
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jekardah, Indonesiah...
“Mikaela Finn Adjieran Smith.”
Mika menyebutkan dengan lengkap namanya.
Selepas si Neng Judes itu ditanyakan perihal siapa gerangan dirinya oleh seorang pria yang diketahui adalah seorang pengacara, setelah menyela seorang pria paruh baya yang sedang duduk dibelakang meja panjang di hadapan Mika saat ini.
Dimana sebelum Mika menyebutkan nama lengkap dirinya saat ia masuk untuk menyela pernyataan dari seorang pria paruh baya yang kini sedang menatap dirinya, sama seperti semua orang yang ada dalam ruangan tempat Mika berdiri sekarang---Mika sudah cukup mencuri perhatian orang-orang tersebut, termasuk perhatian Nora yang setelah melihat Mika selama beberapa detik, mantan tunangan Arya itu segera mengenalinya karena Nora rajin ‘mengintip’ akun medsos dan status pada aplikasi yang Arya gunakan.
Jadi Nora sempat terkejut juga melihat kemunculan Mika yang sama sekali tidak pernah ia kira akan muncul di jumpa pers yang sedang dia dan keluarganya adakan, dengan menggandeng seorang pengacara yang biasanya digandeng para artis ibukota jika ada yang terjerat masalah hukum---berikut tim dari pengacara tersebut, yang katanya adalah seorang pengacara kondang. Yang orangnya kemudian bersuara lagi setelah Mika menyebutkan namanya dengan lengkap tadi.
“Anda jangan sembarangan bicara...” kata pengacara tersebut yang telah berdiri dari duduknya, setelah Mika sebelumnya membalas ucapan dari ayahnya Nora yang terkesan ingin menakuti Mika yang tidak terpengaruh sama sekali dengan kalimat ayah Nora yang mencoba menakutinya itu.
Lalu setelah pengacara dari pihak Nora menyergah Mika dengan sikapnya yang nampak pongah, ayahnya Nora langsung juga menimpali ucapan pengacaranya itu---“Silahkan kamu pergi, kalau tidak ingin saya menyuruh petugas keamanan membawa kamu pergi dengan cara tidak terhormat....“
Dimana Nora yang sempat terkejut dan was-was, tersenyum miring mengejek pada Mika dengan senyuman tersebut milik Nora yang samar terlihat.
Merasa di atas angin, karena Nora pikir ayahnya punya cukup kekuasaan dan kekayaan yang bisa merangkul seorang pengacara kondang yang tentunya akan membuat Mika menjadi takut untuk berada lama-lama di tempat dirinya sedang mengadakan jumpa pers guna memfitnah Arya dengan maksud terselubung lain dibalik fitnahan yang ia buat itu.
“Coba saja.”
Yang tercetus dari mulut Mika setelah ayahnya Nora mencoba menakutinya dan sedikit mengancam dirinya.
♥♥♥♥
Mika sudah menampakkan sebuah bentuk senyuman sedari dia sudah memposisikan dirinya berdiri dihadapan Nora dan kubunya, serta dihadapan para wartawan yang banyaknya adalah wartawan infotainment yang kini sedang menatap diri seorang Mika yang sudah berdiri tegak, dalam penampilan yang menunjukkan kelasnya. Meskipun outfit yang Mika gunakan bukanlah outfit glamor.
Hanya kasual saja. Kemeja denim dengan aksen ripped dibeberapa bagian yang tak banyak jumlahnya, dipadukan dengan rok model midi hitam berbahan kulit---pakaian yang Mika gunakan.
Namun dalam penampilan kasualnya itu yang dipadu dengan sock boots yang senada warna dengan roknya serta aksesoris tak berlebihan yang menempel di kulitnya, termasuk kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung Mika---membuat Mika jelas terlihat sebagai wanita berkelas.
Aura seorang wanita berkelas memang jelas terpancar di diri seorang Mika yang memang selalu memperhatikan penampilannya, macam para wanita dalam keluarganya. Fashionista, namun tidak berlebihan. Pun berpakaian dengan sesuai aktitas. Selain memang---The Adjieran Smith Family, memiliki beberapa personal shopper dan fashion advisor serta fashion stylist mereka sendiri.
♥♥♥♥
Lalu, bagaimana berkelasnya Mika, berlanjut tersorot pada dirinya yang menanggapi ucapan dua orang pria yang sebelumnya berbicara padanya dengan mencoba menakuti dan mengintimidasi Mika dengan sikap dan ucapan mereka---namun sayangnya tidak berpengaruh pada Mika, “Coba saja jika berani menyentuhku.” Malah Mika lebih menunjukkan siapa dirinya, walau tanpa penjelasan dari keluarga mana Mika berasal.
Dan yang terjadi setelah Mika bicara untuk menanggapi kalimat intimidasi dan menakuti bahkan disisipi juga dengan kalimat ancaman dari dua pria di kubu Nora---selain aura berkelasnya, Mika menunjukkan aura macam seorang Lady Boss. Dimana setelah Mika membalas ucapan dua pria dari kubu Nora dengan tak terlihat gentar sama sekali selain kalimat Mika bermakna sebuah peringatan, Mika menambahkan lagi kalimatnya.
“Sebelum memaksa saya pergi, petugas keamanan anda harus lebih dulu menghadapi petugas keamanan saya..”
Yang bersamaan dengan Mika yang berkata lagi dengan sedikit merentangkan tangannya itu, belasan pria yang sudah bisa dinilai jika mereka adalah para bodyguard---mulai berjejer dibelakang Mika dengan sikap siap sedia dengan formasi yang terbentuk.
Lalu ada juga dua orang yang melangkah lebih maju, hingga keduanya ada di sisi kiri dan kanan Mika. Siaga untuk melindungi sang nona muda yang senyumnya kini sudah menjadi sebuah seringai dan berdiri dengan nampak pongah menatap satu – satu orang yang ada dibelakang sebuah meja panjang.
Dimana orang – orang itu terlihat betul begitu terkejut dan menjadi terperangah kemudian, setelah melihat kemunculan para bodyguard yang macam paspampres itu.
Sementara lainnya dari mereka yang ada dibelakang meja panjang dihadapan Mika tersebut yakni para wartawan kebanyakan, terlihat tercengang takjub memperhatikan jajaran bodyguard tersebut---dan memperhatikan betul-betul diri Mika tentunya, yang membuat orang-orang yang tercengang takjub tersebut bahkan sudah mulai kepo untuk mencari tahu tentang siapa seorang gadis yang diperkirakan oleh mereka berusia dikisaran 20 tahunan, yang kini nampak berada di kubu yang berlawanan dengan Nora dan rombongannya, terlebih dengan membawa belasan bodyguard yang tidak nampak kaleng-kaleng itu.
“Jadi bagaimana?..”
Mika bersuara lagi saat kubu Nora nampak kasak-kusuk, dimana mereka sedang membicarakan tentang Mika yang juga sedang berusaha mereka cari tahu dari mulut Nora yang menjawab sekedarnya karena Nora memang hanya tahu segelintir informasi tentang Mika yang ia ketahui---selain mantan dari Arya saat Nora dan si Recehboy itu bertunangan, yang Nora tahu---Mika hanyalah seorang gadis dari keluarga kaya yang tidak beda jauh dengan dirinya. Tak Nora perhatikan makna nama belakang Mika yang menyandang nama keluarganya.
“Ingin mengadu kekuatan petugas keamanan?..” sambung Mika. “Jika iya, silahkan lakukan sekarang. Karena waktu saya tidak banyak untuk melayani kalian,” tambah Mika. Dengan ia yang kini menyungging miring. Menatap satu persatu orang yang berada sejajar dengan Nora, dimana kesemuanya yang sempat kasak-kusuk sendiri itu, kini kembali menatap pada Mika.
♥♥♥♥
“Dengar Nona,” seorang pria dari kubu Nora kemudian angkat suara. Ayah dari Nora, tepatnya. “Entah apa maksud kamu dengan datang mengganggu di acara kami ini dengan membawa belasan preman—“
“Ralat!”
Mika langsung menyambar.
“FYI.” (For Your Information)
Mika menambahkan.
“Mereka bodyguard dengan sertifikasi internasional, bukan preman.”
“Itu kan bisa-bisanya kamu aja—“
__ADS_1
“Begitukah menurut anda?—“
♥♥♥♥
Mika langsung menukas ayah Nora yang nampak meremehkannya. Dengan Mika yang sudah kembali menyunggingkan miring bibirnya.
Dan Mika juga langsung lagi berkata. “Tana,” ucap Mika yang menyebut satu nama bodyguard yang posisinya ada di sebelah kanan Mika. “Let them know who are you and your friends are who work for me and my family (Beritahu mereka siapa kamu dan teman-temanmu ini yang bekerja padaku dan keluargaku)”
Dimana setelah Mika berucap, satu bodyguard yang Mika ajak bicara itu kemudian mengeluarkan sebuah dompet kartu dari sakunya.
“Yes, Miss.”
Yang kemudian satu bodyguard yang bernama Tana itu keluarkan beberapa kartu dari dalam dompet kartu tersebut, lalu ia estafetkan ke beberapa rekannya yang setelahnya langsung memberikan kartu tersebut pada wartawan dari tiap-tiap portal berita.
Sementara Tana sendiri meletakkan satu kartu di meja tempat kubu Nora berada.
“Silahkan anda semua googling nama perusahaan pada kartu yang barusan dibagikan, baru kalian dapat menilai apakah saya dan rekan-rekan saya yang mendampingi Nona Mikaela Finn Adjieran Smith sekarang adalah preman atau bukan.”
Namun kalimat barusan, adalah Achiel yang mengucapkannya. Dimana semua mata orang-orang yang ada disekeliling bodyguard yang seringnya menjaga Val itu, kini tertuju padanya.
“Perusahaan tempat saya bernaung dalam profesi saya sekarang adalah perusahaan nomor 1 di Eropa dalam bidang jasa security yang memiliki orang-orang dengan sertifikasi terbaik dalam bidang pengawalan yang berasal dari berbagai belahan dunia. Dan saya, termasuk semua rekan seprofesi saya yang mendampingi Nona Mikaela saat ini, berasal dari perusahaan tersebut. Nama saya Hacelio Levin. Silahkan bertanya langsung pada staf perusahaan tentang apakah saya terdaftar sebagai pekerja di sana atau tidak —“
‘Wah! Kak Achiel keren sekali!’
Mika membatin takjub sembari mengulum senyumnya ketika melihat Achiel bicara dengan auranya yang nampak membuat pria itu jadi terlihat menonjol sekarang.
‘Tapi semua bodyguard kami kan memang keren-keren seluruhnya. Bahkan ga ada yang perutnya buncit,’ batin Mika lagi, yang kemudian tersenyum dengan manisnya setelah Achiel nampak selesai memberi klarifikasinya.
“Hah! Bisa aja—“
“Oh iya saya tau perusahaan jasa security ini!”
Suara celetukan terdengar dari kubu wartawan saat seorang tim dari Nora hendak mengeluarkan cibirannya.
“Iya saya juga tau. Ada agensinya di sini. Tapi itu juga hanya melayani pihak-pihak tertentu yang bahkan kliennya ga sembarang orang yang punya duit yang bisa menggunakan jasa bodyguard dari sana—“
“Wow!” kasak-kusuk wartawan mulai riuh membicarakan satu perusahaan jasa pengawalan yang memang salah satu anak perusahaan dari keluarga Mika. Dimana jepretan arah kamera dan jepretannya, kini mengarah kepada Mika dan jajaran bodyguard-bodyguard kerennya.
“Ka, sorry. Tadi nama lengkap kakanya itu Mikaela siapa?”
Meski Mika kini sudah mulai mengalahkan Nora dan kubunya untuk menjadi perhatian para pemburu berita, Mika tak mau menanggapi lebih jauh sesi yang kiranya dapat membuatnya menjadi viral dalam sekejap---karena keberadaan Mika di tempatnya sekarang, bukanlah untuk menjadi terkenal, pansos atau apalah itu.
Apalagi untuk mencari sensasi dengan melakukan hal yang tidak mutu. “Mohon maaf, saya di sini untuk kepentingan lain. Bukan untuk panjat sosial, apalagi pencitraan,” jawab Mika pada wartawan yang barusan mencetuskan pertanyaan, mengenai nama lengkapnya. Sambil Mika melemparkan senyuman tipisnya pada sang wartawan kemudian.
“Rekan-rekan wartawan harap tenang!” lalu sebuah suara dari kubu Mika lantang terdengar. “Dan tolong ingat, kalau anda-anda di sini adalah karena undangan kami!” kata orang itu lagi.
♥♥♥♥
“Dan seperti yang sudah kamu dengar tadi, Nona. Ini acara tertutup dan keberadaan kamu disini mengganggu jalannya acara ini. Apalagi kamu tadi sempat juga melempar fitnahan kepada pihak klien kami dan untuk itu kami bisa menuntut anda—“
“Silahkan saja kalau mau mengajukan tuntutan atas tindakan saya yang kalian anggap mengganggu..” sambar Mika pada pengacaranya Nora dan keluarganya yang barusan bicara dengan nampak menggebu padanya, selepas pengacara tersebut dan timnya meminta wartawan yang perhatiannya telah beralih pada si Neng Judes, agar kembali fokus pada Nora. “Kebetulan, saya juga sudah membawa beberapa kuasa hukum untuk menangani tuntutan anda nanti..”
Sekali lagi Mika tidak nampak gentar. Dan sekali lagi juga, Mika bicara dengan nampak penuh percaya diri. Dimana beberapa detik setelah Mika selesai mengatakan kalimatnya barusan, beberapa orang berjas rapih dan perlente---muncul dari belakang Mika. Yang mana kesemua orang yang baru muncul itu adalah tim kuasa hukum The Adjieran Smith Family yang berasal dari firma-firma hukum paling kompeten di Jekardah.
Bukan lagi perwakilan dari firma hukum yang tersohor itu, namun pentolannya alias sang pengacara yang menjadi bintangnya firma yang berada di kubu Mika, dan beberapa diantaranya juga sudah sering wara-wiri di layar kaca.
Terhitung kondang dan mahal.
Dan satu diantara dari kuasa hukum yang Mika bawa itu, diketahui publik negeri adalah pengacara termahal di negeri kaya budaya tempat sebagian besar anggota keluarga The Adjieran Smith berasal. Membuat sekali lagi, wartawan nampak heboh setelah melihat jajaran pengacara kondang dan mahal honornya itu.
Membuat nilai untuk Mika, menjadi kian luar biasanya di mata para juru berita yang ada.
♥♥♥♥
“Lalu bicara mengenai mengganggu dan memfitnah..” Mika bicara lagi, setelah beberapa pengacara bawaannya telah menampakkan diri mereka.
Dimana kubu Nora kemudian nampak membeku di tempat mereka. Beberapa bodyguard Mika saja sudah membuat mereka terperangah sebenarnya.
Kemudian sekarang, jajaran para pengacara yang masuk dalam kategori berhonor fantastis untuk setiap jasanya yang berada di sepuluh digit angka, pun ada di kubu seorang gadis yang sedang berdiri dengan begitu percaya dirinya.
“Bukankah itu yang sedang kalian lakukan terkait Ar-ya Narendra---tidak perlu sok kalian samarkan karena sudah jelas sengaja kalian menyebarkan video yang sudah kalian edit itu tanpa memblurkan wajah yang bersangkutan—“
“Kamu jangan asal menuduh!.. dan jangan sok karena kamu bawa mereka ke sini!” sergah pengacara Nora dan keluarganya atas ucapan Mika. Dengan pengacara itu yang nampak mulai terpicu emosi. Bicara pada Mika dengan suara yang agak ngotot, sambil juga menunjuk ke arah para pengacara Mika dengan nampak menggebu.
Dimana sikap pengacara Nora itu mengundang kubu Mika menampakkan senyum mengejek mereka kepada pengacara tersebut. “Saya bukan sok. Tapi saya mengantisipasi segala hal,” balas Mika.
__ADS_1
“Lalu bicara tentang menuduh. Jika tuduhan itu tanpa bukti, baru bisa diperkarakan.” Dimana kemudian, satu orang pengacara dari pihak Mika---maju untuk membela sekaligus memperkuat posisi si Neng Judes.
“Kalaupun ada bukti, tetap ada proses atau orang seorang yang bisa menguatkan dari keadaan bukti itu sendiri. Anda sebagai pengacara seharusnya tau itu—“
“Tentu kami sangat tahu.”
Satu pengacara lain maju dan menukas ucapan pengacara dari kubu Nora.
“Makanya kami sudah menghubungi tidak hanya satu ahli untuk menilai setiap bukti yang kami punya. Agar tidak membuang waktu klien kami yang berharga.”
♥♥♥♥
“Kita bertemu di pengadilan aja kalau begitu—“
“Tentu. Tapi saya tidak mau membuat kedatangan saya dan orang-orang saya ini sia-sia.”
Mika yang lalu menukas cepat ucapan yang keluar dari mulut ayahnya Nora. Dimana Nora yang sebelumnya banyak diamnya itu kemudian angkat suara.
“Saya tau kamu pacarnya Arya—“
“No, sayang. Aku bukan pacarnya Arya Narendra. Tapi Ca-lon Is-tri yang akan segera menyandang nama Nyonya Arya Narendra dalam waktu dekat. Camkan itu.”
Mika pun dengan cepat menukas ucapan Nora.
“Aku pun pernah menyandang gelar calon istri Arya Narendra,” yang orangnya kemudian dengan cepat juga membalas ucapan Mika. “Tapi lihat perlakuannya padaku. Dia membuangku setelah puas dengan tubuhku, dan itu juga bisa terjadi pada kamu. Jadi jangan kelewat mengumbar!”
Mika lalu mendengus remeh setelah mendengar ucapan Nora yang langsung lagi menambahkan ucapannya.
“Sekalipun benar kamu adalah calon istri yang akan dinikahi Arya Narendra dalam waktu dekat, tapi bukannya kamu udah liat sendiri kelakuannya? Kamu pernah melihat sendiri saat aku dan Arya bersama dengan dia di atas ranjangnya dengan kondisi kami yang kamu lihat di video itu. Yang mana Arya lakukan, saat katanya dia akan menikahi kamu dalam waktu dekat? Kamu kepedean! Karena kenyataannya Arya masih tergila-gila pada tubuh dan pelayananku di atas ranjang—“
“Kalian dengar itu?” sambar Mika.
Ekspresi sumringah nampak di wajah si Neng Judes sambil juga melirik mengejek pada Nora.
“Bukankah itu sebuah pengakuan kalau kamu memberikan tubuh kamu secara cuma-cuma, bukan dengan pemaksaan seperti yang sebelumnya kamu dan pihak kamu katakan?”
Mika langsung lagi bicara. Sambil ia tersenyum lebar kepada Nora yang terlihat menggigit bibirnya, kala setelah ucapan Mika tersebut, riuh para wartawan terdengar. Lalu Nora sudah lagi akan bicara “Itu—“
“Dan mengenai video yang kamu maksud. Yang sudah banyak dipotong—ah, diedit dengan tambahan rekayasa amatir maksudku. Aku punya versi lengkapnya. And that’s original..”
Namun belum sempat Nora bicara, Mika sudah keburu lagi berkata.
“Dari mulai mobil kamu memasuki komplek apartemen Arya,”
“A-apa?..” Nora nampak mulai gugup.
Hingga dibuat gelagapan disaat Mika terus bicara.
“Lalu kamu menghampiri Arya yang bahkan meninggalkan kamu begitu saja, terus kamu menemukan kartu akses Arya yang kemudian kamu gunakan untuk mengendap-endap masuk ke dalam unit apartemen calon suamiku yang saat kamu masuk, dia bahkan sedang berada di kamar mandi. Terakhir.. bagaimana kalau kita melihatnya bersama-sama?”
Dimana didetik berikutnya, sebuah video terputar pada layar proyektor yang tersedia. Lalu kehebohan tercipta saat video itu berakhir.
Yang kemudian ada tambahan informasi dari Mika, yang tak kalah mencengangkannya---,membuat kehebohan di kubu wartawan jadi bertambah.
Dimana informasi tambahan dari Mika yang berbentuk fisik dalam beberapa berkas itu, lalu menyeret keluarga Nora terutama ayahnya yang menjadi bulan-bulanan cibiran dan ejekan parahnya warganet.
“Anak perempuanmu sudah memfitnah Arya Narendra. Dan anda begitu menjatuhkan Jericho Narendra berikut keluarga mereka. Sekarang kalian rasakan, bagaimana ada di posisi mereka yang menjadi bulan-bulanan cibiran dan ejekan orang-orang. Yang sayangnya kalian akan lebih parah direndahkan orang, karena yang aku tunjukkan ke khalayak adalah sebuah kebenaran..”
Mika yang sudah mencukupkan keberadaan dirinya di tempat jumpa pers yang dihelat oleh Nora dan orang-orang dalam kubu wanita itu, lebih memajukan dirinya dekat kepada pihak Nora yang nampak sudah kacau ekspresinya.
“Sekarang lebih baik, kalian sudahi jumpa pers tak penting ini dan berkonspirasi bagaimana untuk menyangkal semua kebenaran tentang kelakuan busuk kalian yang sudah aku ungkap.. namun aku yakinkan sekarang jika itu percuma, karena kalian tidak akan punya celah untuk menyangkalnya. Aku jamin itu. Dan aku jamin juga, hidup kalian akan menjadi sangat buruk setelah ini.”
Mika menampakkan ketegasannya pada Nora dan kubunya.
'Huh! Bersiap saja, sebentar lagi kalian tidak akan punya apa-apa.'
Lalu langsung berbalik pergi dari tempatnya, dengan Mika bermonolog dalam hatinya.
'Tidak harta dan harga diri sekalipun!'
Monolog Mika yang geram, namun punya cukup kepuasan dalam hatinya.
‘Aku, Mikaela Finn Adjieran Smith. Jangan mengusikku lewat orang yang aku cintai dan yang aku yakin betul juga mencintaiku. Dimana sudah jelas juga, sebucin apa dia padaku. Karena aku akan membelanya sampai batas maksimal yang aku bisa lakukan.’
♥♥♥♥♥♥♥♥
__ADS_1
To be continue.....