HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 236


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Pada satu waktu..


"Sibuk ya? ...."


Suara seorang gadis sedang di dengarkan, sekaligus dipandangi wajahnya oleh lawan bicara gadis tersebut pada sebuah video call.


Yang adalah Mika, gadis itu.


"Tadi iya, ngerampungin kerjaan karena gue bakal bertolak ke London hari ini," jawab lawan bicara Mika yang adalah Arya.


"Serius?!"


"Iya .... Ini gue sama beberapa temen gue udah di bandara .... Sebenarnya besok sih jadwal balik bareng dari sini, tapi pas gue tanya bisa minta dipercepat atau engga, ternyata bisa. Jadi gue ambil penerbangan hari ini bareng tiga rekan kerja gue lainnya yang juga pengen buru-buru balik ke London karena kurang betah di sini ...."


"Heem ...."


Mika berdehem santai menanggapi berita kepulangan Arya ke London yang dipercepat, seperti yang dikatakan oleh Arya barusan.


Arya tersenyum penuh arti di tempatnya, sambil memandang pada Mika.


"See you soon, Neng Judes," ucap Arya setelah beberapa saat, dimana satu temannya Arya lihat melambai padanya dari sudut tempat pengecekan tiket.


"See you soon, Ar-“


“Love you, Mikaela Finn Adjieran Smith.”


Arya sempat berucap mesra, sebelum ia memutuskan panggilan videonya dengan Mika.


“Arya!-“


“Coming!”


Arya menyahut pada temannya yang memanggil.


Lalu ikut mengambil antrian dalam barisan untuk pemeriksaan tiket dan koper besarnya untuk di simpan di bagasi pesawat.


Sambil menunggu antrian, Arya membuka folder dalam ponselnya yang kemudian ia buka satu folder khusus berjudul ‘neng judes’ dan memilih satu foto diantara cukup banyaknya foto baik yang sengaja diambil atau candid seorang gadis yang adalah Mika dari dalam folder khusus tersebut.


Lalu Arya mengirimkan satu foto tersebut ke laman akun sosmed pribadinya untuk ia bagi di sana, dengan sebuah caption yang menggambarkan perasaan Arya saat ia tiba-tiba berpikir untuk menyampaikan perasaannya pada Mika lewat medsos, lalu membaginya dengan semua orang yang terhubung dengannya di dalam sebuah sosmed tersebut.


Semata agar Mika dan semua orang tahu, jika Arya memang sudah tak sabar ingin segera mencapai London dan bertemu Mika.


Persetan dengan sebutan ‘bulol’. Judulnya Arya sangat merindukan Mika, meskipun hampir setiap hari mereka berkomunikasi di ponsel.


‘Kangen lo, Mi,’ batin Arya, sambil dirinya memandangi foto Mika berikut caption,


Can’t wait to meet her in person again. Love you, Neng Judes ( Tidak sabar untuk ketemu lagi secara langsung dengan dia. Cinta kamu, Neng judes ). Tunggu Kakanda datang.


Yang Arya tulis di laman sosmed pribadinya itu, sebelum ia membaginya. Lalu senyuman senang terukir di bibir Arya.


♥♥♥♥


“Our flight is about thirty minutes ahead. How about we go get a cup of coffee? (Penerbangan kita sekitar tiga puluh menit lagi. Bagaimana kalau kita pergi untuk mendapatkan secangkir kopi?)-“


“Ya, why not? Let’s go then (mengapa tidak? Ayo kalau begitu)”


“However, Arya. I saw your I—G (Ngomong-ngomong Arya, aku melihat I—G mu )-“


“Yes-“


“The girl’s picture that you just have post at there. If I’m not mistaken, she is one of The Adjieran Smith’s princess, isn’t she?”


“(Foto gadis yang baru saja kamu posting di sana. Kalau aku tidak salah, dia salah satu putri dari keluarga Adjieran Smith, bukan begitu?)”


“Yes, she is ( Iya, benar )-“


“Damned!”

__ADS_1


“How could it be? (Bagaimana bisa?)”


“Long story (Ceritanya panjang)”


♥♥♥♥


Arya melirik arloji di salah satu pergelangan tangannya.


“Hey, I’m going to the restroom (Hei, aku ingin pergi ke toilet)-“


“Ya, sure...” tukas salah seorang rekan kerja Arya, setelah Arya berucap barusan.


Dimana dua lainnya mengangguk melihat pada Arya, yang hendak berdiri dari duduknya.


“May I entrusted my navy bag to you, guys? (Boleh aku titip navy bag ku pada kalian, ya?)” tutur Arya.


Tiga rekan kerja Arya yang hendak bertolak ke London di waktu yang sama dengannya itu pun mengiyakan permintaan tolong Arya yang ingin menitipkan tas kecil berisikan passport dan visanya kepada mereka.


♥♥♥♥


“Don’t go to that restroom (Jangan pergi ke toilet yang sana)...” ucap salah seorang rekan kerja Arya ketika Arya telah berdiri dari duduknya. “A little bit dirty when I went there (Sedikit kotor saat aku pergi ke sana)”


“I think I’m okay with that (Rasanya aku tidak masalah dengan itu)...”


“Already at the point (Udah kebelet), huh?”


“Haha,” Arya tertawa. “You got that right (Tau aja)”


Tiga rekan kerja Arya itu pun ikut tertawa, lalu kemudian Arya pamit dari hadapan mereka untuk pergi ke toilet.


♥♥♥♥


“Ya, we will off to the plane about 25 or 20 minutes ahead (Iya, kami akan naik pesawat sekitar 25 atau 20 menit lagi)...”


Arya berbicara pada seseorang yang menghubunginya ke ponsel beberapa saat yang lalu saat ia tengah berjalan menuju toilet dalam bandara.


“Ya, okay. I will them them about it. Thank you before, Sir (Iya, baik. Saya akan mengatakan pada mereka soal itu. Terima kasih sebelumnya, Pak)...” ucap Arya lagi yang menanggapi orang di ujung ponselnya tersebut.


“I really appreciate it (Saya sangat menghargainya)”


Arya tak lama kemudian memasukkan ponsel ke dalam saku blazer kasual yang ia kenakan setelah sambungan teleponnya berakhir.


“Ouch!” suara aduhan terdengar disaat yang bersamaan ketika Arya berbalik untuk masuk ke dalam sebuah toilet besar yang sebelumnya ia belakangi saat berbicara di telepon.


“Very sorry,” ucap Arya pada seseorang yang nampak terjatuh di atas lantai depan toilet yang tadinya hendak Arya masuki.


“Never mind (Tidak apa-apa)” ucap seseorang yang terjatuh di lantai depan Arya itu.


“Very sorry once again-“


“It’s okay (Iya)...”


Seseorang yang terjatuh beberapa detik lalu di hadapan Arya itu membalas ramah permintaan maaf Arya yang juga membantunya berdiri.


“Thank you...” ucap orang tersebut yang berjenis kelamin pria. Lalu pria itu pergi dari hadapan Arya dengan nampak tergesa.


♥♥♥♥


‘Ah elah, bilik tutup penuh pula!...’


Arya menggerutu dalam hatinya setelah ia masuk ke dalam toilet bandara yang disambanginya itu.


‘Ck! No choice (Ga ada pilihan)’ decak Arya dalam hatinya. ‘Daripada gue ngompol?... mau ga mau gue pake ini urinoir...’


Arya lalu berjalan ke deretan kloset yang berjejer dalam toilet bandara yang ia masuki itu, untuk menuntaskan panggilan alam kecilnya.


♥♥♥♥


Arya menyegerakan dirinya untuk mencuci tangan setelah ia selesai dengan kepentingannya.


‘Nelpon Neng Judes sekali lagi ah...’

__ADS_1


Membatin setelahnya sambil tersenyum simpul, Arya hendak mengambil ponselnya setelah mengeringkan tangan.


‘Eh?!’ Arya terheran. ‘Ponsel gue?... kok???!!!...’ Lalu sedikit panik sambil meraba-raba sendiri saku blazer kasualnya.


Dan didetik berikutnya mata Arya membola. Menyadari jika ponsel dan dompetnya sudah tak lagi berada di tempat yang Arya ingat dimana menyimpannya.


Otak Arya sedang mengurutkan cepat dari sejak terakhir ia menyimpan dompet dan ponselnya kala ia memasuki toilet bandara tempatnya berada sekarang.


‘Anjrit!’


♥♥♥♥


Arya menyadari dan merasa yakin jika ponsel dan dompetnya telah dicuri.


‘Ke arah mana itu copet sialan tadi???!!!’ Dan juga sudah menebak siapa orang yang telah mencuri dua benda berharga Arya itu.


Ingin Arya abaikan tapi tidak bisa.


Jika hanya ponselnya saja yang dicuri, mungkin Arya akan memilih untuk pasrah walau sayang juga karena banyak foto-foto Mika berikut foto mereka berdua di dalamnya.


Selain juga e-mail dan akun sosmednya terbuka aksesnya di ponsel miliknya itu, yang membuat Arya kiranya merasa was-was jika sampai disalahgunakan. Namun mungkin Arya bisa meminjam ponsel temannya untuk meminta seseorang melacak keberadaan ponselnya serta membekukan semua akses dalam ponselnya tersebut.


Yang membuat Arya tidak dapat mengabaikan pencopet itu adalah dompetnya, yang berisikan kartu identitas dan beberapa kartu keuangan yang Arya takutkan juga akan disalahgunakan. Dan lagipula, kartu identitasnya memang akan sangat diperlukan jika dia telah mencapai London—mengingat dirinya menggunakan pesawat komersial umum.


‘Pasti tuh orang udah keluar dari sini!’


Arya membatin sambil setengah berlari ke terminal yang mengarah ke pintu keluarnya.


‘Eh?!’ Mata Arya menangkap sosok yang ia kenali sekaligus curigai sebagai tersangka yang sudah mengambil ponsel dan dompetnya itu. “Hey!”


Arya berseru sambil berjalan cepat menuju satu sosok pria yang sangat ia curigai.


‘Kan bener dia yang udah nyopet gue!’


Arya membatin kesal ketika saat ia berseru, pria yang ia curigai itu juga menoleh ke arahnya seperti beberapa orang lainnya dan pria tersebut kemudian melangkahkan kakinya dengan sangat lebar menuju pintu keluar.


“HEY YOU! STOP!”


♥♥♥♥


Arya berlari cepat mengejar pria yang kini sudah Arya yakini adalah orang yang telah mencuri ponsel dan dompetnya.


‘SIALAN! Cepet banget larinya!’ Arya mengumpat dalam hati setelah mengejar pencopet tersebut hingga ke parkiran bandara.


“Sir!”


Lalu seseorang dengan menggunakan seragam keamanan bandara yang ikut membantu Arya untuk mengejar pencopet itu saat seruan Arya menggugah atensi beberapa petugas keamanan memanggil seraya menghampiri Arya.


“We lost him, Sir (Kami kehilangan dia, Tuan)” ucap satu petugas itu lagi.


♥♥♥♥


‘F**k!’


Arya mengumpat kasar ketika ia menyadari sesuatu, ketika ia telah pergi ke area ruang keamanan bandara untuk mengecek CCTV dan mengenali serta melacak pencopet yang telah mencuri ponsel dan dompetnya itu.


Arya mengacak rambutnya kasar, karena ia menyadari jika waktu telah berlalu lebih dari lima belas menit dan ia seharusnya sudah masuk ke dalam pesawat saat ini. “I’ll call here after I arrived at London (Aku akan menghubungi ke sini saat aku telah sampai di London)...”


Arya berucap pada petugas keamanan bandara dengan tergesa.


“I have a flight now (Aku punya jadwal penerbangan sekarang)” ucap Arya lagi dan gegas melangkah menuju area boarding pesawat.


Namun saat Arya telah mencapai titiknya, Arya dikejutkan oleh informasi yang ia dapat dari staf bandara.


“WHAT?!”


Arya berseru kencang, karena pesawat yang harusnya ia tumpangi telah lepas landas beberapa menit yang lalu.


♥♥♥♥♥♥♥♥


To be continue...

__ADS_1


__ADS_2