
Noted: Baca episodenya dulu sebelum Like / Komen yah....
Ma Acih.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia....
Tentang dia yang sedang merasakan ngebet pada aset pribadinya yang tak berakhlak akibat pemandangan tubuh berikut gestur dari kekasih kecilnya yang membuat darah kelakian pria ini berdesir hebat, walau tanpa kontak fisik yang intim.
‘Anjiiir ngebeet siauuuddd!’ umpat Kafeel dalam hatinya saat ia telah berada di dalam kamar tamu kediaman keluarga Val yang Kafeel tahu letaknya.
Val sungguh membuatnya tidak tahan lagi untuk menahan apa yang sedari tadi Kafeel tahan dengan sangat.
‘Masa gue solo karir disini?! Tapi kalo dibiarin gue migrain berkepanjangan ini bakalan! Bisa gila ini gue gara-gara Dedek Val!’
Desiran hasrat kelakian Kafeel yang membuat kepalanya migrain, karena tidak mungkin Kafeel lampiaskan pada Val.
Satu, Kafeel tidak mau cari mati dengan mencari cara untuk berduaan saja dengan Val di ‘sarang naga’.
Dua, Kafeel mencintai Val, setinggi apapun nafsunya sekarang.
Tersiksa memang, tapi Kafeel akan tetap menghormati Val.
Jadi meskipun ada kesempatan suatu saat nanti berduaan dengan Val, Kafeel akan sekuat tenaga melakukan hal yang seharusnya, pada waktu yang seharusnya juga.
Yakni nanti, saat Val telah resmi menjadi istrinya.
Yah, Kafeel berharap imannya akan teguh bila dihadapkan pada momen itu.
Momen saat dirinya dan Val berduaan saat mereka masih menjalani hubungan asmara mereka.
Karena bagaimanapun Kafeel pria dewasa dan normal – tentu saja!. Tambah lagi, Kafeel sadar jika dirinya bukan umat yang lurus-lurus amat.
Kafeel bertekad untuk tidak merusak Val, karena murni mencintai kekasih kecilnya itu.
Tapi jika Val berpenampilan seperti sekarang ini lalu membuat gestur seperti saat di meja jamuan tadi jika mereka berada di suatu tempat yang hanya ada dirinya dan Val saja – di apartemen Kafeel misalnya, Kafeel hanya berdoa saja agar dia dapat menahan gejolaknya untuk tidak ‘menyerang’ Val hingga ‘merusaknya’ demi kenikmatan yang tiada tara, yang Kafeel tahu rasanya.
Ya, Kafeel sudah beberapa kali mencicipi hal yang orang bilang adalah ‘Surga Dunia’ terlebih bagi mereka yang menggilainya, tak perduli dengan pasangan mereka baik yang halal atau belum.
Bahkan ada yang baru saja saling mengenal tapi sudah mau melakukan kegiatan yang membuat diri serasa di awang-awang itu.
Well, Kafeel adalah satu diantara mereka.
Yang pernah beberapa kali mendaki puncak kenikmatan dunia di atas ranjang bersama wanita, macam dua eks-fucek boy di keluarga The Adjieran Smith.
Papi John dan Daddy Jeff.
Tapi tidak, Kafeel tidak juga seperti keduanya persis.
Kafeel memang mengenal yang namanya *3** bebas.
Namun bukan seperti Papi John, terlebih Daddy Jeff-dahulu yang memegang prinsip,
‘I Like It You Like It Let’s Do It.’
Lo suka Gue Suka Sama-Sama Mau, terus hayu naik ke ranjang terus main kuda-kudaan sampe keringetan diwarnai dengan erangan dan desah@n.
Apalagi Daddy Jeff yang notabene pernah dijuluki The Number One Casanova dalam keluarganya akibat dia yang memang hobi sekali berpetualang macam si bolang.
Bedanya, Daddy Jeff berpetualang bukan ke daerah-daerah nusantara.
Melainkan berpetualangan dengan para wanita cantik, bersih dan seksi yang dengan senang hati mau diajak en@-en@.
Kecuali Mama Jihan, wanita yang kini telah menjadi istri Daddy Jeff.
Wanita yang terlibat one night stand dengan si Papa Bear itu akibat pengaruh alkohol.
Dan karena Mama Jihanlah, Daddy Jeff pensiun jadi Casanova.
Apalagi dengan kehadiran Nathan. Semakin Daddy Jeff berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Terutama sebagai seorang suami dan ayah.
Sementara si Casanova nomor dua-Papi John, tidak separah Daddy Jeff soal urusan bergulat di ranjang dengan banyak wanita. Dengan catatan, Daddy Jeff tidak bermain dengan wanita bayaran.
Papi John pun sama dalam hal tidak bermain dengan wanita bayaran.
Suami Mami Prita itu, hanya akan berhubungan badan dengan wanita-wanita yang terikat hubungan dengannya saja.
Namun ya itu, menyandang gelar sebagai Casanova juga ada alasan kuat dibalik cap yang melekat pada diri Papi John.
Meskipun ia adalah Casanova nomor dua dalam keluarga The Adjieran Smith di angkatannya.
Karena meski hanya berhubungan badan dengan para wanita yang berstatus kekasihnya saja, namun hubungan si Papi dengan para kekasihnya itu tidak akan lama adanya.
♥
Kafeel memang seorang ‘badboy’ dulunya.
Pergaulan Kafeel saat SMA dan kuliah memang jauh dari kata lurus.
Berhubungan badan sudah Kafeel lakukan.
Tapi Kafeel tidak seperti Daddy Jeff dan Papi John.
__ADS_1
Well, mungkin, bisa diibaratkan mirip-mirip Poppa dan Nathan yang pernah mendaki yang namanya ‘Surga Dunia’ sebelum mereka menikah.
Dimana kedua pria tersebut memiliki alasan masing-masing hingga sampai dosa besar itu mereka lakukan. Karena meski keduanya dikelilingi banyak wanita, namun Poppa dan Nathan bukan penganut ‘*3** Bebas’.
Tapi Kafeel tidak juga seperti Poppa dan Nathan yang hanya pernah melakukan yang namanya hubungan badan sebelum menikah cuma dengan satu wanita dan hanya sekali saja.
Kafeel adalah ‘badboy’ most wanted dijamannya. Yang diidamkan banyak cewe-cewe populer di sekolah dan kampusnya. Yang akan membuat para cewe yang Kafeel minta jadi pacarnya takkan berpikir untuk mengatakan ‘iya’.
Lalu kalau Kafeel ajak untuk en@-en@ tak pernah ada penolakan dari para kekasihnya itu.
Kafeel memang menganut ajaran sesat yang namanya ‘*3** Bebas’ juga. Namun tidak terlalu bebas, karena Kafeel hanya melakukan dengan para cewe yang jadi kekasihnya.
Dimana cewe-cewe yang pernah jadi kekasih benerannya Kafeel itu pun masih dapat di hitung dengan jari tangan Kafeel.
Dan hubungan badan yang haram itupun masih juga dikategorikan terhitung jika diingat-ingat.
Namun begitu, saat ini, setelah Kafeel merasa jika dia telah bertemu dengan cinta sejatinya, yang mana Kafeel tahu persis bila sang kekasih hati dan sudah menjadi kekasih resminya juga adalah gadis baik-baik yang tiada cacat baik dari fisik maupun perilakunya, membuat Kafeel merasa rendah diri.
Val teramat sangat indah bagi Kafeel, hingga sampai seringnya Kafeel berpikir bahwasanya Kafeel tidak pantas untuk Val. Namun Kafeel sudah rasanya benar-benar telah jatuh pada pesona gadis belia bernama Val itu. Sudah mencintainya pula.
Dan rasanya juga Kafeel sudah tak tahan untuk menyatakannya dan keinginan untuk memiliki Val juga sudah begitu besarnya.
Jadi Kafeel menampik dulu masa lalunya dan fokus akan masa sekarang dan masa depan.
Karena jauh sebelum Val diusianya sekarang, Kafeel sudah berusaha untuk memperbaiki dirinya dari yang namanya pergaulan bebas yang mengarah pada hubungan intim di luar nikah.
Namun begitu, saat ini Kafeel sedang mengingat kelakuan minusnya dahulu itu.
♥
Kafeel mematut dirinya pada cermin dalam kamar mandi di sebuah kamar tamu pada kediaman The Adjieran Smith, setelah ia kabur dari situasi yang membuat diri Kafeel merasa gremet-gremet karena Val.
Ingatan tentang kelakuan minusnya itu, membuat Kafeel jadi melupakan alasan dirinya ijin ke kamar mandi dari hadapan Val. Dan melupakan keadaan si Otong yang tadi sudah menggeliat parah dibalik lapisan paling dalam celananya.
Dan lagi nampaknya si Otong dah kalem sekarang. Anteng, tanpa pergerakan.
Jadi Kafeel sudah tak fokus pada penampilan Val-berikut gestur seksi menggoda yang sempat Val buat tanpa sengaja, yang menjadi alasan dirinya berada di kamar mandi pada salah satu kamar tamu di kediaman keluarga besar Val ini.
‘Val tahu ga ya tentang kelakuan gue yang minus banget dulu?... Kalau gue bukan laki-laki suci, sempurna, yang udah beberapa kali celap-celup sama beberapa perempuan... Alvarend dan para Daddy-nya rasanya pasti tau soal kelakuan minus gue---’
Kafeel bermonolog dalam hatinya.
‘Tapi apa mereka udah memberitahukannya pada Val, kalau memang Alvarend dan The Dads tahu persis kalo gue bukan perjaka tulen?..’
Kafeel bertanya-tanya dalam hatinya.
Kafeel lalu menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya sedikit berat.
‘Apapun Ka, lo baiknya cerita sama Val tentang kelakuan lo dimasa lalu.’ Bisik hati Kafeel.
Lalu Kafeel manggut-manggut.
Kafeel lalu tercenung dengan masih mematut di depan cermin kamar mandi tempatnya berada sekarang.
‘Terus pada akhirnya Val memutuskan untuk ga jadi jalan sama gue dalam hubungan cinta gue dan dia, gimana? ...’
Kafeel jadi berpikir keras.
‘Duuh! Gue udah cinta mati sama itu nona muda! ... Tapi gue juga mau jujur sama dia ...’
Kekasih setengah om-omnya Val itu kisruh sendiri.
‘Mudahan Val bisa terima gue apa adanya.’ Harapan tercetus dalam hati Kafeel kemudian.
♥
Sementara itu di area kolam renang pada halaman belakang kediaman...
“Kak Arya gantikan Val, ya?”
Val berbicara pada Arya yang sedang menikmati jacuzzi yang menempel pada kolam renang yang berada di area tersebut.
“Loh bukannya kamu baru masuk?...”
Arya yang dihampiri oleh Val itu balik bertanya.
Pasalnya, para pewaris muda The Adjieran Smith itu meneruskan kembali bermain voli air meski hawa pagi perlahan telah bergeser.
Dan Val baru saja bergabung menggantikan Aina.
Namun tak berpengaruh bagi mereka yang sedang berada di area kolam renang, karena sebuah kanopi lebar telah menaungi area tersebut hingga mentari yang mungkin mulai menguarkan hawa panas, tidak dirasakan oleh mereka yang masih betah di kolam renang.
Begitulah para pewaris muda The Adjieran Smith jika berkumpul semua. Mereka akan betah menghabiskan waktu bersama antar saudara, pada satu tempat dan berlama-lama.
Dan jika berada di area kolam renang seperti ini, biasanya para pewaris itu akan menghabiskan setengah dari waktu mereka, jika mereka tidak punya rencana lain untuk bercengkrama.
Bukan notabene anak-anak rumahan, tapi segala pendapat akan diambil oleh masing-masing lalu voting akan dilakukan untuk menentukan kegiatan mereka. Sebuah ketetapan berdasarkan kesepakatan para pewaris muda itu telah putuskan bersama jika mereka memang sedang berkumpul santai seperti sekarang.
Salah satu hal yang mereka contoh dari para orang tua.
Menikmati waktu bersama keluarga, ditambah para pewaris tersebut tinggal di tempat-bahkan benua yang berbeda, dan hanya dapat berkumpul lengkap pada waktu-waktu tertentu saja.
Jadi jika sebagian besar hanya ingin mager di kediaman, maka sisanya pun harus mengiyakan tanpa ada sedikitpun rasa keberatan.
Dan satu komitmen tersebut-dari beberapa komitmen yang mereka punya sebagai saudara itu, nyatanya memang dipegang teguh oleh para pewaris muda itu. Dimana para orang tua bisa berbangga, karena anak-anak mereka menjadi pribadi yang sayang, saling mengasihi dan menghormati antar saudara.
Hari ini, belum ada cetusan ide dari para pewaris muda The Adjieran Smith yang sedang bercengkrama gembira di area kolam renang untuk pergi ke suatu tempat, termasuk tidak ada yang memiliki jadwal lain untuk memisahkan diri.
Jadilah mereka berlama-lama bermain di kolam renang saja saat ini, setelah sebelumnya melakukan latihan fisik dan outdoor bersama para orang tua tanpa ada gurat kelelahan yang tersirat di wajah-wajah para pewaris muda tersebut setelah melakukan kegiatan yang menguras tenaga beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
♥
“Kak Arya gantikan Val, ya?”
“Loh bukannya kamu baru masuk?...”
Arya yang dihampiri oleh Val itu balik bertanya pada gadis ‘Ulat Bulu’ tersebut.
Val pun mengangguk. “Iya, tapi Val mau naik dulu sebentar...” kata Val. “Mau menyusul Kak Kafeel. Katanya ke toilet, tapi lama sekali perasaan Val?“
“Wah pingsan jangan-jangan itu dia?...” kelakar Arya. “Apa ketiduran?...” tambahnya, lalu ia cekikan dan Val juga ikut cekikikan.
“Bisa jadi!”
Val menimpali kelakar Arya, lalu keduanya terkekeh.
“Aku digantikan Kak Arya dulu!” seru Val pada mereka yang sudah mulai kembali memulai babak kedua voli air disesi saat ini.
Dan setelahnya Val segera naik dari dalam kolam renang.
♥
Kembali ke tempat dia yang sedang berada dalam kamar mandi pada kamar tamu kediaman keluarga besar Val...
‘Mudahan Val bisa terima gue apa adanya.’
Harapan yang tercetus dalam hati Kafeel saat ia tanpa sengaja teringat kembali akan kelakuan minusnya dimasa lalu dengan para mantannya.
‘Val, Val...’
Kafeel tersenyum geli sendiri.
‘Dibikin dari apa sih, sampai bisa menggemaskan begitu dia?...’
Bicara tentang menggemaskan...
“Ah..... Eemh, enak sekali....”
Memori akan Val di dekat meja jamuan dengan pose yang menggoda imron berikut suara Val yang menambah Kafeel ser-ser-an selain penampilan Val, tahu-tahu berkelebat dan nyangkut lagi di otak Kafeel.
‘Damned!’
Didetik berikutnya Kafeel mengumpat dalam hati.
Karena yang tadinya tidur, kenapa terasa mulai gerusukan lagi.
‘Gila beneran gila gue ini!’
Lalu Kafeel merutuki dirinya yang masih mematut di depan cermin wastafel.
‘Antara gila sama mesum mampus lo Ka!...’ maki Kafeel pada dirinya sendiri dalam hati.
Selain tak habis pikir pada dirinya sendiri, yang mudah sekali tersulut h@sratnya hanya dengan sikap Val yang seperti itu saja.
Kelihatan menggodanya saja sepertinya Val tidak.
Yang Val lakukan nampak alami tanpa ada embel-embel mencoba menggoda Kafeel-apalagi meraba-raba diri Kafeel, macam wanita-wanita yang ditemui Kafeel saat dia sesekali pergi ke klub malam untuk datang memenuhi undangan segelintir teman Kafeel untuk sekedar hang out saja.
Tapi dengan Val seperti itu saja, Kafeel bisa begitu naik libidonya.
‘Harus cepet-cepet gue halalin itu bocil!...’ seru Kafeel.
Lalu didetik berikutnya Kafeel terkekeh geli sendiri mentertawakan dirinya yang sudah seolah tersihir oleh pesona seorang gadis belia yang usianya bahkan baru akan menginjak delapan belas tahun.
‘Biarin deh orang bilang gue fedofil!’
Kafeel masih mentertawai dirinya sendiri.
‘Gila! Gila! Bisa-bisa kalau cuma ada gue dan Val sekarang, rasanya gue akan gelap mata!’
“Ah..... Eemh, enak sekali....”
Suara Val yang membuat Kafeel ambigu terngiang lagi di telinga Kafeel, berikut gambaran Val yang nonggeng di meja jamuan tadi.
‘Kampret!’
Kafeel spontan mengumpat lagi, karena ‘Tongkat Starwars’ nya ikut juga bereaksi akibat ingatannya tentang suara dan pose Val tadi.
“Kamu benar-benar membolak-balikkan dunia Kakak, Val... Heran, Val pakai susuk apa tau itu bocil bisa membuat gue sampai ga karuan hanya karena penampilan dan tingkah polahnya... Padahal setiap gue ketemu cewe seksi di mana-mana yang pakaiannya lebih profokatif dari Val, gue ga sampai h0rny begini...”
Kafeel menghela nafasnya dengan berat.
Lalu menyalakan kran wastafel dan merundukkan tubuhnya.
Kemudian membasuh wajahnya dengan kasar, beberapa kali guna menghilangkan bayang-bayang Val yang menggoda imron.
Yang membuat Kafeel ingin segera membuka celananya lalu memanjakan ‘Tongkat Starwars’ nya, walau hanya dengan tangannya dan sabun cair yang ada di rak shower kamar mandi tempatnya berada sekarang.
‘Tahan, tahan...’ bisik hati Kafeel.
Kafeel membasuh wajahnya sekali lagi sebelum ia mengangkat kepalanya dan bercermin pada cermin wastafel di depannya.
Dimana didetik berikutnya Kafeel terpaku melihat pantulan sosok seseorang dibelakangnya.
“Kak Kafeel....”
♥♥
To be continue ...
__ADS_1