
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
“Gue udah menanti saat ini, saat dimana gue punya kesempatan untuk meraihnya kembali. Dia, Mikaela Astrilde Finn Adjieran Smith. Dan teruntuk lo Judesgirl.. Kali ini, apapun yang terjadi, lo ga akan gue lepas lagi!”
-- Arya Narendra --
♥
♥
Little Stars Island, Isola, Italia ..
“Lo mau kemana?..” Adalah Arya yang bertanya pada Mika yang telah ia temui dalam ruangan tempat Val dirawat secara intensif. Dimana Mika sudah hendak pergi dari hadapannya.
“Lo mau tengok Val, kan?“
Mika langsung merespons ucapan Arya, sambil ia menarik sedikit kasar tangannya yang di pegang oleh Arya untuk menahan langkahnya.
“Sekalian gue mau ngomong sama lo..“
“Ga ada yang perlu kita omongin lagi –“
“Banyak, yang perlu kita omongin, Mikaela Finn Smith.”
♥
“Minggir,” ucap Mika.
“Jangan berpikir buruk sama keluarga lo, karena mereka juga ga tau kalau gue akan ikut ke sini nemenin Kak Kaf.”
Arya yang telah menggeserkan dirinya saat Mika menyuruhnya untuk minggir setelah Arya berdiri di hadapan si Judesgirl itu untuk menghalangi jalannya, kemudian berucap.
Kiranya Arya sedikit bisa menebak apa yang Mika pikirkan perihal keberadaannya di pulau rahasia milik The Adjieran Smith itu. Mika yang sudah berjalan menjauhi Arya itu menghentikan langkahnya.
“Lo berpikir keluarga lo mengkhianati lo dengan adanya gue disini. Itu kan yang ada di otak egois dan naif lo? Hm, Mikaela Finn Smith?” tanya Arya pada Mika yang menghentikan langkahnya itu dengan nada suara datar namun sedikit mengintimidasi.
“Whatever.”
Mika menggumam samar, lalu melanjutkan kembali langkahnya untuk menjauhi Arya.
♥
“May..” Mika sudah berencana untuk segera pergi ke kamarnya guna menghindari Arya setelah keluar dari ruang rawat Val, namun satu suara menghentikan langkahnya.
“Apa ini?” Mika menghentikan langkah, dan sontak melontarkan pertanyaan pada orang yang memanggilnya itu yang adalah Daddy Dewa. Dimana ayah kandung Mika itu sedang di duduk bersama beberapa orang tua dan Kafeel pada satu ruangan yang bersebelahan dengan ruang rawat Val, saat Mika keluar dari sana.
Lalu Daddy Dewa bangkit dari duduknya dan berdiri menghadap pada Mika.
“Kami tidak tahu jika Arya ikut serta ke sini, May –“
“Kemarilah, May,” Daddy Dewa menukas ucapan Daddy Jeff yang datang dari arah lain dan sudah mendekati Mika. “Kita bicara di sini –“
“Tidak, aku ingin ke kamarku. Permisi.”
Mika mengabaikan permintaan ayah kandungnya.
Menggegaskan langkahnya untuk pergi ke kamarnya.
Dimana Daddy Dewa hanya geleng – geleng saja kemudian.
Sementara Daddy Jeff tersenyum tipis saja memperhatikan Mika yang setengah berlari ke arah tangga.
Dan mereka yang bersama Daddy Dewa kurang lebih sama mengatakan untuk membiarkan saja Mika yang hendak pergi ke kamarnya dalam kastil mereka itu.
Daddy Dewa kemudian menghembuskan nafasnya sedikit berat, lalu berjalan mendekati Daddy Jeff yang hendak masuk ke ruang rawat Val.
“Aryanya mana?..” Adalah Mom Ichel yang muncul dari dalam ruangan yang sama dengan Daddy Dewa sebelumnya.
“Masih di ruangan Val sepertinya.” Daddy Jeff yang menjawab.
“Kok tidak ada adegan kejar – kejaran?” celetuk Mom Ichel dimana Daddy Jeff dan Daddy Dewa kemudian terkekeh kecil.
“Mungkin si Recehboy tidak enak meninggalkan Val sendirian.. Dad mengatakan tidak ada sesiapapun di dalam selain May, Arya dan Val, saat Dad keluar bersama Gamma – Andrew – Naomy dan Kaka tadi.”
“Ya sudah kita saja yang menemani Val kalau begitu, agar Arya dan May cepat menyelesaikan masalah mereka..” cetus Mom Ichel dan dilangsung dijawab dengan anggukkan oleh Daddy Dewa dan Daddy Jeff dan ketiganya langsung melangkahkan kaki mereka menuju ruangan Val, lalu ada Mama Jihan yang tak lama menghampiri ketiga orang tersebut dan bergabung bersama mereka untuk pergi ke ruangan Val.
♥
“Ya Tuhaan. Aku sungguh tidak siap untuk bertemu dengan Arya sekarang. Fuuhhh..” Mika menghela nafasnya kemudian, setelah ia masuk ke dalam kamar pribadinya yang ada dalam kastil di Little Star Island.
Sambil memegang dadanya, Mika menjauhi pintu kamarnya yang sudah langsung ia tutup saat ia masuk ke dalamnya.
‘Hati, tenanglah. Mulailah menerima jika Arya sudah jadi milik wanita lain, meski kau sangat merindukannya..’
Mika tersenyum masam kemudian, dimana kini ia telah berdiri di dekat jendela dalam kamar pribadinya pada kastil tersebut.
‘Gue harus pikirkan jawaban kalau Arya menuntut penjelasan..’ Mika memijat pelipisnya kemudian. ‘Tapi kenapa gue harus pusing memikirkan jawaban?!’
Masih bermonolog dalam hatinya.
‘Toh buat apa Arya menuntut penjelasan dari gue soal sandiwara gue dan Felix sekarang? Arya kan sudah move on, bahkan sudah bertunangan.’
Mika menghela nafasnya.
‘Masa bodohlah.. gue hanya perlu menghindarinya saja..’
Kemudian Mika berbalik, hendak beringsut dari jendela dalam kamar pribadinya dalam kastil itu.
“L-o???!!!..“ Mika kembali membelalakkan matanya ketika melihat seseorang yang sedang ia pikirkan itu, Arya --- tahu – tahu sudah berada di dalam kamarnya.
“Udah gue bilang, gue mau ngomong sama lo,” ucap Arya yang sudah berdiri membelakangi daun pintu kamar Mika yang sudah ia tutup kembali saat Arya masuk dengan perlahan.
Mika gugup seketika.
Namun Mika dapat menyembunyikan kegugupannya itu di hadapan Arya.
__ADS_1
“Keluar dari kamar gue!”
Kemudian Mika berseru sambil mengarahkan tangannya ke arah Arya yang membelakangi pintu kamarnya itu.
♥
“Engga akan sebelum gue bikin perhitungan sama lo..”
Arya merespons usiran Mika padanya dengan ucapan penuh penekan.
“Gue butuh jawaban langsung dari mulut lo soal hal yang baru gue tau sebelum gue dateng ke sini atas hubungan lo sama Felix.“
Arya berucap lagi dengan menatap tajam pada Mika yang nampak tertegun sesaat.
♥
“Ga ada yang perlu gue jawab.“
Tanggapan Mika pada tuntutan Arya, sambil Mika memalingkan dirinya dari Arya yang menatap tajam pada dirinya itu.
“Jawab!” seru Arya yang langsung dengan cepat meraih lengan Mika yang sampai sedikit tertarik hingga Mika kembali berhadapan dengannya. “Apa itu bener? –“
“Kenapa emang kalo itu bener?..“ tukas Mika yang kini sudah berekspresi seolah menantang Arya.
“Lo egois Mi!”
Arya sedikit emosi.
“Gue lakukan itu buat lo juga –“
“Heh!”
Arya menukas ucapan Mika dengan decihan sinis.
“Semata – mata buat masa depan lo yang –“
“Lo ga berhak memutuskan masa depan gue!”
Sekali lagi Arya menukas tajam ucapan Mika, namun kali ini Arya nampak kesal sekali.
Membuat Mika menghela nafasnya dengan berat kemudian, sambil menatap Arya dengan pandangan Mika yang menyiratkan banyak hal tentang sang mantan terindah untuk Mika itu.
“Gue minta maaf, Ar..” ucap Mika kemudian, dengan suaranya yang terdengar lirih.
♥
“Maaf kalau gue udah membohongi lo.. Tapi Ar, things happened are happen. Pada kenyataannya, kita udah selesai. Apa yang pernah ada di antara kita secara personal, semua udah berakhir.”
“Dan itu semua karena lo,” ucap Arya. “Karena keputusan lo secara sepihak..” sambungnya. “Meskipun gue yang pada akhirnya memutuskan hubungan kita,” tambah Arya, dengan masih menatap tajam pada Mika.
Namun nada suara Arya kini sudah normal, bahkan setengah berbisik.
Tetapi tetap ada penekanan di setiap kalimat yang Arya ucapkan pada Mika.
“Ar –“
‘Gue udah bikin lo kecewa,” tukas Mika.
Arya terkekeh getir kemudian.
“Kecewa..”
Arya menggumam.
“Lo pikir lo cuma bikin gue kecewa?..”
Arya kembali berucap, dengan matanya yang masih fokus menatap pada Mika.
“Lo udah ngancurin gue Mi! Hati gue! Mimpi gue! Bahkan lo udah mengacaukan hidup gue..”
Suara Arya kembali sedikit meninggi dan penuh penekanan.
“Semua karena keegoisan lo..”
Baru Arya memalingkan wajahnya dari Mika, dengan Arya menarik nafasnya yang kemudian ia hembuskan dengan berat.
“Lo bikin gue jadi pria menyedihkan tau?.. Hebat lo! Bisa wujudin kata – kata lo yang kasih gue julukan Sadboy, dan elo melakukannya tanpa ragu –“
“Ga ada hubungannya, Ar..”
“Lo dendam sama gue? –“
“Engga!” sergah Mika, yang menyangkal dengan cepat dugaan Arya.
♥
“Kalo gue dendam sama lo, ngapain gue sampai nangisin lo saat lo diberitakan jadi korban tewas di kecelakaan pesawat waktu itu?”
“Ya terus lo ngapain sampe bikin sandiwara perselingkuhan lo dengan Felix?!”
Arya kembali berseru.
“Gue..”
Mika tergugu kemudian.
“Gue cuma ga ingin lo stuck sama gue, Ar..”
Setelahnya Mika lanjut bicara dengan suaranya yang sedikit bergetar.
“Iya, gue egois.. gue naif..”
Mata Mika mulai berkaca – kaca.
“Lo ga merasakan, saat – saat lo lihat saudari lo udah memucat kulitnya macam kapas.. bibirnya membiru.. ga bernafas.. nadinya ga berdenyut.. jantungnya ga berdetak..”
Mata Mika yang berkaca – kaca itu mulai meloloskan air mata.
__ADS_1
“Lo ga merasakan.. saat saudari lo dinyatakan meninggal karena menyerah atas cintanya yang hancur.. Lo ga merasakan Ar.. hampir setiap hari gue mendengar cerita tentang mimpinya Val yang ingin menikah muda.. lalu cita – cita tertingginya saat dia naksir Kak Kaf. Lalu.. cerita dengan bahagianya.. saat cintanya dari Kak Kaf terbalas, lalu cita – cita tertinggi Val, akan terwujud..”
Terisak Mika bicara panjang lebar pada Arya yang kini tak lagi mengetat rahangnya.
“Tapi dalam satu waktu, semua itu hancur lebur tanpa sisa.. dan gue, selalu teringat Val yang seperti itu, Ar.. Val yang lebih dulu bermimpi mendapatkan cinta yang indah, Ar.. bukan gue.. gue.. gue.. ga tega, Ar.. membangun istana cinta gue sendiri, di atas istana cinta saudari gue yang udah hancur lebur.. gue ga bisa.. Ar.. berbahagia di atas luka saudari gue..”
“Mi..”
Arya meraih Mika dan memeluknya erat.
“Tapi seharusnya lo bicara sama gue, Mi. Seengganya kita bisa cari solusi –“
“Ga ada solusi buat kita selain perpisahan. Karena gue ga mau lo mengorbankan masa depan lo –“
“Tau apa lo soal masa depan gue?! –“
“Denger Ar..” Mika menarik dirinya dari Arya yang saat menyergah ucapannya, Arya melonggarkan pelukannya dari Mika. “Gue mungkin ga berhak menentukan masa depan lo.. tapi gue ga ingin lo stuck di gue.. lo berhak punya kisah cinta dengan seseorang yang ga egois dan naif macam gue.”
Mika kemudian melipat bibirnya, tersenyum tipis.
“Dan lo udah menemukannya kan?.. tunangan lo –“
“Lo egois, naif dan sok tau.”
♥
“Dan apapun alasan lo membuat sandiwara bodoh perselingkuhan lo dengan Felix, lo udah menghancurkan gue Mi –“
“Iya, gue –“
“Lo hancurkan hati gue, karir yang baru gue rintis di perusahaan impian gue, lo bikin hari – hari gue kacau karena ga berhenti memikirkan lo, tersiksa diantara benci dan cinta yang masih ada.”
“Udah berlalu kan? –“
“Apanya yang berlalu? –“
“Hati lo yang gue hancurkan, sudah tinggal cerita kan, sekarang?.. hati lo kan sudah tertambat pada cinta yang baru.. tunangan lo. Pasti lo lebih mencintainya dari gue sampai ingin cepat – cepat menikahinya.”
Arya tersenyum miring sambil juga mendengus sinis setelah mendengar ucapan Mika barusan.
“Udah gue bilang, lo sok tau! –“
♥
“Kalo gue bilang, gue tunangan sama dia, buat pelarian –“
“Heu? –“
“Dan gue sudah memutuskan pertunangan gue sama dia. Lo mau bilang apa?..”
“Ha? –“
“Inget pertanggungjawaban yang gue minta atas perbuatan lo ke gue?..”
Arya kembali berucap, menukas Mika yang nampak terkejut ---- lalu tersenyum miring tanpa memberikan kesempatan Mika untuk menjawab atau berkomentar.
“L – o.. ma – mau.. a – apa..”
Mika tergagap, karena Arya memandanginya sambil menyeringai hingga spontan Mika melangkah mundur.
“Mau lo. Dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mau gue ‘makan’ sampai habis.. right here, right now,” Arya mengintimidasi Mika yang meneguk kasar salivanya.
“L – o jangan macam – macam, Arya –“
“Semacem aja. Tapi semacem itu akan mengubah semua diantara kita.”
“Keluar dari kamar gue. Atau –“
“Lo mau teriak? –“
“Ke, luar –“
“Atau mau mengancam minum racun seperti yang pernah lo katakan sama keluarga lo saat mereka ingin memberitahu gue tentang sandiwara lo? –“
“Dan asal lo tau gue masih punya racun itu –“
“Keluarin. Ayo kita minum bareng –“
“Heu? –“
“Dengan begitu lo bisa terbebas dari belenggu tanggung jawab lo sebagai seorang saudari yang ga ingin bahagia di atas luka saudarinya, dan gue bisa bebas dari perasaan gue ke elo yang menyiksa, karena lo tetap keras kepala.”
Mika membuang mukanya, berpaling dari Arya yang menatap intens padanya.
“Gue udah ga cinta sama lo, Ar..”
Kemudian Mika berucap dengan memasang wajah serius pada Arya yang mendengus remeh.
“Munafik..”
Arya mencibir tajam, lalu tersenyum miring.
“Udah ga cinta sama gue tapi ini masih lo pakai?”
Arya meraih bandul dari kalung yang sedang dipakai oleh Mika, yang adalah kalung pemberian Arya pada Mika sebagai simbol jadian mereka.
“I – ini karena, gue.. gue suka sama modelnya..”
“Bacod lo, Mi –“
“He – mmphh..”
Mika yang hendak menyergahtak sampai untuk berkata, karena Arya sudah membungkam bibir Mika dengan bibirnya.
♥♥♥
To be continue....
__ADS_1