
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Rumah Keluarga Cemara, Bekasi, Jawa-Barat, Indonesia....
Ada sepasang insan yang baru jadian. Yakni Mika dan Arya.
“Meskipun lo belom cinta sama gue, bisa kali panggil gue sayang? ...” kekeh Arya.
Yang mana sudah selama beberapa saat Arya dan Mika berbicara, dan berlanjut dengan senda-gurau.
“Gue tetep mau panggil lo Sadboy ...” ucap Mika yang menanggapi ucapan Arya sebelumnya, yang langsung menyergah ucapan Mika barusan.
“Eits, gue udah jadi happyboy sekarang!”
“Lebayboy,”
“Lebay but handsome ---“
“Uwek,”
“Dasar judesgirl!”
Didetik berikutnya Arya menarik Mika hingga berada dalam dekapannya.
“Judesgirl kesayangan gue ...” ucap Arya sambil mendekap Mika ringan, lalu menempelkan kepalanya dengan kepala Mika.
Menyalurkan sayang, dengan harap semoga Mika bisa merasakan ketulusannya.
Yang memang ketulusan Arya yang diungkapkannya barusan itu sampai ke hati sanubari Mika.
Hingga senyuman tulus, terukir begitu saja di sudut bibir Mika sambil ia memandang pada Arya, hingga akhirnya dalam hati Mika berbisik,
‘Bersandar di dadanya, senyaman ini ternyata ...’
♥♥
“Hemm.”
“Apa?” ucap Arya yang tanggap jika Mika hendak berbicara padanya, namun pacarnya itu agak ragu.
Arya tersenyum.
“Masih bingung mau panggil gue apa?”
Dengan perlahan Mika mengangkat tubuhnya yang sedang dibuat Arya bersandar di dada pacarnya itu.
Lalu Mika mengangguk sambil memandang pada Arya. “Begitulah ..” ujar Mika. “Mau panggil lo sadboy .. kayaknya udah ga etis.”
Arya mendengus geli mendengar ucapan Mika. “Kan udah dibilang panggil gue dengan sebutan ‘Sayang’? –“
“Lidah gue terlalu kaku buat ngucapin kata itu ..” sambar Mika.
Arya terkekeh kecil “Dasar.”
♥♥
“Panggil gue senyaman lo aja, Mi –“
“Panggil lo dengan nama panggilan lo, boleh?”
Arya mengangguk dengan tersenyum “Boleh,” jawab Arya kemudian.
Mika menanggapi dengan senyuman. “Kenapa?”
Mika bertanya karena heran Arya tersenyum sambil geleng-geleng.
“Lo ngegemesin banget Mikaa kalo sikap lo kayak gini, ya ampuun!! Bikin gue deg-deg-an ..”
Lalu Mika mendengus geli. “Apaan sih? Lebay banget.”
Tangan Arya terulur lalu mengacak pelan rambut Mika. “Ya abis, gue baru ini ngeliat lo ngomong lembut sama gue, dan-honestly, itu menakjubkan buat gue .. gimana gue ga gemes makin sayang sama lo coba??? –“
“Lo, Raja Gombal juga ya? ..” kekeh Mika.
Arya ikut terkekeh juga. “Itu beneran lah. Lagian kalo gue gombal, yang gue gombalin juga cewek gue sendiri? ..“ kata Arya.
♥♥
“Ada yang mau lo omongin lagi, Mi?” kata Arya seraya bertanya pada Mika.
Mika mengangguk.
“Apa?”
Arya sontak bertanya.
“Bukan hal yang penting sih ..” jawab Mika. “Tapi gue akan sangat menghargai kalo lo melakukannya.”
“Ya udah bilang,” tanggap Arya.
“Minta ijin pacaran sama gue.”
__ADS_1
“Ijin dari Daddy Dewa dan Mom Ichel?” tanya Arya to the point.
“Iya,” jawab Mika. “Juga dari Dad dan Mom lain, serta Abang dan Kak Tan-Tan.”
“Hem.”
Arya berdehem kemudian.
"Kalo soal itu sih .."
♥♥
“Si Sadboy ditatar dulu ga nih? ..”
Itu Varen yang nyeletuk sambil cengengesan, memandang pada dua daddy yang sedang bersamanya tersebut.
“Aku rasa itu perlu meskipun dia sudah berbicara pada Dewa dan kita sebelumnya tentang niatnya pada Mika.”
Poppa yang menyahut.
“Aku bilangin The Moms ya, kalau kalian niat mau mengerjai Kak Arya, seperti kalian mau mengerjai Kak Kaf waktu itu ..”
Drea kemudian angkat suara, sambil memicingkan matanya pada Varen dan Poppa yang sudah punya rencana jahil di otak mereka itu.
Termasuk juga pada Papi John dan Nathan yang sudah memasang ekspresi yang sama seperti halnya Varen dan Poppa. “Ah elah cepu banget lo, Cute Girl!” gerutu Nathan.
“Bodo!-Gue yakin Via juga pasti jengah, kalo tau lo dan para bapak-bapak kurang kerjaan ini mau ngerjain Kak Arya gara-gara dia jadian sama Mika! ..” balas Drea. “Poppa sama Papi juga, udah tua masih aja iseng banget? Termasuk Dad R, Papa Bear, Daddy Boo-Boo- Kalau The Moms tau kalian mau mengerjai Kak Arya seperti yang kalian lakukan pada Kak Kaf walaupun setengah gagal, yakin Drea sih kalau mereka akan semprot all of you Dads“
Yang mana cerocosan Drea itu kemudian mendapat balasan sergahan-sergahan dari mereka yang sudah punya rencana jahil di otaknya masing-masing.
♥♥
“John, soal Festival Budaya tahunan kita bagaimana? –“
Poppa yang bertanya.
“Sudah delapan puluh persen persiapan –“
“Kamu juga ikut membantu persiapan penampil budaya bersama Mami, atau terlibat di persiapan pameran? –“
Poppa beralih pada Drea.
“Hem? Little Star? ..” lanjut Poppa.
“Aku ikut membantu Mami, Pop ..”
“Heeemm.”
“Ichel yang urus masalah charity sama Ibu,” timpal Papi John.
Poppa pun manggut-manggut.
Lalu Poppa hendak beranjak dari duduknya.
“Eh iya Pop! –“
“Hem? ..”
Poppa menyahut dengan deheman pada Drea yang memanggilnya.
“Tadi Poppa bilang ‘dia sudah berbicara pada Dewa dan kita sebelumnya tentang niatnya pada Mika’ itu maksudnya Kak Arya?”
“Iya ..” jawab Poppa.
“Maksudnya Kak Arya udah minta ijin pada Daddy Boo-Boo gitu?”
Drea bertanya lagi sambil memandang pada Poppa dan Papi John.
♥♥
A flashback....
Kala itu....
Disaat para pewaris muda sedang berpencar keberadaannya. Ada yang ngedekem di kamar, ada yang main game konsol dan sebagainya.
Namun para orang tua masih berkumpul karena beberapa diantaranya hendak kembali ke Kediaman Utama yang berada di Jakarta.
“Uumm...” Ada Arya yang sedang bergumam di tempatnya. Berdiri, nampak kikuk, sambil memandang pada para orang tua, beserta dua orang anak laki-laki mereka yang sudah menikah, dan satu calon mantu.
“Arya. Ngapain berdiri disitu?...” Daddy Dewa menegur Arya yang langsung terkesiap.
“Eh, Uncle, itu –“ sahut Arya.
“Kira kamu istirahat, Ar?”
“Engga, Aunt –“
“Mom and Dad, Arya.”
Mom Ichel dengan cepat meralat panggilan Arya padanya, serta berlaku untuk semua orang tua di keluarga The Adjieran Smith tersebut.
Yang telah menganggap Arya dan Sony, berikut Kafeel dan adik perempuannya, seperti anak-anak mereka sendiri.
__ADS_1
“Hehe. Iya.”
“Kenapa, Boy?” Daddy Dewa berucap seraya bertanya.
“Umm, itu –“
“Mendekatlah, Arya.”
“Have a seat, Boy (Duduk sini, Nak)...”
“Iya, Gappa...” sahut Arya. Yang kemudian mengikuti apa kata Mom Ichel dan Gappa untuk lebih mendekat pada mereka yang ingin Arya ajak bicara.
“Bisulan lo ga mau duduk?! –“
Nathan dengan celetukannya.
Arya cengengesan.
“Have a seat, Boy... And why are you look nervous? (Duduklah, Nak... Dan kenapa kau terlihat gugup?)”
Papa Lucca bersuara.
“Umm... Itu... Aku mau minta ijin...” kikuk Arya.
Dimana kemudian sahutan yang membuat Arya sedikit terkejut, keluar dari mulut Daddy Dewa.
“You got a crush to one of our Princess, am I right?... Our Princess name Mika? (Kau menyukai satu dari Putri kami, benar begitu?... Putri kami yang bernama Mika?)”
Daddy Dewa tersenyum sambil menatap Arya yang tersenyum canggung kemudian.
“Sejelas itukah ekspresi aku?...”
Arya menyahut kikuk, dan Daddy Dewa sontak terkekeh bersama mereka yang bersamanya.
“Muka kamu sih biasa aja. Hanya kami yang terlalu peka,” kata Mom Ichel.
Arya kembali cengengesan, masih dengan kekikukkan yang ia rasakan. Dan tersenyum salah tingkah.
“Jadi benar kamu menyukai Mika?”
Daddy Dewa kembali bersuara, seraya bertanya pada Arya.
Dan Arya pun tersenyum tulus, kemudian mengangguk. “Iya, Uncle, eh Dad ...” kata Arya setelahnya.
Lalu Daddy Dewa pun tersenyum juga, berikut yang lainnya-sambil tetap memperhatikan Arya yang nampak gugup itu.
“Karena itu, jika memang boleh, aku mau minta ijin buat mendekati Mika –“
Arya tidak lagi cengengesan. Arya yang bahkan tidak duduk itu, berdiri yakin sekarang sambil menatap Daddy Dewa dengan keseriusan.
“Apa kau yakin kalau kau memang menyukainya?” tanya Daddy Dewa.
“Jika aku ga yakin, aku ga akan bicara begini, Uncle, eh Dad ...”
“How much do you like our Mika? (Seberapa besar kau menyukai Mika kami?) ...”
Varen yang bertanya.
“Lebih dari besar setelah aku tau kalau dia sebaik itu.”
“.......”
“Lebih dari baik. Sampai rasanya bukan hanya rasa sekedar suka yang aku punya pada Mika. Tapi aku rasa aku telah jatuh cinta padanya,” lanjut Arya dengan seriusnya.
“Seberapa besar kadar keyakinan atas kau yang telah merasa jatuh cinta pada Putri kami yang judes itu?” timpal Daddy Dewa.
“Aku ga bisa mengatakannya dengan angka. Aku hanya bisa bilang, kalau hati dan kepalaku mulai dipenuhi segala hal tentang Mika kalian ...” tukas Arya. “Ada yang tiba-tiba dugem disini ...”
Arya menunjuk dada kirinya. Dan baik ucapan Arya berikut gesturnya itu, membuat mereka yang sedang memandangi Arya mendengus geli serta terkekeh kecil karenanya.
Kalimat yang keluar dari mulut Arya terdengar lucu, namun kesungguhan nampak jelas di wajah seorang Arya Narendra yang sedang meminta ijin untuk mendekati Mika itu.
“Hati aku jumpalitan akhir-akhir ini kalau deket sama dia –“ lanjut Arya, yang lagi-lagi membuat mereka yang sedang ada bersamanya itu mendengus dan tersenyum geli. “Jadi kalau boleh, ya, aku minta tolong dikasih ijin buat mendekati Mika, dalam rangka jadiin Mikanya kalian sebagai pacar aku.”
Flashback off....
♥♥
Mika masih tertegun ditempatnya, selepas Arya bercerita jika dia sudah lebih dulu meminta ijin pada para orang tua Mika, termasuk pada para kakek dan nenek, bahkan sebelum Arya mulai gencar menembakkan peluru-peluru pendekatan pada si Incess Judes itu.
Mika tak sangka, jika Arya bertindak sampai begitu demi untuk mengejar cintanya. ‘Makin terkikis image menyebalkan seorang Arya Narendra di mata gue sekarang... sampai dia kepikiran begitu? –‘
Mika membatin kagum.
'Duh Sadboy, apa dia mengkonsumsi gula kelewat banyak sampai jadi manis terus begini sih?! ...'
Hati Mika yang bermonolog.
‘Ya Tuhan, aku jadi takut kalau suatu saat aku menyakiti hatinya.’
♥♥♥♥
To be continue....
__ADS_1