HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
WAKTU ITU


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


FLASHBACK (1)


Pada suatu malam di London, beberapa tahun yang lalu ...


Salah seorang pewaris muda baru saja keluar dari dalam kamarnya, karena merasakan perutnya terasa lapar maka ia terbangun dari tidurnya.


Menggunakan lift yang tersedia pada sebuah mansion yang ia tinggali selama ini, agar segera sampai ke dapur dan pergi ke sebuah rak khusus kudapan.


“.......”


‘Seperti ada orang yang mengobrol?...’


Gadis yang telah mengambil sepotong Coffee Latte Pudding dari rak khusus kudapan itupun membatin saat mendengar sayup – sayup suara dari beberapa orang kala ia keluar dari dapur dan hendak pergi duduk ke ruang santai keluarga untuk menikmati Coffee Latte Pudding yang baru saja ia ambil itu sambil menonton televisi  - rencana Ann, baru nanti kembali ke kamarnya saat kudapan yang ia ambil telah habis.


“What is it No (Apa itu No?)” suara seorang pria yang gadis pengambil kudapan itu kenal terdengar di telinganya. “Adjieran Smith report or R Corp’ (Laporan Perusahaan The Adjieran Smith atau R Corp)?”


Well, Ann – lah gadis yang kini sedang memastikan suara itu adalah suara dari Daddy R yang sepertinya sedang bertanya kepada seseorang yang juga Ann kenal dengan baik, setelah mendengar bagaimana Daddy R memanggil orang tersebut.


‘Dad R ini memang gila kerja!’


Ann membatin takjub dalam hatinya.


‘What time is it (Sudah jam berapa ini), dan sepertinya Dad R masih membahas soal pekerjaan dengan Uncle Nino.’ Ann berkata lagi dalam batinnya. ‘Eh iya, Dad R dan Uncle Nino kan dari USA ya?.’


Ann membatin lagi.


‘Sebaiknya aku menyapa mereka saja.’


Ann pun mengayunkan langkahnya untuk mendekat pada dua orang yang Ann dengar sedang berbicara itu.


Namun Ann menghentikan langkahnya kemudian, saat ia mendengar Uncle Nino berucap,


“No, not both of it. This is from Omar. All things you guys want to know about Kafeel (Tidak, bukan keduanya. Ini dari Omar. Semua yang ingin kalian tahu tentang Kafeel)”


‘Kak Kafeel?’


Hati Ann spontan berkata lagi seraya bertanya.


‘Tapi bagaimana dengan CCTV? ...’


Hati Ann bertanya-tanya kala ia berniat melakukan sesuatu terlebih dahulu sebelum menyapa dua pria yang ingin ia sapa itu.


“But I haven’t mention what write inside (Tapi aku belum membaca apa yang tertulis di dalamnya)”


Ann kembali menajamkan telinganya.


‘Ah, aku kan bisa mensabotasenya nanti!’


Ann pun melanjutkan niatnya.


“I read it with Andrew and Lucca later (Aku akan membacanya dengan Andrew dan Lucca nanti)”


“What a Dad you guys are, huh? Even someone that your little girl having crush to need to be investigated (Kalian memang ayah yang benar – benar, ya? Bahkan seseorang yang gadis kecil kalian sukai pun harus diselidiki)”


Ann yang tadinya hendak menyapa Daddy R dan Uncle Nino, mengurungkan niatnya yang itu terlebih dahulu dan memilih untuk menguping pembicaraan dua pria, dimana mereka sedang membahas seorang pria yang digilai oleh salah satu saudarinya itu.


“Just in case.”


“But I think that Kafeel just care about Val as a big brother to his little sister (Tapi aku pikir Kafeel hanya menyayangi Val layaknya seorang kakak lelaki pada adik perempuan kecilnya)”


Ann masih terus menguping pembicaraan dari Daddy R dan Uncle Nino itu.


“Remember Varen and Andrea’s story (Ingat cerita Varen dan Andrea)? –“ tukas Daddy R. “Anything can be happen, so the information about Kafeel with no exception I have to know. Then I know what kind of man Val crazy about (Apapun bisa terjadi, maka segala informasi tentang Kafeel tanpa terkecuali aku harus tahu. Agar aku mengetahui seperti apa pria yang Val gilai itu)”


‘Wah, aku harus memberitahukan ini pada Val –‘ batin Ann.


“Well, based on what Omar said to me, everything about Kafeel is inside here (Yah, berdasarkan dari apa yang Omar katakan padaku, semua tentang Kafeel ada disini)”


“Okay.”


“You will tell Val also about this (Kau juga akan mengatakan Val tentang ini)?”


“Naah, no need. Is just a Dad thing (Naah, tidak perlu. Ini hanya hal tentang kekhawatiran seorang ayah)”


“Haha, I get it (Aku paham)”


“We know Kafeel as well, so if his has something minus, I think he should to tell Val by himself (Kita tahu Kafeel dengan baik, jadi jika dia punya sesuatu yang minus, aku rasa dia harus mengatakannya sendiri pada Val) ---“


‘Aku jadi penasaran informasi apa saja tentang Kak Kafeel itu? ... Tapi Val pasti lebih penasaran dari aku! ...Aku tidak sabar ingin memberitahukan soal ini padanya!’


Ann masih berada di tempat persembunyiannya, dan semakin menyembunyikan dirinya, kala melihat seorang maid berjalan ke arahnya – dimana sepertinya hendak menyambangi tempat dimana Daddy R dan Uncle Nino berada, dari arah paviliun para maid.


“That if Kafeel also has special feeling to Val (Itu juga kalau Kafeel memiliki perasaan yang spesial pada Val) ...” ucap Daddy R. “Would you please put that on the work desk? (Bisa tolong kau letakkan saja itu di meja kerja?) ---“


‘Aku perlu menyapa Dad R dan Uncle Nino dulu tidak ya, sebelum aku pergi ke kamar Val?’ batin Ann. ‘Ah aku sapa sajalah! ...’ Ann memutuskan untuk menyapa dua orang pria yang pembicaraan telah ia curi dengar itu. “Dad R, Uncle Nino.”


“Hey Ann!”


“You guys just comeback from USA (Kalian baru saja kembali dari Amerika)?”


“And you are just sneaking into the kitchen for a dessert (Dan kau baru saja mengendap di dapur untuk sebuah kudapan)?”


“As usual (Seperti biasa)”


“Alone (Sendirian)? ----“ tanya Dad R dan Ann mengangguk.


“Alright then Dad, Uncle, I just want to greeting both of you and now I want to go back to my room”

__ADS_1


(Baiklah Dad, Uncle, aku hanya ingin menyapa kalian berdua dan aku ingin kembali ke kamarku).


“Okay.”


Ann pun langsung berpamitan pada Dad R dan Uncle Nino kemudian.


*


FLASHBACK (2)


“Val!”


Alih – alih pergi ke kamarnya, Ann malah ngeloyor ke kamar Val yang berada di sebelah kiri kamarnya.


“Val wake up!” Ann tak hanya memanggil – namun ia memanggil dengan pelan, sambil Ann juga mengguncang salah satu saudarinya yang sedang tertidur cantik nan pulas pada ranjang pribadinya.


“Eunnggg----“


“Wake up Val, aku punya kabar buat kamu!”


“Aish Ann ...”


Suara Val terdengar mengeluh setelah melenguh pelan, kala ia merasakan pipinya di tepuk – tepuk, lalu memicingkan matanya seraya melihat orang yang sedang mengganggu tidurnya ini.


Lalu Val memejamkan lagi matanya dan Ann berdecak kecil.


Ann kembali mengguncang tubuh Val. Sambil Ann memanggil lagi Val dengan bisikan tajam. “Jika kamu tidak mau bangun, aku tidak akan memberitahukan kamu sesuatu tentang Kak Kafeel!”


Bisikan tajam Ann seolah memiliki kekuatan sihir, sampai membuat Val yang tadinya begitu mengantuk hingga berat sekali matanya untuk ia buka – tapi kini Val tak hanya membuka matanya lebar – lebar, tapi juga dengan cepat bangkit dari posisi tidurnya dan duduk dengan semangat hingga benar – benar berhadapan dengan Ann.


Membuat Ann jadi terkekeh karenanya.


“Ada apa Ann?! Apa Kak Kafeel datang?! Atau dia sudah mau melamarku?!”


Ann dibuat terkekeh lagi oleh tingkah salah satu saudarinya yang merupakan fangirl garis keras dari pria yang memikat hatinya.


Yang mana kurang lebih sama seperti diri Ann yang merupakan fangirl garis kerasnya Rery. Namun Val memang tak se bar – bar dan se posesif Ann pada Rery. Walaupun Val bawel, tapi dia lebih kepada gadis yang lembut tingkahnya, tidak suka keributan.


Hanya kadang – kadang, yaah, Val yang menjadi biang keributan di tempat tinggal mereka, jika dia manjanya sedang kambuh, atau ada sesuatu yang Val inginkan dan memaksa untuk dikabulkan.


“Kalau sudah mendengar nama Kak Kafeel baru kamu bangkit macam dracula yang bangkit dari peti matinya karena melihat mangsa untuk dihisap darahnya, Val! ...”


“Tentu saja.”


Val pun segera menyahut.


“Kak Kafeel kan imun untukku.” Sambung Val. “Jadi bagaimana hal yang kamu katakan tadi---“ lalu Val melontarkan pertanyaan.


“Ah iya! ...”


“Jadi benar Kak Kafeel datang?!”


“It’s almost midnight, okay?!. So it’s very impossible if Kak Kafeel come by this time (Ini hampir tengah malam, oke?!. Jadi amat sangat tidak mungkin jika Kak Kafeel datang kemari pada jam seperti ini)”


“Ah, aku pikir Kak Kafeel datang!---“


Val menguap.


“Jadi kenapa dengan Kak Kafeel?”


Val pun bertanya dengan wajah bantalnya pada Ann.


“Dad R, mencari informasi tentang Kak Kafeel! ...” ucap Ann.


“Oh ya?!”


“Ya ...”


Ann menjawab seraya mengangguk pasti.


“Dan semua informasi detail tentang Kak Kafeel tercintamu itu, kini sudah ada di tangan Dad R!”


Yang mana ucapan Ann itu, sontak membuat Val nampak antusias, bahkan rasa kantuknya seketika hilang. Yah, tentu saja begitu. Karena segala hal tentang Kafeel dari yang sekecil apapun akan selalu menarik perhatian Val.


“Benar begitu?---“ Val memastikan dan Ann mengangguk mantap. “Tapi bagaimana kamu tahu tentang itu?” tanya Val lagi.


“Aku mencuri dengar pembicaraan Dad R dan Uncle Nino yang baru saja kembali dari USA saat aku sedang mengambil kudapan tadi.”


Ann menerangkan lagi.


“Kalau begitu aku akan menemui Dad R sekarang.”


Val dengan cepat bergerak dari tempatnya. Namun kemudian ia ditahan oleh Ann.


“Percuma kalau kamu menemui Dad R sekarang, karena Dad R berencana untuk tidak memberitahukanmu kalau Dad R memiliki informasi detail tentang Kak Kafeel-“


Ann kembali menerangkan.


“Dan lagi, kalau kamu bertanya pada Dad R sekarang, aku akan ketahuan mencuri dengar dan aku pasti akan mendapat hukuman karenanya ...”


“Iya juga ya? ...” Val manggut-manggut. “Tapi aku juga penasaran setengah mati mengenai informasi tentang Kak Kafeel, Aann ... siapa tahu kan itu dapat membantuku menjadi lebih mudah memenangkan hatinya lalu ia jatuh cinta padaku?”


Val berkesah manja.


“Pikirkan solusi dong Ann.” rengek Val.


“Ya satu-satunya cara kita harus pergi ke ruang kerja utama ---“


Ann memberikan satu solusi.


“Dad R tadi meminta Uncle Nino untuk meletakkan berkas informasi tentang Kak Kafeel itu  disana karena Dad R akan membacanya nanti.”

__ADS_1


Ann lanjut bicara dan Val menatapnya putus asa.


“Aku benar-benar penasaran, tapi bagaimana aku bisa mengambil berkas itu ya? ...” kata Val.


Val lalu menghempaskan kasar tubuhnya ke atas permukaan ranjang sambil ia merungut.


“Dan lagi kalau diambil, pasti Dad R tahu lalu mengamuk karena aku pasti akan dianggap lancang! –“


Ann tak menyahut, dia hanya memperhatikan tingkah salah satu saudarinya itu yang kini sudah bergerak-gerak tak jelas di atas permukaan ranjang.


Menyesal tak menyesal sih dia menyampaikan informasi yang ia dengar dengan menguping pembicaraan Dad R dan Uncle Nino tadi soal Kafeel pada Val.


Tapi diantara para saudara saudari Val yang lain, Ann-lah yang paling mendukung Val mengejar Kafeel dan percaya jika perasaan yang Val punya pada pria itu adalah cinta. Karena Ann merasa, sedikit banyak ia dan Val sama, yakni sama-sama pejuang cinta dengan pria dan kisah yang berbeda.


Jadi Ann akan berada dibarisan pertama untuk memberi dukungan pada Val yang sedang memperjuangkan cintanya itu.


“Aku rasa aku punya ide agar kamu bisa melihat semua informasi tentang Kak Kafeel dalam berkas yang tadi Uncle Nino berikan pada Dad R itu, Val ...”


Val seketika bangkit dan langsung memegang tangan Ann dengan antusias.


“Katakan!”


“Kita harus mengendap-endap ke ruang kerja utama ...”


Ann melontarkan satu ide.


“Tapi bagaimana caranya, sementara ada CCTV di sekitar ruang kerja utama?”


“Serahkan soal CCTV itu padaku!---“


“Tapi meski begitu, jika kita mengambil berkas informasi tentang Kak Kafeel itu, Dad R pasti tahu ...”


Val berkata putus asa.


“Ujung-ujungnya kita pasti ketahuan, dan pasti akan mendapat hukuman berat dari Dad R, bahkan dari orang tua yang lain ... hhh—“


“Stupido.” Potong Ann. “Aku bilang kan melihat bukan mengambil!”


“Caranya?—“ tukas Val. “Bagaimana bisa melihat isi dari berkas itu jika kita tidak mengambilnya terlebih dahulu, Ann?”


Ann mendengus frustasi kemudian. “Ya di foto lah Val –“ ucap Ann.


Dimana wajah Val langsung  berubah sumringah saat solusi dari masalahnya terpecahkan begitu saja oleh Ann.


“Oh my dear sweet little devil sister you have such an amazing brain (Oh wahai saudariku setan kecil yang manis otakmu memang sungguh encer)!”


Sambil Val menangkup wajah Ann dan menggoyangkannya dengan semangat.


Sementara Ann mendengus geli saja.


“Ayo tunggu apalagi?!” Val bersemangat. “Kita lihat situasi dulu.”


“Kita tidak perlu keluar untuk melihat situasi ... mana tab khususmu dari Abang?”


Ann menyergah Val yang hendak mengajaknya untuk pergi keluar kamar.


“Sebentar ...” Val kemudian berjalan ke dalam walk in closetnya, lalu kembali lagi pada Ann dengan membawa barang yang Ann minta tadi.


“Kita bisa mengecek seluruh CCTV Mansion dari tab ini kan Val.”


“Oh iya, aku lupa.”


Val menunjukkan cengir kudanya.


“Sepertinya Dad R sudah masuk ke kamar.”


Ann berujar setelah tangannya sibuk di tab milik Val untuk beberapa saat.


“Jadi bisa kita mengendap-endap ke ruang kerja utama sekarang?---“ tanya Val.


“Bisa. Tapi aku harus mengambil notebook digitalku dulu, karena aku punya program peretasan di dalamnya.”


FLASHBACK OFF


*


Saat ini


“Jadi ya seperti itu—“ ucap Val setelah panjang lebar ia bercerita pada Kafeel. “Ann meretas dulu CCTV yang kiranya kami lewati sampai ke ruang kerja utama di Mansion, setelahnya baru Val dan Ann mengendap-endap masuk dan mengambil gambar setiap lembar laporan berkas informasi Kak Kafeel yang Dad R miliki itu---“


Sementara Kafeel melongo tidak percaya mendengar cerita Val yang melibatkan Ann dengan kenekatan mereka berdua mengakali para Dad mereka orang-orang diluar akan berpikir seribu kali untuk mencoba mengakali pria-pria yang dijuluki sebagai titisan naga itu.


Terperangah juga Kafeel, dengan Val yang sebegitunya ingin tahu segala hal tentang dirinya. Dan lagi satu saudarinya Val itu, si Little Devil-Ann. Bisa-bisanya dia meretas CCTV dalam kategori ter-aman dan ter-canggih, buatan Alvarend lagi. ‘Waduh bahaya nih!’


Hati Kafeel yang mengeluh was-was.


Meski kalau dari cerita Val,  ilmu Ann hanya bisa menembus program CCTV canggih buatan Alvarend di Mansion  London dan Kediaman mereka yang berada di Jakarta, tetap saja untuk ukuran seorang gadis belia, apalagi bisa menemukan celah dari kejeniusan kakak laki-lakinya-walau sedikit saja, rasanya Ann tidak bisa dianggap remeh.


‘Gue bilang ucapan adalah doa!----‘ batin Kafeel. ‘Gue udah bilang kalo si Ann jangan dikasih sebutan Little Devil, nah jadi deh tuh kan si Ann macam dedemit yang bisa nembus sana sini? Kalo dedemit beneran bisa tembus tembok, nah si Ann bisa tembus ke satu program buatan Alvarend.’


Kafeel membatin geli sendiri.


‘Dedemit jaman now –‘


*


To be continue ...


Ehem, ehem ... 


Update dua episode.

__ADS_1


Jempol kalo lupa kelewatan, ye khaaannnnn?? ...


__ADS_2