahutan silih berganti.
Hingga,
"Eh tapi aneh juga ya kalo Mika mau diajak nongkrong berduaan sama Kak Arya?"
Satu pemikiran terlintas di otak salah satu anggota, yang pada akhirnya ....
"Jangan-jangan, Mika sudah ada rasa pada Kak Arya?"
"Atau bisa sebaliknya."
"Atau juga, jingin-jingin dua-duanya sama-sama punya rasa? terus sekarang lagi cari moment buat saling mengungkapkan? .."
"Bisa jadi!"
"Bagaimana kalau kita cari tempe??"
"Berangkat kalo gitu-Wahai para saudara dan saudariku yang keponya susah ketahan!"
“Cuuuss!!!” Dan sahutan antusias pun tercetus kompak dari mulu para saudara-saudari yang kepo itu.
Bangkit dengan semangat dari duduk mereka, seraya minta ijin pada sepasang orang tua dan sepasang kakek nenek yang sedang ada bersama para pemilik jiwa yang sedang kepo tersebut.
Dan saat kata, “Boleh.” Sekelompok saudara-saudari dapatkan itu, mereka pun dengan gegap gempita mempersiapkan diri mereka, untuk mengobati rasa kepo yang sedang menyelimuti sanubari itu.
♥
Dimana yang sedang dikepoin sedang,
“Gue serius dengan apa yang gue bilang tentang gue yang sayang sama lo...”
Dalam sesi interview yang melibatkan sebongkah perasaan.
“Jadi, gue tanya sama lo sekarang. Apa boleh gue jadiin lo kesayangan gue seorang, mulai dari sekarang? ... Seengganya, kasih gue kesempatan.”
“...........”
“Buat kasih liat lo, tentang gue punya keseriusan buat menjalin hubungan sama lo, andai lo ga yakin sama apa yang udah gue ungkapin ke elo tadi...”
Arya menatap dalam pada Mika kemudian.
“Sekali lagi gue bilang sama lo, gue sayang sama lo Mika, bukan sayang dalam kategori ade-adean... Sayang gue, mau jadiin lo pasangan. Yang gue harap berawal dari pacaran, sampai ke jenjang pernikahan...”
‘Oh my... Ini pasti ga nyata! He must be not serious, right (Dia pasti ga serius kan)?---‘ hati Mika berbisik.
“Jadi?---“ Arya bersuara, dan memecah lamunan Mika. “Apa jawaban lo... Mikaela Finn Adjieran Smith?” sambungnya. “Lo mau kasih gue kesempatan dulu, atau lo langsung terima gue jadi pacar lo mulai dari sekarang?”
Mika menggigit bibir dalamnya. “Gue...”
♥♥♥
To be continue...
__ADS_1