
Terima kasih masih setia
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading yah....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
R Corp, Jakarta Indonesia....
“Kak Drea duluan aja ke Lounge Utama, aku menemui Kak Kafeel dulu ya?... kan aku kesini memang mau ketemu dia, hehehe...” celoteh Val yang diiyakan oleh Drea yang kemudian melanjutkan langkahnya menuju Lounge Utama.
Dimana Val dan Drea sudah berada di lantai khusus Pimpinan Perusahaan dalam Perusahaan Daddy R tersebut dibawah naungan nama keluarga sang Daddy, yakni Aditama.
Drea memang sudah janjian dengan sang suami, untuk bertemu hari ini dan akan pergi menghabiskan waktu mereka bersama setelah Varen selesai dengan urusannya di R Corp.
Hal yang membuat Val sering merasa iri dengan kemesraan dua kakaknya itu yang masih seperti orang pacaran. Selalu mesra, macam para Dad dan Mom dalam keluarganya.
Bahkan Gappa dan Gamma juga masih terlihat mesra, meski keduanya sudah sangat jauh dari kata muda.
Sungguh Val benar-benar iri pada pasangan-pasangan dalam keluarganya yang hampir ga pernah bertengkar. Yah ada sih pertengkaran, tapi hanya pertengkaran kecil yang unfaedah biasanya.
Setelah itu, kemesraan akan kembali mendominasi.
Sungguh itu menjadi impian Val bersama Kafeel nanti.
Yang orangnya kini sudah tidak sabar Val temui saat Val melewati ruangan pria matang pujaan hatinya Val itu.
Yang suaranya terdengar dari balik pintu ruangan Kafeel yang terbuka.
Senyum Val pun mengembang. Sudah sangat bersemangat untuk masuk ke ruangan Kafeel.
Namun sebelum Val sempat mendorong pintu agar terbuka lebih lebar lagi dan mengayunkan langkahnya ke dalam ruangan pujaan hatinya itu, pintu ruangan Kafeel keburu bergerak dan tertarik ke dalam hingga melebar, dan Kafeel nampak muncul saat pintu sudah terbuka lebar, yang langsung memandang Val yang sedang berdiri di ruangannya tersebut. Kafeel nampak sedikit terkejut atas keberadaan Val, namun kemudian ia tersenyum lebar.
“Eh Val?” ucap Kafeel.
Val yang senyumnya tadi mengembang indah itu, kini hanya tersenyum tipis pada Kafeel, bahkan tidak langsung menghambur pada pria pujaan hatinya itu seperti biasanya saat Val bertemu dengan Kafeel.
Karena mata Val tertuju pada seseorang yang berada disamping Kak Kafeel tercintanya Val, saat pria itu nampak hendak keluar dari ruangannya.
Seorang wanita yang usianya mungkin hanya berbeda sedikit dari Kak Kafeel-nya, ada bersama pujaan hatinya Val itu, dan sepertinya mereka sedang terlibat obrolan seru.
Karena tawa menghiasi wajah keduanya yang nampak asik bersenda gurau dan terlihat akrab, membuat udara di sekitar Val menjadi terasa pengap untuknya. “Val?” suara Kafeel terdengar lagi, karena Val belum bersuara.
Soalnya Val lagi sibuk memindai wanita yang nampak akrab dengan Kak Kafeel-nya itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.
“Val cantik kapan dateng?....”
“Baru saja.”
“Sama siapa?”
“Kak Drea.”
“Kak Dreanya mana?”
“Sudah menyusul Abang ke Lounge Utama.”
Val menjawab datar saja setiap pertanyaan Kafeel.
“Ini....” Wanita disamping Kafeel itu bersuara. Hendak menanyakan tentang Val.
“Ini Valera, adiknya Alvarend....” Kafeel mengatakan siapa Val pada wanita disampingnya itu, yang kemudian ber-Oh ria sambil manggut-manggut.
Sementara matanya masih tetap menyorot pada wanita disamping Val itu, yang sedang melemparkan senyum keramahannya pada Val.
“Dia siapa?”
Valera tanpa basa-basi bertanya.
“Oh, aku Rara ---“
“Aku tidak bertanya padamu.”
Val segera menyambar untuk memotong kalimat wanita yang hendak memperkenalkan dirinya pada Val itu.
Wanita yang memperkenalkan dirinya yang bernama Rara itu, langsung menarik tangannya yang tadi sempat terulur pada Val.
“Jangan judes-judes dong Val cantik, nanti Kak Rara nya---“
“Dia bukan kakak aku.”
Val segera memotong ucapan Kafeel.
Membuat wanita bernama Rara itu menjadi tersenyum canggung karena merasa risih dengan tatapan Val padanya, belum lagi nada bicara Val yang ketus padanya.
Namun Kafeel tetap menampakkan senyumnya.
“Val susul Abang ke Lounge Utama duluan ya? Nanti Kak Kafeel menyusul setelah mengantar Rara sampai lobi...”
“Memang dia tidak bisa pergi sendiri ke lobi sampai harus diantar segala?....”
Val pun menyambar.
Kafeel masih mempertahankan senyumannya pada Val, sementara Rara masih berdiri kikuk.
“Hanya tinggal masuk elevator, tekan tombol L. Sampai langsung di lobi. Begitu saja tidak bisa memangnya? Manja sekali....”
Val yang biasanya ramah pada orang itu, kini sedang jauh dari kata ramah dan bersahabat.
“Entah manja, entah bodoh...” sarkas Val.
Gadis itu nampak merungut dan terlihat sinis.
“Hey Val cantik kenapa jadi tidak sopan begini?”
__ADS_1
Kafeel yang tetap tersenyum itu kemudian mengacak pelan rambut Valera.
“Kakak anter Rara dulu ya? ....”
“Kenapa tidak menyuruh orang lain saja sih?!”
Val kembali berkata ketus dan sinis memandang pada wanita yang bernama Rara itu.
“Manja! Girlish! ( Genit! )”
Author : Lupa ama diri sendiri nih bocah.
“Eh Val, tidak boleh bicara begitu dong? Tidak sopan.”
“Ck!” Val berdecak dan merungut.
“Kalau begitu, aku permisi aja ya Ka ----“
“Iya sudah sana!....”
Valera dengan keketusannya.
“Val cantik, jangan begitu.”
Kafeel langsung menyambar.
“Val ke Lounge Utama ya? Kakak nanti menyusul, okay?”
“Kak Kafeel ikut saja bersama Val sekarang ke Lounge Utama, dan biarkan saja dia pergi sendiri ke lobi!” ketus Val. “Apa perlu ini bodyguard aku dan Kak Drea aku suruh untuk mengantar dia kalau memang butuh pengawalan?! Merepotkan sekali jadi tamu....”
Val ber sinis ria, belum lagi sarkasme ucapannya, sembari menunjuk deretan beberapa orang pengawal yang tadi menyertainya dan Drea, dan sedang berdiri sigap, di beberapa sudut yang berbeda.
“Val cantik.... jangan tidak sopan begini dong?....”
Seperti biasa, Kafeel dengan sabar menanggapi Val.
“Sudah ya, Val ke Lounge Utama duluan, okay?” bujuk Kafeel.
“Ti---“
“Nona Valera....”
Ucapan Val terpotong karena ada suara yang memanggilnya. Harsena, sekertaris pribadinya Varen yang barusan memanggil Val.
Val menoleh sedikit saja. “Kenapa Kak Har?” tanggap Val pada Harsena dengan datar, lalu ia kembali memandang pada Kafeel dan wanita bernama Rara itu.
“Abang pasti memanggil Val....” tukas Kafeel, masih dengan tersenyum pada Val. “Val datangi Abang Varen dulu ya, Kakak antar Rara sebentar,” sambungnya kemudian. “Yuk, Ra.”
Kafeel pun segera berlalu dari hadapan Val.
“Sebentar ya Val cantik,” seru Kafeel yang kemudian masuk ke dalam lift bersama Rara.
“Iihh!!”
**
Lounge Utama R Corp...
“Hey, Val, kenapa? ...”
Andrea yang melihat Val datang dengan tergesa ke Lounge Utama, dimana dirinya dan Varen baru saja melepas tamu Perusahaan yang akan menjalin kerjasama besar itu, segera bertanya pada adik angkat sekaligus adik iparnya yang wajahnya sukar untuk dilukiskan.
Tamu Perusahaan tersebut sempat berpapasan dengan Val, namun Val seolah tak mau melihat lagi kanan kirinya, karena gadis itu sedang kesal.
“Ada apa Val?” Melihat wajah adik kandungnya yang sedang cembetut itu, membuat Varen juga ikut bertanya pada Val.
Tapi Val tidak menjawab pada dua orang yang bertanya padanya itu, melainkan ia sedang menggerakkan jempolnya pada ponsel kemudian menempelkannya tak seberapa lama.
Sementara itu Varen menanyakan apa yang membuat adiknya itu menjadi cembetut, sementara Val sedang menempelkan ponsel di telinganya, sedang menghubungi seseorang dengan nampak tak sabar, menunggu panggilannya di jawab.
“Daddyyy!!!!” Suara pekikan tak lama terdengar, hingga membuat Drea dan Varen sampai mengendikkan bahu mereka, termasuk juga Harsena yang masih berada di Lounge Utama.
“Astagaaa!” keluh ketiga orang yang berada di dekat Val karena pekikan Gadis itu.
Dan kalimat berikutnya yang terdengar dikatakan oleh Val, membuat ketiga Varen, Drea dan Harsena melongo sampai membuka mulut mereka.
“Val Tidak Mau Tahu! Daddy Berangkat Ke Jakarta Saat Ini Juga Karena Daddy Harus Melamar Kak Kafeel Untukku! ”
***
London, England...
The Great Mansion of The Adjieran Smith...
BLUUURRRRFFFF!!!
Dimana diseberang sambungan telpon Val, ada seorang Daddy yang langsung menyemburkan kopi yang baru saja disesapnya, kemudian terbatuk kecil karena sedikit tersedak.
Setelah mendengar cerocosan dari sebrang sambungan telepon orang yang menghubunginya, yakni putri kandungnya sendiri.
“Apa kepalamu habis tertimpa sesuatu, Val, putriku sayang?!”
Daddy R.
Yang terkejut, kemudian kesal, sembari Daddy R berbicara di ponselnya dengan matanya yang mendelik. Berikut satu tangan Daddy R yang berada di pinggang.
Berbicara dengan nada ketus pada Val yang sedang menghubunginya itu.
“I’m fine Daddyyyy.” Suara Val kembali terdengar dari sebrang ponsel Daddy R.
“Lalu mengapa ucapanmu melantur seperti itu, Hah?!”
Ah, Daddy R sedikit nge-gas jadinya.
“Val tidak sedang melantur oh My Handsome Daddy .. Val ini serius!”
__ADS_1
Sahutan dari Val terdengar dengan santainya, sok serius.
“Pokoknya Val mau Daddy segera datang ke Jakarta.”
Val merengek.
“Lamar kan Kak Kafeel segera untukku ..”
Kembali anak bontot kandung Daddy R dan Mommy Ara itu merengek pada sang ayah.
“Ya Daddy, Ya??” rengek Val lagi. “Pleasee???? ..”
“Pasti! Aku pasti akan ke Jakarta!”
Daddy R menyahut mantap.
“Benar Dad?!”
Val terdengar sumringah.
“You’re the best Daddy!!.”
“Ya, aku akan ke Jakarta hari ini juga! ..”
Daddy R bersuara lagi.
“Aku akan ke Jakarta, untuk me-ngetuk kepalamu agar otakmu itu kembali waras!”
Kemudian Daddy R berdecih sinis.
“Aaa Daddyyyy!! ..”
Dan rengekan panjang Val pun terdengar dari sebrang sambungan telpon pada ponsel Daddy R yang orangnya sudah nampak sebal sekali.
**
Lounge Utama R Corp.
“Aaa Daddyyyy!! ..”
Bagaimana suara rengekan itu terdengar di telinga Daddy R yang berada di London, seperti itulah rengekan yang juga terdengar di Lounge Utama R Corp, dimana tadi Varen, Andrea dan Harsena sempat melongo mendengar permintaan Val pada sang Daddy kandung yang sedang ia hubungi.
Kalau tadi tiga orang yang berada di dekat Val itu sempat melongo sampai menganga, kini mereka bertiga kompak geleng-geleng sambil memperhatikan kelakuan itu satu gadis muda yang nampaknya sudah gila karena cinta yang luar angkasa.
“Lamar kan Kak Kafeel untukku!” Val masih kekeh merengek.
“Tidak mau!”
Daddy R menyahut cepat dari seberang sambungan telepon di ponsel Val.
“Aaa Daddyyyy!! ..” Rengekan Val terdengar lagi.
“Berhenti merengek, pikirkan dan selesaikan saja dulu kuliahmu baru berpikir untuk menikah. Sembari kau betulkan otakmu yang bergeser itu karena meminta untuk melamar seorang laki-laki...”
Daddy R pun merepet.
“Ih Kak Drea saja menikah saat masih sekolah ....” Mana Val mau kalah?. "Memang kenapa juga kalau wanita yang melamar pria?"
“Kak Drea kalian itu hal khusus! Perihal----”
“Ya aku juga khusus dong! .. Dad tidak boleh pilih kasih.”
Val memotong ucapan Daddy R, melayangkan protesnya.
“Tidak baik tahu ...”
Malah menasehati sang Daddy kandung.
“Aku tidak pernah pilih kasih pada setiap anak-anakku!”
“Tapi buktinya, Dad membedakan aku dengan Kak Drea..”
“Sshh.....” terdengar ringisan suara Daddy R dari seberang sambungan telepon.
Val tidak tahu saja, jika Daddy R sedang memijat kuat keningnya saat ini, saking kepalanya sudah mulai terasa pening karena satu putrinya ini.
“Oh Valera Madelaine Aditama Adjieran Smith,” lengkap Daddy R menyebut nama putri kandungnya itu. “Kak Drea kalian itu aku katakan khusus bukan karena aku pilih kasih, melainkan karena keadaan ...”
Kini, Daddy R menurunkan nada suaranya pada putri kandungnya yang tadi meminta sesuatu hal yang sungguh mengada-ngada.
“Lagipula, Kak Drea itu, Abang yang melamar. Mengerti sampai disini?” kata Daddy R.
“Mengerti tapi aku tidak mau tahu! ... Jika Daddy tidak mau segera datang kesini dan melamarkan Kak Kafeel untukku, aku akan ...”
Val menggantung kata-katanya.
‘Apa itu ya perumpamaannya kalau disini? ..’
Sedang mengingat-ingat sesuatu yang ingin ia katakan.
‘Ah iya!’
Val sudah mendapatkan jawaban dari apa yang tadi ia sempat pikirkan.
“Kamu mau mengancam Dad-mu ini hah?!”
“Iya!”
Dan geraman tertahan suara Daddy R pun terdengar dari sebrang ponsel Val.
“Kalau Daddy tidak mau mengabulkan permintaanku, aku akan Ka-Win La-Ri!”
**
To be continue...
__ADS_1