
( KEJENGKELAN )
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Noted: Terima kasih untuk apresiasi kalian, tapi baca dulu episodenya sebelum memberikan LIKE / KOMEN yuah...
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
“Assalamu’alaikum—“ ucap Kafeel dan Val bersamaan saat mereka berdua telah berada di ambang pintu ruang tamu rumah Kafeel.
Dan sahutan yang sedikit ramai pun terdengar dari area dalam rumah Kafeel, dimana Bundanya Kafeel yang memang sedang duduk di ruang tamu bersama Uncle Rico dan Aunt Shireen juga dua orang lain yang usianya kurang lebih sama dengan orang tua Arya dan Sony itu, kemudian langsung tersenyum lebar seraya ia berdiri dari duduknya saat melihat Val.
Namun baru saja Bundanya Kafeel hendak melangkah dari tempatnya untuk menyambut Val, tahu-tahu..
“’A A!!...” Seorang wanita telah mendahului bundanya Kafeel, dan membuat Val menatap tak percaya pada adegan yang sedang ia lihat itu.
Dimana wanita yang kira-kira seusia Kak Tan-Tannya itu, berhambur antusias kepada Kafeel dan ia langsung memeluk kekasih setengah om-omnya Val tersebut.
Yang mana tentu saja, sudah pasti , membuat wajah cantik nan imut Val yang sebelumnya sumringah dan penuh keceriaan itu langsunglah berubah ekspresinya.
♥♥♥♥
“Dari mana sih ‘A?...” wanita yang memekik sambil memeluk Kafeel itu langsung bicara lagi saat ia masih memeluk Kafeel.
Val bergeming di tempatnya, namun tatapannya tajam mengarah pada si wanita yang memeluk Kafeel itu, tapi wanita yang sedang memeluk si AA itu tidak menyadari tatapan tajam Val padanya, karena wajah wanita tersebut tertoleh ke arah yang bersebrangan dengan Val.
“Kemarin kita ketemu di kantornya AA, jadi ga bisa puas kangen-kangenan, tambah lagi aku harus meeting sama orang kantor aku... Eh, aku dateng kesini AA malah ga ada.”
Sementara wanita yang sedang memeluknya itu bercerocos ria, Kafeel berkedip bingung tanpa membalas pelukan wanita itu. Belum menyadari jika kekasih kecilnya sudah merungut sambil menatap tajam ke arah wanita yang sedang memeluknya itu.
Uncle Rico dan Aunt Shireen yang tahu bagaimana Val terhadap Kafeel, berikut Bundanya Kafeel malah jadi salting sendiri, selain menyengir canggung seraya bingung juga.
♥♥♥♥
“Eng...” Suara Bundanya Kafeel terdengar-namun lebih ke gumaman samar, setelah ia saling lempar tatap dengan Uncle Rico dan Aunt Shireen dan menyadari gurat ketidaksukaan di wajah Val.
“Aku kemarin balik lagi tau ke kantor AA pas aku selesai dari kantor tapi katanya AA udah pergi dari kantor sejak siang. Aku telepon AA ga angkat, aku WA AA ga baca-baca perasaan...”
Wanita itu merenggangkan pelukannya, namun tangannya masih menempel di punggung Kafeel.
“Eng itu—“
“Kangen aku tuh sama AA. Emang AA engga?...”
Belum sempat Kafeel menyahut, wanita yang sedang memeluknya itu nyerocos lagi sambil bersungut namun nampak manja pada Kafeel.
Kafeel yang kemudia menyadari tatapan tajam Val dengan wajah Val yang nampak cemberut sangat tak suka itu, sudah bersuara dengan tangannya yang hendak meraih kedua bahu wanita yang sedang memeluknya saat ini.
Tapi...
“Aduh!”
Belum sempat Kafeel selesai berucap dan ingin meletakkan tangannya di kedua bahu wanita yang memeluknya itu, sebuah perilaku sedikit bar-bar telah terjadi, hingga suara aduhan namun tak sampai kepada tahap pekikan terdengar.
♥♥♥♥
Pelaku yang baru saja bertindak sedikit saja kadar ke-bar-bar-an-nya itu, kini telah berada di antara Kafeel dan wanita yang tahu-tahu memeluk Kafeel dengan antusias.
Dimana wanita tersebut kemudian bersikap sok manja pada Kafeel, dan itu membuat kesal wanita yang kini sedang berdiri dengan bersedekap setelah menarik kasar wanita yang memeluk Kafeel untuk menjauhkannya dari pria yang sudah menjadi kekasihnya itu.
“Val...”
Kafeel serta mereka yang mengenal Val dalam ruang tamu rumah Kafeel spontan menyebut nama gadis yang merupakan pelaku tindakan sedikit bar-bar pada wanita di hadapannya itu barusan.
“Eeeehh---“
Sementara satu dari dua orang lain yang usianya kurang lebih seperti Uncle Rico, Aunt Shireen dan Bundanya Kafeel itu spontan sama-sama berucap karena terkejut dan nampak ingin melayangkan protes juga namun tertahan.
“Kamu...”
Sementara wanita yang di dorong Val itu nampak mengernyit setelah ia terkejut juga kala dirinya terdorong dengan sedikit kasar ke sembarang arahnya - setelah dirinya ditarik oleh Val sampai terdorong itu, hingga membuatnya sedikit terhuyung.
__ADS_1
“Apa, kamu kamu?...” ketus Val yang sedang merasa panas sampai ke tulang – tulangnya, setelah melihat kekasih setengah om – omnya dipeluk begitu saja di depan matanya itu.
♥♥♥♥
“Val...” itu suara Kafeel yang langsung paham situasi, jika kekasih kecilnya itu kemungkinan besar sedang merasa cemburu pada wanita yang memeluknya tadi.
Kafeel memegang lembut bahu Val kemudian.
“Kok begitu sikapnya?...”
Lalu Kafeel juga berkata lembut pada Val.
“Ini Rara, Val... Yang kemarin ketemu sama Val di R Corp.”
“Iya Val tahu!” ketus Val.
“Kalau tahu, kenapa Val kasar begitu? ---“
“Karena Val tidak suka dia sembarangan memeluk Kakak!” Lagi-lagi Val menjawab ketus, bahkan tidak menoleh pada Kafeel dan Val masih menatap tajam pada wanita yang bernama Rara itu, yang kini tersenyum sinis pada Val.
“Memang kenapa kalau aku memeluk AA?...”
Rara berucap ketus, tidak lagi nampak sungkan pada Val kala pertama kali mereka bertemu.
“Kemarin aku tahan sikap sama kamu, karena itu lingkungan profesional aku. Tapi disini, kita setara, okay?...” ucap Rara lagi. “Jadi kamu ga usah sok!”
Rara memajukan dirinya di depan Val, yang makin mendelikkan matanya dan tetap bersedekap lalu menegakkan tubuhnya.
“Eh, enak saja bilang aku sok-----“
“Eit, eit... Udah udah udah----“
Kafeel yang lagi-lagi sadar situasi beringsut dari belakang Val untuk menyelempitkan diantara Val dan Rara, dan Bundanya Kafeel juga akhirnya melangkah untuk mendekat, sementara Uncle Rico dan Aunt Shireen mendengus geli saja karena paham betul mengapa Val jadi judes begitu.
“Neng geulis, Rara ini tuh sepupunya si AA.” Bundanya Kafeel pun bersuara setelah mendekat dimana sang putra seolah sedang jadi rebutan dua wanita cantik.
“Iyes, betul!” sambar Kafeel. “Kan aku sudah bilang sama kamu kalau Rara itu sepupu jauh aku----“
“Iya Val ingat-----“
“Terus kenapa Val bersikap seperti tadi? ---“ potong Kafeel.
Val memotong juga ucapan Kafeel, seraya menyahut datar sambil memandang pada kekasih setengah om - omnya itu.
“Val, baby...”
Kemudian suara Uncle Rico terdengar memanggil Val.
“Memang kamu siapa larang-larang aku memeluk AA Kafeel?
Namun Rara keburu menyela seraya ia mengeluarkan celetukan yang membuat Val langsung menggeser tajam Kafeel yang ada di hadapannya itu.
“Siapa aku, kamu tanya?!...” Val meletakkan kedua tangannya yang terkepal di pinggang sambil menaikkan dagunya. “Aku, ini ----“
“Ini ngomong-ngomong siapa sih dia ini?” wanita yang merupakan satu dari dua orang yang tak dikenal Val, tahu-tahu menyambar sebelum Val sempat melengkapi ucapannya pada Rara. “Anak kalian?...”
Wanita yang nampak sinis pada Val itu kemudian menoleh pada Uncle Rico dan Aunt Shireen.
“Dia ini ----“
“Kok ga ada sopan-sopannya jadi orang----“ wanita tersebut kembali menyambar omongan, kali ini omongan Uncle Rico yang ia potong.
“Tan...”
“Sabina...”
“Mohon maaf-----“
Uncle Rico ikut merespon saat Kafeel dan Bundanya hendak menyahut pada wanita tersebut.
“Tidak perlu bicara terlalu berlebihan dengan menyinggung soal kesopanan. Ini hanya tingkah seorang gadis pada umumnya, dan lagi itu urusan mereka, anda tidak perlu ikut campur... tidak ada yang perlu diambil terlalu serius dalam hal ini...”
Uncle Rico lanjut bicara dengan nada yang datar pada wanita yang sudah berdiri dari tempatnya itu, dimana Uncle Rico juga pada akhirnya berdiri dan memandang serius pada wanita tersebut.
“Ya habis dia seperti itu sikapnya... Kasar pada Rara, belum lagi sikapnya yang tidak sopan---“
__ADS_1
“Saya katakan tidak perlu ada yang diambll serius dalam tindakan Val...”
Uncle Rico langsung memotong ucapan wanita tersebut dengan nada suaranya yang terdengar memiliki penekanan, sambil menatap lebih serius pada wanita tersebut.
“Uncle, Tante ----“ Kafeel bersuara.
“Jericho, Sabina, udah ya?...”
Disaat yang sama Bundanya Kafeel juga bersuara, dan kini telah beringsut untuk mendekat ke arah dua orang yang gantian adu argumen setelah Val dan Rara.
“Udah ga usah pada ribut, ini soal anak-anak, ga usah dipusingin iya?... Jadi hayu atuh pada balik duduk...”
Bundanya Kafeel menengahi dengan bijak dua orang yang kira-kira seusianya tersebut. Lalu tersenyum saat Uncle Rico dan wanita yang barusan beradu argumen dengannya itu, mau mengikuti saran Bundanya Kafeel dan mereka kembali sama-sama duduk.
“Neng geulis, Rara, udah atuh jangan lagi ribut, mending kenalan ya?... hayu atuh salaman?...”
“Bunda benar, Val kenalan dulu sama Rara ya?...” Kafeel ikut membujuk. Memandang pada Val, lalu pada Rara.
“Sekaligus minta maaf sama aku ya?... Kan kamu yang lebih dahulu kasar sama aku?”
“Tidak mau!” Val dengan cepat menyahut, untuk menanggapi ucapan Rara barusan. “Aku hanya bersikap selayaknya aku bersikap pada wanita gatal...”
Dimana semua orang yang berada di dekat Val membelalakkan mata mereka pada Val yang baru saja mengeluarkan kalimat sinis dan ketus serta tajam sedikit merendahkan Rara itu.
“Apa kata kamu? Enak a -----“
“Hey, Val, kok begitu bicaranya?”
Val langsung menanggapi cibiran tajam Val pada Rara, saat Rara hendak menyergah Val dengan tatapan sangat jengkel itu.
Lembut suara Kafeel, namun memandang tak nyaman pada Val.
“Eh, jangan sembarangan kamu ngatain anak saya gatal...”
“Val...”
Lalu suara wanita yang tadi adu argumen juga terdengar, bersamaan dengan suara Uncle Rico dan Aunt Shireen yang menyebut nama Val.
“Memang itu kenyataannya!” Val menyahut enteng namun ketus pada Kafeel yang menyergah dirinya itu.
“Rara ini sepupu aku dan wajar aja kalau dia peluk aku, seperti Val yang suka peluk Kak Tan-Tan, kan? ----“
“Tapi Val tidak suka!---“
“Val, katanya Val sudah dewasa?”
Kafeel langsung menukas sergahan Val.
Tidak keras memang nada bicara Kafeel pada Val, namun ia menatap serius kekasih kecilnya itu.
“Kalau iya seharusnya Val tidak bersikap seperti ini.” kata Kafeel lagi. “Ucapan Val yang barusan kamu katakan itu tidak pantas dan aku ga suka kalau kamu begini.”
Kafeel memberikan pernyataan, dan menatap Val untuk memberitahukan agar Val menjaga sikapnya secara tidak langsung.
“Kakak jadi pro padanya?---“ Val menyergah lagi.
“Bukan masalah aku pro dan kontra pada siapa, Val....”
Kafeel kembali menukas sergahan Val.
“Tapi aku bersikap objektif, karena Val yang memang salah sejak awal telah bersikap sedikit kasar pada Rara---“
Val terdiam.
“Val yang Kak Kafeel kenal itu kan santun. Ga seperti ini-----“ Kafeel kembali berkata. “Dan Val yang seperti ini dan berucap sekasar tadi, aku ga suka....”
“Oh....” tukas Val datar.
“Jadi tolong Val----“
“Uncle Rico, Aunt Shireen----“ Val menyambar untuk bicara saat Kafeel hendak lagi berbicara padanya, tanpa Val menoleh lagi pada kekasih setengah om - omnya itu.
Dua orang yang Val sebut itu dengan Val yang menoleh pada keduanya itu pun lantas langsung menyahut seraya menoleh juga pada Val.
“Uncle dan Aunt mau pulang sekarang tidak? Karena jika iya, Val mau ikut ...”
__ADS_1
♥♥♥♥♥♥♥♥
To be continue...