HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
LET'S CLEAR THIS


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Little Star Island, Isola, Italy,


“Kalau boleh aku tahu, apa rencanamu? Sekedar mengingatkan, kau ini tunangan seseorang.“ Ini, Daddy Dewa yang bertanya sekaligus mengingatkan Arya yang kemudian mengangguk setelah Daddy Dewa mengingatkan soal statusnya sekarang.


“Iya, Dad..” ucap Arya kemudian.


“Kau hanya sekedar ingin bicara pada May, atau kau ada niatan membuat May kembali padamu?—“


“Mau balikan sama dia—“


“Lalu tunanganmu? Kalau kau belum memutuskan pertunanganmu, aku hanya akan memberikanmu ijin untuk bicara saja dengan May, sekalipun itu si Dewa Mabuk memberikan ijin untukmu menggaet kembali May.”


⭕⭕


“Lo masih cinta sama Mika? –“


“Pake nanya..”


“Jawab iya apa engga!..”


“Ya iya lah! –“


“Mau balikan sama dia? –“


“Mau lah! –“


“Ya kejar sana.”


“Si Nora gimanaa? ..”


“Lo udah cemek – cemek itu si Nora? ..”


“Eh sembarangan banget Pak Jendral kalo ngomong!..”


“Udah belom?! –“


“Ya belom lah! Nafsu aja engga sama dia! –“


“Jujur ga nih? Cakep kan itu si Nora plus bohay juga, masa ga nafsu? –“


“Masih cakepan Mika kemana - mana, meskipun bempernya gedean si Nora. Tapi tetep Arya nafsunya sama Mika.”


“Ya lo kejar sana itu si Mika –“


“Papa dukung?..”


“1000 persen –“


“Tapi nanti hubungan Papa sama Om Hidayat ga jadi ancur?..”


“Hubungan Papa sama dia cuma sebatas bisnis. Mau hancur bagaimana ga masalah,  daripada ngeliat anak Papa jadi orang yang macem si Kaka tuh --- ga punya gairah hidup.”


“Makasih ya, Pa?..”


“Tapi lo tetep harus gentle hadapi Om Hidayat kalo emang lo mau batalkan pertunangan lo dan Nora –“


“Ya udah, Arya temuin mereka sekarang..”


⭕⭕


“Lalu? –“


“Ya aku temuin temennya Papa, Bapaknya tunangan aku itu sebelum ke sini..”


“Iya lalu bagaimana tanggapannya, stupid?!..” gemas Poppa pada Arya karena ada kekepoan yang hinggap di jiwanya saat ini.


“Yaa ga terima. Marah-marah. Ga terima. Apalagi? –“


“Berarti urusanmu dengan tunanganmu itu belum selesai hitungannya –“


“Ih, udah dong. Aku udah kasih penegasan sama mereka, kalau aku memutuskan pertunangan aku dan Nora.”


“That’s good, Boy –“


⭕⭕


“Tapi bagaimanapun, kau harus meminta maaf secara personal kepada gadis itu.. Karena dalam hal ini dia adalah korban dari keputusan gegabahmu.. Terlebih jika memang gadis yang bertunangan denganmu memang memiliki perasaan special padamu.” Daddy Jeff berkata bijak.


“Iya, Dad.”


Arya mengangguk patuh.


⭕⭕


“Makanya lain kali jangan gegabah mengambil keputusan –“


“Ya namanya orang frustasi. Mika juga kan gara - garanya –“


“Anggaplah May bersalah telah menyakiti hatimu.. Tapi tindakanmu yang menyakiti hati orang lain karena sakit hatimu pada May juga tidak dibenarkan.”


“Iya, Pop..”


“Kau sudah bicara dengan tunanganmu –“


“Mantan..”


Arya menyergah ucapan Poppa.


“Jangan memotong ucapanku.”


Satu batang rokok yang sedang Poppa pegang saat ia hendak menyulutnya, kemudian Poppa layangkan ke arah Arya yang orangnya cengengesan kemudian.


“Ya ralat dikit doang,” kekeh Arya.


Poppa lantas melayangkan lirikan setengah sinis pada Arya.


“Hehe peace, Pop.”

__ADS_1


⭕⭕


“Aku emang udah berencana mau ngomong secara pribadi sama Nora.”


Arya lalu bicara dengan ekspresi yang serius. Memandangi bergantian delapan pria yang sedang bersamanya itu.


“Pikir aku setelah Kak Kaf membaik dan udah boleh balik ke rumah, baru aku akan menghubungi Nora buat minta maaf secara tulus sama dia. Tapi pas denger Kak Kaf diajak Abang buat ke tempat Val  aku.. selain ingin banget tau dimana pusaranya Val yang aku pikir udah ga ada itu, penasaran kenapa kalian sampai menyembunyikan hal segenting itu, ya aku juga langsung kepikiran tentang Mika. Pengen cepet-cepet ketemu, pengen mastiin semua yang aku denger dari mulut Bang Alva waktu cerita ke Kak Kaf soal Mika yang bikin sandiwara supaya aku benci sama dia, ke Mikanya langsung –“


⭕⭕


“Jadi aku belum sempet bicara secara personal sama Nora buat minta maaf sama dia. Soalnya kan Bang Alva kemaren ngomong, kemaren juga langsung jalan.”


“Daripada si bangsat keburu coba bunuh diri lagi,” sambar Varen. Yang mulutnya kemudian diraup Papi John.


“Mulut dijaga depan orang tua sama kakeknya.”


“Iya sorry,” jawab Varen. “Kelepasan..”


“However, Boy.”


Gappa kemudian angkat suara.


“Aku secara pribadi, akan bahagia sekali jika memang kau dan May kembali bersama. Kau silahkan saja jika ingin memarahinya atas apa yang telah dia lakukan padamu. Tapi jangan terlalu menekannya. Dia masih sama seperti kami. Masih takut dengan nasib kondisi Val dikemudian hari.”


“Iya, Gappa –“


“Seperti yang tadi diceritakan padamu, jika dia pernah mengancam kami. Cairan yang waktu ia tunjukkan pada kami sebagai ancaman jika kami sampai memberitahumu, adalah memang racun karena kami sudah mengetesnya. Kami menyita satu botol dari tangannya, tapi May mengatakan dia masih punya cadangan. Terlepas benar atau tidak, kami harus waspada akan itu.”


Gappa bicara panjang lebar.


“Karena bagaimanapun kami mengerti jika May enggan memiliki kisah cinta, sementara satu saudarinya kehilangan cintanya dengan begitu pedih. Bahkan Ann saja sudah tidak mau terlalu dekat lagi dengan Rery seperti biasa dengan alasan yang kurang lebih sama seperti May.”


⭕⭕


“Dan atas nama May yang mencintaimu, Boy.. Dia tahu jika kau mencintainya dengan sungguh-sungguh, meskipun usia hubungan kalian masih seumur jagung. Tapi aku sendiri percaya jika dalam waktu yang singkat itu kau memang mencintai satu cucuku itu. R bahkan jatuh cinta pada Ara dimenit pertama dia melihat Ibu Peri..”


Dad R tersenyum kemudian setelah mendengar Gappa sedikit membahas dirinya.


Lalu ledekan datang dari Poppa untuk kakak gantengnya Momma itu, yang kemudian saling ledek dengan Poppa.


“May hanya tidak ingin membuatmu menghabiskan waktu dalam ketidakpastian menunggu dirinya yang entah kapan siapnya untuk membina suatu hubungan atas kondisi Val.”


“Tapi aku rela menunggu sampai kapanpun kok, Gap,” ucap Arya.


“That’s why ( Itulah makanya ) ide bodoh untuk membuatmu salah paham kemudian membencinya tercetus in her brain ( dalam otaknya )..”


⭕⭕


“Aku paham..”


Yang Arya katakan setelah mendengar penuturan Gappa dan The Dads tentang Mika dan alasannya untuk membuat hubungannya dan gadis tercintanya itu kandas.


“Tapi tetap aku akan berjuang, membuat Mika luluh dan mau mengubah pemikirannya itu,” lanjut Arya kemudian. “Bukan aku tidak menghormati Val yang menjadi begini saking ia terluka karena Kak Kaf.. Aku hanya ingin memperjuangkan cintaku.. aku tidak akan memaksa Mika untuk menikah cepat-cepat denganku. Cukup dengan dia menerimaku kembali di sisinya saja, sebagai kekasihnya. Aku sudah bahagia –“


“Bucin!”


Celetukan keluar dari mulut Varen.


“Tahu. Malah lebih parah!”


Dan celetukan Varen pun dibalas oleh dua Dads.


“Bukan bucin akut lagi, melainkan bucin mampus!”


Tambahan celetukan yang menggebu datang dari ayah kandung Varen, yang menambah rasa geli di perut para pria yang sedang berkumpul itu.


“Talk about bucin,” ucap Papa Lucca. “One stupid bucin ( Satu bucin bodoh ) sepertinya sudah selesai mengobrol dengan para wanita.


Sambil Papa Lucca memandang ke satu arah, yang kemudian arah pandangannya itu dilihat juga oleh delapan pria lainnya. Dimana Kafeel nampak sedang menuju ke tempat sembilan pria itu sedang duduk berkumpul.


“Aku meminta maid menyiapkan satu kamar yang sama untukmu dan pria putus asa yang kacau balau itu. Aku lihat ada obat penenang yang diberikan untuknya dalam tas obat miliknya yang tadi diserahkan Drea. Makanya kau harus sekamar dengannya. Nanti si bodoh itu malah ikut – ikutan ingin tidur macam Val karena kurasa otaknya sedang cukup terganggu sekarang, dia menelan semua obat penenang itu..“


Kasak – kusuk yang keluar dari mulut Poppa.


⭕⭕


“Ar,”


Adalah Kafeel yang bicara, setelah ia dan Arya masuk ke dalam satu kamar yang disiapkan untuk keduanya.


Selepas mengobrol dengan para wanita The Adjieran Smith yang ada, Kafeel yang patuh mengikuti saran untuk beristirahat itu, kemudian menyambangi para pria The Adjieran Smith yang tadi berkumpul bersama Arya untuk undur diri guna pergi beristirahat.


“Ya, Kak?”


Arya langsung menyahut pada Kafeel yang memanggilnya itu.


“Gue minta maaf ya?”


Arya mengernyit kecil selepas mendengar ucapan Kafeel barusan.


⭕⭕


“Santai, Kak..” ucap Arya setelah Kafeel menjelaskan perihal permintaan maafnya pada Arya.


“Keputusan gue.. banyak melukai orang..” Kafeel yang terduduk di sofa itu tertunduk lesu. Dan Arya yang duduk disampingnya itu kemudian memegang salah satu pundak Kafeel dan menggoyangnya pelan.


“Ya posisinya kan lo juga terpojok banget saat itu..” ucap Arya untuk membesarkan hati Kafeel. “Kalau gue dalam posisi lo, mungkin gue juga akan melakukan hal yang sama..” ucapnya lagi. “Antara ibu yang baik hati sama cewe yang kita cintai sepenuh hati, pastinya sulit banget buat dipilih. Gue paham, dan semua orang disini juga paham kok.”


⭕⭕


Tiga jam berlalu.


“Udah boleh ke tempat Val belum ya?..”


Kafeel berujar penasaran sekaligus sedikit gelisah, ketika ia yang sempat tertidur akibat efek obat yang diminumnya telah terjaga lagi.


“Mungkin udah kali..”


Arya menyahut sambil melirik arlojinya.


“Tapi lo udah ngecek pintu ini kamar?..”

__ADS_1


“Kenapa emang?..“ tukas Arya, yang memandang sedikit heran pada Kafeel yang nampak gelisah itu.


“Barangkali kita dikunciin dari luar..”


⭕⭕


‘Pantes aja ni orang sampe mikir buat nyusul Val..’


Arya yang sempat terkekeh setelah mendengar ucapan Kafeel yang terkesan sedikit paranoid itu lalu membatin.


‘Dan pantesan juga Bang Alva buru-buru bawa ini orang buat nemuin Val, karena si Kak Kaf ini otw ODGC.’


( ODGC = Orang Dengan Gangguan Jiwa )


⭕⭕


“Eh, Arya?? –“


“Kak Via..”


Arya yang baru keluar dari kamarnya dengan Kafeel di belakangnya itu langsung menghampiri Via yang nampak sedikit terkejut melihat Arya ada di kastil pada pulau rahasia milik keluarga suaminya itu.


“Kak Kaf?..”


“Hai, Vi.. apa kabar? –“


“Aku baik, Kak. Kak Kaf, oke? –“


‘Otw stres akut!’ Arya yang menjawab pertanyaan Via pada Kafeel.


Dalam hatinya saja tapi.


Kafeel mengangguk seraya tersenyum mendengar pertanyaan Via padanya, yang nampak menatap Kafeel dengan rasa iba dan prihatin karena telah mendengar soal percobaan bunuh diri yang Kafeel lakukan.


“Aku, Oke, Vi.. Gadis dan Nathan mana?..” Kafeel balik bertanya.


“Masih pada tidur, Kak. Tapi ini mau aku cek lagi.”


Via menjawab santun.


“Kak Kaf sudah melihat Val?..”


Via lalu bertanya lagi, tanpa membahas soal percobaan bunuh diri Kafeel.


Karena sedikit banyak, serupa tapi tak sama, Via pernah ada dalam fase yang Kafeel sedang alami sekarang.


Gangguan emosional yang parah, hingga menyakiti diri adalah pilihan. Karena sakit pada kulit yang dibuat itu bisa menjadi pengalihan dari rasa sakit di hati.


Macam yang telah Val lakukan.


“Sudah Vi. Tapi Cuma sebentar. Ini mau lihat Val lagi. Boleh ga, Vi?”


“Boleh kok, Kak.”


⭕⭕


“Eum .... Mika ... dimana Kak?”


Arya lalu ragu – ragu bertanya pada Via yang kemudian tersenyum penuh arti padanya.


“Belum lama pergi ke ruangannya Val. Biasanya satu jam May menghabiskan waktu di sana. Kalau kamu mau tunggu May di kamarnya, itu yang paling ujung sebelah kanan adalah kamarnya ....”


Via lalu menjawab pertanyaan Arya yang langsung mengangguk dan mengucapkan terima kasih, lalu undur diri dari hadapan Via yang kemudian masuk ke kamarnya.


Arya yang tidak mau menunggu Mika di kamar mantan judesnya itu,  memutuskan untuk menyusul Mika yang katanya sedang ada di ruangan tempat Val di rawat. “Kak, Sorry..”


Arya lalu mengajak Kafeel bicara, kala keduanya tengah berjalan. “Ya?”


Kafeel menyahut.


“Kalo nanti di ruang rawat Val cuma ada Mika, gue minta tolong lo kasih space buat gue ngomong sama dia, ya?..”


“Tentu, Ar –“


⭕⭕


“Apa kabar, Judesgirl tukang tipu?”


Arya yang telah bertemu Mika kemudian melontarkan sapaan sinisnya pada sang mantan.


Mika tercengang mendengar ucapan Arya itu. “A-pa maksud lo?..“


Lalu Mika tergugu kemudian. Dimana Arya lagi berkata, “Lo penipu ulung Mika. Selain lo egois dan naif..”


“Gue ga ngerti apa yang lo omongin –“


“Gue udah tau semua soal kebohongan yang lo buat –“


⭕⭕


“Lo mau kemana?..” ucap Arya yang tangannya sudah memegang lengan Mika yang telah beranjak dari duduknya itu, setelah Mika kemudian diam selepas Arya menyinggung soal suatu kebohongan yang Mika pahami apa yang Arya maksud.


Mika langsung dengan cepat melepaskan cengkraman Arya di lengannya. “Lo mau tengok Val, kan?“


Sambil Mika berucap cepat dan agak ketus, walau pelan.


“Sekalian gue mau ngomong sama lo..“ jawab Arya.


“Ga ada yang perlu kita omongin lagi –“


“Banyak, yang perlu kita omongin, Mikaela Finn Smith.”


⭕⭕⭕⭕


To be continue..


Segitu dulu, ngejar waktu update soale.


Orang Sarap Minum Petroleum


Harap Maklum

__ADS_1


😝


__ADS_2