
...Happy reading my Bebi Bala-Bala semua.......
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Little Star Island, Isola, Italy,
Meninggalkan sepasang sejoli yang sedang melepas rindu di episode sebelumnya, mari kita lihat pecinta lain yang punya story berbeda dari sepasang sejoli yang baru saja merakit kembali hubungan mereka.
Mundur cantik dulu.
“Little Starnya Abang Varen, kenapa ditekuk begitu mukanya? –“
“Little Staaarrr.”
Satu suara di belakang dia gerangan yang nama kesayangannya disebut oleh Oma Anye sebelumnya, keburu terdengar sebelum si empunya nama kesayangan itu sempat menjawab pertanyaan satu neneknya yang ada di satu ruangan yang si Little Star alias Drea itu sedang sambangi.
❤️
“Ini kenapa lagi Rojali sama Juleha generasi kedua? Perasaan tadi ijin mau pada istirahat?.. Kenapa jadi pada nongol di sini? .. Terus cucu eike yang gantengnya Masya Allah itu mana? ..”
Adalah Momma yang juga ada di ruangan yang barusan di datangi Drea itu yang kemudian bicara---agak nyerocos sebenarnya, seraya Momma bertanya, sambil memandangi dua orang yang baru saja masuk ke ruangan dimana ada dirinya, Poppa serta beberapa anggota keluarga mereka yang lain berikut juga Kafeel.
Dimana Kafeel duduk agak terpisah dari kerumunan, karena Gappa mengajaknya bermain catur saat keluar dari dalam ruang rawat Val untuk memberikan ruang pada Mika dan Arya.
“Tadi maunya tidur bareng Gadis, jadi Drea titipkan pada Via dan Tan-Tan karena Gadis sudah tidur duluan –“
“Little Star ..”
Suara yang tadi memanggil Drea dengan nada yang terdengar memelas, menukas pertanyaan Oma Anye pada Drea -- terdengar lagi.
“Lalu kalian berdua kenapa? ..” Dad R angkat suara, memperhatikan juga anak kandungnya yang memanggil satu anak angkat yang merangkap menantunya itu dengan sedikit memelas.
Dimana sang anak angkat yang juga sekaligus menantu Dad R dan Mommy Ara itu datang dengan merungut, ke ruangan tempat Dad R dan beberapa orang lain sedang duduk bercengkrama, menunggu satu sejoli yang sedang berada di dalam ruang rawat Val.
“Ngambek, Abangnya ga mau diajak nananina? ..” goda Oma Anye yang paham tabiat cucu menantunya yang cukup agrecip itu pada suaminya, yang adalah cucu kandung si Oma, yakni Varen.
Lalu dengusan geli terdengar dari orang – orang yang mendengar selorohan Oma Anye, yang mencandai Rojali dan Juleha generasi kedua itu.
Yang mana Rojali dan Juleha generasi pertama itu adalah Papi John dan Mami Prita.
“Bukan itu, Oma –“
“Atau ngambek karena dipaksa Abang buat nananina?”
Lalu Papi John menimpali, dan setelahnya ia terkekeh kecil bersama dengan mereka yang bersamanya, kecuali si Rojali dan Juleha generasi ke 2.
“Ck! Apa sih, Pih?”
Adalah si Rojali generasi ke 2 yang berdecak dan menggerutu kecil.
“Nah terus kenapa itu mukanya si Juleha ditekuk kek topo dapur begitu? –“
“Abang ga asik!”
Drea yang merungut itu segera menyambar untuk menjawab pertanyaan si Juleha generasi pertama.
Mami Prita.
Sementara sumber rungutan Drea itu terdengar berkesah.
“Ga asiknya?”
Oma Anye yang nyeletuk bersamaan dengan saat Varen berkesah.
“Drea ajak seru – seruan ga mau.”
“Ya habis seru – seruannya membuat repot –“
“Ih, Abang .. Drea kan mau melakukan itu untuk Val, mana ada repot? Abang ga sayang emang sama Val? –“
“Ya –“
“Melakukan untuk Val?”
Momma yang sebelumnya mengernyit kecil bersama dengan mereka yang ada di dekat Momma dan sama mengernyit seperti dirinya itu, mengajukan pertanyaan dengan spontan.
"Melakukan apa?"
Yang mana pertanyaan Momma itu mewakili segenap jiwa – jiwa yang belum paham maksud ucapan Drea yang nampak sedang ngambek pada Varen. “Iya Drea mau memberikan keadilan untuk Val yang terdzalimi oleh itu tuh perempuan iyuh istrinya Kak Kaf!” seru Drea kemudian.
“Heu? ..”
Yang mendengar ucapan Drea terkecuali Varen pun kompak terperangah.
__ADS_1
❤️
“Udah denger kan ceritanya gimana Kak Kaf bisa nikah sama dia? Jahat kan itu perempuan? Bahkan berlapis – lapis jahatnya macam tango. Membuat Kak Kaf menikahinya dengan mengancam mengeluarkan jantung Bunda melalui orang tuanya dan karena itu Val jadi terluka tersiksa menderita batin sampai nekat minum racun dan menenggelamkan dirinya ..”
Drea melakukan bakatnya dengan sangat baik.
Merepet dalam satu tarikan nafas.
❤️
“Drea itu tuh ya ..”
Oh Drea belum selesai untuk merepet.
“Tadinya, mau mampir ke rumah Bunda untuk memberi pelajaran pada Kak Kaf –“
“Ehem!” Momma dan beberapa wanita lain yang ada, kompak berdehem.
“Setelah Drea terpikirkan untuk itu. Mumpung Drea di Jakarta dan mumpung Drea ingat untuk melakukannya, karena Pengen Drea tampar rasanya –“
“Ehem! Ehem!” mereka yang tadi berdehem itu berdehem lagi dengan kompak, karena sepertinya si Juleha generasi kedua itu ga paham kode.
“Itu Kak Kaf ..”
Benar – benar tak paham kode.
“Drea!”
Hingga pada akhirnya Momma mendesis tajam seraya menegur Drea dengan setengah berbisik namun penuh penekanan.
“Apa Mom?”
Baru Drea agak ngeh. Lalu menjeda repetannya dan bertanya pada ibu kandungnya itu, dimana Momma langsung menggerakkan samar kepalanya dengan bola mata Momma yang menunjuk ke satu arah--dimana ada dua orang pria yang nampak duduk bersebrangan di meja permainan catur.
❤️
Drea langsung menggigit satu jari telunjuknya ketika ia menolehkan kepalanya ke arah yang ditunjuk Momma.
Lalu Drea cengengesan salting. Karena pasalnya, orang yang katanya ingin Drea tampar itu sedang duduk di meja permainan catur bersama Gappa.
“Eh, Kak, Kaf ..”
Drea bersuara malu - malu kemudian sambil memandang pada Kafeel yang tersenyum di tempatnya.
❤️
"May .." Suara Daddy Dewa yang memanggil Mika dengan ia menoleh ke satu arah sambil berdiri dari duduknya, memutus perkataan Drea yang ingin mengungkapkan satu kalimat pada Kafeel.
"Apa ini?"
Suara Mika terdengar, namun orangnya tidak nampak di ruangan terbuka tempat Daddy Dewa dan beberapa orang lain yang sebelumnya sedang menonton drama Rojali dan Juleha generasi ke 2 itu berada.
❤️
"Itu orangnya ada. Kau bisa menamparnya sekarang."
Sementara Daddy Dewa yang tadi memanggil Mika itu bicara dengan anaknya sambil ia beranjak dan satu dua melangkah dari tempatnya, apa yang terjeda di dalam ruangan tempat Drea berada setelah ia tahu - tahu datang dengan merungut, kembali dilanjutkan oleh celetukan dari Poppa.
"Ih, Poppa --"
❤️
Drea yang tak enak hati pada Kafeel itu jadi salah tingkah sendiri.
"Kak Kaf --"
"Tidak, aku ingin ke kamarku. Permisi." Suara Mika terdengar lagi, bersamaan saat Drea hendak lagi bicara pada Kafeel.
"Sudah biarkan saja dia. Jangan ditekan Mikanya." Lalu Oma Anye angkat suara setelah Mika dirasa telah menggegaskan langkahnya menjauhi ruangan tempat Oma dan mereka yang bersamanya itu berada.
Dimana setelahnya, ucapan Oma Anye tadi diaminkan oleh kesemua orang yang sedang ada dalam ruangan yang sama dengan salah satu Grandma of The Adjieran Smith itu. Maka Daddy Dewa pun mengangguk setuju.
❤️
Daddy Dewa menjauh dari ruangan tempatnya berada kemudian, nampak berjalan mendekati Daddy Jeff.
"Aryanya mana? .." Tak lama, Mom Ichel juga beranjak dari duduknya dan menghampiri Daddy Dewa sambil ia bertanya.
"Pergilah jika kau ingin melihat Val lagi. May sudah keluar dari ruang rawat Val, jadi sepertinya ia dan Arya telah selesai bicara.."
Sementara Mom Ichel beranjak dari tempatnya dan terdengar bertanya pada sang suami, Gappa berbicara pada Kafeel yang duduk dihadapannya itu
Kafeel mengangguk seraya tersenyum. "Iya Gappa .. terima kasih --"
__ADS_1
❤️
"Ayo lah kita kembali ke kamar, Little Star. Soal keinginan kamu tadi nanti saja kita bicarakan lagi."
Varen terdengar lagi bicara membujuk Drea.
" Iya sebentar. Drea mau bicara dulu dengan Kak Kaf .."
Drea segera menanggapi ucapan Varen itu. Lalu Drea mendekati Kafeel yang sudah berdiri dari duduknya itu.
❤️
"Kak Kaf --"
"Iya Drea? .."
Kafeel menyahut dengan cepat dan lembut pada Drea yang mendekati sekaligus memanggilnya itu
"Itu, soal ucapan Drea tadi .." ucap Drea yang ingin meluruskan maksud dari repetannya yang menyinggung soal ingin menampar Kafeel.
"It's okay, Drea --"
❤️
"Kalau Drea mau tampar aku sekarang, silahkan aja Drea --"
"Eh engga, engga --"
"Sini Abang yang wakilkan."
Varen menyambar dengan menyeringai.
Dan Drea langsung saja mencebik setelah mendengar ucapan Varen yang menimpali ucapan Kafeel sebelumnya, tentang kerelaan pria itu untuk ditampar oleh Drea.
❤️
"Maaf ya Kak Kaf, niat Drea yang mau tampar Kak Kaf itu sebelum Drea mendengar cerita dibalik pernikahan Kak Kaf dengan perempuan iyuh itu .."
Drea yang setelah mencebik langsung menyelusupkan dirinya ke depan Varen yang menyeringai penuh arti memandang pada Kafeel itu, kemudian memberikan penjelasannya.
Kafeel tersenyum.
"Tapi aku bener - bener ga apa kalau Drea memang mau tampar aku --"
"Sekarang udah engga kok. Setelah Drea tahu Kak Kaf itu korban kedzaliman istri Kak Kaf yang iyuh itu berikut orang tuanya .." jawab Drea. "Eh .."
Drea kemudian menghentikan ocehannya dan menggigit tak berarti lidahnya.Sadar kalau dirinya baru saja mengatai istri orang langsung di depan suaminya.
"Hehe.. Drea ga ada maksud mengatai istri Kak Kaf itu .. Tapi ga masalah dong Drea ngatain dia atas nama Kak Kaf ga cinta juga kan sama dia, plus terpaksa menikahi perempuan iyuh itu. Plus Drea urus itu perempuan jahara."
Hanya sepersekian detik saja Drea diam.
❤️
Kafeel kembali melayangkan senyuman.
"Soal dia, biar aku yang urus nanti --"
"Drea aja deh yang urus yah? .. Kak Kafeel kan ga cinta sama dia bener ga? bener dong? kan perempuan iyuh istri Kak Kaf itu terobsesi pada Kak Kaf lalu ga terima saat Kak Kaf ingin menikahi Val dan dia menggunakan cara iyuh untuk merebut Kak Kaf dari Val. Berarti kan Kak Kaf ga cinta dong sama dia? dan atas namanya ga cinta kan, ga masalah dong kalau Drea apa - apakan dia?"
Dan Drea merepet panjang lebar dengan begitu profesional.
Kafeel tersenyum geli saja. Dan lainnya juga sama tersenyum geli seperti Kafeel, bahkan terkekeh setelah mendengar repetan Drea barusan itu.
Sementara Varen hanya meringis saja mendengar sang istri belianya merepet tanpa lelah.
"Little Star --"
"Boleh kan, Kak. Drea apa - apakan istri iyuh Kak Kaf yang tak berakhlak itu? .."
Varen kalah cepat.
Karena Drea kembali lagi bicara pada Kafeel.
Yang mana Kafeel sudah akan menanggapi Drea, namun masih diam.
Karena kiranya Kafeel menunggu, andai masih ada yang ingin Drea sampaikan padanya.
"Oke diam berarti setuju."
"Heu?"
"Sip! Besok Drea terbang lagi ke Jakarta."
__ADS_1
❤️❤️
To be continue..