
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
London, England,
“May mana? ....”
“Dia tidak bisa ikut kita sekarang, Rery.”
“Kenapa?”
“Ada urusan katanya –“
“Tugas kuliah? ....”
“Entah –“
♥
“I might be long here. So feel free if you guys want to do anything else while I’m here. But remember, don’t let my family know about what I’m doing here.”
“(Aku mungkin akan lama di sini. Jadi silahkan saja jika kalian ingin melakukan hal lain selama aku berada di sini. Tapi ingat, jangan sampai keluargaku tahu tentang apa yang aku lakukan di sini)”
Dan yang ditanyakan Rery pada 4 orang dara yang memiliki janji temu dengannya dan Felix - anak Uncle Nino ---- di sebuah pusat perbelanjaan\, kini tengah berada di apartemen milik pacarnya yang sudah upgrade jadi calon suami, namun belum ada acara resmi untuk menguatkan status tersebut di mata publik. Namun hal itu tidak masalah bagi dia yang menjadi bahan pertanyaan Rery, dan yang bersangkutan ---- yakni Mika, berkata barusan pada salah seorang bodyguard yang cukup akrab dengannya.
“They’re surely will teased that bad me if they know I’m learning to cook (Mereka pasti akan meledekku habis - habisan kalau tahu aku belajar memasak)” kata Mika lagi pada satu bodyguard yang membantunya membawakan tas belanja Mika, yang kemudian ia letakkan di atas meja pantri dalam apartemen Arya, sesuai permintaan Mika.
'Yakin mulut mereka akan menjadi sangat usil jika tau gue belajar masak demi jadi istri sempurna buat si Recehboy kelak.'
Mika membatin kemudian.
♥
“I’ll get it then (Saya mengerti kalau begitu) ..” ucap bodyguard yang sedang berinteraksi dengan Mika itu, menjawab permintaan dari satu nona muda dari satu keluarga yang mempekerjakannya tersebut ---- sambil ia mengangguk dan tersenyum pada Mika, “Do you want me to help (Apa anda ingin saya membantu)?” tanya si bodyguard kemudian.
Mika langsung menggeleng lalu menjawab pertanyaan satu bodyguardnya itu setelahnya. “Nope. I want to try by myself for now (Engga. Aku ingin mencoba sendiri dulu untuk sekarang)”
“And what should we say, if you’re family asking about you, Miss (Dan apa yang harus kami katakan, jika keluarga anda bertanya tentang anda, Nona)?”
Pertanyaan kemudian tercetus dari mulut si bodyguard lagi pada Mika yang langsung menjawabnya.
“Just be honest that I’m here (Jujur saja kalau aku sedang di sini), Ab.”
♥
“Want to change some interior or else .. Any .. but my main reason here (Ingin mengubah interior atau apapun .. Apa saja .. selain alasan utama aku di sini)”
Mika menambahkan ucapannya, dan bodyguard yang Mika sebut dengan ‘Ab’ itu langsung menjawab paham ucapan Mika tersebut. “Alright, Miss Mikaela.”
♥
“I’m outside the door if you need me (Aku ada di luar pintu jika anda membutuhkan saya)“
“Thanks, Ab.... “ jawab Mika pada Ab yang kemudian pamit untuk undur diri dari hadapannya.
“You are very welcome, Miss Mikaela. And please don’t thank me, because I’m doing my duty (Terima kasih kembali Nona Mikaela. Dan tolong jangan berterima kasih padaku, karena aku melakukan tugasku)”
Ab menjawab ucapan terima kasih Mika padanya sebelum ia benar-benar keluar dari dalam apartemen Arya, dan berdiri siaga tepat di luar pintu hunian yang disewa Arya tersebut. Mika melemparkan senyuman ramah pada Ab kemudian.
“Tapi ngomong – ngomong soal interior, kayaknya memang harus ada yang dirubah ini interior di sini biar ada kesan suasana baru.”
Mika lalu langsung menggumam selepas Ab pergi dari hadapannya, setelah si Neng Judes sempat mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempatnya berdiri.
"Tapi .. gue sih mau menyarankan dia pindah aja dari sini .. walaupun cozy, tapi menurut gue kurang luas."
Mika menggumam lagi.
"Apalagi kalo mau dijadikan tempat tinggal kami kalo gue dan Arya udah nikah nanti?" Lalu Mika mengulum senyumnya kemudian.
♥
“Let’s see (Mari kita lihat) sejauh apa kemampuanmu untuk memasak, Nona Mikaela Finn Adjieran Smith ..”
Mika yang selesai mengedarkan pandangannya ke sekeliling bagian sejauh matanya memandang dalam apartemen Arya, kemudian mengalihkan pandangannya itu ke meja pantri.
“Recehboy sialan .. padahal gantengnya masih kalau jauh dari Abang, tapi dia malah bisa bikin gue melakukan hal yang ga pernah ingin gue lakukan.”
Menggerutu kecil sambil mengeluarkan barang – barang persiapannya untuk belajar memasak sendiri.
Namun begitu, Mika mengulum senyumnya kemudian. Mendengus geli, mentertawai dirinya sendiri yang sampai sejauh ini ingin menjadikan dirinya terlihat sempurna di mata Arya.
“Jangan – jangan gue dipelet nih sama dia?” duga Mika yang kemudian tersenyum geli sendiri sekali lagi.
♥
“Aih, gue lupa bawa baju ganti. Dan gak mungkin gue masak dengan pakaian begini? ..”
Mika kembali menggumam, selepas ia selesai mengeluarkan barang – barang dari kantung belanja, yang merupakan bahan – bahan untuk keperluannya belajar memasak.
“Disini juga ga ada celemek setau gue sih,” gumam Mika lagi yang merasa jika tidak akan nyaman memasak dengan outfit yang ia kenakan sekarang, walau kasual.
Namun pakaian Mika tersebut, tetap membuat Mika terlihat rapih. Bahkan Mika terlihat bak orang kantoran.
♥
Lalu Mika berpikir tentang pakaian persediaan Arya yang ada di apartemennya si Recehboy tersebut. Dan memutuskan jika ia akan meminjam satu kaos Arya untuk ia kenakan saat memasak.
“Hitung – hitung lepas kangen dipeluk si Recehboy kalo gue pakai baju dia.”
Sambil Mika mengayunkan langkahnya menuju kamar Arya dalam apartemen pria yang sudah bisa disebut sebagai calon suaminya.
“Lebih sedap wanginya kalau ini parfum nempel di badan lo dulu, Ar .. tapi better lah, daripada gue yang lagi kangen sama lo ini cuma bisa lihat foto lo aja.”
Namun sebelum Mika membuka lemari Arya, satu dua parfum Arya menarik perhatiannya. Dimana kemudian satu botolnya Mika ambil dan langsung ia semprotkan ke pergelangan tangannya.
Habis itu Mika hirup harum parfum Arya tersebut yang sudah ia semprotkan ke salah satu pergelangan tangannya, sambil Mika bicara, yang seolah sedang bicara langsung dengan Arya.
Dimana Mika yang bicara sendiri itu, melakukannya tanpa sadar. Dan masih terus tidak sadar kalau ia tengah bicara sendiri saat dirinya sudah membuka lemari Arya, kemudian melihat isinya. Pakaian Arya, yang tidak sedikit jumlahnya, tapi tidak banyak juga.
Berniat untuk memakai kaos Arya.
Namun tangan Mika malah meraih satu kemeja kerja Arya.
Yang kemudian Mika kenakan, menggantikan pakaiannya. “Siapa tau percobaan pertama gue belajar masak ini langsung sukses karena dengan gue pakai salah satu baju lo saat gue masak, gue ngerasa kalo lo lagi meluk gue .. masakan bisa jadi enak kalo ada rasa bahagia dari yang masak kan?” lalu Mika mematut dirinya di cermin sambil ia mengoceh sendiri lagi.
♥
__ADS_1
“Haish!”
Tak seberapa lama kemudian Mika mendesis sambil geleng – geleng di tempatnya.
“Lo udah kena sindrom bucin akut , May.” Kemudian Mika berkata pada dirinya sendiri.
Dengan Mika yang masih mematut di depan cermin.
Engga ya?!
Lalu hati Mika memberikan penyangkalan pada ucapannya sendiri.
Cuma sekedar lagi kangen aja sama itu pacar receh. Yang udah sok manis ngelamar gue, terus nempelin gue selama dua hari berturut – turut.
Suara dalam hati Mika menambahkan kalimatnya.
Mika lalu mendengus.
Kemudian si Neng Judes itu buru – buru melangkah untuk menuju pantri di apartemen Arya tersebut.
♥
“Chicken fillet, smoked beef.... bla.... bla.... terakhir, saus sambal. Oke, bahan – bahan sudah lengkap....” ucap Mika yang habis mengabsen bahan – bahan dari makanan yang hendak ia buat.
Dengan berbekal video tutorial masakan dari ayah kandungnya sendiri yang sering memasak selain memang Daddy Dewa adalah seorang profesional chef. Yang terkadang suka memvideokan setiap masakan yang ia buat, dari yang simple sampai yang sulit.
Kali ini Mika mengambil resep yang merupakan salah satu makanan yang menjadi kesukaan Arya. Yang untung saja, ada koleksi video Daddy Dewa mengenai cara membuat makanan itu di laman medsos pribadi sang daddy ---- yang lebih Mika percaya jelas pemaparannya\, dan tentunya masakan Daddy Dewa tidak ada yang tidak enak.
Makanya atas banyak pertimbangan positif itu, Mika memilih tutorial memasak satu resep kesukaan Arya dari video ayah kandungnya saja, ketimbang dari profesional chef lain yang bahkan punya saluran sendiri disebuah kanal berbasis web dengan konten video di dalamnya.
Walau dalam memasak, mau persis mengikuti tutorialnya pun, biasanya rasa akan berbeda karena beda tangan yang membuat.
♥
“My Good .. memasak memang sesuai dengan perkiraanku. Merepotkan.”
Mika yang sudah berkutat dengan bahan – bahan masakan yang hendak ia buat itu menggerutu sambil ia melakukan satu per satu langkah dari cara memasak di video tutorialnya Daddy Dewa.
“Untung saja gue kepikiran buat membeli sarung tangan pelindung ini tadi. Kalo engga, tangan gue udah bau ayam dan daging mentah!” gerutu Mika lagi.
Dimana beberapa menit setelahnya, Mika menghela frustasi nafasnya. Karena dada ayam tanpa tulang yang telah ia belah untuk ditata dengan daging asap dan keju di ujungnya yang kemudian harus digulung, masih belum sukses Mika gulung dengan rapih.
Mika bahkan hampir putus asa. Padahal beberapa bahan pelengkap makanan utama yang hendak Mika buat itu sudah sebagian sukses Mika sedang olah.
“IIHH!!....”
Mika kesal sendiri.
Pasalnya setelah gulungan ayam berisikan daging asap dan keju itu sudah rasanya rapih ia buat, Mika malah menyenggol sesuatu di atas meja pantri yang kemudian terjatuh.
Hingga Mika jadi melepaskan pegangannya pada gulungan ayam yang akhirnya terbuka lagi.
♥
Mka mendengus berat sambil ia berjongkok untuk mengambil salah satu bahan yang tersenggol olehnya lalu jatuh ke lantai.
“Mi??....”
Satu suara yang rasanya Mika dengar kala ia sedang berjongkok itu, membuatnya spontan mengernyit dan menggumam di tempatnya.
Duk!
Namun kepala Mika terbentur bagian bawah meja pantri karena ia hendak bangkit dengan tergesa.
“ADUH!” pekik Mika dengan spontan, yang mengaduh karena merasakan sakit di kepalanya yang terbentur itu.
Lalu didetik berikutnya mata Mika langsung membola. Soalnya orang yang suaranya Mika rasa dengar, tahu-tahu sudah ada dihadapannya dan datang dengan nampak tergesa serta berwajah agak khawatir.
♥
“Mika! Lo kenapa?? –“
“Ar – yaa??....”
Mika langsung berucap terkejut melihat Arya nyatanya sudah ada dihadapannya yang sedang berjongkok dan memegangi bagian kepalanya yang terbentur itu.
“Lo oke, Mi??”
Arya langsung lagi bertanya, sambil sudah memegangi lengan Mika dan menatapnya khawatir.
Mika pun mengangguk, dengan dirinya yang kemudian berdiri dan dibantu juga oleh Arya. “Cuma terbentur aja,” Mika lalu menjawab Arya, setelah ia berdiri dan kini berhadapan dengan Arya.
“Kenceng?” tanya Arya lagi. Sambil ia menelisik kepala Mika yang langsung menggeleng.
♥
“Lumayan.”
Mika berkata menjawab pertanyaan Arya setelah ia menggeleng.
"Pusing ga?...." tanya Arya lagi dengan khawatir, sambil ia memberikan usapan lembut di kepala Mika.
"Engga," jawab Mika. “Tapi....” Lalu Mika berkata lagi seraya bertanya. “Kok lo tau-tau ada disini, Ar??”
“Gue ada pertemuan bisnis di Liverpool gantiin Papa besok. Jadi sekalian aja niatin buat kasih lo surprise, tapi dari bandara gue putuskan buat kesini dulu bebersih, baru telfon terus nyusulin lo ke tempat lo berada....”
Arya menjawab pertanyaan Mika, sambil ia masih mengusap-usap pelan bagian kepala Mika yang terbentur.
“Malah gue yang kaget lo ada disini....“ ucap Arya, lalu memandang ke arah meja pantri apartemennya. “Dan lo.... masak? –“
“Baru mau belajar. Itu juga karena hari ini gue Gabut!” tukas Mika.
Lalu memalingkan wajah dan tubuhnya dari Arya yang orangnya kini sedang cengengesan.
“Ciehh....”
Dan mulai berniat meledek Mika.
“Yang abis gue lamaar.... niat banget mau jadi istri yang baik buat gue kayaknya? sampe bela-belain belajar masak segala, padahal anti dapur –“
“Ge er!” sambar Mika, sambil menyembunyikan wajah saltingnya, dimana Arya kemudian terkekeh.
“Pantes aja langit yang tadi cerah tau-tau malah nurunin ujan?.... Neng Mika masak gaes!”
Lalu Arya kembali meledek Mika.
“Gue lagi be-la-jar, bukan masak beneran –“
__ADS_1
“Judulnya lo ada di dapur dengan bahan – bahan masakan yang penuh di atas meja pantri plus barang – barang buat masak, dan kompor nyala dengan panci di atasnya.... Masak itu namanya Neng –“
“Bodo!” sambar Mika lagi, dan Arya pun terkekeh lagi ---- sambil dengan isengnya memperhatikan wajah Mika yang agak tertunduk dan meneruskan untuk menggulung kembali ayam yang tadi gulungannya lepas karena ia menyenggol kentang yang kemudian jatuh ke lantai. “Gue tabok pakai ini gulungan ayam loh, ya?!....” Mika yang risih diperhatikan Arya dengan wajah isengnya itu kemudian berucap ketus sambil mendelikkan matanya.
“Ahahaha.” Namun si Recehboy malah tergelak.
Mika lalu merungut, namun tidak bicara lagi. Dan si Recehboy kembali menggoda Mika
“Uuu, jadi makin thayang. Dimasakin gini.... padahal biasanya, disuruh ngambil kecap ke dapur aja ogah –“
“Ngeledekin gue terus, gue rebus loh ya?!”
Mika mengeluarkan ancamannya pada Arya.
“Ahahaha.” Tapi Arya tertawa lagi, membuat Mika meliriknya dengan sinis.
♥
“Ngomong-ngomong soal ngerebus, itu lo ngerebus apaan? –“
“Ah ya ampun wortel sama buncis gue!” ucapan Arya membuat Mika tersadar akan dua bahan yang ia sebutkan itu, yang memang sebelumnya sedang ia rebus sebelum berkutat dengan ayam dan 2 cs yang lain untuk digulung.
Mika lalu langsung berbalik agak panik untuk menghampiri kompor di belakangnya.
“Yah kematengan deh! Elo sih!” lalu Mika menjadikan Arya kambing hitam.
“Nah elo yang lupa, nyalahin gue? –“
“Ya elo gangguin gue! –“
“Salah aja gue sih –“
“Udah sana! Ganti baju kek apa?”
Mika menukas ucapan Arya dengan ketus, sambil ia sibuk dengan kegiatannya dekat kompor itu.
“Ya udah gue ganti baju dulu, abis itu gue bantuin lo....” ucap Arya kemudian, lalu mengusap pelan kepala Mika dan segera berbalik dari posisinya.
Mika hanya berdehem saja menanggapinya.
♥
Arya tersenyum sambil ia berjalan menjauh dari Mika, lalu meraih tas ransel yang tadi ia bawa sebelum ia masuk ke kamar dalam apartemennya yang berada di London itu.
‘Oh iya, ada titipan dari mama buat Mika,’ batin Arya yang teringat akan sesuatu dalam sebuah tas kecil yang terpisah dengan ranselnya. 'Eh tapi mana tuh tas?...‘ Arya lalu celingukan. 'Oh iya di ruang tamu.'
Arya membatin lagi, sambil mengingat jika tas kecil yang ia sedang pikirkan itu masih ditentengnya saat masuk apartemen.
Lalu Arya berpikir untuk mengambil tas kecil yang ia tinggal di ruang tamu apartemen itu, sebelum ia mengganti bajunya yang sudah ia pakai selama belasan jam.
'Hah, sekalian gue foto itu Neng Judes yang lagi masak.’
Sebuah ide jahil pun terbersit di otak Arya, yang menunda berganti pakaian itu. Lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celana yang kemudian benda pipih itu ia pegang.
Dimana Arya hendak keluar kamarnya dengan segera dan melakukan rencananya untuk memotret Mika yang sedang memasak, karena hal itu merupakan sesuatu yang langka.
Meski Mika juga baru dalam langka belajar perdana dalam kegiatannya memasak saat ini.
Namun bagi Arya, Mika terlihat nampak menggemaskan saat menggulingkan sebuah gulungan yang sempat Arya lirik adalah irisan ayam tanpa tulang dengan potongan besar yang sudah tergulung rapih.
Membuat Arya jadi rasanya ingin memperhatikan Mika yang sedang belajar memasak sendiri itu sampai si Neng Judes tercintanya itu selesai. Selain juga, Arya hendak memberikan barang titipan mamanya untuk Mika.
♥
Arya sudah sampai ke pantri dan sudah sempat bersuara memanggil Mika.
“Mi –“
Gluk!
Namun suara Arya jadi tercetus pelan dan tertahan, serta langsung meneguk salivanya dengan ia yang kemudian membeku di tempatnya.
♥
“Api kecil itu sebegini bukan sih ukurannya?....”
Sementara itu Mika yang masih berada di pantri Arya, kini sudah bersiap untuk menggoreng ayam berisikan daging asap dan keju yang sudah sukses ia gulung dengan rapih dan sudah dilumuri tepung serbaguna, kocokan telur dan tepung roti.
“Ukuran api di video Dad Boo – Boo seharusnya disorot juga!” gumam Mika lagi.
Sambil ia merunduk memperhatikan api di kompor yang sedang ia nyalakan itu, tanpa Mika ngeh dengan posisinya.
Posisi yang membuat Arya meneguk ketat salivanya dan tengah membeku di tempatnya sekarang. Akibat tercengang dengan pemandangan yang ia dapati saat ia hendak kembali menghampiri Mika.
Well, Bagaimana Arya tidak tercengang, membeku dan meneguk ketat salivanya??....
Kalau si Recehboy itu yang tadinya ingin mengisengi Mika, malah disuguhi pemandangan yang membuat hormon kelakiannya jadi berdesir cukup kencang.
Pemandangan bongkahan padat milik Mika, yang hanya tertutupi kain yang suka disebut ‘segitiga berenda’ berwarna hitam. Penutup 'hutan amazon' dan 'gunung alpen' yang berada di belakang itu 'hutan amazon' milik wanita yang punya goa persemayaman 'anakonda'.
Karena Mika dan Arya yang juga tidak engeh sebelumnya, kalau Mika hanya menggunakan satu potong kemeja saja yang menutupi bagian luar tubuhnya yang tidak tertutup semua.
Sekarang baru Arya engeh. Kalau Mika sedang mengenakan kemeja miliknya, dan hanya satu lembar pakaian itu saja yang menutupi tubuh semampai Mika, selain dua kain penutup di dalamnya.
Mika pun tidak tahu jika Arya akan datang ke London dan mampir ke apartemen yang si Recehboy sewa itu, makanya ia santai saja menggunakan kemeja Arya, dan hanya menggunakan satu set pakaian dalamnya saja dibalik kemeja Arya itu tanpa menggunakan luaran lagi pada bawahannya.
Pun santai saja menggunakan kemeja Arya yang terhitung membuatnya menjadi terlihat seksi karena kemeja Arya memang longgar, tapi bawahnya tidak terlalu panjang ---- dan Mika yakin kalau bodyguardnya juga tidak akan sembarangan masuk lagi sebelum ia sendiri yang memanggilnya ke dalam apartemen Arya.
Jadi Mika woles hanya menggunakan kemeja Arya dan pakaian dalamnya saja saat mulai belajar memasak. Yang hingga Mika dalam posisinya sekarang, si Neng Judes juga masih belum engeh dengan apa yang dikenakannya. Dan woles juga menonggeng begitu saja saat memperhatikan api di kompor dengan Mika yang bingung dengan settingan besar kecil apinya.
Kebingungan Mika yang tak sadar posisi itu membuat sebuah kesaltingan yang hakiki pada diri Arya sekarang, yang masih membeku di tempatnya,dan sudah beberapa kali meneguk salivanya.
‘Astagfirullah.... Astagfirullah....’
Arya lalu ingat untuk istighfar dalam hati, demi menguatkan iminnya.
Lalu Arya sempat juga memalingkan wajahnya dari pemandangan sungguh indah dan membuat tangannya sedikit gatal untuk meremat itu bongkahan belakang milik Mika.
Tapi syaiton malah membuat kepala Arya kembali menoleh ke arah bongkahan A - shape milik Mika tersebut dan menahannya.
Pun si syaiton memegangi mata Arya agar tidak berkedip dan jadi terus menatap ke arah benda kembar milik Mika pada bagian belakangnya yang nampak padat itu, sambil si syaiton berbisik,
Sikat bleh!
✨✨✨✨✨✨
To be continue ...
__ADS_1