
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
Terima kasih masih setia baca yawgh.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,
Dengan sumringah, mereka yang berada di kediaman menyambut Varen dan rombongan yang baru saja sampai itu, bak sedang menyambut kepulangan para prajurit yang baru saja selesai di medan perang.
Mereka yang disambut pun memasang wajah yang tak kalah sumringahnya, terlebih dua orang yang disambut dengan sangat uwu dan mesra oleh para istri masing – masing.
Namun berbeda dengan satu orang yang sedikit merasa resah dan gelisah.
Kafeel.
“Ehm.”
Yang berdehem kecil, saat dirinya dan personil inti sebuah misi menggulung habis satu geng motor kriminal secara besar-besaran --- telah sampai ke kediaman utama keluarga Bos sekaligus sahabatnya yang berada di Jakarta dan kini sudah masuk ke dalam ruang tamu bangunan besar nan sangat mewah itu.
Dimana kedatangan Kafeel dan rombongan yang berisikan personil inti keluarga yang kediamannya Kafeel sambangi ini, menyambut kepulangan mereka yang katakanlah habis melakukan sebuah misi yang terbilang kejam, namun akan membuat dampak cukup besar untuk kenyamanan dan keselamatan orang – orang diluaran dari tindak kriminal yang meresahkan dari sebuah geng motor yang sudah tersohor ketegaan dan kekejamannya kepada para korban mereka.
“Val, ga mau nemuin aku ya? ..”
Kafeel lalu lagi bersuara seraya bertanya, selepas ia berdehem kecil tadi.
Dimana hati Kafeel resah dan gelisah, karena sang pemilik hati bucinnya tak ada diantara mereka yang sedang menyambut kepulangan Kafeel dan mereka yang bersamanya setelah menyelesaikan misi di suatu tempat nun di sana.
♥
“Karena sekarang Val sudah merasa takut padaku atas apa yang sudah aku lakukan di sana tadi? ..”
Kafeel sambung bicara dengan lagi bertanya untuk memastikan soal Val yang tidak ada untuk menyambut mereka yang baru pulang dari sebuah misi itu, disaat semua orang yang sedang berada di kediaman kekasih kecilnya itu hadir semua.
Bahkan Mika, Isha, Ann dan juga Elena yang tadi sempat tak terlihat, kini sudah muncul --- namun Val tidak ada diantara ke empatnya.
“Val sedang tidur, Kak .. Tadi kami mengajak Val ke kamarnya atas anjuran The Dads, Moms, juga Gappa dan Gamma --- karena Val sedikit histeris melihat Kak Kafeel di siaran yang kami tonton saat kalian ada di sana ..” Mika yang mewakili untuk menjawab pertanyaan Kafeel yang wajahnya nampak sendu itu.
Terdengar hembusan nafas Kafeel yang berat, didetik setelah mendengar jawaban Mika barusan.
“Pergilah ke kamar Val jika rasanya kau tak tenang ..” Daddy R berucap.
“Benar boleh aku ke kamar Val sekarang, Dad? –“
Kafeel memastikan ucapan Daddy R tersebut dengan memandang pada ayah kandung Val itu.
“Ya, sana pergilah lihat kekasih ulat bulumu itu, agar hatimu tidak semakin kacau ..” sahut Daddy R dan Kafeel tersenyum.
“Makasih, Dad.”
Wajah Kafeel yang tadi nampak sendu itu, kini terlihat agak cerah.
“Tapi sebaiknya kamu mengganti pakaian kamu dulu sebelum menyusul Val ke kamarnya, ya? ..”
Mama Jihan menyergah untuk memberi saran pada Kafeel yang hendak mengayunkan langkahnya itu.
“Oh iya ..” Kafeel merespons cepat pada anjuran Mama Jihan yang Kafeel anggap benar. "Aku permisi dulu kalau begitu."
♥
__ADS_1
“Kak Kafeel .. janga --- n ..”
‘Val –‘ Kafeel yang sudah berada di dalam kamar pribadi Val setelah ia membersihkan wajah serta mengganti atasannya dengan sebuah kaos yang memang selalu tersedia di kediaman kekasih kecilnya itu dalam sebuah kamar wardrobe, dimana kamar tersebut memang dikhuskan untuk menyimpan banyak pakaian ragam model dan jenis untuk pria maupun wanita, baik dewasa bahkan sampai ke pakaian bayi pun ada.
Dimana pakaian – pakaian tersebut memang diperuntukkan jika ada tamu – tamu yang menginap, baik yang memang terjadwal ataupun dadakan.
Macam Kafeel sekarang.
Yang sudah memilih sendiri satu lembar atasan untuk pakaian gantinya, walau dua orang pelayan ada untuk mempersiapkan baju ganti untuk Kafeel dan beberapa orang yang memang bersama empat tuan muda mereka.
Namun Kafeel tidak terlalu memanfaatkan fasilitas pelayan, selama hal tersebut masih bisa ia lakukan sendiri---meskipun konteksnya, Kafeel akan menjadi salah seorang tuan muda dalam keluarga The Adjieran Smith juga, setelah ia jadi menikahi Val nantinya.
♥
“Kak Kafeel ..”
Suara Val terdengar lagi melirih, dengan keadaan Val yang di mata Kafeel masih tampak sedang tertidur itu.
Membuat Kafeel merasa bersalah sampai membuat kekasih kecilnya itu menjadi kelewat kepikiran seperti ini, hingga sampai meracau kecil di tidurnya.
“Val ..” bisik Kafeel. Dengan tangan Kafeel yang kini terulur ke kepala Val, yang kemudian Kafeel belai dengan lembut.
“Kak, Kafeel???” Dimana tak lama, si empunya kepala yang Kafeel belai dengan lembut itu terbuka matanya --- dan langsung menyebut nama Kafeel dengan ekspresi terkejut.
“Hei,” sapa Kafeel lembut seraya ia tersenyum ketika si empunya kepala yang ia belai lembut tadi kini telah terjaga dari tidurnya, dan Kafeel yang tadinya duduk di sebuah kursi single yang ia ambil dari meja rias Val, kini beringsut ke sisi ranjang tempat Val berbaring.
Dimana Val langsung bangkit tergesa dari posisinya.
♥
“Pelan – pelan, Tuan Putri ..” ucap Kafeel ketika Val bangkit dengan begitu tergesanya itu dari posisinya yang berbaring di atas ranjang.
“Kak Kafeeelll –“ Val langsung berhambur dan memeluk Kafeel.
♥
“Maaf ya? ..”
Lalu Kafeel berucap lembut.
Dengan satu tangan Kafeel mengusap kepala Val juga dengan lembutnya, dimana Val melingkarkan kedua tangannya di leher Kafeel.
“Val kecewa ya sama Kakak? ..”
Kafeel berucap lagi seraya ia bertanya, karena tidak ada sahutan dari Val ketika ia meminta maaf pada kekasih kecilnya itu barusan tadi.
“Tidak, Kak ..” jawab Val sambil ia melonggarkan kaitan tangannya di leher Kafeel, sambil ia menarik dirinya hingga jadi saling berhadapan wajah dengan Kafeel. “Val bukannya kecewa pada Kakak .. Val justru takut Kak Kafeel kenapa – kenapa jika Kak Kafeel sampai menghilangkan nyawa pria tadi.”
“Tapi kenapa sampai menangis? .. Kata Mika sampai sedikit histeris juga? ..” ucap Kafeel seraya bertanya, sambil ia merapihkan sedikit rambut Val yang menyentuh wajah cantik kekasih kecilnya itu.
“Val shock melihat Kakak dengan aura kemarahan seperti tadi, sekaligus ya itu, Val sangat takut saat Kak Kafeel hendak memukul pria itu dengan tongkat baseball besi yang Kak Kakak pegang tadi.”
Val bertutur dengan sikap seperti seorang adik kecil yang sedang mengadu kepada kakak lelakinya karena kena perundungan. Dan dengan ekspresi Val yang seperti itu, Kafeel dibuat gemas jadinya.
“Kakak kan bisa bermasalah dengan hukum nanti, lalu Kak Kafeel akan menderita kalau sampai di penjara.”
Kafeel pun tersenyum selepas mendengar penuturan Val atas kekhawatiran kekasih kecilnya itu padanya.
“Val bukannya takut akan merasa malu memiliki kekasih seorang narapidana, tapi justru Val sangat mengkhawatirkan keadaan Kakak jika sampai di penjara. Kak Kafeel pasti tidak akan makan dan tidur dengan baik ..”
__ADS_1
Kafeel lagi – lagi tersenyum, selain ia terenyuh pada ucapan Val yang terdengar polos, namun tersirat ketulusan di sana.
Selain juga rasanya Kafeel bahagia mengetahui Val sampai sebegitu mengkhawatirkan dirinya.
“Itu tidak akan terjadi, Tuan Putri ..”
Kafeel berucap sambil mengapit dagu Val dengan dua jarinya, dan menatap perempuan belia pemilik hatinya itu dengan lekat.
“Pertama, aku ga sampai menghabisi dengan tongkat baseball aku, pria yang tadi aku pukuli karena ada Abang Varen kamu yang menahan lalu mengingatkan aku akan kamu .. Kedua, kalaupun sampai kejadian aku menghabisi nyawa pria yang aku pukuli tadi, rasa – rasanya para calon mertua dan para calon kakak iparku tidak akan membiarkan aku dipenjara –“
“Iya sih ..”
Val manggut – manggut imut.
♥
“Tapi yang penting Kak Kafeel tidak apa – apa, kan? ..”
“Iya, aku ga apa – apa kok.”
Kafeel mengulas senyuman.
Val pun membalas senyuman Kafeel itu, dengan senyuman imut miliknya yang menjadi favorit Kafeel.
“Eh, tapi tangan Kak Kafeel luka begini? ..” Wajah Val menjadi khawatir lagi setelah ia tak sengaja melihat tulang ruas jari Kafeel nampak memerah.
“Hanya luka kecil. Cuma lecet begini ..”
“Tapi acute ( perih ) kan pasti? –“
“Engga tuh –“
“Benar? ..” Val memastikan.
Kafeel mengangguk mantap.
“Yang bisa bikin aku merasa perih itu kalo ditinggal kamu pas lagi sayang – sayangnya ..”
Eyyaaa.
♥
Next episode :
“VAAALLLLL!!!! ...”
“VAL BANGUN WOY!”
“Apa siiih????!!!! Mengagetkan saja kalian ini ish!”
“Ish bangun dooonnnnggg!!!!”
"Aduuh berisiknya suara kamu Isha ...."
"Makanya bangun cepat!"
“Aku sudah sholat shubuh sendiri tadi! Jika kalian ingin mengajak aku jogging aku tidak mau. Aku masih sangat mengantuk! Shu! Shu!”
“BANGUN VAL, MAU NIKAH SAMA KAK KAFEEL GA???? –“
__ADS_1
♥♥♥
To be continue ........