
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
“Salah aku juga, karna jatuh cinta... insan seperti dirimu se-anggun bidadari...”
- Oh Val....
-KAFEEL-
♥♥♥♥♥♥
“Kau baik. Tapi sebagai seseorang yang ingin menjalin hubungan dengan Val, kesanmu sudah buruk di mataku. Jadi lupakan untuk menjalin cinta dengannya.... Kau tidak cukup baik untuk Val.”
Daddy R berkata setelah ia berbalik badan dari hadapan Kafeel.
Kafeel melirih dalam hatinya. Melengos sebentar ke arah Nathan yang menggumam dan sepertinya sedang meledek dirinya itu.
Merasa dongkol pada Nathan, yang bahkan menyenandungkan sebaris lagu yang memang pas sih kalau menelisik posisi Kafeel yang mendapat penolakan dari ayah kandungnya Val itu.
‘Berantem yok Than!’
Kafeel dongkol pada Nathan memang, tapi seruan itu hanya terucap dalam hatinya saja. Jadi Kafeel mengabaikan saja Nathan yang barusan meledeknya itu, karena Kafeel tidak ingin menambah masalah.
‘Sabar AA.... bocah siaud itu gimana juga kakaknya Val....’ bisik hati Kafeel. ‘Jadi abaikan itu si Nathan, fokus pada Daddy R!. Jangan gegabah, apalagi posisi lo sedang begini. Hubungan asmara lo dan Val sedang di ujung jurang!....’ lalu hati Kafeel bermonolog.
♥♥♥♥♥♥
Kafeel terlalu serius saat ini.
Terlalu serius untuk menghadapi ayah kandung dari gadis yang ia cintai, yang sudah menunjukkan ketidak-senangannya akibat sikap Kafeel yang dianggap telah meremehkan seorang ayah yang merupakan titisan biangnya ‘naga’ itu.
Termasuk satu titisan biang ‘naga’ lain yang blasteran iblis bertubuh kekar.
“Uncle R, please, berikan aku kesempatan untuk bicara.... Aku sungguh tidak ada maksud untuk berlaku kurang ajar dengan mengabaikanmu tadi....” tutur Kafeel.
“Enyah dari jalanku. Sudah aku katakan aku tidak ingin bicara denganmu jika soal Val yang ingin kau bicarakan.... Aku tidak mau dengar.... Jadi menyingkirlah....”
“Tidak sebelum Uncle mau memberikan kesempatan bagiku untuk bicara!” seru Kafeel.
“Kau, menghardik-ku?....”
‘Salah lagi kan gue????!!!!....’ lirih Kafeel dalam hatinya.
“Memang bernyali besar....” Poppa menimpali.
“Aku tidak bermaksud seperti itu, sungguh!”
“Minggir kalau begitu---“
“Tidak.”
Kafeel sudah kepalang tanggung rasanya.
Demi Val dan demi masa depan hubungannya dan gadis yang Kafeel cintai itu, Kafeel memberanikan dirinya untuk mendebat dua titisan ‘naga’ tersebut.
♥♥♥♥♥♥
“Aku akan tetap berdiri dihadapan Uncle, sampai Uncle mau mendengarkan penjelasanku, mengenai sikapku pada Uncle dari sejak aku datang....”
Kafeel berucap dengan lugas dan serius serta bersungguh-sungguh di hadapan Daddy T, berikut Poppa yang berjalan bersisian dengan Daddy R.
“Hem. Hanya itu, yang ingin kau bicarakan denganku?....” tanggap Daddy R sambil menatap remeh pada Kafeel.
“Ada hal lain juga ..”
Kafeel menjawab cepat.
“Aku ingin membicarakan soal aku dan Val. Soal hubungan kami.”
Kafeel sudah menegakkan tubuhnya.
Kafeel sedang jatuh cinta, dan sudah jatuh terlalu dalam pada perasaan ke Val. Sudah juga Kafeel yakini dengan persentase yang angka - pun tidak dapat mendeskripsikan - nya ( ca elah ) - jika ia benar-benar mencintai Val.
Cinta tulus yang Kafeel punya.
Cinta karena cinta, bukan karena sekedar wajah cantik dan imut Val, apalagi karena strata sosial.
Dan seorang pria yang merasa telah menemukan cinta sejatinya, dia akan menjadi maha berani untuk segalanya demi sang pujaan hati.
Begitulah Kafeel saat ini.
Demi Val yang sudah menjadi kekasih hatinya, dan demi hubungan asmara mereka yang baru terjalin kemarin, Kafeel tak akan gentar memaksakan kehendaknya untuk meyakinkan ayah kandung dari gadis yang begitu ia cintai itu.
Maka setegar karang Kafeel akan berdiri dihadapan Daddy R, berikut Poppa saat ini. Tak mau mengindahkan ucapan keduanya yang menyuruhnya untuk menyingkir sebelum ia diberi kesempatan untuk bicara dan menjelaskan semua, termasuk meminta restu pada dia yang memiliki kekuasaan untuk membuat keputusan bagi anak-anaknya, terlebih lagi anak kandungnya.
“Hubunganmu dan Val kau bilang?...” ucap Daddy R.
“Iya Uncle ...”
Kafeel dengan cepat menjawab.
Pria itu terus bersikap serius dengan ekspresi sungguh-sungguh di wajahnya.
“Kemarin Uncle mengirimiku pesan perihal aku yang mencium bibir Val. Ya aku mengakuinya.”
♥♥♥♥♥♥
“Aku memang telah lancang mencium bibir Val tanpa terlebih dahulu meminta ijin pada kalian----“ Kafeel yang tak gentar. “Terutama padamu Uncle R.”
Kafeel pasang badan, berkata dengan lugas.
“Dan aku mohon maaf untuk itu .... tapi aku yakinkan, jika aku sungguh serius dengan Val ....”
Daddy R dan mereka yang tadi berada di ruang tamu, yang mana kesemuanya telah berdiri di belakang Daddy R, membiarkan Kafeel bicara tanpa ada yang menginterupsi.
“Aku mencintai Val, putri kalian.” tegas Kafeel. “Dan aku telah menyatakan hal itu pada Val, serta kami sudah menyatukan perasaan kami kemarin. Jadi aku ---“
“Apa ---“ Daddy R memotong ucapan Kafeel. “Apa yang membuatmu berpikir kau pantas untuk Val?...”
Ah, terasa terhempas - nya kelakian si AA dengan sikap sang biang titisan ‘naga’.
♥♥♥♥♥♥
Dear Val,
__ADS_1
“Seharusnya aku, cerminkan diriku, sebelum tirai hati, aku buka untuk mencintaimuuu.”
-KAFEEL-
♥♥♥♥♥♥
“Apa yang membuatmu berpikir kau pantas untuk Val?...”
“Aku—“
Kafeel hendak menjawab pertanyaan Daddy R.
“Sebelum kau menyatakan cinta pada Val, apa kau sadar siapa dirimu, hem?....”
Namun Daddy R kembali memotong kalimat Kafeel.
Oh Daddy R, rasanya AA Kafeel ingin bilang,
“Juga mustahil bagikuuu menggapai bintang di langit ..... Siapalah diriku, hanya insan biasa ....”
Kafeel terdiam sesaat. Namun setelahnya ia menarik tipis sudut bibirnya.
“Aku sadar betul siapa diriku Uncle. Aku tahu betapa tidak sempurnanya diriku untuk Val ----“
Kafeel kembali berbicara dengan tak gentar dihadapan Daddy R.
“Tapi aku sungguh-sungguh mencintainya... dan aku, ingin dapat menjalin cinta dengannya, saat ini, esok dan seterusnya. Jadi mohon, ijinkan aku untuk bersamanya...”
Selayaknya pria sejati Kafeel berbicara pada Daddy R, dengan juga sekilas melayangkan pandangannya pada mereka yang berdiri di dekatnya dan Daddy R.
“Kau sadar kau telah menyinggungku dengan kelakuanmu selain kau telah lancang mencium bibir putri kandungku?...”
“Iya, aku sadar Uncle...” jawab Kafeel.
“Kau telah berlaku dengan sangat tidak sopan padaku dari sejak kau datang tadi...” kata Daddy R. “Kau telah meremehkan ku anak muda...”
Kafeel mengangguk tanpa ragu.
“Aku tahu Uncle, dan untuk itu aku memohon maaf yang sebesar-besarnya ...” jawab Kafeel lagi. “Tapi bukan semata-mata karena aku meremehkanmu ...”
Andai saja ayah kandung Val itu tahu, bahwasanya sikap Kafeel yang seolah meremehkannya itu adalah refleksi kegugupan Kafeel yang teramat sangat akibat rasa was-was lebih ke takut karena perihal dirinya yang mencium bibir Val itu telah diketahui oleh ayah kandung Val tersebut.
Kafeel sudah begitu was-was dan gelisah hingga menghasilkan ketakutan tersendiri untuknya karena ketahuan oleh Daddy R, bahwasanya ia telah dengan lancang mencium Val, sebelum meminta ijin pada ayah kandung kekasih kecilnya itu.
Selain karena Kafeel sudah begitu was-was, jika hubungannya dan Val tidak mendapat restu, karena beberapa perbedaan yang signifikan antara dirinya dan Val, berikut keluarga mereka. Jadi Kafeel sedikit mengalami human error pada kelakuannya, akibat rasa takut Kafeel yang berlebihan itu.
Rasa takut berlebihan, yang menciptakan kebodohan yang hakiki, hingga membuat Daddy R, termasuk si Poppa itu jadi salah paham. Apes!.
♥♥♥♥♥♥
Bicara tentang sikap Kafeel yang berdasar atas ketakutan tersendiri-nya pada ayah kandung Val itu, apakah Daddy R menyadarinya?....
Jawabannya ...
‘Ngomong-ngomong tentang sikap bocah Adiwangsa ini padaku sekarang, rasa-rasanya ada yang aneh dengannya?....’
Itu, Daddy R yang sempat membatin beberapa waktu sebelumnya. Dari sejak Kafeel tiba di Kediaman, lalu mengabaikannya.
‘Apa dia sudah tahu perihal Lena, jadi membuatnya nampak tidak fokus dari sejak dia datang, bahkan nampak linglung kulihat.’
Nah, itu Daddy Jeff yang berbisik di telinga Daddy R tepat disaat Daddy R selesai membatin.
Yang mana Daddy Jeff tahu betul, jika Daddy R yang matanya terus memindai Kafeel itu pasti sedang merasa aneh dengan sikap Kafeel pada Daddy R itu.
“Tapi spekulasi gue, Nathan, John dan Dewa, nih anak kayaknya gugup karena ketemu lo saking takut dia ga dapat restu dari lo.... soalnya dia kemarin seperti ini juga sebelum meminta ijin pada kami soal dia dan Val.”
Daddy R lalu manggut-manggut, dan didetik berikutnya ia tersenyum miring.
“Hem, jadi begitu ....”
Daddy R menggumam.
“Tatar Dad, lumayan buat hiburan ....”
Lalu bisikan saiton.....
Eh, bukan.
Bisikan dari mulut jahil si Tan-Tan, membuat senyuman miring Daddy R menjadi seringai.
Seringai jahil lebih tepatnya, dari sejak Daddy Jeff mengumbar satu fakta padanya soal sikap Kafeel.
Yang mana memang sudah tercetus ide jahil di otak Daddy R untuk mengerjai kekasih putri kandungnya ini.
“Mainkan ...” gumam Daddy R, namun mereka yang berada dekat sekali dengannya bisa mendengar gumaman Daddy R yang disertai seringai jahilnya itu.
“Mantap.....” sahut mereka yang berada didekat Daddy R dengan pelan, saat Poppa muncul.
Daddy dan para partner in kejahilan yang hakiki dalam keluarganya sejak seorang Fania alias Kajol alias Momma datang dalam keluarga mereka itupun, sekuat tenaga menahan tawa mereka.
Dan saat ini, ‘tataran’ untuk Kafeel sedang dijalankan.
Sekaligus memberikan syok terapi, ucapan selamat datang untuk Kafeel.
Yang sebenarnya tidak Daddy R dan para Dad lainnya ragukan kesungguhan perasaan pria itu pada Val.
Apalagi rentetan kalimat Kafeel yang disertai ucapan-ucapannya untuk meyakinkan Daddy R, termasuk yang lainnya memanglah sudah dinilai tulus dan sungguh-sungguh oleh Daddy R dan yang lainnya.
Toh, tak ada yang dapat mengalahkan insting salah satu pentolan Black Drake ini.
Jadi AA, nikmatin aja.
Harap bersabar, ini ujian.
♥♥♥♥♥♥
“Kau sadar kau telah menyinggungku dengan kelakuanmu selain kau telah lancang mencium bibir putri kandungku?...”
“Iya, aku sadar Uncle...”
“Kau telah berlaku dengan sangat tidak sopan padaku dari sejak kau datang tadi...” kata Daddy R. “Kau telah meremehkan-ku anak muda...”
“Aku tahu Uncle, dan untuk itu aku memohon maaf yang sebesar-besarnya ...” jawab Kafeel lagi. “Tapi bukan semata-mata karena aku meremehkanmu ... Sungguh ...”
Kafeel masih menegakkan dirinya, masih tegar dan tak gentar memandangi para pria dalam keluarga Val, bahkan Uncle Rico yang telah ikut berdiri juga di dekat Daddy R.
__ADS_1
Hanya Nathan dan Sony yang tidak dipandangi Kafeel, karena dua orang itu telah ngeloyor ke pekarangan belakang, entah mau ngapain.
Namun suara Kafeel berikut ekspresinya yang nampak sungguh-sungguh itu, kini juga nampak mengiba.
“Aku terlalu gugup ... takut, lebih tepatnya, Uncle. Aku takut dengan pesan darimu yang menggambarkan ketidak – senangan-mu karena aku telah mencium bibir Val... makanya aku bersikap begitu bodoh tadi ... tolong, aku mohon dengan sangat, maafkan aku. Tapi tolong juga percaya padaku, jika aku tulus mencintai Val, terlepas siapa aku jika dibandingkan dengan kalian. Tolong Uncle R, aku butuh restumu ....”
“Tidak semudah itu....”
Singkat saja Daddy R menyahut dengan entengnya, setelah Kafeel berbicara panjang lebar.
“Apapun yang kau katakan tadi, itu tidak cukup meyakinkanku. Kau, harus berusaha lebih keras. Sekarang minggir ... kita sudah cukup bicara.”
Daddy R berucap, sambil menelisik Kafeel dari ujung rambut sampai ujung kaki.
“Sebelum kau sanggup meyakinkanku, kau ku-larang dengan keras berdekatan dengan Val.”
Daddy R kembali berucap, sambil menggeser tubuh Kafeel hingga pria itu sedikit bergeser dari tempatnya.
‘Kita lihat sampai dimana tekadmu, bocah tengik!’
Daddy R membatin dengan bibir yang menyeringai tipis, sambil melewati Kafeel dengan sengaja menabrakkan bahunya dengan bahu Kafeel.
“Kalau begitu berikan aku kesempatan untuk meyakinkanmu saat ini juga!”
‘Aha!’
Beberapa hati berseru senang.
Setelah mendengar suara Kafeel yang telah Daddy R dan ‘rombongannya’ lewati.
“Hem ....” Daddy R berdehem pelan. Sambil menghentikan langkahnya, namun tak berbalik badan.
“Berikan aku kesempatan untuk meyakinkanmu saat ini juga, tentang kesungguhanku pada Val. Silahkan Uncle, atau kalian semua berikan tantangan padaku! .... Dengan catatan, jika aku sanggup melakukannya, restu – mu, Uncle R, sudah otomatis kau berikan padaku untuk menjalin hubungan cinta dengan Val.”
Kafeel tak gentar, sekaligus kepalang tanggung, selain tak rela jika harus berpisah dengan Val.
Jadi kalimat yang seolah menantang Daddy R itu, ia cetuskan tanpa ragu lagi.
Dimana Kafeel tak tahu, jika wajah dari orang yang tak berpaling itu sedang tersenyum lebar.
Memang kalimat itu yang Daddy R tunggu, yang mana otak jahilnya sudah merencanakan sesuatu untuk Kafeel.
‘Kena deh!’
Begitu kira-kira hati Daddy R yang girang, termasuk hati para Daddy jahil lainnya.
♥♥♥♥♥♥
"Dicintai secara mendalam oleh seseorang memberimu kekuatan. Mencintai seseorang secara mendalam memberimu keberanian."
-KAFEEL-
♥♥♥♥♥♥
“Silahkan Uncle, atau kalian semua berikan tantangan padaku! .... Dengan catatan, jika aku sanggup melakukannya, restu – mu, Uncle R, sudah otomatis kau berikan padaku untuk menjalin hubungan cinta dengan Val.”
Kini Kafeel telah berdiri tegak menghadap ke arah dimana Daddy R yang sedang berdiri membelakanginya itu, berikut kroni-kroninya yang ikut berhenti, kala Daddy R menghentikan langkahnya.
Lalu rombongan ‘naga’ bukan bonar itu berbalik ke arah Kafeel dengan mata yang juga serempak memandang ke arah Kafeel yang nampak sudah pasang badan itu.
‘Gue macam masuk ke sarang gangster!’
Kafeel jadi merinding.
“Kau meminta sebuah tantangan sebagai pembuktian Tuan Kafeel Adiwangsa? ...”
“Ya!”
Kafeel menyahut cepat.
“Kau yakin?” pungkas Daddy R.
‘Engga juga!’ jawab Kafeel.
Dalam hati tapi kalau yang itu.
“Sangat yakin!”
Tapi dihadapan Daddy R, jawaban itu yang Kafeel cetuskan dengan sikap siap sedia bak anak pramuka.
“Hem.” Daddy R kembali berdehem. Nampak cool sekali, padahal hatinya cekikikan. “Baik, aku terima tantanganmu!”
Kafeel tersenyum. Hanya senyuman tipis.
Namun Kafeel merasa puas.
‘Setidaknya gue masih punya kesempatan....’
Kafeel membatin.
‘Semoga gue ga suruh adu otot sama itu Samson blasteran ----‘
Kafeel sedang berharap, sambil curi-curi melirik Poppa dengan ekor matanya.
“Poppa...”
Namun didetik berikutnya, Daddy R bersuara.
Sungguh satu kata yang disebut Daddy R itu membuat Kafeel menjadi was-was.
‘Perasaan gue ga enak sumpah!’
Dan yah rasa-rasanya harapan Kafeel tidak dikabulkan Tuhan.
“Sudah lama bukan, Poppa tidak berlatih dengan samsak hidup? ----“
‘Allahu Akbar!’
Kafeel pun nyebut.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
To be continue ....
Mohon maaf jika masih banyak typo bertebaran, tapi dukungan jangan dilupakan.
__ADS_1