
Noted: Baca episodenya dulu, baru klik tanda jempolnya jika berkenan ya.
Thank You
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Last Episode:
Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia...
“Kak Kaf! Cari siapa?....”
Aro menyapa Kafeel yang sedang nampak celingukan kala ia keluar dari arah dapur.
“Liat Uncle Two J sama Uncle Dewa?” tanya Kafeel pada Aro.
“Di Pool Lounge kayaknya sama The Dads yang lain....”
♥♥♥♥
Kafeel melangkahkan kakinya ke tempat dimana The Dads of Adjieran Smith yang masih nampak gagah diusianya itu berada, seperti yang tadi Aro katakan pada Kafeel saat mereka berdua berpapasan kemudian bercakap sebentar.
Kafeel tahu persis dimana letak pool lounge alias ruang bermain billiard dalam kediaman utama The Adjieran Smith yang berada di Jakarta itu, karena memang ia sering bermain billiard bersama para pria yang berdomisili di kediaman tersebut.
Selain, memang Kafeel sering wara-wiri di kediaman utama The Adjieran Smith yang berada di Jakarta itu. Jadi Kafeel sudah hafal sebagian besar seluk beluk kediaman tersebut, kecuali ruang-ruang pribadi mereka yang tinggal di dalamnya. Karena biasanya Kafeel hanya berkeliaran di area bawah kediaman saja jika dia sedang ada keperluan disana.
Kafeel langsung melangkahkan kakinya ke dalam pool lounge karena pintu ruangan tersebut memang sedang terbuka lebar.
♥♥♥♥
The Dads of Adjieran Smith yang kesemuanya ada di dalam pool lounge berikut juga Uncle Rico langsung saja menoleh ke arah pintu ruangan saat melihat kemunculan Kafeel. “Hoy Ka.....” The Dads dan Uncle Rico pun menyapa Kafeel.
Kafeel pun mengangguk dan tersenyum seraya melangkahkan kakinya untuk lebih masuk ke dalam pool lounge. “Duduk Ka.....” ucap Daddy R.
“Iya Uncle, terima kasih.” Jawab Kafeel dan ia segera mengambil tempat duduk di dekat Papi John yang berada di sofa bersama Daddy R.
“Kau berhasil membujuk kekasih ulat bulumu itu?.....”
Daddy R bertanya sembari tersenyum geli pada Kafeel.
“Belum Uncle R.....” jawab Kafeel seraya ia menggeleng dan tersenyum geli juga.
“Merajuk kenapa lagi si Val?” suara ngebas dan dalam terdengar bertanya. Poppa pemiliknya.
“Dia tidak bisa diajak kerjasama oleh Val untuk menciptakan salah paham agar gue cepat menikahkan mereka.....”
“Hahaha!!” tawa pun pecah dari seluruh pria yang berada di dalam pool lounge selepas mendengar penuturan Daddy R.
Sementara Daddy R dan Kafeel terkekeh.
Tak hanya tertawa, The Dads serta Uncle Rico pun geleng-geleng saja mendengar hal aneh-aneh lagi tentang tingkah si gadis ulat bulu.
“Ada lagi aja tingkah anaknya si R.....” celetuk Uncle Rico, lalu sisanya terkekeh lagi. "Dah kawinin aja lah buru-buru!"
♥♥♥♥
“Main Ka?.....” Daddy Jeff yang berada di dekat salah satu meja billiard bersama Daddy Dewa dan Papa Lucca, menawarkan Kafeel untuk bermain bola sodok yang sedang Daddy Jeff mainkan bersama Daddy Dewa.
Sementara Papa Lucca hanya duduk di sebuah bangku bar di antara dua meja biliiard, dekat jendela ruang billiard tersebut sambil memegang cangkir minuman dan memperhatikan empat orang yang sedang bermain bola sodok didepannya itu.
“Nanti saja Uncle Jeff,” tolak Kafeel dengan sopan.
__ADS_1
Daddy Jeff pun mengangguk, lalu ia lanjut bermain melawan Daddy Dewa.
“Ada yang ingin kau bicarakan dengan kami, Ka?.....” Papi John bersuara seraya bertanya pada Kafeel.
“Iya Uncle John.....” jawab Kafeel. “Kemarin Uncle, Uncle Jeff dan Uncle Dewa bilang ada yang ingin dibicarakan denganku?.....”
“Hemm ya.” Papi John menyahut.
“Apa ini mengenai pekerjaan?”
Kafeel bertanya lagi. Papi John yang berada di dekat Kafeel pun menggeleng.
“Bukan.” Jawab Papi John kemudian. Sementara Daddy Jeff tetap meneruskan permainan bola sodok dengan Daddy Dewa. Keduanya pikir, Daddy John ataupun Daddy R sudah akan mewakili mereka untuk berbicara dengan Kafeel.
Begitu juga dengan dua Dad yang lain, termasuk Uncle Rico yang masih bergeming di tempat mereka dengan masih melakukan hal yang sedang mereka lakukan sebelum Kafeel datang ke pool lounge tersebut.
Namun tetap telinga mereka awas mendengarkan mereka yang sedang aktif bercakap.
“Apa tentang Val?.....” tanya Kafeel, yang kemudian mendapat sahutan dengusan geli dari mereka yang bersamanya, terlebih Daddy R.
“Apa hanya putri kandungku itu saja yang ada di kepalamu sekarang, hem?.....” cibir Daddy R seraya meledek, Kafeel pun terkekeh kecil, termasuk mereka selain dirinya.
“Yah, aku hanya berjaga-jaga jika kalian mencetuskan tantangan lagi padaku?” sahut Kafeel dengan sudut bibirnya yang tertarik ke atas. Dan The Dads serta Uncle Rico terkekeh bersama lagi.
♥♥♥♥
“Ka ---“ Papi John bersuara ketika ia telah selesai terkekeh. “Lena punya pacar?.....”
Kafeel terdiam sejenak, selepas Papi John melontarkan pertanyaan soal adik perempuannya, yang membuat Kafeel sedikit merasa heran.
“Punya sih ---“ jawab Kafeel, yang meski heran juga tentang Papi John yang bertanya soal adik perempuannya itu.
Namun Kafeel belum bertanya lebih lanjut mengapa Papi John mempertanyakan tentang adik perempuannya yang memiliki pacar atau belum.
“Tapi sudah aku suruh untuk memutuskan kekasihnya yang sekarang itu.”
“Kau tahu dan kenal memang dengan kekasihnya Lena itu?”
“Iya aku tau.” jawab Kafeel.
“Seberapa tahu?.....”
“Tau sekali sih tidak, bertemu pun hanya sekali saat tak sengaja bertemu di salah satu Mall. Lalu Lena memperkenalkan pacarnya itu padaku. Tapi setelahnya aku meminta Lena menjauhinya ----”
Kafeel menjawab pertanyaan Poppa yang nyeletuk setelah Papi John bertanya padanya.
“Karena kesannya sudah tidak membuatku sreg dari sejak awal aku melihat pemuda itu.” Terang Kafeel.
“Hanya itu saja yang kau tahu tentang kekasih Lena?.....”
Kafeel mengangguk sambil memandang pada Poppa yang barusan bertanya lagi padanya.
“Iya hanya itu saja yang aku tahu tentang pacar Lena, Uncle. Urakan macam berandal, makanya aku meminta Lena untuk menjauhinya dan memutuskan hubungannya dengan lelaki itu, bila memang benar mereka pacaran.”
“.........”
“Bukan aku sok bener juga, hanya saja feelingku tak bagus tentang pemuda yang Lena kenalkan padaku sebagai pacarnya itu.”
“Lalu apa yang Lena katakan padamu?” tanya Papi John.
“Ya terakhir aku tanya sih, katanya dia sudah memutuskan hubungan dengan pemuda yang merupakan pacarnya itu.”
♥♥♥♥
“Mohon maaf Uncles, jika aku boleh tahu, kenapa kalian membahas soal Lena dan pemuda yang dekat dengan adikku itu? ....”
__ADS_1
Setelah tak mendapatkan lagi pertanyaan dari The Dads of The Adjieran Smith, Kafeel pun mencetuskan pertanyaan untuk mendapatkan jawaban atas rasa penasarannya, karena The Hot Daddies paruh baya yang sedang bersamanya saat ini, membahas tentang sang adik perempuannya dan pemuda yang disinyalir adalah kekasih dari adiknya itu.
“Kami mengkhawatirkan Lena, karena kami tahu identitas pemuda yang disinyalir adalah kekasihnya itu.” Daddy R yang menjawab.
Wajah Kafeel pun menampakkan keingin tahuannya.
“Siapa dia memangnya, Uncle?” Dan Kafeel sontak bertanya.
“Pernah dengar tentang geng motor bernama LB? ...”
Uncle Rico yang sudah menghentikan sesi main billiardnya melawan Poppa itu kemudian angkat suara.
Kafeel tidak langsung menjawab. Ia nampak sedang berpikir.
“Pemuda yang katanya kekasihnya Lena itu, adalah anak dari pendiri geng motor tersebut---“
Uncle Rico sudah keburu bicara lagi sebelum Kafeel menjawab pertanyaannya.
“Dan sekarang pemuda itu yang menggantikan posisi ayahnya.” Sambung Uncle Rico.
“Ah, aku ingat sekarang. Aku rasanya pernah mendengar almarhum ayah menyebut nama geng motor itu –“
“Iya memang, dulu, aku dan ayahmu yang gencar memburu mereka untuk dibasmi—“ Uncle Rico menambahkan.
“Tapi bukannya kalau tidak salah, geng itu memang sudah musnah?”
“Pernah.” Sambar Uncle Rico. “Tapi tiga tahun belakangan rumor mereka yang muncul lagi mulai santer, dan baru setahun belakangan ini, benar-benar dipastikan kalau geng motor rusuh itu sudah benar-benar terbentuk kembali, dengan sama rusuhnya seperti para pendahulu mereka.”
“Maka dari itu kami membicarakan ini denganmu.” Tukas Papi John.
Kafeel pun manggut-manggut.
“Kalau begitu, aku akan memastikan lagi pada Lena apa dia sudah benar benar tidak berhubungan dengan berandal itu lagi..”
“Sebaiknya memang seperti itu---“
Papi John menimpali ucapan Kafeel.
“Kami hanya takut Lena masuk terlalu jauh, karena para berandalan itu menjalankan banyak hal ilegal.”
Kafeel melipat bibirnya. Kegusaran sedikit nampak di wajahnya. “Heran, gimana Lena bisa kenal sama itu berandal ya?”
“Apapun Ka, tetap kau harus menanyakan baik-baik pada Lena... pastikan dulu tidak ada doktrin dari pacarnya itu yang membuat Lena akan dapat menentangmu ..”
“Iya, Uncle....” sahut Kafeel.
“Dan satu hal lagi –“
Daddy Dewa yang kini bersuara.
“Jangan mendekati mereka, sebelum kamu bisa memastikan bila Lena memang telah melepaskan diri dari pacarnya itu ....”
“Iya, Uncle....”
“Jangan bertindak gegabah, jika karena Lena telah terlalu jauh terlibat dengan berandal itu dan komplotannya.”
Daddy Dewa memberi penegasan.
“Selain rusuh, para berandal generasi baru ini lebih berani dari pendahulunya.”
“Jadi kau, jangan cari mati—“
**
To be continue..
__ADS_1