
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Little Star Island, Isola, Italy,
“Tuan Moreno, Nyonya Kyara, Tuan Muda Alva dan Nyonya Muda Andrea, bisa saya berbicara dengan anda semua secara pribadi?”
“Tentu, Celine.”
“Tapi Val ditinggal sendiri?”
“Aida yang akan menjaganya.”
--
“Val, Abang-Kak Drea-Dad dan Mom, ingin bicara sebentar dengan Celine di luar... kamu ga apa kan, kalau kami tinggal sebentar?”
“I, ya... tak, apa... A, bang...”
“Ya sudah, kami tinggal dulu, ya?”
🌷🌷🌷🌷
‘Aku tidak ingat jika aku sakit sebelumnya...’
Ucapan itu hadir di dalam hati seorang gadis yang baru saja bangun dari ‘tidur panjangnya’ selama hampir enam bulan.
Val--sedang mencoba mengingat kejadian terakhir yang ia alami setelah ia merasa baru saja bangun dari tidurnya itu namun gagal.
Otaknya Val rasakan begitu kosong.
Jadi setelah beberapa anggota keluarganya meninggalkan Val, ia hanya memandangi langit-langit kamar yang ada di atasnya sambil Val coba kembali mengingat-ingat apa yang menimpa dirinya sehingga ia berada di sebuah ruangan yang nampak seperti ruangan rumah sakit.
Namun tetap saja, Val tidak dapat mengingat apa-apa, bahkan Val merasa sulit berpikir atau menerka karena memang kosong sekali Val rasakan otaknya.
“Nona Muda Valera. Apa anda merasakan sesuatu, seperti rasa sakit pada salah satu bagian tubuh atau kepala?...”
“Heu?...”
Val yang sedang termenung itu kemudian terkesiap, saat mendengar wanita yang tadi dikatakan oleh Mommy Ara namanya itu mengajaknya bicara, seraya bertanya.
“Apa anda merasakan sakit saat ini di kepala atau bagian tubuh anda yang lain?” wanita yang adalah asisten Celine bernama Aida itu mengulang pertanyaannya pada Val yang sudah ia dekati.
Val menggeleng dan tersenyum tipis menanggapi Aida.
“Jangan ragu mengatakan pada saya jika anda butuh sesuatu, Nona Muda Valera...”
Aida yang menanggapi jawaban Val yang hanya berupa anggukan dan senyuman tipis itu, balas tersenyum pada Val sebelum ia kembali berbicara pada si mantan Snow White tersebut.
Dan Val kembali menjawab ucapan Aida dengan anggukan dan senyuman tipisnya saja.
‘Aduh, aku merasa tidak sopan tidak menyahut pada kakak perawat ini. Tapi tenggorokanku masih terasa kering sekali... Tadi saat menanggapi Abang dan Mommy saja terasa sakit karena begitu keringnya tenggorokanku ini. Hhhh... Aku ingin minum segelas soda yang amat sangat dingin rasanya...’
Val bermonolog dalam hatinya, sambil ia mencoba membasahi tenggorokannya dengan air ludahnya.
🌷🌷🌷🌷
“Val...”
Val menoleh pelan, kala suara dari beberapa orang yang ia kenali itu terdengar dekat dengannya.
“Ha,i...“ sahut Val sangat pelan, dengan dia spontan bergerak, berusaha untuk bangun.
“Eh, Val...”
“Nona...”
Dan dengan spontan juga, mereka yang baru saja masuk lagi ke ruangan Val yang mana orang-orang itu adalah beberapa saudari dan satu saudara lelaki kecilnya berikut Aida—asisten Celine, sedikit terkejut melihat Val yang hendak bangun dari posisinya itu dan langsung menghampiri Val dengan segera.
‘Ya Tuhan, tubuhku kenapa lemas sekali begini?... Aku sakit apa ya, bisa menjadi lemas begini?’
Val berkesah dalam hatinya, setelah ia mencoba bangun secara spontan untuk duduk, namun tangannya seolah tak memiliki tenaga sama sekali.
“Kamu mau apa, Val?...” Mika yang sudah mendekati serta juga memegangi Val yang limbung saat hendak berusaha bangun tadi, lantas bertanya.
“A, ku ingin du-duk... Pung, gungku rasanya, pa-nas... Ta, pi tubuhku lemas, dan ka-ku...”
Val menjawab pertanyaan Mika dengan masih sedikit terbata, dengan menatap Mika yang sedang fokus memperhatikannya itu karena selain terbata, suara Val memang sangat pelan.
“Wajar tubuh kamu lemas dan kaku, Val. Kamu tertidur cukup lama sekali soalnya...“ Ann yang kemudian menanggapi ucapan Val yang terdengar seperti sedang mengadu dengan berbisik itu.
“Iya, Val...”
Isha menimpali ucapan Ann.
“Soalnya kamu kan sudah hampir enam bulan koma.”
“Ko-ma?—“
“Iya—“
‘Aku, koma?’
Val mengernyit dalam sekaligus ia membatin.
“Kak Aida, memang Val boleh bangun?”
“Eengg—“
Namun baru saja Val ingin bertanya soal dirinya yang mengalami koma seperti kata Ann, namun suara Mika yang bicara pada Aida membuat Val jadi memperhatikan salah satu saudarinya yang sedang bicara pada wanita yang Val pikir adalah seorang perawat itu.
“Kak Val, tadi ingin bicara ya?...”
Aina kemudian mengajak Val bicara ketika Mika bertanya pada Aida.
Dan ketika Aina mengajaknya bicara seraya juga si bontot tak jadi itu bertanya padanya, Val mengalihkan lagi pandangannya dari Mika dan Aida.
“Kak Val butuh sesuatu?...”
Aina bertanya lagi, dan Val memperhatikannya salah satu saudarinya itu.
‘Tadi aku mau bertanya apa ya?’ sambil Val membatin memandangi Aina.
🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
‘By the way, aku baru sadar jika aku sedang berada di rumah sakit.’ Val bermonolog lagi dalam hatinya setelah ia sedikit mengedarkan pandangannya. “I-ni, di rumah, sakit, ma-na?”
Setelahnya, Val bertanya dengan nada suara yang masih pelan serta terbata—namun sedikit lebih jelas suara Val, karena ia menelan ludahnya dulu banyak-banyak agar tenggorokannya basah dan suaranya bisa keluar—walau masih pelan, namun tidak samar.
“Ini bukan di rumah sakit, Kak. Ini di kastilnya Abang yang di Isola itu loh, yang kita ga pernah diajak ke sini sama Abang yang katanya rahasia. Nah karena Kak Val koma dan butuh perawatan khusus jadi Kak Val di bawa kesini...”
Cerocosan kemudian terdengar dari mulut Ares.
“Ah, iya... a-ku ini, ko-ma?...”
Val berujar setelah ia mengernyit mendengar cerocosan Ares yang Val sedang telaah.
“Iya Kak, Kak Val koma setelah—“
“Ares, Ain...” Aina hendak menanggapi ucapan Val, namun Mika yang sudah selesai bicara dengan Aida itu kemudian menggeram tertahan sambil mendelik kepada dua adik yang mulai menampakkan kebawelan mereka.
Lalu Isha menimpali ucapan Mika yang menggeram tertahan itu dengan Isha yang merapatkan giginya saat menimpali geraman Mika pada Aina dan Ares.
“Tau udah dibilangin, Val jangan di ajak ngomong banyak-banyak duluu... Malah nyerocos kek petasan.”
Aina dan Ares mendengar jelas ucapan Isha walau satu kakak mereka itu bicara sambil merapatkan giginya.
Dan kedua bontot itu langsung menampakkan cengiran mohon maaf pada Isha yang mendelik juga pada Aina dan Ares.
“Se-telah—sshh—“
🌷🌷🌷🌷
Sedikit kericuhan kecil yang tercipta tadi kemudian terhenti ketika mereka yang kasak-kusuk mendengar Val berkata lalu sedikit meringis, membuat empat saudari dan satu saudara lelaki Val itu memandang khawatir pada Val seraya lebih mengerubungi Val.
“Val, are you okay?...” Ann langsung saja memastikan kondisi Val, dan bersiap jika Val mengalami sesuatu yang mengkhawatirkan.
“Ke-palaku sedikit pusing.”
“A—“
“Val, kamu tidak apa-apa?”
Namun saat Ann ingin lebih memastikan rasa pusing yang dikeluhkan Val, Mommy Ara muncul dan langsung bertanya pada Val karena ibu kandung Val itu melihat Val meringis.
“Kak Val bilang kepalanya sedikit pusing, Mommy...“
Aina yang lalu menjawab pertanyaan Mommy Ara pada Val.
Lalu tak berapa lama kemudian, Mommy Ara meminta lima anaknya itu mencukupkan dulu diri mereka menjenguk Val.
🌷🌷🌷🌷
“Bagaimana perasaanmu?” Varen yang bertanya pada Val setelah para lima adiknya keluar dari ruang rawat Val, lalu para wanita dewasa yang gantian mendatangi dan mengerubungi Val, yang hanya sebentar saja mengeluhkan pusing di kepalanya tadi.
“Ham-pa...”
Val menjawab Varen, namun kemudian adiknya itu nampak termangu. Dan Varen sontak terdiam memperhatikan gelagat Val.
“Val...”
“Ya?...”
Val lalu terkesiap ketika Gamma memanggilnya seraya mengusap lembut kepala satu cucunya itu.
Gamma lalu bertanya. Ada sedikit rasa penasaran yang mengusik hatinya.
‘Apa perasaan hampa yang dimaksud Val adalah karena Kaka?‘
Gamma lalu menerka-nerka dalam hatinya.
“Me-lamun?...”
“Iya. Tadi habis kamu bilang perasaan kamu hampa, kamu langsung diam.”
Gamma kemudian menanggapi sahutan Val selepas lamunan singkat Gamma yang sedang menerka-nerka itu terhenti karena mendengar suara Val, yang orangnya kemudian mengernyit kecil memandang pada Gamma.
Bahkan Val seolah tak fokus.
‘Aku tidak paham maksud Gamma...’
Val lalu membatin. Sedikit merasa bingung.
“Val mikirin apa?...” Mama Jihan yang kemudian bertanya.
Lalu Val memperhatikan satu Mom itu sebentar sebelum ia menggeleng samar.
‘Aku tidak bisa memikirkan apa-apa justru sekarang ini. Aku bahkan jadi lupa tadi Gamma bicara soal apa.’
Val bermonolog lagi dalam hatinya, sambil memandang pada Mama Jihan. Namun kembali ia tertegun sendiri, dan sikap Val itu tak luput dari perhatian mereka yang sedang bersamanya saat ini, yang kurang lebih sama membatin maklum atas sikap Val yang masih belum normal atas efek koma—seperti yang sebelumnya diberitahukan oleh Celine.
Varen memperhatikan Val seraya ia membatin ketika Mama Jihan mengajukan pertanyaan pada adik kandungnya itu, dimana jawaban Val ingin ia dengar untuk pertimbangan Varen soal mempertemukan Val dengan Kafeel. “Perasaan kamu, hampa bagaimana?...”
Varen pun mencetuskan pertanyaan itu pada Val.
“Ham-pa?...“
Lagi, Val nampak sedikit bingung.
“Tadi kamu bilang perasaan kamu hampa. Apa—“
“Me-mangnya, tadi, Val bilang begitu ya?—“
“Kan, waktu Abang tanya tadi bagaimana perasaanmu, lalu kamu jawab, jika perasaanmu hampa, lalu kamu terdiam...”
Setelahnya, jawaban Val membuat Varen memiliki spekulasi dalam otaknya terkait kondisi adik kandungnya itu.
“Me-mangnya, kapan Abang bertanya soal perasaan Val?—“
🌷🌷🌷🌷
Spekulasi Varen soal kondisi Val yang sedikit mengkhawatirkan dirinya, dijawab dengan jawaban yang masuk akal dari Celine berdasarkan dari banyaknya informasi kondisi orang yang pernah mengalami apa yang dialami Val.
Namun begitu, pemeriksaan lebih lanjut pada Val akan tetap dilakukan guna memastikan agar jika ada sebuah hal yang mengkhawatirkan di tubuh Val, dapat segera terdeteksi untuk diobati.
“How do you feel now, Baby?...”
Mama Fabi yang menyapa Val saat pagi telah menjelang pasca sehari Val bangun dari ‘tidur panjangnya’.
“I feel better ( Aku merasa lebih baik ), Mama...”
__ADS_1
Val menyahut dengan suara yang tidak melirih lagi, namun ia masih perlahan berucap.
Setelahnya, beberapa anggota keluarga Val yang adalah wanita masuk menyusul Mama Fabi.
Membantu Val membersihkan diri karena gadis itu masih mengeluh jika dirinya masih sedikit lemas, serta juga membawakan Val makanan dan minuman bergizi tinggi.
“Dihabiskan ya Val...” Ann yang berujar saat Val sudah dihadapkan dengan sarapannya di atas tray, setelah ia dan Mama Fabi serta Mami Prita membantu Val membersihkan diri dan menggantikan Val pakaian seperti saat Val koma, dimana mereka bergantian melakukan tugas tersebut.
Hanya saja, bedanya sekarang, Val tidak membiarkan ketiga orang itu membersihkan area pribadinya.
Selain Val merasa malu, dan rasanya tidak sopan jika sampai kedua Mommynya itu membersihkan area pribadinya.
“Apa aku belum boleh mandi?”
Val lalu bertanya, setelah ia dibantu untuk membersihkan tangannya, walaupun Ene Bela yang ingin menyuapi Val.
“Val sehat dulu.”
Ene Bela langsung menanggapi pertanyaan Val soal mandi.
“Entar kalo udeh bisa lari, baru deh boleh mandi sendiri ke kamar mandi. Ini kan mau berdiri aja masih lemes, kan?”
Ene Bela lanjut bicara.
Dan Val mengangguk. Sementara lainnya mengulum senyum saja setelah mendengar ucapan Ene Bela.
“Bener kata En tadi, ini makanan Val harus abisin biar cepet sehat. Terus bisa jalan-jalan entar deh ngelilingin ini rumah drakula—“
🌷🌷🌷🌷
Lalu sesi sarapan Val diisi dengan sesi obrolan ringan dan candaan yang lebih banyak di ambil alih Ene Bela kalau soal berseloroh.
Hingga Val yang tadinya ingin bertanya-tanya pun teralihkan dengan cerita Ene Bela tentang kastil di Little Star Island yang Ene Bela bilang itu adalah kastil drakula, karena dirinya merasa merinding disko terus-terusan asal sendirian di dalam kamar atau dibagian lain kastil.
“Ene sih mendingan tinggal di London deh, gede rumah yang di sono kek hotel, tapi kaga ada rasa-rasa angker kek di sini... Hiii...”
Membuat Val dan lainnya yang bersama satu nenek ceriwis itu terkekeh mendengar cerita Ene Bela yang disertai dengan gerakan tubuhnya yang mengundang geli di perut mereka.
“Ah, Ene. Kan sholat. Masa takut?” celetuk Via sambil tersenyum lebar.
“Bukan takut. Iseng!”
Yang diledek Via melakukan pembelaan diri.
“Tapi seneng kan, kalau pagi bisa lihat burung camar di deket tebing?...”
Via berucap lagi.
“Nah kalo yang itu, Ene demen. Berasa jadi Pina Panduwinata yang lagi suting pidio klip burung camar... tinggi melayang...”
Kembali, si Ene ceriwis membuat mereka yang bersamanya terkekeh geli lagi.
Namun meski nyerocos begitu, tangan Ene Bela tetap cekatan menyuapi Val dengan telaten.
Dan dari beberapa kalimat obrolan mereka yang bersamanya, sedikit banyak ada pertanyaan yang Val ingin lontarkan kepada semua yang bersamanya itu—namun saat ia hendak bertanya kemudian ada yang menimpali lagi berceloteh, Val lalu lupa dengan apa yang ia ingin tanyakan—sampai ia sendiri tidak sadar jika sarapannya disuapi sampai habis oleh Ene Bela yang banyak berceloteh kocak itu. Baru setelah makanan Val habis, dan cerita yang sedang berlangsung adalah tentang Little Star Island, Val melontarkan pertanyaannya pada Via yang membantu menyeka mulut Val.
“Kak, kita semua, kenapa ada di pulau rahasia Abang?...”
“Kamu ga inget emang?Tadi waktu kami pertama jenguk kamu pas kamu udah sadar dari koma terus diperiksa Kak Celine, kan Ares bilang kalo kamu koma makanya dibawa ke sini. Makanya itu kita orang juga tinggal di sini. Inget kan?...”
Namun Isha yang menjawab pertanyaan Val itu. Val terdiam sesaat.
Nampak berpikir. “Tidak,” jawab Val kemudian seraya menggeleng. Lalu kesemua yang masih bersama Val tersenyum saja.
Mereka ingat ucapan Celine tentang kondisi orang pasca bangun dari koma selama berbulan-bulan.
Dan atas hal itu, mereka memaklumi jika Val masih gampang lupa. Yang penting Val kan ga lupa sama keluarganya.
🌷🌷🌷🌷
Bicara soal lupa, di tiga hari pasca komanya Val telah melakukan serangkaian pemeriksaan dan terapi terkait kondisinya.
Tidak ada indikasi jika Val memiliki kekhawatiran atas kondisi yang sempat Varen takutkan mengenai fungsi otak Val, meski Val sering terlihat tidak fokus.
Namun lagi-lagi dimaklumi, karena gadis itu baru bangun tiga hari setelah hampir enam bulan tertidur, dan lagi hasil pemeriksaan terkait kondisi otak Val semuanya menunjukkan hasil yang baik dan juga normal.
Maka kesimpulan yang di dapat jika Val masih nampak sedikit linglung dan agak lemot itu, hanya karena dirinya belum fit benar.
Hingga pada suatu waktu, kondisi otak Val menimbulkan tanda tanya besar, ketika ia dipertemukan dengan seseorang yang menjadi penyebab Val nekat lalu mengalami koma hingga berbulan-bulan lamanya.
“Apa kamu ingin diberikan ruang?...”
Adalah Dad R yang berkata, ketika Kafeel telah dipertemukan secara langsung dengan Val, seraya ia bertanya pada anak kandungnya itu yang memandang sebentar pada Kafeel dan tersenyum tipis kemudian.
“Ruang?...”
Val lalu menoleh kepada ayah kandungnya itu yang mengangguk setelah Val berujar.
Ekspresi polos Val, juga sepolos pertanyaannya pada Dad R, selain ia memang tidak paham maksud ayah kandungnya itu.
“Ruang untuk apa, Daddy?...”
“Ruang untuk berbicara berdua dengannya...”
Dad R menggerakkan samar kepalanya ke arah Kafeel yang nampak sedang tertegun di tempatnya, dan tampak memandang Val dengan penuh arti.
Namun Val mengernyit kecil, lalu menoleh lagi ke arah Kafeel yang Val pandangi kemudian sebelum sebuah kalimat keluar dari mulutnya dan membuat lima pria yang ada di dekat Val itu langsung mengernyit dalam serta terkejut.
“Memangnya, dia siapa?...”
🌷🌷🌷🌷
“Kenapa Val harus diberi ruang dengannya, Daddy?...”
Dimana Val itu kini sudah dipandangi oleh lima pria yang bersamanya itu dengan terheran-heran, sekaligus menelisik--apakah Val sedang bersandiwara hanya untuk mengabaikan Kafeel.
“Apa... Val, menyetir sendiri lalu kecelakaan hingga Val koma, lalu dia yang menolong Val?”
Lalu perkataan Val itu semakin membuat hati lima pria yang bersamanya semakin bertanya dengan keras, serta lebih lagi menelisik wajah Val untuk mencari tahu tentang sikap Val yang tidak mau mengenali Kafeel ini apakah benar atau hanya berpura-pura lewat sorot mata dan air muka yang sedang lima pria itu baca di wajah dan mata Val.
Hingga perkataan Val kemudian membuat lima pria itu kemudian saling tatap dengan khawatir.
“Tapi seingat Val, kita sedang liburan besar dan Val sedang duduk bersama May di kapal pesiar kita, mengobrol sambil memakan camilan. Lalu kapan Val kecelakaannya, ya?—“
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
To be continue...