
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jekardah, Indonesia.....
“Mi, bangun sayang. Kita udah sampe...” Adalah Arya yang berucap kepada Mika yang terlihat masih tidur dalam pandangan Arya, ketika mobil pengantin yang keduanya tumpangi telah sampai di sebuah hotel berbintang termewah yang ada di dalam kota yang sama dengan KUJ nya The Adjieran Smith Family berada.
Hal yang sama juga dilakukan Kafeel pada Val, “Val, bangun sayang. Kita udah sampe...” membangunkan gadis yang hitungannya adalah gadis belia jika dibandingkan betul usianya dan Val yang kini telah resmi menjadi istrinya.
Lalu saat Arya dan Kafeel membangunkan Mika dan Val di tempat mereka masing-masing, dua gadis yang kini sama-sama telah berstatus sebagai seorang istri dari pasangannya masing-masing itu, kemudian membuka mata mereka.
Selanjutnya saling melempar senyum pada sang pasangan, sebelum bersiap untuk keluar dari mobil yang masing-masing pasangan itu tumpangi.
♥♥
Mika-Arya dan Val-Kafeel menumpangi mobil pengantin yang berbeda.
Lalu para rombongan keluarga juga menumpangi mobil berbeda lainnya yang berjumlah beberapa unit itu.
Kemudian berkonvoi dari tempat akad nikah sampai ke hotel tempat dimana resepsi pernikahan Mika-Arya dan Val-Kafeel akan dihelat secara besar-besaran.
Jadi dua mobil pengantin dan rombongan, sampai di saat yang bersamaan di hotel tersebut, lalu masing-masing keluar dari dalam mobil yang kurang lebih diwaktu yang bersamaan juga.
Karena saat 2 mobil pengantin dan rombongan keluarga mereka itu sampai, sudah ada beberapa orang yang berpenampilan layaknya bodyguard, menunggu di pelataran lobi hotel. Kemudian langsung sigap membukakan pintu setiap mobil rombongan pengantin termasuk 2 mobil yang ditumpangi oleh 2 pasang pengantin, ketika kesemua mobil itu telah berhenti.
Dan tentunya, rombongan itu, menarik banyak mata ke arah mereka disaat orang-orang yang akan melangsungkan perhelatan besar itu telah datang ke hotel yang hampir satu gedungnya disewa. Karena pasalnya, memang amat terlihat kontras sekali rombongan itu dari mulai panjangnya konvoi mobil yang kesemuanya tergolong mobil mewah.
Belum lagi ada pengawalan khusus yang diminta bantuannya untuk melancarkan perjalanan dari tempat akad nikah menuju hotel tempat resepsi. Yang mana sekilas, konvoi tersebut sudah macam konvoi kepresidenan atau tamu negara.
♥♥
“Selamat datang, Tuan, Nyonya, Nona semua.” Tak hanya konvoinya 2 mobil pengantin berikut keluarga mereka dengan pengawalan yang amat terlihat Wah itu, namun penyambutan dari pihak hotel kepada rombongan tersebut juga menjadi perhatian orang-orang.
Pasalnya, ada kurang lebih belasan staf hotel yang berjejer rapih di depan lobi utama yang dekat dengan tempat berhentinya beberapa mobil mewah tersebut untuk menyambut rombongannya keluarga The Adjieran Smith tersebut.
Termasuk juga dari owner hotel dan beberapa jajaran direksinya yang ada di barisan paling depan jajaran staf hotel yang menyambut rombongan dari keluarga The Adjieran Smith.
Dimana kesemuanya langsung memberikan salam dengan amat ramah dan hormat, saat beberapa orang tua The Adjieran Smith Family telah berada di hadapan kesemua orang dari pihak hotel tempat resepsi pernikahan Mika-Arya dan Val-Kafeel akan dihelat.
“Mohon bantuannya ke depan, agar acara kami hari ini berjalan dengan lancar...” Varen bicara sebagai perwakilan keluarga pada pemilik hotel yang kemudian tersenyum lebar bantuannya, lalu saling bersalaman dengan sang pemilik hotel dan nampak santai setelah yang bersangkutan membalas ucapan Varen dengan wajah senang.
♥♥
Selanjutnya, Varen berjalan lebih dulu untuk masuk bersama Drea dengan didampingi oleh perwakilan dari pemilik hotel yang merupakan anak dari CEO sebelumnya dan kini orang tersebut menjabat sebagai CEO menggantikan ayahnya. Dan CEO hotel tempat resepsi pernikahannya Mika-Arya serta Val-Kafeel itu, memang juga rekan bisnisnya Varen.
Lalu bukan tanpa sebab juga permintaan The Adjieran Smith Family menjadi sebuah permintaan yang amat sangat diprioritaskan oleh pemilik hotel yang cukup mengenal satu klan keluarga tersebut, yang dikenal oleh keluarga mereka sebagai keluarga super kaya yang bahkan mampu menyewa seluruh kamar hotel mereka untuk keluarga dan tamu-tamunya---kalau saja hotel tersebut sedang tidak memiliki tamu reguler lain yang sudah lebih dulu reservasi dari jauh-jauh hari.
Bisa saja sih hotel itu akan benar-benar dikhususkan untuk perhelatan besar-besarannya keluarga The Adjieran Smith tanpa ada tamu hotel lain selain keluarga dan kerabatnya empunya acara, namun atas permintaan keluarga tersebut hal itu tidak pihak hotel lakukan atas nama profesionalitas dan nama baik hotel yang memang sudah cukup tersohor di kota tersibuknya Indonesiah.
Karena The Adjieran Smith Family juga menaruh investasi mereka di hotel itu kala CEO sebelumnya meminta bantuan beberapa dads dalam keluarga ketika hotel tersebut mengalami krisis internal. Jadi nama baik hotel menjadi perhatian mereka.
“Silahkan...”
Sementara Varen dan Drea telah berjalan di depan dengan CEO hotel, dibelakang mereka juga terdengar suara-suara dari staf hotel untuk mempersilahkan anggota keluarga dan kerabat lain yang hampir kesemuanya sudah keluar dari mobil yang masing-masingnya tumpangi, untuk masuk ke dalam hotel.
“Terima kasih.”
Suara berterima kasih juga terdengar, untuk menanggapi pelayanan dan sikap para staf hotel yang santun dan ramah itu pada rombongan pengantin.
Dimana selain para staf hotel, ada juga staf dari keluarga The Adjieran Smith yang sebelumnya sudah juga menyambut mereka selain dari para staf yang ikut dari sejak acara akad nikah, yang kemudian nampak begitu sibuk bicara lalu terlihat mengarahkan--kepada para bos mereka dan rombongan.
“Nona Mikaela, Nona Valera, Tuan Arya, Tuan Kafeel. Selamat atas pernikahannya.” Dua orang staf pribadinya keluarga The Adjieran Smith berikut 2 orang perwakilan WO yang khusus berinteraksi dengan dua pasang pengantin baru yang punya acara itu, menyapa dan memberikan selamat pada yang bersangkutan.
“Terima kasih.”
Dua pasang pengantin baru tersebut lalu menjawab ramah disaat yang bersamaan.
“Mari kami antar ke kamar anda, Nona, Tuan,” ucap salah seorang staf The Adjieran Smith Family pada 2 pasang pengantin baru tersebut.
“Tapi sebelumnya pihak WO mau menyampaikan run down acara sekali lagi. Sekalian mungkin ada permintaan tambahan yang berkenaan untuk acara—“
“May, Val sebentar.”
Ucapan dari salah seorang stafnya The Adjieran Smith Family tersebut terputus, karena Drea menginterupsi ke hadapan 8 orang yang sedang berdiri bersama itu.
Dimana kesemuanya kemudian langsung beralih kepada Drea yang kemudian bicara pada Arya dan Kafeel, sambil menarik pelan Mika dan Val, dengan Drea yang berkata lagi.
“Kak Arya, Kak Kaf, pinjem dulu pengantennya bentar.”
Kafeel dan Arya tersenyum saja menanggapi Drea, seraya keduanya mengangguk mengiyakan permintaan Drea itu.
♥♥
“Ada apa, Kak Drea?”
Mika dan Val yang sudah ditarik Drea sedikit menjauh dari para suami yang melanjutkan perbincangan mereka bersama 2 orang staf pribadi The Adjieran Smith Family dan 2 staf WO itu, lalu sama bertanya pada satu kakak perempuan mereka tersebut kemudian.
“Nanti ke kamar Kak Drea dan Abang dulu sebelum masuk ke kamar kalian, yah?”
Drea lalu menjawab dua adik perempuannya itu. tanpa Mika dan Val sadari, kalau satu kakak perempuan mereka tersebut, sedang ingin menjahili keduanya saja.
Terbukti dari ucapan Drea yang berikutnya kepada Mika dan Val. “Kak Drea punya vitamin, takutnya pas resepsi kalian susah berdiri?”
“Vi-vitamin?...” Mika dan Val sama tergugu, setelah keduanya spontan saling tatap. Seolah keduanya ingin sama-sama memastikan, bahwa vitamin yang dimaksud Kak Drea mereka adalah satu benda yang berkaitan dengan yang namanya malam pengantin.
Dua gadis yang baru saja menjadi seorang istri memang punya tebakan yang sama mengenai vitamin yang dimaksud Kak Drea mereka itu.
Apalagi yang bersangkutan bilang, takutnya pas resepsi susah berdiri.
‘Maksudnya kan, karena habis di ‘itu-itukan’ makanya susah berdiri?’ pikiran polosnya Mika dan Val.
Karena setahu mereka dari desas-desus, kalau habis di ‘itu-itukan’ untuk yang pertama kalinya—katanya, rasanya itu sakit pake banget.
♥♥
“Vi-vitamin?... un-tuk apa, Kak Drea?...”
“Buat jaga-jaga, siapa tau Kak Arya sama Kak Kaf ngajak nananina?”
“Na-nani...na—“
“Paham kan nananina apaan? Boong kalo bilang engga—“
“I-iya, pa-ham...”
Sekali lagi Mika dan Val menyahut polos, dimana Drea sudah nampak geli sendiri.
“Ta-pi kan ini masih siang Kak Drea?”
“Dan lagi... nanti sore kan mau resepsi?...”
Val dan Mika bersahutan bicara kemudian.
Masih dengan kepolosan mereka yang mendominasi.
“Ya ilah MP kan sebutan doang.”
Lalu Drea menyahut dengan entengnya.
__ADS_1
“Prakteknya mah bisa pagi siang sore bahkan tengah malem kelles...”
Deg!
Hati Mika dan Val yang sudah memang berdebar-debar karena pembahasan soal MP yang sempat dibahas oleh ciwi-ciwi yang bersama mereka di tempat akad nikah tadi, kini jadi tambah berdebar gara-gara ucapan Kak Drea mereka yang kurang disaring itu.
“Mau ga vitaminnya? Buat jaga-jaga. Paling engga, staminanya ga turun nanti pas resepsi kalo jadi di unboxing sama suami.”
Sekali lagi Drea berkata dengan entengnya, dan tentu dengan kejahilan yang terkandung dalam kalimatnya pada dua adik perempuannya itu, yang mulai kian kentara nampak gugup.
“Eenngg...”
“Ah, ga usah kali Kak Drea.”
Mika lalu bersuara saat Val nampak berpikir.
“Rasanya tidak mungkin Arya ataupun Kak Kaf minta jatah MP sekarang.”
Mika menambahkan ucapannya.
“Iya, betul... Mereka pasti juga lelah seperti kami.” Val menimpali. “Iya kan, May?—“
“Iya, Val...” Mika dengan cepat mengiyakan ucapan Val. Sementara Drea memasang wajah ‘Ya sudah’.
♥♥
“Jadi ga mau vitaminnya nih?—“
“Sepertinya tidak usah deh Kak Drea, terima kasih sebelumnya.”
“Kami sampai kamar juga mau langsung bersih-bersih terus beristirahat—“
“Yakin bisa istirahat?” timpal Drea sok serius.
Lalu kepalanya Drea majukan sedikit lebih dekat kepada Mika dan Val.
Kemudian menggerakkan kepalanya itu ke arah Arya dan Kafeel yang sepertinya sudah akan memanggil Mika dan Val yang sedang jadi spontan menoleh ke arah yang ditunjuk Drea.
“Kayaknya Kak Arya dan Kak Kaf ga lelah tuh mukanya?... dan lagi ya, La-ki... ga kenal yang namanya cape kalo udah menyangkut urusan yang namanya nananina...” tambah Drea.
Membuat Mika dan Val jadi terkesiap karena ucapan Drea tersebut. Lalu keduanya kini berekspresi gugup kembali. Drea pun merasakan geli di perutnya.
Dimana kemudian sesi Drea yang sedang iseng menjahili dua adik perempuannya itu, terinterupsi oleh kehadiran Nathan yang langsung merangkul bahunya.
“Lo pasti sedang menyebarkan aliran mesum lo yang ini anak 2 ya Cute Girl?” tembak Nathan.
Drea langsung cekikikan. Dan Nathan langsung mengeratkan kaitan tangannya di leher Drea. Membuat Drea spontan melayangkan kepretannya pada Nathan yang memang sangat akrab dengannya itu.
“Sakit ih Tan-Tan aahh!”
“Dah sana kalian kembali ke pawang masing-masing!” Nathan mengabaikan kepretan Drea padanya.
Dan Nathan pun langsung bicara pada Mika dan Val.
“Woy suami-suami! Bawa ini istri lo pada sebelum terkontaminasi sama omongan ini bininya Alvarend yang iseng minta ampun!”
Kemudian Nathan berseru dari tempatnya pada Arya dan Kafeel yang memang sedang berjalan ke arah tempatnya berada bersama 3 adik perempuannya.
“Dih siapa yang iseng?!”
Drea langsung seruan Nathan.
“Gue sih ngomong kenyataan—“
“Apaan yang kenyataan?” sambar Nathan bertanya pada Drea yang langsung juga dengan cepat menjawab pertanyaan pria yang hitungannya kakaknya Drea itu.
Nathan pun langsung terkekeh geli, setelah mendengar ocehan adik perempuan tepat dibawah urutannya dalam garis pewaris muda The Adjieran Smith Family. “Bener juga sih!” ucap Nathan kemudian.
“Nah kan?... denger ga tuh kalian?—“
“Denger apa tuch?—“
“Ngomongin apa sih? Seru banget kayaknya?”
Ucapan Drea terputus karena kedatangan Arya dan Kafeel ke tempatnya berada, yang sedang bersama dengan Nathan, Mika dan Val.
♥♥
“Ada deeehhh.”
Drea langsung menyahut.
Menanggapi pertanyaan Arya dan Kafeel tadi, dengan tampangnya yang membuat Arya dan Kafeel berikut Nathan jadi spontan tersenyum geli.
“Alva mana, Drea?” Kafeel lalu bertanya pada Drea.
“Tuh!... Putra kayaknya kecapean jadi rewel. Udah gitu maunya sama Abang doang.”
Drea langsung menjawab Kafeel sambil menunjuk keberadaan Varen.
“Dan lo gabut makanya ngisengin si Mika sama Val sekarang?...” celetuk Nathan.
Drea cekakak.
“Dah bawa istri lo pada!”
Nathan lalu berkata pada Arya dan Kafeel.
“Jauh-jauh dari ini si Cute Girl yang lagi gabut, karena bakal ngaco omongannya,” gemas Nathan pada Drea yang cekikikan setelah sempat cekakak.
Arya dan Kafeel pun terkekeh. Sementara Mika dan Val hanya mengulum senyum mereka saja.
“Drea emang udah selesai ngomong sama Mika dan Val?”
“Ga perlu diselesain omongan ini bininya Alvarend sama istri lo berdua. Ga penting,” sergah Nathan.
Dan kembali Drea cekikikan, dengan tangan Nathan yang masih melingkar mencekal lehernya. Namun tanpa tenaga Nathan melakukannya. Karena itu memang gambaran keakrabannya dengan Drea. Yang selama ini keduanya sering lakukan.
“Little Star...”
Lalu 6 orang yang sedang berdiri bersama itu memandang ke arah yang sama ketika satu suara yang menyebut nama panggilan sayangnya Drea, terdengar di telinga mereka.
Bersamaan dengan sosoknya yang sudah berada di belakang Drea dan Nathan, yang mana orang tersebut adalah Varen---dan Drea langsung membebaskan dirinya dari Nathan.
Kemudian mendekat manjah pada suaminya yang sudah tidak lagi menggendong buah hati mereka.
“Putranya mana Abang?”
Drea lalu langsung bertanya pada Varen.
“Dia lihat Poppa lalu minta gendong padanya.”
Varen pun langsung menjawab Drea.
“Kalian kenapa masih di sini?”
Varen lalu bicara sambil memandang ke arah dua pasang pengantin baru yang sedang bersama Drea dan Nathan.
“Istirahat sana.”
__ADS_1
♥♥
“Nah ini bini lo nih biang kerok.”
Baru saja Arya dan Kafeel hendak mengiyakan ucapan Varen, Nathan sudah keburu menyambar.
“Makanya si May sama Val masih di sini. Harusnya udah masuk kamar trus istirahat dari tadi,”
Nathan menambahkan.
“Drea cuma kasih wejangan sama Mika dan Val, Abang.” Drea membela dirinya.
“Wejangan dari Hongkong?!” cetus Nathan.
“Beneran si—“
“Sudah sana kalian pergi istirahat. Kalian mungkin hanya punya waktu 3 jam maksimal untuk istirahat sebelum bersiap untuk resepsi—“
“Wah tiga jam mah cukup ya, Tan?...”
Drea menyambar disela Varen sedang bicara pada Mika, Val, Arya serta Kafeel.
Dimana Nathan langsung terkekeh lagi karena celetukan Drea barusan yang Nathan tau persis kemana arahnya.
Mika dan Val kiranya paham juga ucapan Drea yang keduanya yakini sedang menggoda mereka. Sementara Arya dan Kafeel yang paham juga maksud ucapan Drea, tersenyum geli di tempatnya. “Cukup buat apa tuuchh?...” lalu satu celetukan iseng keluar dari mulut Arya. membuat Kafeel, Drea, Varen dan Nathan langsung terkekeh.
Sementara Mika dan Val tidak ikutan terkekeh, karena otak dan hati mereka sedang sibuk sendiri. Malu mendengar Kak Drea mereka yang masih terus saja menggoda, namun sudah juga berdebar-debar karena akan digiring ke kamar oleh suami masing-masing.
“Kekhilafan yang halal gaes...”
Drea pun langsung menimpali celetukan Arya dengan wajah konyolnya.
Membuat 4 orang yang berada di dekat Drea terkecuali Mika dan Val jadi terkekeh lagi.
“Dah sana, ga kelar-kelar ini si Cute Girl bakalan godain kalian,” kata Nathan kemudian sambil memandang pada Mika dan Val yang sudah terlihat agak gugup.
Setelah tangan kedua mempelai wanita itu telah digenggam oleh masing-masing pasangannya. Kemudian Arya dan Kafeel sama mengucapkan kalimat undur diri pada Drea, Varen dan Nathan.
“Aku juga permisi ya, Abang, Kak Drea, Kak Tan-Tan...”
Mika dan Val kurang lebih sama berucap, mengikuti suaminya masing-masing yang sudah mengatakan kalimat undur diri lebih dulu.
Varen dan Nathan segera mengiyakan.
“Ga jadi nih terima tawaran Kak Drea?” namun tidak begitu dengan Drea yang nampak sudah iseng lagi mukanya.
“Tawaran apa?—“
“Bukan apa-apa!”
Mika dan Val sama-sama berkata dengan cepat dan tergesa.
Kala Arya dan Kafeel yang nampak heran pada ucapan Drea yang ditujukan pada Mika dan Val itu, lantas spontan bertanya.
Drea dan Nathan langsung cekikikan. Sementara Varen tersenyum geli saja.
Meskipun dia tidak tahu tentang hal yang membuat dua orang yang hitungannya adalah adiknya itu cekikikan dengan bersamaan, namun jika keduanya sudah cekikikan begitu barengan, pastilah ada sesuatu yang kiranya menggelikan.
“Drea cuma nawarin vitamin—“
“Kak Drea!” Mika dan Val sama menukas kala Drea kembali bicara dengan mengatakan bocoran tentang bahasan sebelumnya yang ia bicarakan dengan Mika dan Val yang baru saja berseru dengan tidak keras dengan wajah mereka yang jadi nampak serba salah. Lalu menampakkan ekspresi agar kakak mereka yang gesrek itu jangan meneruskan ucapannya---hanya celetukan seraya bertanya keburu tercetus dari mulut Arya.
“Vitamin apa?—“
“Vitamin biar May dan Val ga cape pas resepsi dari Cikini ke Gondangdia gara-gara tiga jam di kamar sama pasangan masing-masing.”
“Cikini Gondangdia?...” Kafeel sih sudah menebak ucapan Drea itu ngaco ujungnya. Meski wajah Drea sok diserius-seriusin saat ngomong barusan.
Namun cetusan dua kata dengan nada bertanya itu, spontan saja keluar dari mulut Kafeel. Nathan sih sudah nampak menahan kekehannya.
Dan yah, tak lama kemudian Nathan cekakak termasuk juga Varen, Kafeel dan Arya.
Ketika Drea angkat suara, sambil bersenandung dan menggerakkan badannya melakukan peragaan.
“Cikini, ke Gondangdia... Jalanku begini gara-gara dia...”
♥♥
“Tuan Putri...”
“Mi...”
Dua pasang pengantin baru sudah lepas dari jeratan ledekan Drea, dan kini sudah berada di dalam kamarnya masing-masing pada hotel tempat resepsi pernikahan mereka akan digelar.
Dan kedua mempelai sama-sama memanggil mesra dua gadis yang kini sudah menjadi istri keduanya, dimana dua gadis yang baru menyandang gelar sebagai istri itu sedang dilanda kegugupan berada di dalam kamar masing-masing pada hotel, dimana kamar tersebut sudah dihias sedemikian rupa sebagaimana kamar pengantin.
Namun baik Mika dan Val tak ada yang menyahuti panggilan suami mereka itu, karena otak keduanya sedang mengingat kembali kata-kata Drea di area lobi tadi.
“Ayo? Kok malah bengong?” baru Mika dan Val terkesiap di tempat masing-masing, kala para suami kurang lebih sama bersikap karena tidak mendapat respons dari sang istri.
“A-a-ayo... a-pa?...”
“Bobo.”
Didetik dimana Mika dan Val meneguk kasar ludah mereka. Terlebih bersamaan dengan itu, tangan Mika dan Val digandeng oleh suaminya masing-masing dalam kamar mereka yang letaknya bersebelahan itu---kemudian didudukkan di pinggir ranjang pengantin yang romantis dekorasinya. “Cikini, ke Gondangdia... Jalanku begini gara-gara dia...” Lalu Mika dan Val sama-sama teringat dendangan gesreknya Kak Drea yang disertai peragaan jalan mantan perawan yang baru di unboxing.
“E-eum sebentar!...” kata Mika dan Val di tempatnya. Sambil keduanya melakukan gerakan yang sama walau di kamar berbeda.
“Ada apa?...” Arya dan Kafeel pun sama bertanya.
‘Aku harus ke tempat Kak Drea untuk mengambil vitamin itu!’
Mika dan Val membatinkan hal yang sama kemudian.
“I-itu...”
Mika dan Val sama tergugu menjawab pasangannya masing-masing.
“Itu apa?...” tanya Arya dan Kafeel lagi pada pasangan mereka.
“Itu... Mau...“ Mika dan Val pun tergugu.
Dua suami yang penasaran pun sedikit heran karena istri mereka bangkit dari duduk dengan tergesa. “Mau apa?...“ Ga jelas jawaban para istri, jadi suaminya nanya melulu.
“Mau... anu...“
Alhasil, jawaban para istri jadi ambigu.
“Mau... a-nu??...”
Gantian para suami yang dibuat tergugu.
‘Alamak!’
Drea sih!
♥♥♥♥♥♥♥♥♥
To be continue....
__ADS_1