HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
MENANTI


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Little Star Island, Isola, Italy.


Adalah tempat yang dicetuskan oleh Dad R untuk menempatkan Val untuk perawatan lebih lanjut salah satu princessnya itu setelah ia yang sempat ‘pergi’, kemudian ‘dibawa kembali’ dengan bantuan salah seorang pekerja mereka yang memiliki pengetahuan cukup berlebih tentang medis dan segala hal yang berkaitan dengan itu.


Val yang ‘kembali’, tidak sepenuhnya ‘kembali’. Jantung Val yang tadinya diam memang sudah berdetak lagi.


Nafasnya yang berhenti, memang sudah berhembus lagi.


Pun nadinya yang tak berdenyut, telah berdenyut kembali.


Namun, mata Val yang tertutup, belum terbuka lagi.


Val masih setengah ‘tertidur’.


Yang mana penyebabnya masih Celine tengah lakukan penelitian.


Pun ragam hal lain untuk memicu Val ‘bangun’ juga beberapa kali telah dilakukan.


Membuatkan taman tulip seperti yang Val pernah minta pada Dad R dan Mommy Ara, telah dilakukan.


Sebuah taman yang berisikan tulip merah dengan bibit unggul yang juga sudah dipilih lalu dikondisikan sedemikan rupa untuk ditanam dan mekar dihari ulang tahun Val pun telah terlaksana.


Dua taman tulip merah dengan konsep berbeda telah dibuat di dua kediaman utama milik keluarga The Adjieran Smith.


Lalu membawa Val kembali ke mansion yang ada di Inggris sebelum hari ulang tahunnya dilakukan, dengan harapan Val yang mungkin saja melihat betapa kerasnya usaha keluarganya untuk membuatnya bahagia dan tahu jika ada satu taman khusus berisikan tulip merah yang dibuat untuknya --- kemudian mau ‘bangun’ karenanya.


Namun nihil, kondisi Val tidak juga mengalami kemajuan.


Entah kemana jiwa Val sedang melanglang buana.


Hingga sampai keluarganya mengira, jangan – jangan jiwa Val yang sedang berkelana itu sedang bersama Kak Kafeel tercinta Val? ...


Karena di dunia nyata Val sudah habis harap untuk bersama Kak Kafeel tercintanya itu, maka ketika jiwanya dapat lepas dari raga --- Val memanfaatkannya untuk berada dekat dengan Kak Kafeelnya, hingga banyak hal yang menjadi usaha keluarganya untuk membawa Val kembali rasanya mentah saja.


Hingga kemudian Val dibawa kembali ke Little Star Island, untuk sepenuhnya dirawat di sana saja --- mau bagaimanapun nanti hasilnya.


Sungguh, para anggota keluarga Val ingin Val dapat kembali berkumpul bersama mereka seperti sedia kala.


Namun mereka juga menyiapkan diri, untuk kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi seperti yang telah Celine beritahukan lebih dulu pada mereka.


Yakni, “Tapi mohon maaf, dari sekarang saya katakan. Saya tidak dapat memberikan jaminan atas usaha saya membuat Nona Valera tersadar dari komanya ini. Jika saya tidak dapat menemukan obat atau cara untuk membuat Nona Valera bangun, setelah saya meneliti semuanya, maaf. Di saat itu, anda semua harus benar – benar ‘merelakan’ Nona Valera untuk kembali kepada Pemiliknya.”


🌷🌷🌷🌷


Tiga bulan --- kurang lebihnya, tubuh Val bergeming dalam ‘tidur’ nya.


“Celine, kamu juga sudah tahu kenapa Val sampai seperti ini. Jadi, apa mungkin dengan mendatangkan seseorang yang menjadi alasan Val sampai ia seperti sekarang ini, Val... mungkin saja, akan mau ‘kembali’? ...”


Hingga sebuah cetusan ide kemudian terbersit dari Mommy Ara yang langsung ia cetuskan pada Celine dihadapan seluruh anggota keluarganya yang kemudian terpisah menjadi dua kubu pro dan kontra atas ide Mommy Ara.


Yang mana ditanggapi Celine bukan karena yang pro adalah sebagian besar para pria The Adjieran Smith atas dasar para pria hebat itu adalah atasan langsungnya, melainkan jawaban yang ia berikan pada Mommy Ara adalah berdasarkan sudut pandangnya sendiri.


“Maafkan saya Nyonya, tapi hal itu hanya akan terjadi di film drama. Nona Valera bukan Snow White yang tertidur karena memakan apel dari ibu tirinya yang penyihir. Walaupun Nona Valera mengkonsumsi racun.“


Dan meski seperti itu jawaban Celine, Mommy Ara masih mempertahankan idenya.


“Tapi tidak ada salahnya di coba, bukan? ...” ucap Mommy Ara sedikit mendesak, membuat para pria The Adjieran Smith mendengus berat saja.


Dan atas dasarnya sama rata pendapat dari yang pro dan kontra atas ide Mommy Ara untuk mendatangkan Kafeel itu, Gappa sebagai penengah angkat bicara dan mencetuskan ide bijaknya.


“Me as personal ( Aku secara pribadi ), sebenarnya setuju dengan ide Ara ... Bukankah kita semua menginginkan Val untuk segera bangun dari koma? Dan kasarnya kita akan menghalalkan segala cara untuk membuatnya bangun dan pulih seperti sedia kala? ...”


Dimana saat Gappa bicara serius, tak ada satu orang pun yang akan menginterupsinya.


“But, kita memiliki ketetapan dalam keluarga ini masalah pendapat setiap anggota keluarga. Dimana kita harus menghargai pendapat masing – masing, selain menghormatinya. Aku percaya, kalian yang kontra pada ide Ara untuk mendatangkan Kaka bukan karena kalian membencinya. Kalian memiliki luka karena Kaka dalam hati kalian, akupun sama. Luka kalian masih basah karena Kaka sedikit banyaknya dan aku pahami itu. Masih enggan bertemu dengannya, karena dia merupakan alasan satu cucu perempuanku hingga sampai senekat itu ... Jadi untuk itu, aku berikan kalian waktu termasuk aku memberikan waktu untuk diriku sendiri berpikir tentang pendapatku. Tiga hari ke depan atau kurang dari itu jika kalian sudah siap membahas ide Ara lagi, kita akan bicarakan hal itu dengan kepala dingin, sekaligus voting jika perlu ...”


Dan ucapan panjang lebar Gappa itu pun, tidak ada sesiapa yang membantahnya.


Cetusan ide Mommy Ara pun tidak dibahas dulu sementara waktu sesuai dengan yang Gappa katakan.


Namun dalam masa tenang untuk memikirkan pendapat masing – masing atas ide Mommy Ara untuk mendatangkan Kafeel ke tempat Val berada sekarang, sesuatu terjadi.


“DADS!”


Nathan berteriak kencang ketika melihat Val kejang – kejang secara tiba – tiba ketika Nathan seperti biasa selalu menyempatkan waktu untuk menemani Val dan mengajaknya bicara dengan Nathan bercerita, sebagai bagian memicu kesadaran Val seperti keluarganya yang lain.


Semua orang panik karena Val yang mengejang tiba – tiba, pun tidak terbuka juga matanya.


Ada sebuah tindakan yang sebelumnya telah dilakukan, dimana itu menjadi alasan kekhawatiran seluruh anggota keluarga Val terutama Dad R yang meminta Celine melakukan satu tindakan pada Val.


“Apa itu salah satu efek?!” Dad R langsung bertanya pada Celine ketika Val kembali tenang seperti sedia kala, setelah Celine dengan cepat melakukan hal yang berkenaan untuk menenangkan Val dengan ilmu yang ia miliki.


🌷🌷🌷🌷


Celine katakan jika Val yang sempat mengejang selama beberapa saat itu bukan karena efek tindakan yang telah dilakukan berdasarkan permintaan Dad R.


“Lalu kenapa dia bisa sampai seperti tadi?”


“Apa kau salah memberikannya obat?!”


“Saya tidak akan selalai itu, Tuan.”


“Lalu??”


“Banyak faktor.

__ADS_1


“Jelaskan secara terperinci..”


“Saya sulit menjelaskannya secara harfiah. Salah satu diantaranya kemungkinan adalah dia sedang ‘bertarung’”


🌷🌷🌷🌷


Yang sulit Celine jelaskan secara harfiah tentang kondisi Val yang tiba – tiba mengejang tanpa sebab padahal keadaan Val stabil sebelumnya, terjawab oleh suatu berita yang sampai ke telinga anggota keluarga The Adjieran Smith yang sedang berada di Little Star Island.


“What the—“


“Tuan Jo—“


“Ada apa, Boy?”


“Sony DM aku..”


“Apa katanya?”


“Kak-Kak Kaf.. bunuh diri..”


Yang mana berita itu sangat mencengangkan selain mengejutkan dan membuat hati para anggota keluarga Val merasa miris dengan berita yang baru mereka ketahui tersebut.


Namun dari berita itu jugalah sebuah kesimpulan terbentuk, bahwasanya Val kemungkinan terikat batin dengan Kafeel, atau memang seperti yang dikira sebelumnya --- bahwa jiwa Val sedang melanglang buana, dan tinggal di tempat Kafeel berada.


Mungkin ya, mungkin.


Val melihat Kafeel ingin bunuh diri lalu ingin menghentikan pria itu namun Val tak bisa, hingga kegusaran jiwanya yang terkoneksi dengan tubuhnya itu membuat tubuh Val yang seolah tertidur itu menjadi mengejang.


Well, banyak hal di luar nalar dapat terjadi bukan?


🌷🌷🌷🌷


Apapun itu, pada akhirnya tercetus sebuah keputusan. “Nanti setelah Kaka pulih, bawa dia ke sini.“ Yang Dad R katakan tanpa ragu, ketika kabar tentang Kafeel yang mencoba bunuh diri setelah mendengar berita bahwa Val telah tiada itu telah terselamatkan karena keburu Arya dan keluarga Kafeel bawa pria itu ke rumah sakit dan segera diberi pertolongan.


Selanjutnya, seolah pucuk dicinta ulam pun tiba.


“Aku akan membawa Kaka ke sana.” Kabar dari Varen datang pada mereka yang berada di Little Star Island.


Dan sekarang, Kafeel telah sampai di pulau pribadi Varen dan keluarganya yang bernama Little Star Island itu.


Telah juga dipertemukan oleh Val, yang Kafeel pikir telah pergi untuk selamanya.


Jangan tanya bagaimana reaksi Kafeel setelah mengetahui jika gadis kecil tercintanya itu masih hidup.


Bahagia dan gila juga di saat yang bersamaan, selain miris sekali hati Kafeel melihat Val yang tengah koma selama tiga bulan lamanya --- seperti yang sudah ia dengar dari mulut Drea mengenai kondisi Val.


Kafeel  terjatuh di atas lututnya, ketika ia melihat Val yang nyatanya masih hidup.


Namun Kafeel harus menerima syarat Varen yang melarang keras Kafeel untuk mendekat, hanya cukup melihat.


“Abang, jangan sekejam itu. ya?.. biarkan Kak Kaf melihat Val dari dekat. Please?” Drea yang tak tega melihat Kafeel itu membujuk sang Bebeb Abang tercintanya.


Dan Varen yang seringkali sulit menolak permintaan Drea pun pada akhirnya bilang, “Kuijinkan kau mendekat.”


🌷🌷🌷🌷


Namun ya itu, Varen yang masih ada kesalnya pada Kafeel mengabaikan saja ucapan terima kasih dari pria yang nampak sangat kacau selain masih lemah itu.


Dan tetap juga menunjukkan sikap datar dan dinginnya pada Kafeel.


“Hanya mendekat. Do not touch.” Selain Varen kembali memberikan peringatannya pada Kafeel yang mengangguk lemah menanggapinya.


Namun begitu, sekali lagi Kafeel mengucapkan terima kasihnya pada Varen, karena diperbolehkan mendekat pada Val saja Kafeel sudah bersyukur sekali.


Memastikan pandangannya, jika ini adalah benar Val yang Kafeel cintai --- rindukan setengah mati. Bahkan Kafeel juga sama ingin bunuh diri, ketika mendengar Achiel mengatakan jika Val meminum racun dan menenggelamkan diri, dimana Kafeel asumsikan Val telah tiada karena bunuh diri, lalu diyakini dengan surat yang Val tulis untuk keluarganya.


🌷🌷🌷🌷


Belum lama Kafeel memandangi Val dengan linangan air mata sambil melirihkan --- menyebut nama sang gadis kecil tercinta berkali – kali dengan harapan Val mungkin --- seperti di cerita – cerita akan bangun setelah mendengar Kafeel memanggilnya, selepas Drea mengatakan,


“Val, ada Kak Kafeel ini. Dia datang buat kamu...”


Namun tak lama kemudian, Kafeel dikejutkan oleh suara seseorang yang Kafeel kenali dengan baik.


Suara seseorang yang kemudian bilang,


“Puas-puaskan dirimu melihatnya. Karena setelah itu kau harus pergi dari sini, Kafeel Adiwangsa. Five minutes! Dan orangku akan mengantarmu pulang...“


Ucapan yang membuat Kafeel melemas kembali di tempatnya, selain ia tidak rela disuruh untuk cepat pergi dan hanya melihat Val sebentar saja. Tidak, Kafeel tidak mau, maka itu ia segera berlutut di depan seseorang yang memberikan penegasannya barusan. --- Dad R.


Bertekad ia tidak akan bangun dari berlututnya jika Dad R tidak mencabut ucapannya. Bahkan syarat Dad R yang terdengar mengerikan segera Kafeel iyakan tanpa ragu. Malah Kafeel tambahkan, “Tentu. Jika... jika Val memang tidak sanggup bertahan... aku, aku akan dengan senang hati menemaninya. Tidak perlu membunuhku... kubur saja aku hidup-hidup bersamanya—“


“Sarap.“ Yang kemudian tercetus dari mulut dua orang yang ada di dekat Kafeel dan Dad R.


Hingga satu per satu keluarga Val yang ada di Little Star Island menampakkan eksistensi mereka di hadapan Kafeel yang lagi – lagi bersimpuh --- dimana kali ini ia sampaikan maaf dan penyeselannya dengan sangat pada kesemuanya.


Menghadirkan rasa miris, sedih selain tak tega melihat betapa terpuruknya seorang Kafeel Adiwangsa.


Yang membuat ijin penuh pada Kafeel diberikan untuk tinggal di Little Star Island, bahkan tak ada larangan bagi Kafeel untuk melakukan kontak fisik dengan Val.


“Sepertinya Val sudah tidak mencintaimu lagi, Kafeel Adiwangsa. Toh sudah satu bulan kau disini dan berada di sampingnya, tetapi putriku satu itu tidak memberikan kemajuan.“


Adalah Poppa yang bicara dengan mulut nyelekitnya.


“Tak berguna sebenarnya kehadiranmu di sini.”


Tak apa, Kafeel telan saja. Jangankan nyinyiran dari Poppa.


Bogem mentahnya pun dengan senang hati Kafeel terima.

__ADS_1


“Seperti yang R katakan, jika Val tidak selamat, kau, akan kami sertakan bersamanya.”


Kembali Poppa bicara.


“Tapi jika Val selamat... Di hari dia membuka mata, kau, harus pergi sejauh-jauhnya...”


🌷🌷🌷🌷


Berat hati, tapi Kafeel iyakan permintaan Poppa yang menyiratkan sebuah peringatan untuknya.


Kafeel mencoba memberikan pengertian pada dirinya sendiri, bahwa ia sungguh telah mengecewakan keluarga Val yang membuat Val nekat mencoba bunuh diri.


Jadi keluarga Val tak sudi menerima dirinya kembali ke tengah – tengah mereka untuk mendampingi gadis kecil tercintanya itu.


Sekali lagi tak apa, Kafeel tekankan dalam hatinya.


Cukup melihat Val hidup dan sehat, serta bahagia --- itu sudah cukup baginya.


Biarlah, jauh di mata tapi tetap dekat di doa.


Kafeel ikhlas, jika Val memang bukan jodohnya.


Jadi sekarang ini, Kafeel puas – puaskan berada di dekat Val.


Memandanginya walau mata Val masih lekat terpejam.


Walau dihadapkan dengan sesuatu yang membuat sedih hatinya, namun doa Kafeel agar Val segera membuka mata dan pulih tak putus adanya.


Dua bulan di samping Val, dan selama itu Kafeel tak henti meminta pada Yang Kuasa agar gadis kecilnya itu dibangunkan dari ‘tidur’ panjangnya.


Mau kok Kafeel menggantikan jika bisa.


Dengan senang hati malah.


Daripada harus melihat Val seperti ini, lalu Kafeel menjalani tiap detiknya dengan ketakutan --- sebagaimana anggota keluarga Val yang takut jika garis di monitor akan menjadi lurus.


“Ka, istirahat dulu. Biar Mom yang menjaga Val...”


Adalah Mommy Ara yang menegur lembut Kafeel yang hampir tidak tidur setiap harinya selama dua bulan belakangan demi bisa berada di samping Val.


Disiapkan kamar untuknya pun, Kafeel memilih tetap berada di ruangan tempat Val dirawat.


Paling – paling Kafeel hanya menggunakan kamar yang disiapkan untuknya itu hanya untuk membersihkan diri saja dan berganti pakaian.


Makan pun, Kafeel tidak melakukannya dengan teratur, hingga lagi – lagi iba menelusup di hati para anggota keluarga Val pada Kafeel yang sungguh terlihat sekali betapa ia mencintai Val sampai sebegitunya.


“Kamu juga sebaiknya makan dengan benar. Karena sudah dua bulan ini Mom perhatikan pola tidur dan makan kamu benar – benar sangat kacau, Kaka...”


“Aku ga apa – apa kok Mom, sungguh...” sahut Kafeel pada Mom Ara yang tidak terlihat membencinya itu dari sejak awal kedatangan Kafeel ke Little Star Island.


“Seengganya lo jangan merepotkan kita orang yang ada di sini dengan lo yang jatuh sakit nanti, Sat.”


Adalah Nathan yang menimpali ucapan Mommy Ara.


Diantara keluarga Val, Nathan yang katakanlah paling sering kesel aja bawaannya asal lihat Kafeel, hingga panggilan kasar pun ia sematkan untuk Kafeel, macam Varen.


“Nathan...”


Dan selalu, para Mom atau pun para tetua akan menyergah Nathan jika mendengar kata ‘Sat’ tersemat dari mulut Nathan pada Kafeel.


Tapi selalu, Kafeel terima apapun perlakukan untuknya dari setiap keluarga Val yang nampak sentimen padanya.


“Tau Kak Tan – Tan ih, kasar banget sih...” Isha yang datang bersamanya berkomentar, namun Nathan berdecak malas menanggapinya.


“Bahkan di depan Mommy pun kamu bisa bicara kasar, Jonathan, hem?”


“Ya, sorry, Mom...” respons Nathan yang disergah Mommy Ara dan mendapat pandangan serius dari Mommy Ara walau wajah satu Mom of The Adjieran Smith itu tidak menunjukkan kemarahan pada Nathan. “Kesel aja asal liat dia... Karena dia kan, Val jadi kayak gini??? Harusnya dia ga usah diijinin ada di sini lama – lama.”


Nathan menambahkan sambil melirik dan berkata sinis pada Kafeel.


Mommy Ara geleng – geleng saja sambil menghembuskan nafasnya sedikit kasar, karena sikap Nathan yang memang menunjukkan sentimennya pada Kafeel secara terang – terangan.


“Mau apapun alesan dia sampe ngancurin hati Val, tetap aja dia salah. Mau ada embel – embel anak berbakti juga tetep dia yang bikin Val jadi begini.”


Mommy Ara kembali menghela nafasnya dengan sedikit berat.


Tak bisa menyergah lebih jauh Nathan yang geram pada Kafeel.


Hanya bisa mengusap lembut tangan Nathan untuk menenangkan satu anak lelakinya itu.


Sementara Isha yang kalau sudah melihat dua kakak lelakinya nampak gusar, akan otomatis bungkam mulutnya.


Dan memilih untuk mengganti saja bunga dalam vas, daripada dia ikut berkomentar lalu kena semprot Kak Tan – Tan.


“Beristirahat dan makanlah dulu, Ka... Ya?”


Mommy Ara kembali kepada Kafeel.


“Cukupkan istirahat dan makan kamu dulu, baru Mom akan ijinkan kamu tinggal lama-lama di sini lagi...”


“Dah cepet sana!” sambar Nathan saat Kafeel hendak menjawab Mommy Ara. “Gue mau nemenin adek gue di sini tanpa ada lo! Sepet mata gue liat lo tau ga, Sat?!“


Membuat Mommy Ara ingin menegur lagi Nathan.


Namun belum sempat Mommy Ara bicara,


“K-ak... Tan... Tan...”


Sebuah suara terdengar memanggil Nathan dengan sebutannya dari para adik, namun bukan Isha yang memanggil Nathan dengan suara sangat pelan itu.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


To be continue.....


__ADS_2