
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
Makasih masih setia....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,
Detik dimana Aro yang telinganya mendengar deru kendaraan yang rasanya sudah masuk ke pekarangan rumah, Aro pun berkata,
“Kayaknya Kak Kaf dan rombongan udah sampai deh? ..”
Lalu kegugupan melanda Val, jantungnya mulai berdebar tak karuan. Karena hari ini, ia akan dilamar, oleh sang pria pujaan.
Benar – benar resmi diminta dari kedua orang tua kandungnya.
Yang tak Val sangka – sangka momen ini menghampirinya.
Momen yang mendekatkan Val dengan mimpi terbesar yang ia punya, yakni menikah dengan Kak Kafeelnya.
Dimana dia yang menjadi impiannya Val dan tadi Aro terka sudah sampai di kediaman mereka orangnya, memang benar adanya-----jika dia yang punya hajat untuk melamar Val telah memasukkan mobilnya ke pekarangan kediaman mewahnya The Adjieran Smith yang berada di Jakarta.
Dan saat iring – iringan beberapa mobil yang juga diikuti oleh beberapa motor sport dan ada juga moge itu masuk ke pekarangan kediaman, mereka yang merupakan orang tua dan tetua yang telah siap menunggu seluruhnya sejak beberapa menit yang lalu pun, sigap berdiri dari duduk mereka.
“Assalamu’alaikum.” Suara salam dari mereka yang berjalan beriringan dari pekarangan ---- parkiran KUJ alias Kediaman Utama Jakartanya keluarga The Adjieran Smith itupun terdengar serempak di ambang pintu kediaman tersebut.
Kafeel datang dengan rombongan cukup besar. Solidaritas antar kawan, membawa beberapa orang menyertai kedatangan Kafeel menemui keluarga Val untuk melamar secara resmi meski tidak ada hubungan kekeluargaan sama sekali dengan Kafeel.
Sungguh, Kafeel amat sangat menghargainya.
Selain juga, kedatangan mereka yang mengiringi Kafeel dimana orang – orang itu adalah mereka yang ikut andil dalam satu nama sekarang yakni The Dragon’s Army --- adalah juga undangan dari si empunya rumah.
“Wa’alaikumsalam.”
Sahutan salam dengan wajah – wajah sumringah dari mereka yang sudah berdiri untuk menyambut kedatangan para tamu pun terdengar juga sama kompaknya kemudian.
Lalu saling sapa dengan wajah sumringah, berikut pelukan dan ciuman takdzim pada punggung tangan mereka yang dituakan pun terjadi untuk beberapa saat.
“Konteksnya nih sekarang harusnya lo udah biasain cium tangan sama gue –“
“Nah iya bener. Sama gue juga. Lo kudu cium tangan juga sama gue, Kak,” sambar Nathan yang menimpali ucapan Kafeel yang kini sudah berhadapan dengan keduanya, yang tersenyum lebar.
Sisanya terkekeh mendengar celetukan Varen dan Nathan yang hari ini menggunakan batik seragam, seperti juga The Dads dan Gappa, serta Ake Herman.
Baju wajib acara lamaran di Indonesia.
Begitu sih kayaknya.
“Nanti aja pas nikahan, gue sungkem sama lo berdua sekalian ..” jawab Kafeel yang juga mengenakan batik namun tidak seragaman dengan para pria di keluarga Val, hanya warnanya saja yang senada.
“Gue pegang loh ya kata – kata lo, Kak Kaf,” timpal Nathan lalu cengengesan kemudian.
“Iya nanti setelah gue pegang tangan penghulu sambil ngucap ijab, lo tagih deh tuh sungkem gue ke elo sama ini anak ‘naga’.”
“Awas aja kalo ingkar! .. Kita apain Bang? ..”
“Bantai tanpa sisa.”
♥
Obrolan santai diselingi senda gurau dan tawa, setelah juga apa yang Kafeel bawa sebagai hantaran untuk pelengkap kedatangannya hari ini dengan maksud yang spesial telah kiranya diterima oleh pihak keluarga Val dan telah dijejer rapih di atas sebuah meja yang berada tidak jauh dari kursi – kursi yang telah ditata sedemikian rupa ---- terhenti tak seberapa lama, ketika kiranya Kafeel berikut keluarga Val merasa jika patutnya acara segera dimulai.
“Jangan terlalu mempersiapkan yang bagaimana – bagaimana. Aku hanya ingin apa adanya aja.“
Begitu yang sempat Kafeel sampaikan pada para Dad dan kedua kakak lelaki Val mengenai kedatangannya dalam maksud melamar Val secara resmi.
Namun tidak diiyakan juga tidak disanggah oleh pihak keluarga Val. Hingga acara sederhana yang Kafeel pernah suarakan itu, terlihat tidak sesederhana itu, meski para Momnya Val itu bilang,
“Ish, ini udah sederhana banget, Ka.” Begitu kata para Momnya Val.
Yang mana, sederhana dalam definisi mereka para sultanah senior itu yah... begitulah.
Jauh berbeda dari pandangan orang biasa.
Tapi ya sudah, Alhamdulillah Kafeel dan Bunda serta adiknya ucapkan dalam hati mereka.
Keluarga Val, memang luar biasa baiknya. Mereka tidak mau menerima uluran tambahan Kafeel untuk biaya acara lamaran yang katanya sederhana ini.
“Simpen aja,buat nanti nikahan kamu dan Val. Mau biaya sendiri kan?” Begitu kata para Dadsnya Val.
__ADS_1
Tapi rasanya Kafeel ragu kalau dia akan dibiarkan menanggung biaya sendiri untuk pernikahannya dan Val oleh keluarga kekasih kecilnya dengan kekayaan seolah tak berbatas itu.
Okelah, soal nikah, sementara akan dibicarakan lagi dengan seksama nanti.
Yang penting sekarang, Kafeel sudah gatal ingin mengutarakan kehendak hati atas kedatangannya ini pada Val dihadapan keluarga kekasih kecilnya itu juga.
Satu buket bunga yang sudah Kafeel bawa itu Kafeel pegang dengan sedikit gelisah, karena yang mau dilamar kenapa ga nongol – nongol orangnya?. Sungguh Kafeel tak sabar.
“Ehm ..”
Lalu Kafeel berdehem kecil sok cool, sebelum ia bertanya malu – malu.
“Valnya mana? –“
“Tuuhh ..”
Sebelum Kafeel sempat bertanya lebih panjang, mereka yang duduk berhadapan dengan Kafeel serempak berucap dengan kepala yang menunjuk ke satu arah yang sama.
Duuhh kompaknyaaaa ..
♥
Detik dimana banyak kepala yang bergerak bersama serta suara yang kompak juga, didetik setelahnya Kafeel menuju arah kemana banyak kepala itu terarah.
Dimana Kafeel tanpa sadar langsung bangkit dari duduknya dengan tergesa, dan langsung menghadap ke satu sosok yang menjadi tujuan Kafeel di hari ini dan untuk seumur hidupnya.
Masya Allah.
Kafeel terkesima.
Pada satu sosok yang sedang berjalan ke arahnya, tersenyum sumringah dengan cantiknya.
Kalau begini, rasanya Kafeel mau langsung panggil penghulu aja.
Tapi apa daya, angka di ATM Kafeel masih belum cukup adanya untuk biaya nikahin anak sultannya sultan.
Ya udah, sabar aja.
Lamaran dulu ga apa – apa, lamaran resmi bentuk keseriusan yang teramat sangat dari Kafeel pada Val.
Diiket aja dulu, biar itu bidadari remaja ga balik ke kayangan.
♥
Oh Val, gadis kecil yang mampu membuat hati Kafeel jumpalitan sampai si AA lupa umur. Hingga sekarang berhadapan dengan Val saja yang terus – terusan melempar senyum padanya, wajah Kafeel begitu merona. Belum lagi kafeel yang terkesima dengan cantiknya Val saat ini itu sedikit menganga, sampe ada yang dia lupa.
“A’ liat – liatannya entar aja atuh –“
“Tau ih, durasi – durasi!”
“A’, seganteng – gantengnya orang, kalo nganga kelamaan bisa jelek juga.”
Dan selorohan bercampur guyon dan kelakar dari tiga orang yang berada di kubu Kafeel itu menarik kesadaran Kafeel yang spontan mingkem melipat bibirnya. Dimana Kafeel yang salah tingkah itu menjadi bahan kekehan orang – orang yang melihat betapa Kafeel nampak gugup selain terpesona pada Val, hingga netra Kafeel hanya terpusat pada satu titik saja.
“Ehm,” Kafeel berdehem lagi kemudian.
Namun salah tingkahnya belum hilang.
“Si bege, malah duduk. Bukannya dikasih dulu itu buket bunganya –“
“Wah kacau .. saking terperosok dalam pesona itu Neng Geulis, jadi linglung kakanya –“
“Bulol, bulol ..”
Kafeel pun meringis, setelah mendengar cibiran – cibiran tanpa akhlak dan Kafeel menyadari memang betapa sikapnya macam orang bodoh sekarang.
“Kamu sih, Tuan Putri. Terlalu indah, jadinya aku salting begini –“
“Sekali bulol tetep bulol ..”
“Durasi woy!”
“Gombal receh skip dulu!”
Baru sedikit Kafeel mengeluarkan gombalan mautnya untuk Val, tapi selentingan – selentingan tak berakhlak terdengar lagi.
Yang rasanya mulut mereka yang pada usil itu ingin Kafeel sumpal pakai sendal.
Beruntung aja mereka, karena sekarang Kafeel lagi pake sepatu, jadi Kafeel ga jadi sumpal itu mulut – mulut tak berakhlak.
__ADS_1
“Udah to the point ae ga usah pake basa - basi ..”
“Tau sih Kak, ngomong udah, utarakan jangan diselatankan –“
“Cepet napa Kak Kafeel .. Laper nih!.”
“Tau astogee .. ngomong dong, ngomooong ..”
‘Astagfirullah ..’
Kafeel nyesel bawa rombongan.
♥
Para perusuh telah Kafeel tenangkan, para perwakilan keluarga telah masing – masing bicara.
Lalu setelahnya, Kafeel mengutarakan maksudnya hatinya langsung kepada wanita yang Kafeel inginkan dengan sangat dalam hidupnya, selain menjadi bidadari surganya.
Maka, kepada Val, Kafeel tanyakan,
“Jadi, Valera Madelaine Aditama Adjieran Smith, apa kamu mau menerima lamaran aku untuk menjadikan kamu sebagai istri aku?..”
Dengan segala harap serta kesungguhan yang Kafeel tampakkan dihadapan semua orang, melamar Val dengan segenap cinta dan keyakinan.
Meminta kesediaan sang pujaan, dengan hati yang berdebar – debar menunggu jawaban.
Dimana jawaban Val ..
“Tidak mau.”
Sungguhlah langsung membuat riuh suasana, berikut ekspresi keterkejutan semua orang, karena Val mengatakan jawabannya dengan ekspresi yang nampak serius.
“Ke – kenapa, Val? ..” Kafeel lebih – lebih terkejut, selain rasa hatinya mencelos. Sampai – sampai Kafeel tergagap saat spontan bertanya.
Padahal Val sedari muncul tak habis – habis menampakkan senyumannya pada Kafeel.
Tapi kenapa Val menolak?
Apa Kafeel ada salah padanya? – pikir Kafeel yang was – was.
"Kenapa tidak mau .. Val? .. Apa -"
“Tidak mau kalau hari ini Kak Kafeel hanya melamar Val saja, langsung nikah saja lah ya?”
Yang ingin ditoyor kepala itu si gadis ulat bulu oleh keluarganya.
Heran, ga ada jaim – jaimnya.
♥
Iya sudah, acara lamaran berakhir dengan lancar adanya.
Val dan Kafeel sama – sama merasa lega, selain membuncahnya bahagia di hati mereka.
Seiring doa dari keluarga, agar jalan keduanya menuju pernikahan nanti akan lancar tanpa kendala.
♥
“Makasih ya Val? Makasih udah terima lamaran aku ..”
Kafeel mengambil kesempatan untuk berduaan sejenak dengan Val, kala sesi lamaran telah selesai dan acara santai yang sekarang tergelar.
“Val pun berterima kasih, Kak. Terima kasih sudah membuat Val kian bahagia ..”
Val menyahut dengan senyuman bahagia yang nampak sekali di wajahnya.
Sebagaimana rona bahagia yang juga nampak di wajah si AA, dengan lebih dari sejuta harap untuk indahnya masa depan dia dan Val saat bersatu dalam pernikahan.
“I love you, Tuan Putri. Sangat ..”
♥
Untuknya yang selalu kusebut disepertiga malam.
“Disetiap langkah, ku s’lalu berdoa, semoga kita bersama dalam satu ikatan cinta berbungkus status yang halal.”
♥♥
To be continue ..
__ADS_1