
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Mundur Cantik ..
Great Mansion of Adjieran Smith, London, England....
Dimana ponsel milik seorang Daddy yang mulai naik tensi darahnya masih menempel di telinga si empunya.
“Kamu mau mengancam Dad-mu ini hah?!”
Yang mana satu Daddy itu adalah Daddy R yang terdengar berbicara dengan nada kesal, berikut matanya yang masih mendelik, juga satu tangannya yang berada di pinggang.
Sementara satu Papa yang tadi sedang bersama Daddy R akhirnya ikut berdiri juga, melihat satu saudaranya yang nampak gusar setelah menerima panggilan telepon yang masuk ke ponselnya.
“Ya sudah, lari sana!” Daddy R yang sudah nampak jengkel itu kemudian terdengar lagi berseru. “Kalau perlu kamu lari keliling Indonesia atau dunia sekaligus agar masuk ke dalam Buku Rekor Dunia!”
Keketusan masih terdengar di suara Daddy R.
“Hentikan rengekan mu yang memekakkan telinga Daddy-mu ini, dan kubur permintaan gilamu barusan! Jangan pernah kau memintanya lagi padaku!. Atau akan Dad jauhkan kamu seumur hidup dari Kak Kafeel mu itu dan Dad kirim kamu ke Kutub Utara. Mengerti?!”
Sementara di sebrang ponsel Daddy R, suara anak gadisnya masih terdengar tak habis-habis merajuk dan merengek.
“Benar-benar akan Dad kirim kamu ke Kutub Utara kalau kamu tidak menghentikan rengekanmu itu agar sekalian kau pa-caran dengan beruang kutub!. Nah, nanti baru akan aku lamarkan itu beruang kutub untukmu!”
Klik!.
♥♥
“What’s wrong ( Ada apa ), R? ...”
Itu Papa Lucca yang langsung bertanya ketika Daddy R sudah nampak terlihat selesai dengan sambungan teleponnya.
Yang penasaran sekaligus terkejut juga, dengan nada suara Daddy R yang sedikit meninggi saat melakukan berbicara dalam sambungan telepon tadi.
Dan saat ini, semua orang yang sedang berada di Mansion Utama keluarga The Adjieran Smith yang berada di London dan sudah keluar dari kamar mereka, juga sudah mengerubung di dekat Daddy R dan Papa Lucca akibat mendengar suara Daddy R yang sepertinya sedang marah-marah.
Termasuk Mommy Ara yang juga sudah ada ada di dekat Daddy R dan Papa Lucca, bersama dua tiga orang tua lainnya.
“Ada apa, Hon? ...”
Mama Fabi, Poppa dan Momma yang juga sudah ada itu ikut mempertanyakan, dengan raut wajah penuh tanda tanya setelah sempat terkejut. “Kau bicara dengan siapa barusan?” itu Poppa yang bertanya.
“Val,” jawab Daddy R. “She asked me for a stupid and crazy thing ( Dia meminta sesuatu hal yang bodoh dan gila padaku )”
“What is it? ( Apa itu? )...”
“Satu putri kita itu, memintaku untuk datang ke Jakarta dan melamarkan Kafeel untuknya.”
Dan lima orang tua itu pun kompak menganga selepas mendengar ucapan Daddy R.
“Aku rasanya tidak pernah bermain dengan ulat bulu saat kamu hamil Val dulu, Babe? ... Tapi kenapa anak kandung kita jadi gatal seperti itu, huh?!”
“Hahaha!..”
Yang tadi melongo kini tergelak kencang.
Sementara Mommy Ara cekikikan saja, mendengar putri kandungnya dan Daddy R meminta suaminya itu untuk melamarkan pria yang digilai oleh sang putri kandung mereka yang memang cinta mati-kalo kata yang bersangkutan.
♥♥
“Let it be then ( Lamarkan saja sudah kalau begitu ) ..” kekeh Papa Lucca yang lainnya pun sama terkekeh seperti si Papa saiton itu, termasuk Mommy Ara.
Sementara Daddy R berdecih sinis dan geli bersamaan.
“Heh, meskipun umurnya diatas Little Star sekarang ini, tapi si ulat bulu itu bahkan akan menjadi sangat manja melebihi Aina kalau sedang menyala mode manjanya.” Ucap Dad R. “Bagaimana mau menjadi istri kalau belum dapat dia hilangkan manjanya yang kadang kelewat berlebihan itu?”
“Yah, paling macam Ichel dan Dewa dulu.”
“Iye, bener Kak ..”
“She will learn by doing thug ( Nanti juga akan belajar dengan sendirinya anak itu )----“
Poppa ikut berkomentar, namun tetap masih merasa geli saja mendengar kalau salah satu putrinya minta dilamarkan seorang pria.
“Look Ichel, Little Star .. They’re finally can learn how to be a wife ( Lihat saja Ichel, Little Star .. Mereka pada akhirnya dapat belajar bagaimana menjadi seorang istri dengan sendirinya )”
“Iya, betul Hon –“
“Betul, betul, betul aja Ibu Peri—“
Daddy R menyambar ucapan Mommy Ara.
“Sekarang aku tanya, memang mereka sudah pacaran?”
Dan ucapan Daddy R membuat lima yang lainnya kurang lebih memiliki celetukan yang sama.
“Oh iya, ya!” kata kelima orang tua selain Daddy R.
“Mungkin udah kali, makanya itu si Val minta dikawinin buru-buru---“
Kemudian komentar keluar dari mulut Momma.
__ADS_1
“Siapa tau jadi tuh dia mempraktekkan jurus layangan---“
“Maksud?...”
Dimana lima pasang mata dari mereka yang ada didekat Momma langsung menoleh padanya.
“Tarik Ulur Cuantek!” sahut Momma santai lalu cengengesan. “Dah ah, mau siapin sarapan dulu Emba Kajol!”
Momma balik badan sekaligus melangkah dengan cepat, dalam usaha kabur sebelum itu kakak gantengnya ngomel dan menuduh dirinya ngajarin yang engga-engga sama Val – padahal iya.
Mama Fabi ikut bersama Momma.
“Istri lo tuh pasti mengusulkan ide aneh pada Val makanya itu anak tahu-tahu main minta gue melamarkan si Kafeel ---“
“Adiknya siapa?...”
“Ck!” decak Daddy R pada induk bebek jantan yang suka cuci tangan, kalau istrinya suka jahil atau membuat ulah.
“Memang se-serius apa Val meminta untuk dilamarkan Kafeel?” tanya Poppa.
“Macam orang sudah di ujung tanduk ingin buang air!” jawab Dad R. “Membuatku kesal saja pagi-pagi!”
Mereka yang masih ada di dekat Daddy R pun tergelak lagi.
“Ya sudahlah, pusing amat sih?. Kita mau ke Jakarta juga hari ini. Tinggal ditanyakan saja, kenapa Val sampai ngebet ingin minta kamu melamarkan Kafeel untuknya?..”
Mommy Ara berbicara.
“Jadi lebih baik kita segera sarapan lalu siap-siap”
“Okay.”
Mommy Ara lalu berjalan lebih dulu dari para pria untuk menyusul Momma dan Mama Fabi yang tadi sudah cus duluan untuk menyiapkan sarapan.
“Call Rery and Ann ( Panggilkan Rery dan Ann )”
Daddy R berbicara pada salah seorang maid di Mansion Utama keluarga mereka yang berada di London itu.
“Mereka jadi ikut ke Indo?” tanya Poppa.
“They won’t say no if there’s any chance to gather around with the whole fam.”
(Mereka tidak akan bilang tidak jika ada kesempatan untuk berkumpul bersama seluruh keluarga).
“Yap!. Lagipula mereka juga masih libur mid semester kan?” timpal Daddy R. Poppa dan Papa Lucca pun manggut-manggut.
♥♥
“Kita berangkat sekarang? ..”
“Ayo ..”
Momma yang menyahut.
Mewakili lima orang tua yang lainnya.
Lalu ke delapan orang tersebut, segera mengayunkan langkah mereka untuk menuju ke pintu utama Mansion untuk menaiki mobil yang telah siap untuk membawa mereka semua ke Bandara.
♥♥
Ke delapan orang yang hendak bertolak ke Jakarta itu kini sudah berada di dalam jet pribadi milik Poppa dan Momma.
“You guys have any news from Val? ( Apa kalian sudah mendapat berita dari Val? )” Itu Mama Fabi yang bertanya kepada Rery dan Ann.
“What news ( Berita apa ), Mam?” Ann yang menanggapi pertanyaan ibu kandungnya itu, dengan balik bertanya.
“Apa lagi kalo bukan soal kabar terbaru itu anaknya naga bukan bonar sama Ibu peri yang minta dilamarin AA Kafeel-nya? ..”
Momma menyambar, lalu ia cekikikan. Yang kemudian cekikikannya itu menyambar kepada lima orang lainnya yang mendengar celotehan Momma barusan.
Pasalnya, kehebohan si ‘ulat bulu’ yang menelpon Daddy R dan meminta ayah kandungnya melamarkan Kafeel untuk Val itu telah terdengar di telinga mereka-para penghuni utama, yang berada di Mansion The Adjieran Smith yang berada di London tersebut.
Yang mana, tentunya membuat geli semua penghuni utama di Mansion mereka yang berada di London itu, setelah mendengar cerita tentang permintaan Val yang membuat Daddy R kesal. Dan sekarang, karena Momma kembali berceloteh tentang permintaan Val itu, mereka pun cekikikan lagi.
“Dan pasti itu gara-gara ulah si Kajol!” celetuk Daddy R.
Lalu Daddy R mendengus geli kemudian. Yang mana tersangka yang disebut namanya oleh Dad R langsung terkikik.
“Heran, Ibu Peri, anaknya kenapa jadi benar-benar seperti ‘ulat bulu’ yang gatal sendiri bukannya membuat gatal orang ..” Daddy R berucap kemudian, sambil tersenyum jahil pada Mommy Ara. “Hemm .. Mungkin dia tertular Mommynya yang tergila-gila pada Daddy R ..”
Daddy R menyambung ucapannya sambil mesam-mesem.
“Wah, wah. Daddy R apa amnesia atau gimana?”
Ibu peri pun langsung menanggapi.
“Yang pernah hujan-hujanan menunggu di motor pada halaman apartemen aku, karena aku menolak untuk temui itu siapa ya? ..”
Suara selembut beledu milik ibu Peri itu pun mengeluarkan cibiran. Sambil Mommy Ara tersenyum dengan manisnya ke Daddy R.
“Lalu yang selalu mengekori aku di kampus, sampai-sampai rela pindah jurusan saking mau duduk berdekatan dengan aku? .. Bahkan pria yang jika aku tidak salah namanya adalah Moreno Aditama Smith alias Reno Aditama Adjieran Smith itu, sampai aku ke toilet saja diikuti.”
Mommy Ara bercerocos, membuat Daddy R mengulum senyum gelinya. Yang mana, cerocosan Mommy Ara itu juga mengundang rasa geli enam orang yang lainnya.
__ADS_1
“Tak sadar diri ..” Dan celetukan sinis kemudian terdengar dari mulut Ibu Peri, lalu ia mencebik, sembari melirik sinis pada sang suami yang duduk berhadapan dengannya itu.
“Hahahaha! ..”
Gelakan pun seketika membahana dalam jet pribadi Poppa dan Momma.
“Mau aku umbar semua soal ‘kegatalanmu’ yang lain padaku itu, Tuan Moreno Aditama Smith?? ..” ucap Mommy Ara lagi dengan memasang wajah menantang dalam candaan.
Membuat Daddy R terkekeh geli dibuatnya.
Begitu juga enam orang lainnya yang masih cekikikan.
“Tahan Ra, simpan itu aib ‘kegatalan’ your husband yang kami lupa atau bahkan tidak tahu setelah nanti kita semua berkumpul di Kediaman Utama!” celetuk Poppa.
Kemudian Poppa meneruskan lagi untuk cekikikan.
“Macam lo sendiri tak gatal sama si Kajol, wahai Donald Bebek Tua!”
Daddy R pun melemparkan cibiran kecil pada Poppa yang orangnya masih cekikikan itu.
Setelahnya, dua orang Daddy itu saling bersenda gurau dengan saling mengeluarkan ledekan untuk satu sama lain, dan satu Daddy Italia juga ikut nimbrung dengan dua Daddy tersebut, saling meledek, namun terkekeh bersama kemudian.
♥♥
“Talking about Val ( Bicara tentang Val )..”
Ann bersuara.
“Apa Dad R dan Mom Ara akan menyetujui seandainya Val dan Kak Kafeel menjadi pasangan kekasih?” lalu Ann mencetuskan pertanyaan.
“Kalau Mom sih setuju-setuju saja..” jawab Mommy Ara.
“Even their age is quite far? ( Meskipun usia mereka terpaut agak jauh? )..” tanya Ann lagi.
“Yes.”
Mom Ara menjawab seraya mengangguk.
“Jodoh kan sudah ketentuan Yang Maha Kuasa, dan lagi kan kita semua tahu jika Val itu memang mencintai Kafeel dengan sungguh-sungguh..”
Kemudian Mommy Ara berkomentar.
“Seandainya Kafeel memang pada kenyataannya juga mencintai Val, ya Mom akan mendukung saja hubungan mereka.” Mommy Ara menyambung kalimatnya.
“Iyalah, kalo udah yang namanya jodoh mau diapain?. Gappa- Gamma, Ake-Ene juga beda sepuluh tahun usianya .... yang paling deket tuh, Bule koplak sama Karina Kapur Barus .... beda hampir dua belas tahun! ....” Momma ikut berkomentar. “Baik-baik aja itu mereka sampe sekarang ....”
“Iya sih ....”
Ann manggut-manggut.
Lalu Ann yang duduk tak jauh dari Dad R dan Mommy Ara bersama Rery di sampingnya, itu kemudian melontarkan pertanyaan lagi.
“Kalau Dad R bagaimana?”
Pertanyaan Ann langsung ditujukan pada Dad R.
“We’ll see it about it ( Kita lihat saja nanti ) ..” sahut Dad R.
♥♥
“Tetap pada mode pesawat Ann..” Rery menegur Ann yang duduk bersebelahan dengannya, kala Ann hendak mengganti mode ponselnya ke mode normal.
“Itu Daddies mengganti ponsel mereka ke mode normal, Re-An?” Ann menyahut pada Rery sambil memperhatikan tiga Daddy mereka yang nampak sibuk mengecek ponsel mereka masing-masing.
Re-An adalah panggilan kesayangan Ann untuk Rery, yang mana artinya adalah Rery-nya Ann.
“Ini sudah dalam range aman untuk mengganti ponsel memang. Tapi Daddies juga tidak akan lama membuat ponsel mereka dalam keadaan normal. Paling setelah selesai juga akan mereka kembalikan ke mode pesawat meskipun ponsel mereka sudah di-setting aman untuk dinyalakan sepanjang perjalanan, Ann ...”
“Iya, iya ....” cebik Ann. “Ya sudah, kalau begitu kita main kartu saja Re-An!”
“Okay ....”
♥♥
Sementara itu, disudut dimana tiga Daddies king ngariung bersama-karena para Mommies sedang kumpul bertigaan di sudut pesawat yang lain, Daddy R, Poppa dan Papa Lucca sedang memang sibuk dengan ponsel mereka.
“Hey R.” Panggil Poppa pada Daddy R.
“Hem?” sahut Daddy R.
“Look what Omar sent to me ( Lihat apa yang Omar kirimkan padaku )”
Poppa menunjukkan sebuah gambar pada layar ponselnya kepada Daddy R sambil mesam-mesem.
“Wah, mau gue jadikan pawang unta dia, berani-berani main sambar bibir anak orang tanpa ijin sama orang tuanya terlebih dahulu, ini bocah Adiwangsa...”
♥♥♥♥♥♥
To be continue ..
Jangan lupa tinggalkan jejak apresiasi kalian jika berkenan 😊
Loph Loph
__ADS_1
Emaknya Queen