
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Bekasi, Jawa – Barat, Indonesia,
Meski Mika jadi agak canggung dengan kehadiran beberapa saudara – saudarinya berikut satu calon ipar itu, namun Mika tetap menyelesaikan lagu yang ia nyanyikan secara duet bersama Arya.
Duhai Cintaku (Duhai Cintaku),
Sayangku (Duhai Sayangku),
Lepaskanlah (Oh) ...
Perasaanmu (Perasaanmu),
Rindumu, S'luruh Cintamu
♥♥♥♥
Dan Kini Hanya Ada Aku Dan Dirimu ...
Sesaat Di Keabadian ...
Ooohhh ...
“GILA GILAAA!”
“YEAAAHHHHH!”
“AKU DOAKAN CINTA KALIAN ABADI BIAR KITA BISA MENIKAH BERBARENGAN!”
“TAMBO CIEK!”
Seruan heboh yang terlontar bersamaan dengan gemuruh tepuk tangan dari para pengunjung Kafe, yang mana kehebohan dan gemuruh itu didominasi oleh Aro CS – terdengar membahana di seisi Kafe, ketika Mika dan Arya telah menyelesaikan satu lagu yang dibawakan secara duet oleh keduanya.
Senyum terpatri kembali di wajah Mika dan Arya - seraya ucapan terima kasih secara spontan terucap kepada mereka yang sedang menepuki keduanya, dari mulut Mika dan Arya yang wajahnya nampak ceria itu.
Hanya saja, bentuk senyum Mika dan Arya berbeda jenis.
Jika Arya tersenyum lebar, sementara Mika tersenyum simpul.
Namun, meski tersenyum simpul, bagi mereka yang mengenal Mika, rasanya akan nampak amazing jika melihat Mika bisa tersenyum seperti itu dengan mudah, secara Mika kan agak – agak pelit senyum kalo diluaran, kecuali dalam kondisi tertentu. Itupun tipis aja senyumnya.
♥♥♥♥
“You see (Lo liat kan)?” bisik Arya di telinga Mika. “Lo ga seharusnya ilang pede. Karena suara lo sebagus itu, Mika ...” sambung Arya.
“Thanks.”
Mika berucap tulus pada Arya.
Arya mengangguk dan tersenyum sambil mengacak pelan rambut Mika.
Mika membalas senyuman Arya, yang kemudian mengajaknya turun dari panggung musik tempat mereka tampil beberapa saat yang lalu.
Namun Mika meringis samar kemudian, karena kehadiran beberapa saudara – saudarinya itu.
‘Pasti mereka akan memberondong gue dengan pertanyaan.’
Mika membatin cemas.
♥♥♥♥
Apa yang Mika cemaskan, tentu saja terjadi.
Mika mengenal sekali para saudara – saudarinya itu, seperti ia mengenal dirinya sendiri – begitupun sebaliknya.
Tidak perlu menunggu mereka bersuara dan melontarkan pertanyaan atas apa yang sedang mereka tangkap pada interaksi Mika dengan Arya.
Karena dari bagaimana sorot mata para saudara – saudarinya itu, Mika sudah membaca jika mereka semua itu menuntut penjelasan tentang apa yang sudah mereka lihat diantara dirinya dan Arya.
Mana si Sadboy malah ngacir ga langsung mendampingi Mika untuk menghadapi para saudara – saudarinya yang sudah kepo luar biasa itu – nampak jelas tergambar di wajah – wajah mereka.
“Tinggal ke toilet dulu ya? –“
‘Kampret banget ini si Sadboy, membiarkan gue diinterogasi sendirian sama ini para K – POers!’
♥♥♥♥
Mika memandang risih pada para saudara – saudarinya yang sedang mengerubunginya itu saat ini.
“Jadi saudari Mikaela Finn Adjieran Smith, apakah anda sudah jadian dengan saudara Arya Narendra? ...” Reporter channel Cep – Mek membuka percakapan.
“Apaan sih Aro ish?!”
Mika mendesis sambil menepiskan tangan Aro yang seolah menjadi mikrofon itu.
Yang kemudian kekehan keluar dari mulut Aro dan mereka yang bersamanya, terkecuali Mika.
“Apa yang kalian lihat tadi ga seperti apa yang kalian pikirkan ya?! ...”
Mika lekas memberikan klarifikasinya.
“Masa???? ...”
Sergahan pun dengan cepat terlontar menanggapi klarifikasinya Mika barusan itu.
__ADS_1
“Tapi kalian keliatan mesra? ...”
“Mana ada!”
Mika menampik dengan cepat ucapan Val.
“Kalian berpegangan tangan tadi saat bernyanyi, pasti sudah jadian kan?”
“Nah iya benar!”
“Salah!” Mika sekali lagi menyanggah dugaan dari para saudara – saudarinya itu yang saling sahut – menyahut dengan praduga mereka.
“Ngaku aja sih May, segala malu – malu empus sama kita orang? ...” celetuk Isha.
“Ngapain juga aku segala malu – malu sama kalian? ... Memang aku belum jadian sama si Sadboy kok ...”
“Belum? –“
‘Aduh!’ Mika menggigit bibirnya, sadar jika ia keceplosan akan sebuah petunjuk yang pastinya bisa memojokkannya.
“Apakah kalian berpikir sama dengan gue, wahai saudara – saudariku? –“
“Yes, ada something di balik kata ‘belum jadian’ yang barusan May katakan, bukan begitu?....” timpal Val atas ucapan Aro.
‘Tuh kan????’ Mika membatin lagi. ‘Pasti aku semakin mereka cecar ini! –‘
“Kak Arya menyatakan cinta ya sama kamu, May? ...”
“Berbagi itu indah, berbohong itu dosa ...”
“Jujur sih Mi, udah ditembak Kak Arya kan kamu?”
Dan memang tepat seperti dugaan Mika, jika para saudara – saudarinya itu mencecar dirinya akibat Mika sempat keceplosan atas kata yang mengarah ke sebuah praduga di otak para saudara – saudarinya tersebut.
Mika dibuat tak berkutik karenanya.
♥♥♥♥
“Ya Allah Mika, lo gagu?!”
Aro yang tak sabar.
“Tahu ih!”
Ann pun menimpali ucapan Aro yang gemas pada Mika, karena salah satu saudarinya itu malah bungkam, sambil menggigit – gigit bibirnya sendiri.
“Kamu ditembak Kak Arya, ya atau tidak?” cecar Rery.
“Bisa ga sih kalian menghargai privasi aku? ...”
“Engga!”
Sementara si AA Kafeel cekikikan saja melihat tingkah kekasih kecilnya bersama para saudara – saudarinya itu.
Lalu si AA menanggapi pelayan kedai yang menghampiri dirinya bersama rombongan, lalu memesankan minuman tanpa bertanya dulu pada masing – masing rombongan, karena Kafeel sudah hafal apa yang menjadi kesukaan para Sultan dan Sultanah Junior itu.
Lagian, kebetulan para Sultan dan Sultanah Junior itu masuk ke dalam kategori omnya omnivora – yakni akan menyantap segala bentuk makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi oleh mulut dan perut mereka.
♥♥♥♥
“Satu Nama, Satu Kesatuan, Satu Keluarga, Satu Rasa, Persaudaraan Kita Diatas Segalanya!”
Isha mengucapkan satu semboya, yang membuat Mika merutuk dalam hatinya, karena ia paham betul makna dari semboyan tersebut.
“Persaudaraan Bagai Kepompong!”
“One Body One Soul!”
Dan diteruskan oleh dua orang lainnya, kelanjutan semboyan mereka itu.
Yang mana....
“Jangan ada dusta dan rahasia diantara kita, kalo ga mau dipecat jadi saudara atau you, kami musuhi?!”
Nah itu. Semboyan yang sudah diikrarkan bersama, yang pantang untuk dilanggar. Bukti, jika sekelompok remaja – remaji yang suka bangor itu, adalah saudara yang terikat kuat.
Saking kuatnya ya gitu, ga boleh ada rahasia – rahasiaan diantara mereka, kalo ga mau dikucilkan dalam circle persaudaraan mereka itu.
Kan simalakama buat Mika sekarang ini bukannya?....
Jadi selanjutnya....
“Nona Mikaela Finn Adjieran Smith, apa kamu udah ditembak pake panah cupidnya Arya Narendra???!!!....”
“Hem....”
“Apa hem???....”
“Tahu ish, yang jelas dong Mika!”
Mika kemudian menghela nafasnya.
“Iya, dia nembak aku,” jawab Mika jujur pada akhirnya.
Lalu pekikan antusias nan sumringah berikut tepukan datang dari Ann, Val dan Isha.
“Dan maksud kamu belum jadian, karena kamu belum memberikan jawaban kamu sama Kak Arya?”
__ADS_1
Mika menggeleng menanggapi pertanyaan Val.
“Aku sudah memberikan jawabanku pada Arya, justru....”
“Maksudnya kamu tolak, begitu?”
Mika menjawab dengan anggukan pertanyaan Ann barusan.
“Tega banget kamu, May –“
“Iya ih, May....”
“Kurang uwu apa nembaknya Kak Arya?”
“Kurang meyakinkan? –“
“I don’t know (Gue ga tahu)....”
“..........”
“I just feel can’t (Gue hanya merasa ga bisa)”
“Why (Kenapa), May?”
Mika mengendikkan bahunya, setelah Ann bertanya.
“Ka –“
“Sorry ganggu kalian lagi....”
Rery yang tadinya hendak bicara itu langsung bungkam, ketika sebuah suara terdengar di mikrofon saat satu lagu yang sempat dibawakan oleh vokalis dari pemusik kedai.
Dimana suara itu Rery kenali, termasuk mereka yang bersamanya, hingga kemudian mereka serempak menoleh ke arah panggung, termasuk juga Mika.
“Saya cuma ingin mengutarakan lagi isi hati saya, pada seorang gadis yang tadi bernyanyi bersama saya disini. So, maaf kalau suara jelek saya mengganggu telinga anda semua....”
Yang mana adalah Arya yang sedang berbicara melalui mikrofon dan sudah berada di atas panggung musik kembali.
“Mikaela Finn, I dedicate this song for you (gue persembahkan lagu ini buat lo)....”
Arya tersenyum dan menatap pada Mika dari tempatnya.
“Isi hati gue, supaya lo pertimbangkan lagi keputusan lo....”
Sesungguhnya, Dan Akulah Pemilik Hatimu....
Kau 'Kan Rasa Cinta Yang Terdalam....
Bersamaku, Kamu Bisa Bahagia Selamanya....
“Ya ampun, May, kamu yang digituin, aku yang meleleh....”
♥♥♥♥
Sumpah mati, aku cinta....
...........
“Gue cuma mau bilang Mi, lo ga perlu cintai gue kalau lo rasa itu sulit. Cukup lo merasa nyaman sama gue, gue akan hujani lo dengan cinta gue yang tanpa syarat ini....” ucap Arya setelah ia menyelesaikan satu lagu yang ia persembahkan untuk Mika.
Arya tersenyum lembut dan hangat dari tempatnya, memandang pada Mika yang sungguh terpaku kelu memandang pada Arya yang sedang memandanginya itu.
Entah sih, apa yang sedang Mika rasa dalam hatinya, yang Mika pikirkan dalam kepalanya.
Yang jelas, para saudara – saudarinya Mika itu nampak gemas pada Mika, yang wajahnya terlihat datar di mata mereka.
“Hati kamu terbuat dari batu, May?” geram Val setelah menggigit gemas lengan Mika yang kemudian meringis dan mendelik pada Val.
“Sakit Val!”
“Masa bodoh!”
“Tau ih May, hati kamu tidak melted (meleleh) apa?”
Ann ikutan mengeluarkan komentar herannya pada Mika.
“Gue sayang, cinta, sama lo Mikaela Finn Adjieran Smith. Jangan diraguin. Karena itu datengnya dari sini....”
Suara Arya terdengar lagi sambil ia menunjuk dada kirinya. Mika CS termasuk Kafeel pun kembali fokus pada si Sadboy yang sedang mengungkapkan perasaannya pada Mika di hadapan para pengunjung Kafe yang tadinya riuh, sekarang malah diam saking merasakan ke-uwuan yang dibuat oleh Arya itu.
“Jadi Mi, gue tanya sekali lagi....” ucap Arya lagi, masih di tempatnya berdiri. “Ralat, gue minta. Kasih gue kesempatan, buat jadiin lo kesayangan. Ga perlu lo jadiin gue kesayangan lo. Cukup lo mau jalanin hubungan spesial sama gue, cukup lo merasa nyaman sama gue, maka gue janji, sekuat tenaga gue akan kasih lo kebahagiaan....”
Mika membatu, dengan hati yang rasanya terenyuh mendayu – dayu ( hasek dah).
“Jawaban lo Mi? –“ Arya bertanya sebagai final dari ungkapan perasaannya pada Mika. “Be mine (Jadi milik gue)? Yes or No?”
Kini, semua mata tertuju pada Mika yang membatu.
Hingga kepala Mika yang sedang membatu itu kemudian bergerak ke satu arah.
“Yes –“
♥♥♥♥♥♥♥♥
To be continue....
Semoga bahagia, dikasih dua episode sekaligus.
__ADS_1
Dukungan jangan lupa, okeh?
Tararenkyu!