
SPLASH
( Percikan )
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia....
“Ayo sini gabung Kak Arya!”
Rery berseru pada Arya dari dalam kolam renang.
“Next time! .. Ga bawa baju ganti! ..” sahut Arya.
“Ya elah soal baju ganti tinggal pilih di ruang wardrobe!”
Aro menimpali dengan berseru dari dalam kolam renang.
“Next time deh! Males mandi lagi!”
♥♥♥
“Eh?! ..”
Arya terkesiap saat merasakan kakinya dicengkram dengan kuat.
“No! Mika!...... Ponsel gue ada di kantong!” Arya berseru sekaligus menyergah.
“Like I care! ( Memang gue perduli! )” Mika berbicara sambil menggumam saat dia mencengkram kuat kedua kaki Arya yang orangnya memang pas sekali berdiri di pinggir kolam renang.
Arya hendak melepaskan diri. Namun tak sempat karena Mika sudah dengan cepat menggerakkan tangannya di kedua kaki Arya yang sedang ia cengkram, hingga Arya limbung.
“Oh sh—“ Arya spontan mengumpat. “iitt!!”
Dan didetik berikutnya Arya sudah tercebur ke dalam kolam renang.
Mika pun tergelak puas. Setelah melihat Arya tercebur ke kolam renang dalam kediaman utama keluarga besarnya itu.
“Rasakan! Hahahaha!!!..” gelak Mika.
“Cewek ga ada akhlak!” seru Arya sambil mendelik pada Mika.
“Wee!! ....” ledek Mika.
“Awas lo ya!” Seru Arya.
“Kabuurrr!!”
♥♥♥
Mika terkesiap, kala tubuhnya telah direngkuh seseorang dengan kuat. “IH APA-APAAN LO?! JANGAN KURANG AJAR LO YA! LEPASIN GA?!”
Lalu Mika berseru dengan kencangnya setelah melihat pelaku yang sedang mencengkram dirinya.
Dimana semua mata yang berada didekat Mika yang sudah naik ke permukaan pinggir kolam renang untuk melepaskan seragam paintball yang masih ia kenakan saat ia diceburkan tadi, langsung menoleh ke arah Mika dan seseorang yang sedang merengkuh gadis yang judesnya dominan itu.
Sementara para orang tua dan tetua yang sedang duduk-duduk bercengkrama dan mengobrol itu hanya menoleh sekilas ke arah kolam renang kala mendengar suara Mika yang kencang itu.
Namun para orang tua yang kesemuanya adalah para ibu dan tetua yang berada di teras backyard itu kembali pada obrolan mereka setelah sekilas menoleh ke arah kolam renang, karena menganggap Mika dan seseorang yang berada sangat dekat dengan gadis itu – yang adalah Arya sedang bercanda atau adu bacot seperti seringnya.
“GA!” Arya menyahut tak kalah galak.
“ARYA APAAN SIH?!” Protes Mika dengan keras.
“Lo harus ganti rugi karena udah semena-mena nyeburin gue tadi sampe ponsel gue ikutan basah.”
“ARYA!”
Mika kembali berseru galak pada Arya seraya meronta untuk melepaskan diri dari rengkuhan Arya.
“Ahahaha!!!” Tapi didetik berikutnya Mika tergelak.
“Rasain nih!” Arya menggelitiki Mika tanpa ampun. “Kapok ga lo?!”
“Ampuunn!!! Ahahaha!!!”
Si jutek Mika tanpa sadar terpingkal karena gelitikan Arya di pinggir kolam, dimana keduanya menjadi tontonan para pewaris muda yang lain yang juga ikut tergelak melihat ‘penganiayaan’ Arya pada Mika.
Setelah tadi sempat terkejut karena mendengar Mika berteriak.
“Kelitikin aja sampe pingsan Kak Arya!” seloroh Isha. Lalu kemudian ia tergelak lagi, begitu juga saudara dan saudarinya.
♥♥♥
“Ampuuunn ...”
Suara Mika terdengar lirih disela kekehannya menahan geli akibat kelitikan Arya.
“Minta maaf ga?!” seru Arya dengan mendelik, namun wajahnya tidak menampakkan kegeraman.
“Iy –aa... sor,ry...”
Mika menjawab sambil mengatur nafasnya.
“Yang bener minta maafnya!” pungkas Arya.
“Iya tapi lepasin gue dulu.” Sahut Mika.
“Oke gue lepasin.”
Arya berkata.
“Kalo ga bener minta maafnya, awas aja!”
“Iya, iya!....”
“Satu lagi.....”
Arya kembali berucap pada Mika.
“Gantiin ponsel gue!”
“Iyaaa....”
Mika menjawab malas, selain pasrah.
Arya membebaskan Mika dari kelitikannya, sekaligus membebaskan si gadis judes itu.
Mika pun segera bangkit dari posisinya. Sambil ia berdecak sebal dan melirik sinis pada Arya.
Arya yang sudah memakai celana pendek baru dari lemari pakaian khusus setelah mengganti bajunya yang telah basah itu berdiri tegak didekat Mika.
“Ayo cepet minta maaf yang bener!” Arya berseru pada Mika.
Mika memutar bola matanya malas.
“Sekalian janji bakalan ganti itu ponsel gue!”
Sambil Arya berkacak pinggang. Mika berdecak.
“Siapa suruh punya ponsel jelek begitu?! ....” cibir Mika. “Beli makanya yang seperti punya kita orang, yang bahkan bisa dibawa diving!”
Dan Arya membelalakkan matanya berikut mulutnya menganga sambil geleng-geleng dan berkata ‘wah’ dalam hatinya.
“Emang mulut minta dikuncir pake karet gelang ya, kek yang Aunt Ichel bilang....”
“Ck!”
“Minta maaf karena udah nyeburin gue ke kolam belom, udah ngatain aja lagi lo ....”
Arya pun mengeluarkan cibiran untuk Mika dan Mika nampak lagi memutar bola matanya malas.
“Guys!”
Kemudian Arya berbicara pada mereka yang berada di dekatnya dan Mika.
“Kalian harus jadi saksi ini cewe judes selain minta maaf sama gue, harus ganti ponsel gue!”
Arya melanjutkan kalimatnya.
“Wokkaaayyyy ....” sahut mereka yang berada di dekat Arya dan Mika.
Arya mengangkat jempolnya ke arah para saudara-saudari Mika yang cekikikan.
“Dah cepet minta maaf!. Ga pake lama!”
Arya memicing tajam ke arah Mika.
“In your dream! ( Dalam mimpi lo! )”
Mika berseru sambil berupaya mendorong tubuh Arya agar pria muda itu tercebur lagi ke dalam kolam renang.
“Wah songong beneran ni bocah!”
Namun kali ini Arya lebih awas dan mampu menyeimbangkan dirinya agar tidak limbung dan jatuh ke kolam karena Mika yang mendorongnya barusan.
Dan kebetulan ada reling tangga kolam renang didekatnya, yang bisa Arya langsung pegang saat Mika mendorongnya untuk menahan tubuhnya agar tidak sampai tercebur.
“Weee!!! ...” ejek Mika yang sudah berlari menjauh dari Arya.
“Awas lo ya!” tunjuk Arya pada Mika.
__ADS_1
Arya setengah berlari untuk mengejar Mika.
Dan Mika kian mempercepat juga untuk melarikan diri dari Arya.
Namun .....
“MIKA!!”
“Aaaa .....”
Arya berseru dan langsung berlari dengan sangat cepat seiring Mika yang memekik.
Membuat mereka yang berada di area kolam renang menoleh tajam dan juga memekik kemudian.
“MIKA AWAS!”
Aro yang berada di dalam kolam renang bergerak cepat karena Mika yang berlari itu untuk menghindari kejaran Arya itu, abai pada pinggiran kolam renang ya licin.
Sreeeeetttt!!! .....
Sebelum Aro yang diikuti oleh Rery sampai ke tempat Mika yang tergelincir dan akan jatuh di pinggir kolam renang, Arya yang memang berlari dengan sangat cepat itu dapat lebih dulu meraih lengan Mika agar tidak sampai jatuh ke belakang, karena ada sebuah hiasan baru berpinggir tajam di belakang gadis itu.
BRUK!.
Meski Arya mampu menyelamatkan Mika untuk tidak terjatuh dengan kemungkinan besar kepalanya terhantam hiasan batu dengan pinggiran tajam di bawahnya, namun Arya tidak dapat menahan dirinya agar tidak jatuh di pinggir kolam renang sambil dirinya memegang kuat Mika.
“KAK ARYA!”
Seruan terdengar dari dalam kolam renang, dengan mereka semua yang bergerak mendekat ke arah Arya dan Mika.
♥♥♥
Sreeettt.
“Sshh...”
Arya mendesis seraya meringis sesaat setelah ia telah berhasil menggapai Mika, dan mencegah kemungkinan hal yang sangat buruk menimpa gadis yang begitu judes padanya itu.
“KAK ARYA!” Terdengar seruan dari arah kolam renang saat Arya terjatuh bersama Mika.
Merasakan sedikit perih di sekitar punggung dan lengan bagian kanannya yang bergesekan dengan permukaan kolam renang sesaat, namun didetik berikutnya, Arya langsung mengalihkan perhatiannya pada Mika yang terjatuh miring bersamanya.
“Lo ga apa-apa, Mika?” tanya Arya dengan segera sambil membawa dirinya bangkit dengan memegangi juga Mika untuk duduk.
“Gue, ga apa-apa.....”
Mika menjawab lirih seraya mengangguk pelan.
“Beneran ga apa-apa?...”
Arya memeriksa lengan Mika dengan wajah yang khawatir.
Pasalnya Mika juga terjatuh miring sepertinya.
Dan Arya khawatir ada luka yang Mika dapatkan sepertinya yang merasakan perih di bagian lengan dan punggung belakang akibat terseret walau sedikit.
Mika mengangguk lagi.
Dan tak lama Arya menghela nafasnya dengan tipis.
Setelah memeriksa lengan bahkan punggung Mika yang memang baik-baik saja.
"Lo hati-hati dong Mikaaa ..."
Arya berkesah dan Mika menggigit bibir bawahnya sendiri.
“Makasih ya? ....”
Untuk pertama kalinya Mika berbicara dengan lembut pada Arya.
“Hati-hati makanya ....”
Nada suara Arya pun menjadi sama lembutnya pada Mika.
“Kalo gue ga sempet tarik lo, nih kepala lo bisa bocor tau ga? ....” kata Arya.
Tangan Arya mengusap kepala belakang Mika.
“Iya, makasih sekali lagi ....” sahut Mika pelan pada Arya dengan anggukkan pelan kepalanya dan disertai senyuman meski tipis.
‘Bisa ngomong lembut juga si Mika ini ternyata? ....’
Arya seketika membatin.
“Lo luka---“
Suara Mika menarik Arya dari lamunan.
“Heu? ....”
“Oh ....” jawab Arya saat Mika menunjuk pada lengannya yang memiliki luka goresan agak panjang serta juga memerah.
Lalu Arya tersenyum.
“Cuma luka kecil doang .... Yang penting lo ga apa-apa ....” sambung Arya.
Arya berkata sambil menampakkan senyuman pada Mika.
Mika juga menampakkan senyumnya pada Arya, meski tipis saja.
“Lain kali hati-hati pokoknya, ya? ....”
Arya berkata lagi sambil mengacak pelan rambut Mika.
Mika pun lantas mengangguk, dengan senyuman tipis yang masih terpasang di wajahnya. Dan tanpa sadar, keduanya kini saling tatap satu sama lain.
“Cantik.”
Tanpa sadar juga, Arya spontan mengeluarkan pujian dari mulutnya, meski hanya sebuah gumaman yang samar.
“Hem? ....” tanggap Mika yang merasa Arya mengatakan sesuatu namun begitu pelan, sambil Mika memandang pada Arya.
Arya yang tersadar bahwasanya ia baru saja memuji Mika pun sedikit menjadi kikuk. “Eeennnggg men---“ Arya hendak berbicara.
“CIEEE!!! ....”
Namun keburu suara riuh cie-ciean terdengar dari arah kolam renang dan tak jauh dari tempatnya dan Mika masih nge-deprok itu.
“CUIT-CUIT!!!!”
Yang mana suara riuh cie-ciean itu berasal dari mulut para pewaris muda, saudara dan saudari Mika yang kini sedang tersenyum lebar dan cekikikan.
Dimana Mika dan Arya seketika terkesiap, lalu menyadari posisi mereka yang begitu dekat.
“Ehem ....”
Mika dan Arya sontak sama-sama berdehem lalu saling tersenyum canggung.
“Oh langit tampak berawan ----“ celetuk Isha yang cengengesan.
“Cakeeep ....”
Dan tentu saja para saudara dan saudarinya menimpali celetukan Isha yang mengarah pada sebuah pantun itu.
“Daripada Cuma liat-liatan, mending, langsung jadian!”
“Eyyyaaaa!!! ....”
Dan gelakan pun membahana dari para pewaris muda tersebut.
♥♥♥
Arya dan Mika masih jadi bahan cie-ciean para pewaris muda saudara dan saudari Mika, meski keduanya telah beringsut dari tempat mereka sempat jatuh tadi.
“Udah sih kalian! Usil!”
Mika melayangkan protes kepada para saudara dan saudarinya itu.
Sementara Arya hanya terkekeh saja menjadi bahan ledekan para saudara dan saudari Mika.
“Katanya mau main voli air? ....”
Mika mencoba mengalihkan agar tak lagi menjadi bahan ledekan para saudara dan saudarinya itu.
“Jadi ga? ....”
“Ululu, Kak Mika salting nih ye? ....” Aina dengan celetukannya.
“Anak dibawah umur jangan ikutan usil!” sergah Mika.
“Ahahaha! ....”
Namun Aina malah tergelak.
“Udah, jadi ga nih main voli air? ....”
Mika kembali mengajukan pertanyaan.
“Jadiin!”
“Why not?”
Para saudara dan saudari Mika pun menanggapi.
“Ya udah pasang itu *ne*t-nya! ....” seru Mika.
__ADS_1
“Sekalian saja kamu yang ambil Mi! .... Kebetulan kamu udah naik ini! ....”
Val berseru pada Mika.
“Ares saja deh yang ambil! Aku mau ganti baju dulu!”
“Aku lagi yang disuruh-suruh!”
Ares mendengus dan melayangkan protesnya.
“Mentang-mentang bontot akunya!”
“Terima saja nasib kamu Ares! ....” celoteh Ann.
“Tau! Jangan banyak protes. Udah sana gercep ambil net. Gue mau minta dibawain minuman buat kita kesini!”
“Iya, iya ....”
♥♥♥
“Eh Kak Mika mau kemana?”
Aina yang ikut dengan Mika mereka mengganti pakaian dengan pakaian renang di ruang ganti tak jauh dari kolam renang dalam Kediaman mereka berada, bertanya pada Mika yang memisahkan diri darinya setelah mereka hendak kembali ke kolam renang.
Sementara Val, Isha dan Ann tidak ikut dengan Aina dan Mika, karena mereka sudah memakai pakaian yang dirasa oke untuk beraktifitas di kolam renang di balik seragam paint-ball mereka.
“Mau ambil kotak obat!” Mika dengan cepat menjawab pertanyaan Aina.
♥♥♥
Arya segera menoleh saat merasa ada yang mencolek bahu telanjangnya, saat ia sedang duduk di salah satu lounjer lounger yang ada di pinggir bagian atas kolam renang Kediaman Utama The Adjieran Smith tersebut.
“Eh? Kenapa Mi? ....”
Yang adalah Mika, yang barusan mencolek bahu Arya dari belakang pria tersebut yang sedang mengobrol dengan Nathan dan Sony yang sudah bergabung di area kolam renang.
“Luka lo .... Diobati dulu .... Nih ....”
Mika nampak canggung berbicara pada Arya. Toh selama ini Mika merasa bahwa dirinya dan Arya adalah Tom and Jerry versi manusia kalau bertemu.
Jadi bila harus berkomunikasi dengan normal pada Arya, Mika merasa canggung.
Hanya saja, Arya tadi telah menolongnya. Menyelamatkan nyawanya mungkin.
Karena jika Arya tidak dengan cepat menarik dirinya, Mika rasa kepalanya akan membentur pinggiran hiasan area kolam renang yang terbuat dari batu, serta memiliki pinggiran yang tajam.
Dan rasa-rasanya Mika merasa tidak etis kalau harus bersikap judes lagi pada Arya saat ini. Tapi ya itu, karena Mika selalunya adu bacot dengan Arya, Mika kikuk bagaimana harus memulai pembicaraan dengan Arya.
Bahkan Mika bingung bagaimana mau memanggil Arya yang biasanya dia ejek dengan sebutan ‘Sadboy’.
Jadilah, Mika memanggil Arya dengan sebuah colekan di bahu pria itu.
“Apa nih? ....”
“Kotak bekal!”
Mika menyahut ketus pada Arya.
Arya pun terkekeh kecil. “Galak amat Neng!”
“Lagian sudah jelas ini lambangnya masih pakai tanya segala ini apa?!”
“Kenapa lo emangnya? ...” tanya Nathan pada Arya, karena Mika membawakan kotak obat dan langsung menyodorkan - nya pada Arya.
“Nih, petakilan hampir aja jatoh di deket itu Arca!” jawab Arya sambil menunjuk ke arah tempat Mika hampir celaka tadi.
“Enak aja petakilan!” protes Mika.
“Nah emang iya.”
Arya pun menyambar.
“Untung gue punya skill the flash! Kalo engga antara isded sama koma nih bocah sekarang!”
“Ck!” Mika mencebik, Nathan dan Sony mendengus geli saja.
“Hati-hati dong Mi ...”
Nathan kemudian berkata pada Mika.
“Iya, Kak ....”
“Trus lo okay? ....”
Nathan kini bertanya pada Arya, dan Arya langsung mengangguk.
“Cuma ke - gores doang tadi gegara sliding dikit ....”
“Ya paling engga di obati agar ga infeksi! ....”
“Coba liat?!”
Sony menggeser tubuh adiknya itu.
“Cuma luka baret doang, Mi .... ga bakal infeksi ....”
Sony berkata selepas melihat luka di lengan dan punggung adik lelakinya itu.
“Ya paling tidak dibersihkan dengan alkohol agar cepat mengering lukanya ....”
Mika lekas menyahut.
“Woles neng Mika .... It’s okay kok ....”
“Ya terserah, yang penting gue sudah ada itikad baik loh ya mau mengobati luka lo itu ....”
Mika meletakkan kotak obat yang tadi dia bawa di atas meja dekat lounjer lounger tempat Arya duduk.
“Iya, makasih ya atas itikad baiknya? ....”
Arya berucap disertai dengan senyuman.
“Gabung yuk ah?!”
Nathan berucap.
“Oke!”
Sony menanggapi, dan keduanya segera berdiri dari tempat mereka lalu melepas kaosnya karena keduanya sudah memakai celana pendek.
Lalu Nathan dan Sony langsung menceburkan diri ke kolam renang, untuk ikut serta bermain voli air bersama para adik, setelah lebih dulu mengosongkan saku celana pendek yang mereka kenakan.
“Yuk gabung juga? ...”
Arya berdiri dari duduknya dan mengajak Mika untuk ikut serta menceburkan diri ke kolam renang dan bergabung untuk bermain voli air.
Mika pun mengangguk.
♥♥♥
“Sshh ....” Arya spontan meringis kala permukaan kulitnya yang tergores menyentuh air kolam renang selepas ia dan Mika telah masuk ke dalam air.
Mika yang berada di sebelah Arya lekas menoleh.
“Tuh kan gue bilang apa?. Diobati dulu supaya ga perih.” Mika lantas berucap pada Arya.
Mika juga menyentuh bahu Arya dan sedikit mendorong tubuh pria muda yang biasanya jadi lawan adu bacotnya itu hingga menjadi sedikit miring.
“Perih sebentar aja palingan ini mah----“
“Yuk naik lagi, biar gue obati? ....” Mika nampak khawatir. “Merah gini ....”
Arya lalu menggerakkan tubuhnya, hingga ia dan Mika berhadapan.
Mika memandang pada Arya.
“Naik dulu yuk, gue ambil kotak obat dulu ....”
Mika masih nampak khawatir.
“Yang dipunggung ini agak besar goresan - nya .....”
Mika memiringkan lagi tubuh Arya sebentar lalu saling berhadapan lagi.
“Naik dulu deh, yang di punggung biar gue yang obati ... infeksi loh nanti ....”
Arya tersenyum disela Mika yang sedikit bercerocos ria padanya itu.
“Manis ...” kata Arya.
“Hem? ...”
“Lo manis kalo kayak gini ...”
Ehem! Ehem!
*
To be continue ...
Jangan lupa tinggalkan jejak apresiasi kalean yawgh!
Thank you!
Loph Loph,
__ADS_1
Emaknya Queen.