
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Little Star Island, Isola, Italy,
“Kak, Sorry..”
Adalah Arya yang mengajak Kafeel bicara saat mereka tengah berjalan untuk pergi ke ruang rawat Val.
“Ya?” sahut Kafeel cepat.
“Kalo nanti di ruang rawat Val cuma ada Mika, gue minta tolong lo kasih space buat gue ngomong sama dia, ya?..”
“Tentu, Ar..“ sahut Kafeel lagi seraya ia mengangguk dan tersenyum. Kemudian langkah keduanya terhenti di depan pintu besar tempat Val berada, karena dua penjaga di kanan dan kiri pintu tersebut menghentikan keduanya.
♥
Arya dan Kafeel kemudian dipersilahkan masuk setelah salah satu penjaga pintu masuk ke dalam ruangan dan keluar lagi dari sana tak seberapa lama.
Ada Gappa, Gamma, Poppa dan Momma di dalam ruangan tersebut.
Ada juga Mommy Ara yang terlihat berada di satu ruangan terpisah dengan pintu kaca yang mendominasi---dimana Val terbaring di sana.
Dan di dalam ruangan itu juga, ada seseorang yang ingin sekali Arya jumpai dengan segera. Bahkan saking tak sabarnya, Arya langsung melangkahkan kakinya ke tempat matanya memandang sedari masuk setelah menyapa pelan empat orang yang berada di sofa pada ruangan yang merupakan ruang rawat Val tersebut.
♥
Sesuai janjinya pada Arya, Kafeel tidak melangkah menuju ke tempat dimana Val sedang terbaring di atas ranjang yang menyerupai ranjang pasien rumah sakit tersebut.
“Kau tunda dulu untuk menjenguk Val.”
Poppa bersuara, dengan matanya yang tertuju pada Kafeel.
“Biarkan Arya menyelesaikan masalahnya dulu dengan May..”
Kafeel pun mengangguk patuh.
“Iya, Pop,” ucap Kafeel kemudian.
♥
“Apa tidak sebaiknya kita keluar dulu saja dari sini?..” ucap Gamma setengah berbisik.
“Kayaknya mending iya, deh..” timpal Momma atas ucapan Gamma yang melihat Mommy Ara keluar dari ruangan Val, kemudian tersenyum pada Arya dan menepuk pelan pundak Arya.
“Come, Boy.”
“Iya, Gap..” sahut Kafeel pada Gappa yang kemudian merengkuh bahunya dan berjalan ke arah pintu ruangan kemudian, dengan diekori oleh Gamma-Mommy Ara-Momma dan Poppa. Yang mana setelah enam orang itu keluar dari ruang rawat Val, pintu ruangan tersebut kembali di tutup dengan rapat. Dan Arya telah memasuki satu ruangan khusus, dimana Val di tempatkan.
♥
Arya sudah berada di ruangan khusus tempat Val di rawat, dengan langkahnya yang ia buat tanpa suara setelah ia menyapa Mommy Ara dengan anggukkan kepalanya---dimana satu Mom of The Adjieran Smith yang telah mendengar keinginan Arya dari Dad R itu paham, dan kemudian beringsut dari tempatnya.
“Aku udah cerita belum sih, kalau Kak Arya udah tunangan? Cantik cewenya.”
Arya kini sudah tepat berada di belakang Mika yang tidak menyadari kehadirannya itu, karena nampak fokus mengajak Val mengobrol.
“Masih cantikan Val..“
Arya menimpali ucapan Mika sebelumnya, yang sedikit menyenggol tentang dirinya yang telah bertunangan dengan wanita lain.
“Ya iya lah kalau dibandingkan Val jauh cantik Val kemana – mana..”
Mika yang belum menyadari kehadiran Arya itu, kemudian langsung juga langsung menimpali timpalan Arya tanpa Mika menoleh. ‘Eh?’
Namun kemudian Mika menyadari sesuatu tentang suara yang menyahuti ucapannya itu, dimana Mika spontan saja menoleh sambil lagi membatin.
‘Kok gue denger suaranya Ar..‘
Dimana di waktu yang sama dengan Mika yang membatin sambil menoleh untuk memastikan pendengarannya kalau dirinya seperti mendengar suara Arya, sang mantannya Mika itupun bersuara lagi.
“Dan lo..”
‘Yaa?????!!!!!..’
__ADS_1
Di detik dimana Mika terkejut bukan main, sampai matanya membelalak dan tubuhnya menegang seketika.
Karena bukan sepertinya lagi ia mendengar suara Arya yang ia pikir hanya sebuah halusinasi---sang mantan yang memang masih ada di hati, dan masih Mika rindukan setengah mati---namun si mantan terindah bagi Mika plus satu-satunya itu kini telah ada di hadapannya.
♥
“Ar-ya??..”
Mika tergagap kemudian. Memastikan pandangannya jika itu benar-benar sang mantan yang masih ia cintai dan rindukan.
Meneguk kasar salivanya, sambil Mika memandangi Arya hampir tanpa kedip.
“Apa kabar, Judesgirl tukang tipu?”
Arya menyapa sinis, sambil tersenyum miring pada Mika yang kemudian nampak terkesiap setelah mendengar sapaan sinis Arya itu.
“A-pa maksud lo?..“ tanggap Mika.
Si Judesgirl itu sedikit tergugu, sambil masih memandang pada Arya yang juga memandang padanya.
“Lo penipu ulung Mika. Selain lo egois dan naif..”
Arya berucap datar, namun tajam ucapannya---menanggapi respons Mika yang nampak tergugu dan tergagap itu.
Dengan Arya yang mendekatkan dirinya pada Mika dan berkata setengah berbisik pada sang mantan yang nampak terperangah atas kehadirannya itu.
“Gue ga ngerti apa yang lo omongin –“
“Gue udah tau semua soal kebohongan yang lo buat.“
Dengan suaranya yang masih datar, Arya berucap dengan memberikan penekanan di ucapannya itu kepada Mika yang kemudian nampak kikuk.
♥
“Lo mau kemana?..”
Arya memegang lengan Mika yang telah beranjak dari duduknya, setelah Mika kemudian diam selepas Arya menyinggung soal suatu kebohongan yang Mika pahami apa yang Arya maksud.
Mika langsung dengan cepat melepaskan cengkraman Arya di lengannya.
Mika bahkan merasa jika keluarganya mengkhianatinya atas keberadaan Arya di hadapannya sekarang ini.
Dan Mika sudah berencana untuk berbicara serius dengan para anggota keluarganya itu perihal Arya yang dibiarkan datang ke tempat Val dirawat dengan intensif, padahal keluarganya tahu betul jika Mika memang menghindari Arya atas rencananya walau Mika tak menampik ia sendiri merasa tersiksa dan juga terluka atas keputusannya membuat Arya membencinya hingga Arya sampai kemudian bertunangan dengan wanita lain.
Karena Mika pikir, Arya telah move on darinya atas kebencian sang mantan terindahnya itu.
Dimana Arya kemudian bertemu dengan tambatan hatinya yang baru, dan memutuskan untuk segera bertunangan saking Arya telah mencintai wanita tersebut.
♥
Mika berencana untuk meminta penjelasan tentang siapa yang mengatakan pada Arya yang dari ucapannya tadi, Mika tangkap jika Arya telah mengetahui sandiwaranya dengan menggunakan Felix sebagai partner kebohongannya itu.
Tapi biar begitu, seharusnya tak perlu dibahas lagi karena Arya sudah bertunangan, bukan?.. Jadi kiranya tidak masalah jika Arya tahu tentang kebohongan hubungannya dengan Felix sekarang.
Buat apa dibahas karena Arya toh sudah memiliki tambatan hatinya yang baru. Pikir Mika.
Namun begitu, tetap saja rasanya Mika tidak siap untuk bertemu Arya yang wajahnya nampak tidak senang memandang pada dirinya. “Lo mau tengok Val, kan?“
Sambil Mika berucap cepat dan agak ketus, walau pelan saat menarik tangannya agak kuat dari cengkeraman Arya yang langsung merespons ucapan Mika barusan.
“Sekalian gue mau ngomong sama lo..“
♥
“Ga ada yang perlu kita omongin lagi –“
“Banyak, yang perlu kita omongin, Mikaela Finn Smith.”
Arya berucap tajam pada Mika, meski Arya masih menjaga intonasi suaranya, yang meskipun Arya tahu jika Val sedang koma dan menyadari sudah tak ada sesiapun dalam ruangan besar tempat Val di rawat itu selain dirinya-Mika dan Val.
“Minggir,” tegas Mika, pada Arya yang menghalangi jalannya.
Tak ingin membuat keributan di ruangan Val, Arya langsung menggeserkan dirinya saat Mika mendorong lengannya.
“Jangan berpikir buruk sama keluarga lo, karena mereka juga ga tau kalau gue akan ikut ke sini nemenin Kak Kaf.”
__ADS_1
♥
Mika yang sudah berjalan cepat menjauhi Arya yang mengekorinya itu, berhenti sejenak setelah mendengar ucapan Arya barusan yang seolah tahu isi otaknya yang memiliki prasangka buruk pada keluarganya.
Namun tak lama, Mika kembali melangkahkan kakinya dengan cepat menjauhi Arya yang sedikit nampak bingung karena khawatir jika ia mengikuti Mika, maka Val akan sendirian dan Arya mengkhawatirkannya.
Arya berdecak dan meringis di tempatnya setelah Mika telah keluar dari ruang rawat Val tersebut.
Namun kemudian Arya menghela nafas lega saat melihat Daddy Dewa dan Mom Ichel masuk ke dalam ruangan Val bersama Daddy Jeff dan Mama Jihan selang satu dua menit selepas Mika keluar dari ruangan tersebut.
Dimana Arya langsung menghampiri dua pasang orang tua itu dan menyalimi dua Mom yang belum sempat ia temui sebelumnya, kala ia datang bersama Kafeel-Varen dan Drea beberapa jam yang lalu ke pulau pribadi nan rahasia miilik keluarga mantan tercintanya Arya itu.
“Sana, kejarlah si Judesgirl..”
Ayah kandung Mika yang bicara seraya ia tersenyum pada Arya yang langsung sumringah wajahnya.
Namun Arya tidak langsung bergegas, melainkan ia memandang pada Mom Ichel yang bagaimanapun adalah ibu kandung Mika dan Arya juga perlu persetujuannya selain dari Daddy Dewa.
♥
Arya menggegaskan langkahnya keluar dari ruang rawat Val, setelah ia mendapatkan persetujuan dari Mom Ichel untuk mengejar Mika yang katanya pasti pergi ke kamarnya. Setelah juga Arya berpamitan pada Daddy Jeff dan Mama Jihan yang melihat betapa bersemangatnya Arya yang ingin memperjuangkan hubungannya dengan Mika.
Setelahnya, Arya yang masih mengingat letak kamar Mika yang sebelumnya diberitahukan oleh Via kala Arya bertanya tentang keberadaan si Judesgirl kala ia dan Kafeel berpapasan dengan istrinya Nathan itu---kemudian langsung berjalan dengan setengah berlari menuju kamar Mika.
Untung saja daya ingatnya cukup bagus, jadi Arya tidak kesulitan menemukan lorong tempat kamar Mika berada dalam kastil yang interiornya lebih rumit daripada The Great Mansion of The Adjieran Smith yang berada di London.
♥
“L-o???!!!..“
Adalah Mika yang terkejut dengan sangat, karena Arya sudah tahu-tahu ada di dalam kamarnya.
“Udah gue bilang, gue mau ngomong sama lo.“
Arya sudah berdiri membelakangi pintu kamar Mika yang sudah kembali ia tutup rapat dan ia jaga dengan punggungnya.
“Keluar dari kamar gue!”
Mika yang terkejut karena Arya yang telah ada di kamarnya itu, selain tak menyangka jika Arya tahu letak kamarnya, mengusir Arya dengan ketus kemudian sambil mengarahkan telunjuknya dengan tajam ke arah Arya yang membelakangi pintu kamarnya itu.
Namun Arya seolah tak peduli pada usiran Mika padanya. “Engga akan sebelum gue bikin perhitungan sama lo..” ucap Arya dengan menatap tajam pada Mika yang langsung tertegun sesaat.
♥
“Gue butuh jawaban langsung dari mulut lo soal hal yang baru gue tau sebelum gue dateng ke sini atas hubungan lo sama Felix –“
“Ga ada yang perlu gue jawab –“
“Jawab!”
Arya menukas tajam ucapan Mika.
“Apa itu bener? –“
“Kenapa emang kalo itu bener? –“
“Lo egois Mi!”
“Gue lakukan itu buat lo juga –“
“Heh!” tukas Arya dengan mendecih sinis.
“Semata – mata buat masa depan lo yang –“
“Lo ga berhak memutuskan masa depan gue!”
Arya menukas tajam ucapan Mika sekali lagi, namun kali ini Arya nampak kesal sekali.
Membuat Mika menghela nafasnya dengan berat kemudian, sambil menatap Arya dengan pandangan Mika yang menyiratkan banyak hal tentang sang mantan terindah untuk Mika itu.
“Gue minta maaf, Ar..” ucap Mika kemudian. “Maaf kalau gue udah membohongi lo.. Tapi Ar, things happened are happen. Pada kenyataannya, kita udah selesai. Apa yang pernah ada di antara kita secara personal, semua udah berakhir.”
♥♥♥
To be continue..
__ADS_1