
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama Keluarga The Adjieran Smith, Jekardah, Indonesiah,
Ada mereka yang sedang makan malam bersama, dimana sesi makan malam untuk merayakan dua hal itu berlangsung dengan santai saja.
Santai dengan para muda – mudi yang ada saling bersenda gurau dan mengeluarkan kalimat – kalimat yang menggelitik perut.
“Coba raja bucin. Abang Varen ... gombalan receh nan mautnya manaa?? –“
“Tanya Kak Drea.”
“Kok tanya Drea? ... Drea mana pernah menggombali Abang coba? ... Tanya apa gitu sama Drea?"
“Drea mengijinkan Abang kangen sehari berapa kali? Soalnya Abang takut overdosis rindu ...”
“Wagela! Wagela!”
“Raja Bucin emang seng ada lawan kalo soal gombalan maut!”
“Bapaknya Raja Bucin ga punya stok gombalan maut??? Masa kalah sama anaknya?”
“Hah! Aku tidak terbiasa dengan rayuan murahan macam itu ... Kyara tahu betul itu ...” respons ayah dari dia yang dijuluki Raja Bucin oleh adik – adiknya.
Dengan matanya yang memandang malas ke arah anak sulung kandungnya itu. Juga dengan sikapnya yang nampak cool seperti selalunya.
“Heleh! Bilang rayuanku rayuan murahan ...” Sang Raja Bucin yang kemudian angkat suara menanggapi ucapan ayah kandungnya itu barusan. “Rayuan Dad pada Mom Peri bahkan sangat absurd ...”
“Yang mana yang kau bilang absurd bocah tengik?!”
Yang dikatai Raja Bucin nampak tak terima.
“Aku jarang memberikan gombalan murahan pada Ibu Peri asal kau tahu.”
“Hah!”
Varen menyergah cepat.
“Lalu tebak – tebakan Dad yang melibatkan cicak di dinding itu???? ...”
Sambil Varen melirik dan tersenyum remeh pada ayah kandungnya itu.
“Bahkan lebih dari sekedar murahan ...” ledek Varen.
Dimana Dad R nampak kemudian mengulum senyumnya, dan mereka yang tahu terutama sang istri – terkekeh geli.
“Kyara, kamu tahu engga? ...”
Varen memberikan satu peragaan.
“Cicak apa yang bikin mati? ...” sambung Varen dimana Dad R yang tadinya hanya mengulum senyum, mulai nampak lebar senyumannya.
“Terus jawabannya, Bang?”
“Cicak napas mikirin kamu,” jawab Varen atas celetukan Papa Rico. “ Apaan.”
Varen lalu berkata remeh, meledek Dad R dengan lirikannya -- dimana gelakan kemudian langsung memenuhi ruang makan KUJ saat ini.
“Bukan receh lagi itu sih –“
“Memang! Norak!” sambar Varen atas celetukan Nathan yang masih terus cekikikan setelahnya.
“Enak saja kau bilang Norak! ...”
Dad R dengan cepat menyergah.
“Ibu Peri bahkan merona saat aku mengatakan itu padanya.”
Dad R lalu menoleh ke sampingnya, dimana Mommy Ara juga masih cekikikan.
“Bukan begitu, Ibu Peri?“
Dad R lalu meminta dukungan sang istri.
“Iya merona ...” Namun Varen yang dengan cepat menyambar. “Merona saking malu! –“
“Diam kau bocah tengik!” Dad R menukas cepat ledekan Varen sambil ia melempar serbet ke arah anak sulung kandungnya itu.
Dan kembali, riuh gelakan memenuhi seantero ruang makan KUJ.
💝
Sesi makan malam dalam rangka merayakan dua hal itu, pada akhirnya berlangsung dengan begitu santainya – namun kehangatan nyata terasa, dimana hingga hampir semua orang telah selesai dengan makanan mereka dan candaan juga masih bersahutan berikut juga cekikikan, dimana Simon yang tidak paham bahasa yang mendominasi dalam sesi makan malam itu tidak banyak bersuara, namun pria ‘belok’ itu juga nampak sering tersenyum melihat sikap para anggota keluarga Val – terutama Dad R dan Varen.
Dimana selama Simon beberapa kali bertatap muka dengan mereka, dua pria The Adjieran Smith itu macam di lem aibon rahangnya – rapat dan kaku. Sungguh jauh berbeda dengan sikap keduanya sekarang.
__ADS_1
Dan lagi, Val juga sering menjadi penerjemah untuknya.
Suatu inisiatif Val yang didukung Kafeel, agar Simon tidak merasa canggung.
Pun tetap juga, sesekali Simon ditegur untuk diajak mengobrol dalam sesi makan malam tersebut, menyelingi obrolan dan candaan yang tercipta diantara mereka yang banyaknya menggunakan bahasa Indonesia.
Jadi pada akhirnya Simon merasa nyaman berada di tengah – tengah keluarga Val yang sebelumnya ia pikir lumayan kaku itu.
Well, tak kenal maka tak sayang bukan?
💝
“Are you tired, Simon?” tanya Dad R pada mantannya Val itu, setelah Dad R selesai dengan makan malamnya.
“Not at all, Mister Moreno,” jawab Simon. Dimana pria itu mengulas senyuman hangatnya kemudian, dan Dad R langsung lagi berbicara.
“Maybe you guys can take Simon out seeing Jakarta (Mungkin kalian dapat mengajak Simon keluar melihat – lihat Jakarta)?”
Dimana Dad R kemudian memandang bergantian pada para muda – mudi yang masih duduk di tempat mereka pada kursi ruang makan KUJ, sambil ia bicara itu.
Lalu sahutan atas ucapan Dad R yang berupa gagasan itu kemudian terdengar dari mulut Drea, yang mana kemudian sahutan Drea tersebut ditimpali oleh para muda – mudi yang lain.
“Good idea!”
“Tapi kemana malem – malem gini? –“
“Ini belum terlalu malem lah!”
“Tapi kan tempat wisata di Jakarta juga sudah pasti tutup jam segini? –“
“Iya betul! Kalopun ada yang masih buka, paling – paling jam 10 dah tutup juga dan sekalipun kita berangkat sekarang ga keburu –“
“Ya udah ke Club aja sih? –“
“Elah di London, Club banyak!”
“Ancol buka 24 jam!”
“Ya elah jauh – jauh si Simon ke sini dari London diajak liat aer doang??? ...”
“Pusing amat! Kotu ada wisata malam, okay??? –“
“Ah iya benar, Abang! ... Kebetulan Simon suka dengan tempat – tempat yang berbau sejarah. Walaupun di Kota Tua hanya melihat sebagian saja sejarah Jakarta. Tetapi itu better daripada kita tidak mengajak Simon kemana – mana, bukan? –“
“Oke Kotu bungkus!”
“Cuuusss!!!”
💝
“Come here again with all of our family member at London at summer holliday ( Datang ke sini lagi dengan seluruh anggota keluarga kami di London pada liburan musim panas )”
Varen bicara pada Simon yang ia dan para adik berikut Kafeel dan Arya serta Sony, telah sampai di sebuah tempat di Jakarta yang biasanya ramai dan rutin pertunjukkan tradisional, dan bisa dikatakan sebagai pusat sejarah kota di mana KUJ berada.
“Perhaps we will make engagement party for May and Val here before London or maybe just held that here. Then we’re planning to spend holliday time at one of the city at Indo ( Kemungkinan kami akan mengadakan pesta pertunangan untuk May dan Val di sini sebelum di London atau mungkin juga hanya menyelenggarakannya di sini. Lalu kami berencana untuk menghabiskan liburan di salah satu kota di Indo ) ...”
Varen lanjut bicara dalam ia melangkah bersisian bersama Simon dan para pria muda yang ikut serta berwisata malam ke tempat yang didominasi dengan bangunan era Belanda, pada satu titik di kota Jekardah.
“Thank you so much for the invitation ( Terima kasih banyak atas undangannya )” jawab Simon.
“You welcome,” sahut Varen. “And about the medication for your sister, one of my confident will call you later ...”
Sambil satu tangan Varen merangkul bahu Simon dari belakang. Lalu ditepuk – tepuk pelan oleh anak ‘naga’ yang jelas akan menjadi pemimpin dalam keluarga menggantikan dua ‘naga’ pada satu generasi di atas para pewaris muda jajaran Varen hingga Ares.
“I can’t promise that your sister will be like Val who walking to get cure as well as before ... but we will try to do best and find other solution to help your can be way more better than her condition right now, if what we have now still not enough to help her become totally well ( Aku tidak dapat menjanjikanmu jika adik perempuanmu bisa seperti Val yang sedang perlahan sembuh sebaik sebelumnya ... tapi kami akan melakukan yang terbaik dan menemukan solusi lain untuk membantu adikmu menjadi jauh lebih baik dari kondisinya sekarang, jika apa yang kami miliki saat ini belum cukup untuk membantunya untuk benar – benar sembuh ) ...”
“Thank you. Thank you so much ... getting help from all of you it’s totally meantful to me. Because I’m very sure, that you’re all are that great ( mendapat bantuan dari kalian semua sungguh sangat berarti bagiku. Karena aku sangat yakin jika kalian sehebat itu )” jawab Simon penuh rasa terima kasih pada Varen. Lalu ia juga memandang pada Nathan dan Aro, berikut Kafeel dan Arya berikut Sony yang kemudian ikut membesarkan hati Simon soal kesembuhan adik perempuan si pria ‘belok’ itu. Dimana setelahnya, para pria yang di belakang para ciwi – ciwi di depan mereka itu, dengan Ares yang ikut serta dengan para saudarinya -- terlibat obrolan santai.
Sambil juga Varen dan saudara – saudari nya yang ada bersamanya, termasuk Kafeel dan Arya serta Sony – jadi guide dadakan untuk Simon.
💝
“Aku dan Val memutuskan untuk kembali ke London besok bersama Simon dan Dad R serta Mom Peri.”
Mika yang berucap, kala sesi jalan – jalan malamnya dan mereka yang ikut serta bersama Mika kini telah berada di sebuah kedai kopi yang berusia lebih dari sembilan dekade.
“Kok mendadak, Mi? ...”
Arya yang lalu menanggapi ucapan Mika tadi.
“Kurang dari dua minggu summer holiday tugas kuliah dan kuis sudah pasti akan ada di setiap harinya. Pasti banyak poin yang disebar, dan gue tidak ingin banyak kehilangan agar gue bisa menjadi yang terunggul di kelas. Lagian dari awal juga gue kan dateng ke sini cuma mau mewujudkan keinginan lo yang ingin ada gue di sisi lo di hari ultah lo ini –“
“Iya, makasih buat itu. Tapi apa lo ga jetlag? Lo baru sampe tadi pagi di sini dan besok mau balik lagi ke London,” tukas Arya. “Abis itu lo bakal belasan jam lagi ada di udara, padahal di sininya juga sebentar dan lo juga ga cukup istirahat.”
Mika menggeleng.
“Kita udah kelewat biasa kali Kak Arya kek gitu. Jadi ga lagi ngalamin yang namanya jetlag mau puluhan jam ada di udara juga. ”
__ADS_1
Aro menimpali. Dan ucapannya itu langsung diiyakan oleh para saudara – saudarinya.
“Kita aja pernah keliling sepuluh negara di Eropa dalam lima hari karena tantangan Poppa. Boro – boro jetlag, yang ada kita jadi pada nagih karena seru banget ternyata. Termasuk nih dua bocil.”
Drea ikut berkomentar, sambil juga menunjuk pada Ares dan Aina. Dan lagi – lagi para pewaris yang ada itupun mengangguk mengiyakan ucapan salah satu saudari mereka itu.
“Lagian selama lo kenal gue dan kita sering bepergian bareng, apa lo pernah sekalipun liat gue jetlag?” ucap Mika kemudian sambil memandang pada Arya.
“Iya juga sih,” jawab Arya. “Lupa gue ... Kalo selaen judes, calon istri gue kan cewek seterong,“ kata Arya lagi. “Udah gue rasain tenaganya waktu nampar gue tadi pagi.”
Dimana ekspresi keterkejutan nampak di wajah mereka yang sedang bersama Mika dan Arya, yang langsung spontan mencetuskan keterkejutan mereka itu.
“What?? ...”
Drea, Via, Val, Isha dan Aina yang terperangah.
“Beneran itu, Mi?? –“
“Sorry buat hal itu. Namanya juga gue emosi berat –“
“Eh!” tukas Arya cepat sambil meraih tangan Mika lalu ia genggam. “Gue yang minta maaf, Mi. Gue ga ada maksud gimana – gimana ngomong soal itu. Nyeplos aja itu barusan. Ga sengaja. Sorry ya, Mi? –“
“It’s okay, Ar. Sekali lagi gue minta maaf karena udah nampar lo.” Gantian Mika yang menukas ucapan Arya. Dimana Arya langsung tersenyum.
“Ga perlu minta maaf,” sahut Arya. “Gue malah rasanya seneng. Karena dengan sikap lo yang begitu, itu tandanya lo cemburu. Dan cemburu kan tanda cinta, iya kan?”
Ucapan Arya ditujukan pada Mika.
“Iyaa!! ...” namun sahutan justru terdengar dari mulut para ciwi – ciwi selain Mika yang sedang bersama dengannya dan Arya itu.
💝
💝
Puas berwisata malam di sebuah area bersejarahnya Jekardah dan sekelilingnya sambil juga sedikit berkeliling di area yang menjadi ikonnya kota tersibuknya Indonesiah, Varen CS berikut tamu mereka langsung menuju ke KUJ sesudahnya.
Dimana hari sudah cukup larut kala para muda – mudi yang habis berwisata malam itu tiba di KUJ yang sudah nampak sepi. Lalu Arya, Kafeel berikut Sony menginap di KUJ. “Memang jam berapa kalian berangkat ke London besok? ...” tanya Kafeel pada Val dan Mika dikala ia dan semua yang bersamanya plesiran malam tadi, sudah akan memisahkan diri.
“Sore kok, Kak ... Masih ada waktu kok buat kangen – kangenan sama Val, sebelum pisah sampai kurang lebih dua minggu.”
Mika yang menjawab.
“Kita juga bisa kangen – kangenan dulu dong berarti besok?” Arya langsung saja menyambar. Membuat Mika mencebik sambil melirik malas pada pacarnya itu yang terkekeh setelah melihat Mika juga memonyongkan bibirnya.
“Sosor juga nih!” seru Arya menggoda Mika. Dimana kekehan lalu tercipta dari mereka yang masih berada bersama dua sejoli itu. Yang sesi kekehan itu hanya sebentar saja.
Lalu kesemuanya pergi untuk mengistirahatkan diri mereka di dalam kamar. Dimana hanya yang sudah menikah saja yang pergi ke kamar mereka untuk mendapatkan waktu pribadi.
Yakni Varen – Drea dan Nathan – Via.
Sementara mereka yang belum menikah, membuat kubu dan punya rencana masing – masing untuk menghabiskan malam sesuai dengan kubunya masing – masing.
Kubu jejaka dan perawan.
Minus Simon di kubu jejaka yang janjian akan begadang katanya.
💝
Kediaman Utama Keluarga The Adjieran Smith, Jekardah, Indonesiah,
“Omo! –“
“Kenapa? Tipe cowok idaman kamu berubah lagi setelah lihat itu aktor?”
“Cek Cuits! ...”
“Ada apa sih?”
“Kak Lena kirim link ke aku ...”
“Link apa? –“
“Ini ... May ...”
“Apa – apaan? –“
---
“Sepi banget?”
“Anak – anak cewe belum pada bangun?”
“Udah dari tadi.”
“Terus pada dimana?”
“Sedang melakukan misi kasih pelajaran ke cewek ga ada akhlak.”
__ADS_1
♥♥♥♥♥♥♥
To be continue ...