
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Little Star Island, Isola, Italia..
“Kamu kurus sekali sekarang, Ka.”
Adalah Nenek Yuna yang bicara pada Kafeel yang digiring Mommy Ara dan Gamma untuk duduk bersama para wanita yang memang sangat ingin Kafeel segera hampiri untuk meminta maaf secara personal pada masing-masingnya, yang kata The Dads mereka amat sangat banyak menangis atas apa yang telah menimpa Val.
“Masa sih, Nek?” tanggap Kafeel tersenyum setelah ia selesai meminta maaf secara personal pada para Mom dan Nenek yang sedang ada bersamanya saat ini.
“Iya Ka, benar yang Nenek Yuna bilang. Kamu kurus banget sekarang. Terus ga terawat gini mukanya. Kurang kan gantengnya? .... Benar kata Papa Syaiton tuh tadi. Val bisa-bisa kaget plus takut malah kalau dia lihat kamu sekarang.” Oma Anye ikut berkomentar. Kafeel tersenyum saja menanggapinya.
“Setiap hari aku hanya bergelung dengan rasa bersalah aku pada Val,” ucap Kafeel lesu. “Juga pada kalian semua,” ucapnya lagi. “Selain tersiksa karena aku dilarang keras untuk mendekati Val.”
“Tapi tidak kelewat terpuruk seperti ini, Ka. Coba lihat diri kamu sekarang?”
Mommy Ara angkat suara.
Meraih tangan kiri Kafeel yang bagian dalam pergelangan tangannya tertempel plester rumah sakit. “Sampai juga melakukan ini, hem?” ucap Mommy Ara lagi.
Kafeel pun tersenyum kecut. “Aku sudah tidak memikirkan apa – apa lagi ketika aku tahu jika Val bunuh diri,” jawab Kafeel pada Mommy Ara, yang mengungkit percobaan bunuh diri yang telah ia lakukan. “Yang aku pikirkan hanya ingin pergi ke tempat Val berada ....”
Kembali Kafeel tertunduk lesu, dan Mommy Ara kemudian mengusap lembut kepalanya.
Kafeel kemudian menoleh dan tersenyum pada Mommy Ara yang selalunya bersikap lembut kepada siapapun itu.
Dan amat sangat lembut pada setiap orang yang Mommy Ara kasihi, makanya julukan Ibu Peri tersemat padanya.
Hanya saja Mommy Ara tidak punya tongkat ajaib untuk melakukan sebuah keajaiban diluar nalar.
“Sekali lagi aku minta maaf, Mom,” ucap Kafeel yang kemudian menggenggam tangan Mommy Ara yang ia cium sebentar lalu Kafeel tempelkan di wajahnya. “Maaf, telah membuat Val sampai seperti ini ....”
Kafeel melirih. Dan Mommy Ara kembali mengusap pelan kepalanya dengan satu tangan sang Ibu Peri yang bebas. “Sudah ya, Ka? .... sebelum kami mendengar alasan kamu melakukan apa yang sudah kamu lakukan pada Val. Kami, Mom terutama. Tidak menganggap kamu bersalah. Karena manusia itu kan tidak luput dari yang namanya kehilafan.Termasuk kamu.”
Kafeel mengangguk. “Tapi tetap saja aku merasa bersalah, Mom. Terlebih dengan keadaan Val sekarang,” ucap Kafeel kemudian. “Karena aku yakin kalian merasa was – was di setiap detiknya,” tambahnya.
Mommy Ara menarik sudut bibirnya. Tersenyum lembut pada Kafeel.
“Tapi kami tidak putus berdoa, selain berusaha. Sisanya, kami serahkan pada Yang Maha Kuasa. Sang Pemilik yang sesungguhnya .... Bagaimana nasib Val nanti, kami sudah belajar untuk ikhlas. Lebih ikhlas dari sebelumnya, saat Val dinyatakan tutup usia. Tapi dengan ijin-Nya, Val dapat kembali lagi meski seperti tadi mungkin sudah kamu lihat keadaannya. Jadi setelah ini, meski yang terburuk yang terjadi, kami sudah ikhlas. Karena setidaknya, kami sudah diberi kesempatan untuk bersama Val lebih lama, memandangi wajahnya lebih lama. Walaupun Val tidak memberikan respons apa – apa ....”
Kemudian Mommy Ara bicara panjang dengan bijaknya.
“Tapi seperti ini saja, kami sudah sangat bersyukur. Dan percayalah, tidak ada satu pun dari kami yang membenci kamu, Kaka.”
Mommy Ara bertutur dengan wajah perinya.
“Itu benar, Kaka,” Gamma menimpali. “Termasuk itu tuh ....”
Gamma menunjuk ke tempat Gappa dan delapan orang pria lainnya berada.
“Enam naga senior dan satu naga junior yang suka pedas mulutnya. Walaupun saat ini mereka terlihat sentimen pada kamu, tapi mereka tetap menyayangi kamu. Setajam apapun ucapan mereka pada kamu. Marah mungkin iya. Tapi benci tidak –“
“Gamma wa right. Because if they’re hate you, you won’t be here now ( Gamma benar. Karena jika mereka membencimu, kamu tidak akan berada di sini sekarang )” Mama Fabi ikut juga berkomentar. “They’re even check your condition some time ( Mereka bahkan memeriksa kondisimu sesekali )”
“Ah iya, Mom jadi ingat sesuatu,” cetus Mommy Ara. “Kamu jadi peminum sekarang ya?” tanyanya pada Kafeel kemudian.
“Iya .... Mom .... Maaf .... Aku –“
“Jangan minta maaf sama Mom Ara ....”
Ini, nenek yang selera humornya luar biasa yang menyambar bicara kala Kafeel sedang tergugu hendak menjawab pertanyaan Mommy Ara.
Ene Bela.
“Minta maaf tuh sama bundanya. Pasti deh bunda kamu tuh sedihnya minta ampun liat kamu jadi tukang mabok, Ka ....”
Yang kebetulan duduknya juga dekat dengan Kafeel, jadi tangannya yang suka kendor engselnya itu sambil juga otomatis menepak paha Kafeel yang orangnya tidak merespons tepakan Ene Bela di pahanya barusan itu.
Entah Kafeel yang sedang kebas tubuhnya, atau Ene Bela tidak mengeluarkan kepretan yang damage perihnya seringkali terasa luar biasa di kulit manusia--terutama di kulit dua anak kandungnya yang suka jadi bulan-bulanan kepretan maut Ene Bela. Jadi Kafeel tidak nampak meringis setelah di kepret pahanya oleh Ene Bela.
“Berenti, ye? –“
“Iya, Nek ....”
__ADS_1
Kafeel lekas mengiyakan dengan serius.
“Janji? –“
“Aku janji, Nek –“
“Kite pegang loh ya janjinya?”
“Iya, Nek.”
Sekali lagi Kafeel mengiyakan ucapan Ene Bela yang kemudian tersenyum padanya.
Lalu Kafeel merengkuh satu nenek yang ceriwis bukan main itu. “Makasih, Nek,” ucap Kafeel kemudian.
“Iye, sama – sama,” jawab Ene Bela.
“Pokoknya Ka, apapun yang terjadi dengan Val di depan nanti, kamu, harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Setidaknya, jadilah Kaka seperti yang selama ini kami kenal –“
“Iya, Mom. Tapi kalau –“
“Tidak ada kalau –“
♥♥
Sementara itu di sudut yang berbeda..
“Kalian tidak perlu meminta maaf padaku ....”
Ada Arya yang sedang duduk bersama delapan pria The Adjieran Smith dan sedang membahas tentang apa yang ia dengar dari mulut Varen, sesuatu tentang Mika yang bersangkutan dengan kandasnya hubungan Arya dan salah satu putri dalam Dinasti The Adjieran Smith tersebut.
“Aku paham seberapa terguncangnya kalian dengan apa yang menimpa Val,” sambung Arya. “Tapi terkhusus Mika, dengan apa yang sudah ia lakukan padaku .... sekali lagi aku katakan, aku tidak terima .... dan aku akan meminta pertanggung jawaban pada Mika untuk itu,” kata Arya lagi sambil menatap bergantian delapan pria The Adjieran Smith yang ada di hadapannya itu.
Dan ke delapan pria The Adjieran Smith yang adalah Dad R – Poppa – Papi John – Daddy Jeff – Daddy Dewa – Papa Lucca – Gappa dan Varen itu sama memandang pada Arya yang memandang serius pada mereka, namun dengan gurat wajah putus asa. Walau Arya terdengar seperti sedang memberi penegasan.
“Tapi jika kalian tidak mengijinkan, aku akan urung melakukannya,” ucap Arya lagi. “Dan aku akan segera pergi dari sini.”
Arya berkata dengan tanpa ragu kepada delapan pria The Adjieran Smith yang sedang kompak menatapnya itu.
♥♥
Varen angkat suara lebih dulu dari para Dadnya dan Gappa.
“Atas nama seorang kakak yang adiknya sudah mengecewakan seseorang pun, gue dukung lo karena gue tahu May bersalah dalam hal ini, mengambil keputusan sepihak atas hubungan kalian. Tapi dia juga punya alasan, dan masa depan lo adalah sebuah pertimbangan. Dan untuk itu, gue paham pemikiran May.”
Varen masih lanjut bicara, dan Arya tidak menginterupsi.
Begitu pun tujuh pria lainnya. Yang belum menyampaikan komentar mereka, karena menangkap gelagat Varen yang masih akan lagi mengatakan pendapatnya tentang Arya yang tidak terima dengan apa yang telah Mika lakukan padanya.
“Tapi tetap, gue setuju jika May dianggap bersalah dengan keputusannya secara sepihak mengenai hubungan kalian. Dan kalau lo meminta dukungan dari gue untuk meminta pertanggung jawaban May untuk dia yang sudah menghancurkan hati dan mengecewakan lo. Lo dapat satu suara dari gue.”
“Thanks, Bang ....”
“Dan kau juga mendapat satu suara dariku, Boy.”
“Terima kasih, Gappa –“
♥♥
“Dads? –“
“I’ll go with them ( Aku ikut mereka ) –“
“Thanks, Pop.”
Arya mengucapkan lagi terima kasihnya, setelah Poppa kemudian ikut bersuara sambil menunjuk pada Varen dan Gappa.
“Dan aku rasa R, Two J and Lucca sama pendapat denganku. Tapi suara kami, sebenarnya bukanlah sebuah keputusan.”
Poppa kemudian bicara lagi.
“Semua keputusan ada di tangan itu si Dewa Mabuk –“
♥♥
“Bagaimana Dad Boo – Boo? .... apakah anda mengijinkan aku meminta pertanggung jawaban dari putri kandungmu yang judes dan egois itu? yang sudah seenak udel padaku?” ucap Arya sedikit berseloroh pada Daddy Dewa yang kemudian terkekeh itu.
__ADS_1
“Well, aku setuju dengan pendapat Abang pada dasarnya, dan aku memberikan suaraku untuk keinginanmu meminta putriku yang judes dan egois itu sebuah pertanggung jawaban –“
“Makasih, Dad –“
“Tapi aku katakan padamu .... May, seperti kami.”
Daddy Dewa lanjut bicara kemudian, setelah Arya menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Dia telah melewati waktu yang cukup berat, dengan kejadian Val ini. Dan masih menjalaninya hingga saat ini, jika melihat kondisi Val. Aku tidak akan menginterupsi jika kau memang ingin bicara padanya, dan meminta pertanggung jawabannya atas keputusan May yang membuatmu kecewa. Tapi aku minta, jangan terlalu keras padanya.”
“Kapan aku keras padanya, Dad? .... Dad tahu sendiri dia galak banget padaku. Dikit aja mesranya –“
♥♥
Arya terkekeh kecil setelah dia menanggapi ucapan Daddy Dewa yang memintanya agar jangan terlalu keras pada Mika.
Namun setelahnya Arya menghela nafasnya sedikit berat. Lalu senyuman yang nampak sedikit getir terlihat juga di wajah Arya.
Dan hal itu tak luput dari perhatian The Dads, Gappa dan Varen.
“Tapi biar gitu, aku cinta banget sama Mika,” ucap Arya kemudian, lalu melipat bibirnya.
Arya lalu menghela lagi nafasnya setengah berat dan berkesah.
“Kenapa lah dia harus mengambil keputusan kek gitu? ....“
Arya memandang nanar ke satu titik. Nampak seperti orang yang sedang melamun dengan wajah yang sendu.
Membuat Daddy Dewa yang duduk paling dekat dengan Arya, mengacak rambutnya pelan secara bergantian.
“Take your time nanti saat May datang –“
♥♥
Lalu waktu yang di tunggu datang pun, datang.
“Eum .... Mika ... dimana Kak?” Setelah beristirahat sebentar di dalam kamar yang sama dengan Kafeel, Arya bersama Kafeel telah keluar dari kamar mereka itu.
“Belum lama pergi ke ruangannya Val. Biasanya satu jam May menghabiskan waktu di sana. Kalau kamu mau tunggu May di kamarnya, itu yang paling ujung sebelah kanan adalah kamarnya ....”
Via yang berpapasan dengan Arya dan Kafeel ketika ia keluar dari kamarnya, menunjuk pada satu kamar di ujung yang bersebrangan di lorong tempatnya, Arya dan Kafeel berdiri. Arya pun mengangguk kemudian.
Namun Arya tidak mau menunggu Mika di kamar mantan judes tercintanya itu. Jadi Arya memilih untuk menyusul Mika yang kata Via sedang berada di ruangannya Val. Arya berjalan perlahan ketika sudah berada di ruangannya Val.
Kafeel juga berjalan bersamanya, karena tak sabar ingin lagi melihat Val. Namun karena tahu jika Arya ingin berbicara dengan Mika, maka Kafeel menghentikan langkahnya di dekat titik di mana ada sofa dan ada Gamma serta Gappa yang duduk di sana bersama Poppa dan Momma.
Sementara Arya melanjutkan langkah ke arah brankar Val yang cukup berjarak dari sofa dimana ada Mika dan Mommy Ara.
“Masih betah saja kamu tidur, Val? ....”
Mika yang duduk membelakangi titik arah sofa dan pintu ruangan itu terdengar mengajak ngobrol Val yang masih nampak seperti tertidur itu.
Sementara Mommy Ara beranjak tanpa kata ketika ia melihat Arya mendekat ke brankar Val dengan perlahan dan tak bersuara.
“Bangun dong Val. kamu ga sendirian sekarang,” Mika masih fokus saja bicara dengan Val. “Walaupun ga sama persis, tapi kita sama. Sama – sama jomblo,” ucap Mika lagi. “Bentar lagi nasib aku juga sama macam kamu. Ditinggal nikah. Oleh orang yang kita cintai ....”
Arya tersenyum tipis di tempatnya berdiri tepat di belakang Mika. Dimana Mika pikir jika orang yang berdiri di belakangnya adalah Mommy Ara yang tadi beringsut dari hadapannya.
“Aku udah cerita belum sih, kalau Kak Arya udah tunangan? Cantik cewenya.”
“Masih cantikan Val –“
“Ya iya lah kalau dibandingkan Val jauh cantik Val kemana – mana,” tukas Mika. ‘Eh?’
Namun didetik berikutnya Mika menyadari sesuatu. Hingga Mika langsung saja menoleh.
“Dan lo,” ucap Arya lagi menimpali ucapan Mika untuk yang kedua kalinya saat mantan judesnya itu menoleh.
Mika sontak menegang.
♥♥♥♥
To be continue .......
Terima kasih masih setia, dan selalu Emak tunggu dukungannya.
__ADS_1