
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, Inggris,
"Benar begitu May? Arya udah ngelamar kamu yang udah menghapus prinsip kamu yang anti nikah muda?"
Ada Momma yang menimpali ucapan Rery setelah duo ibu dan anak kandung itu---berikut mereka yang sedang bersama Momma dan Rery menangkap sikap Mika yang tidak seperti biasanya.
Dimana satu anggota keluarga mereka yang seringnya datar saja baik wajah dan ekspresinya, saat ini terlihat sumringah dengan senyum yang terpatri di wajah Mika yang seringnya bertampang judes itu.
"Mana ada, Momma ..."
Mika dengan cepat menyergah dugaan Momma tadi.
"Ya habis kamu tumben banget tahu-tahu dateng sumringah begini? ... Satu pemandangan langka.”
"Iya benar itu," timpal Val. "Ah jangan-jangan kamu sudah terkena virus bucin sepertiku. Jadi setelah berbicara dengan Kak Arya nun jauh di Saint Vincent and Grenadines sana, walau hanya lewat sambungan telefon kamu sudah bahagia-"
"Ini lagi-"
"Ya terus kenapa begitu kayaknya kok happy banget?"
"Kepoo-"
****
"Arya akan kembali ke London dengan segera. Karena pekerjaan di Saint Vincent and Grenadines sepertinya sudah selesai. Arya juga sudah berangkat dari sana sejak empat jam yang lalu ... Makanya aku senang ..." terang Mika yang akhirnya buka suara memberikan klarifikasi mengenai sikapnya yang juga ia telah sadari bahwa rasa senangnya karena akan segera bertemu lagi dengan Arya secara langsung, begitu tampak.
"Jadi kau sudah mencintainya?-"
"Eemm ..." Mika menggumam samar menanggapi pertanyaan Poppa barusan.
"Bilang saja iya,"
Rery menyambar untuk menimpali pertanyaan Poppa pada Mika itu.
"Tahu ..." cetus Val.
"Tempe! ..." tukas Mika.
****
"Excuse me, Misters-Madams-Misses, dinner is ready (Permisi Tuan-tuan----Nyonya-Nyonya----Nona-Nona, makan malam telah siap)" Salah seorang maid pada mansion utama The Adjieran Smith yang berada di London itu, datang menyambangi para tuannya yang sedang berkumpul di ruang keluarga untuk menginformasikan kesemua tuannya itu perihal mereka sudah dapat menikmati makan malam yang disajikan di ruang jamuan dalam mansion tersebut, karena semua anggota keluarga yang berdomisili di London sedang berkumpul semua untuk makan malam bersama.
Dan dikarenakan ruang makan dalam mansion tersebut hanya cukup untuk kisaran sepuluh orang saja, makanya makan malam para anggota keluarga The Adjieran Smith yang berdomisili di London itu disajikan di ruang jamuan yang memiliki kapasitas ruang makan dengan jumlah kursi berikut meja panjang yang kiranya cukup untuk dua puluh orang atau lebih---karena tiga belas anggota keluarga The Adjieran Smith yang berdomisili di Kota Asap tersebut sedang hadir semua. Maka jadilah makan malam mereka disiap serta disajikan di ruang jamuan dalam The Great Mansion of The Adjieran Smith.
Para sultan dan sultanah itu pun satu per satu mengayunkan langkah mereka dengan santai namun teratur. Dimana Gappa berjalan beriringan dengan Papa Lucca, sementara Gamma dengan Oma Anye, Mommy Ara dengan Mama Fabi, Momma gelayutan pada kakak ganteng kesayangannya---hal yang masih sering Momma lakukan, meski dirinya bukan lagi Little F yang masih belia.
Namun begitu, interaksi Momma dengan Daddy R, tidaklah pernah berubah karena keduanya yang saling menyayangi seperti kakak dan adik kandung beneran.
Dan empat pewaris muda, Mika-Ann-Val dan Rery berjalan beriringan di belakang para orang tua dan tetua tersebut. Satu orang tua---satu Dad lebih tepatnya, tidak terlihat berjalan beriringan dengan mereka semua tersebut di atas.
Poppa.
Yang orangnya kemudian terdengar bersuara.
"May ..." panggil Poppa yang menyebut nama panggilan sayang Mika dalam keluarga, setelah panggilan itu tercetus dari mulut satu anggota keluarga yang lain, yang karena keseringan diucapkan---jadilah panggilan itu menular ke seluruh anggota keluarga mereka pada Mika.
"Iya, Pop? ..." tanggap Mika dengan cepat setelah mendengar Poppa memanggilnya.
Dimana Mika menghentikan langkahnya, seraya ia berbalik menghadap Poppa yang sedang berdiri miring menghadap ke arahnya, Ann-Val dan Rery yang ikut menghentikan langkah dan menoleh ke arah Poppa yang sedang berdiri miring di depan televisi---seperti Mika yang kini sedang memandang pada Poppa setelah ia menyahut seraya menghentikan langkah dan berdiri menghadap pada Poppa dari tempatnya.
"Kau bilang Arya berangkat hari ini dari Saint Vincent ke sini?" tanya Poppa dengan ekspresi wajah yang sedikit nampak was-was.
"Iya, Pop. Kenapa memangnya? ..." tanggap Mika sambil ia melangkah untuk mendekati Poppa sebagai bentuk etika.
"Naik pesawat apa? ..."
Poppa yang masih bergeming di tempatnya itu di depan televisi dalam ruang keluarga mereka yang masih menyala, kembali bertanya saat Mika sedang berjalan ke arahnya yang diikuti juga langkah Mika itu oleh Ann-Val dan Rery.
"Aku tidak bertanya soal itu pada Arya, Pop ..."
__ADS_1
Mika lekas menjawab.
"Ada apa memangnya, Pop? ..."
"Ada kecelakaan pesawat ..." ucap Poppa sambil ia menunjuk ke arah televisi yang menyala dengan dagunya. "Ada penerbangan dari Saint Vincent and Grenadines menuju Heathrow terbakar di udara yang berangkat beberapa jam yang lalu ..."
Poppa kemudian membesarkan volume suara televisi yang sedang menyiarkan breaking news itu, dan Mika kian mendekat kepada Poppa dengan mata Mika yang fokus menatap televisi yang menyiarkan sebuah berita sela yang tulisan pada bagian bawah tersebut kurang lebih persis seperti yang Poppa katakan tadi.
“Dimana ponselmu? ...” tanya Poppa pada Mika yang termangu menatap televisi dengan tatapan nanar.
“Arya ...” lirih Mika, yang sepertinya tidak memperhatikan jika Poppa mengajaknya bicara.
“Ry, hubungi nomor Arya dengan telefon rumah-“
“Iya, Pop ...” sahut Rery dengan cepat setelah Poppa menyadari jika Mika kemungkinan sedang merasa sangat was-was, melihat dari ekspresi Mika sekarang.
“And Ann. Kau ambilkan ponsel Mika di kamarnya, siapa tahu Arya ada memberikan informasi pesawat yang ia gunakan untuk kembali ke sini ...”
Lalu Poppa beralih ke Ann dan memintanya untuk melakukan apa yang barusan ia katakan, setelah Poppa memperhatikan Mika yang sepertinya tidak membawa serta ponselnya saat ini.
”Yes, Pop-“
“Ga ...” Tepat saat Ann hendak melangkah untuk melakukan apa yang Poppa minta barusan, suara Mika terdengar.
Dimana dara satu itu sudah lebih mendekat ke televisi.
“May ...”
Val dan Poppa sama berucap mendekati Mika.
“A, aku harus menghubungi Arya-“
“Rery sudah aku minta untuk mencoba menghubungi ponsel Arya, dan Ann sedang aku minta untuk mengambilkan ponselmu.”
“Ponsel kamu ada di kamar kan, May?-“
“Iya, Val-“
“Ya sudah. Duduklah di sofa. Aku akan mencari tahu kabar tentang Arya sekaligus kita menunggu informasi daftar manifest penumpang pesawat nahas itu-“
“Iya, Pop ...”
“Arya ...”
“Nomor ponsel Kak Arya tidak aktif ...”
Rery datang melapor.
****
Sementara Val dan Poppa sedang mencoba mengajak Mika untuk duduk saja terlebih dahulu sambil menunggu kabar tentang Arya dengan memperhatikan secara seksama breaking news tentang sebuah kecelakaan pesawat yang terjadi beberapa jam yang lalu itu, Gamma dan lainnya datang kembali ke ruang tengah setelah satu orang maid yang diminta untuk memanggil mereka yang tidak kelihatan batang hidungnya setelah mereka yang berjalan duluan ke ruang jamuan telah sampai di ruangan tersebut---melaporkan tentang mengapa Poppa dan empat pewaris tidak ikut ke ruang jamuan.
Mika sendiri sedang sibuk memeriksa setiap baris pesan chat Arya, yang siapa tahu bisa Mika dapatkan informasi maskapai apa yang Arya gunakan untuk kembali ke London dari negara di tempat pacar Mika itu berada sebelum mengabarkan pada Mika jika ia akan bertolak ke London beberapa jam yang lalu.
Di sisi Mika masih ada Val yang sedang menenangkan Mika bersama Papa Lucca, dimana Mika nampak sekali sedang sangat khawatir mengenai keadaan Arya.
“Let me do that ( Biar aku yang melakukannya ), hem? ...”
Papa Lucca memegang tangan Mika yang nampak sedikit bergetar memegang ponselnya.
Mika menoleh nanar kepada Papa Lucca yang tersenyum menenangkan padanya.
“Kamu tenangkan diri kamu dulu, okay? ...”
Lalu Papa Lucca berujar lembut sambil satu tangannya memegang tangan Mika yang memegang ponsel, dan satu tangannya membelai lembut kepala Mika.
“Kita belum mendapatkan informasi daftar penumpang di maskapai yang pesawatnya terkena musibah itu ... Tapi Papa yakin Arya baik-baik saja ... ” ujar Papa Lucca lagi.
“Poppa dan Dad R juga sedang mencari tahu ke pihak WI-TECH tentang maskapai yang digunakan Arya dan rekannya yang lain dari Saint Vincent-“
“Iya, Momma, Papa-“
“Tenang ya, May? ... Jangan berpikiran buruk dulu.”
__ADS_1
“Iya, Val ...”
“Berikan padaku ponselmu.”
Papa Lucca kembali berbicara pada Mika yang nampak nanar dan sendu itu.
“Biar Papa yang membantu mengecek setiap chat Arya padamu, untuk mencari tahu-“
“Iya, Papa ...”
****
Mika lalu kembali fokus menatap televisi dengan jantungnya yang berpacu cukup cepat, dan dengan gelisah menggonta-ganti channel televisi untuk mencari berita yang lebih akurat tentang kecelakaan pesawat yang Mika harapkan jika Arya tidak ada di dalamnya. Karena breaking news yang sebelumnya telah selesai, dan informasi daftar penumpang dari pesawat nahas yang katanya terbakar di udara lalu jatuh di antara perairan Karibia dan Samudra Atlantik itu belum ada beritanya.
Selain para anggota keluarga yang tidak sibuk mencari informasi yang berkenaan dengan pesawat nahas tersebut berikut juga Arya, Mika juga coba menenangkan dirinya sendiri. ‘Arya ga ada di pesawat itu. Arya ga ada di pesawat itu ...’
Mika merapalkan kalimat harap dalam hatinya, guna menghibur dirinya sendiri---meskipun keringat dingin sudah keluar dari tubuhnya.
“How? ...” tanya Mama Fabi pada sang suami yang nampak sudah selesai mengecek chat Arya di ruang obrolan pribadi Mika dan Arya.
“None of Arya’s chat that inform what plane he used ( Tidak ada satupun chat Arya yang menginformasikan pesawat apa yang ia gunakan )-“
“Bi-biar aku coba menghubungi Arya.”
Kalimat itu keluar dari mulut Mika yang meminta ponselnya dari Papa Lucca.
“Nomor Arya masih tidak dapat di hubungi. Rery masih terus mencoba untuk menghubungi Arya-“
“Mung-mungkin kali ini aku beruntung, Gappa-“
“Calm yourself, okay? ... Para Dadmu sudah mendapat informasi rekan kerja Arya yang lain, dan mereka sedang coba dihubungi saat ini untuk mendapatkan informasi ...”
“Aku mengerti kamu sedang panik, May ... Kamipun sama. Ann sedang coba menembus jaringan data dari maskapai yang pesawatnya kecelakaan itu, jika The Dads tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari yang bersangkutan-“
“Iya, Val ...” tukas Mika sedikit lemas.
“Semua Dads di Jakarta juga sedang ikut membantu, termasuk Kak Kafeel, Abang dan Kak Tan-Tan-“
“Kita harus berpikir positif,” tukas Mommy Ara menenangkan Mika. “Ya?-“
“Iya, Mom ...”
“Aku tetap tidak dapat menghubungi nomor kontak ponsel Kak Arya. Dan sudah juga menghubungi beberapa rekan Kak Arya yang ikut tugas bersamanya di Saint Vincent dan Grenadines, tapi tidak ada yang menerima panggilanku ... Dan beberapa lainnya tidak aktif juga nomor ponsel mereka seperti Kak Arya-“
“Ta-tadi saat menghubungiku via VC, Ar-Arya bilang, jika dia mempercepat kepulangannya yang seharusnya besok, dan tidak semua rekan kerjanya yang bertugas di sana yang ikut bertolak ke London bersama Arya hari ini-“
“Iya sudah May, kamu tenang ya?-“
“I,ya ... Rery-“
“Aku dengar tadi Abang menghubungi Poppa, dan mengambil alih untuk mencari tahu tentang Kak Arya ... Dan katanya manifest-“
“BREAKING NEWS.”
Suara dari televisi membuat Rery tidak melanjutkan kalimatnya.
Lalu suara yang terdengar dari televisi berikut gambar yang ditayangkan juga mengambil alih perhatian semua orang yang sedang berada di ruangan tempat mereka berkumpul sebelumnya.
Dimana semua anggota keluarga The Adjieran Smith yang berada di sekitaran televisi langsung fokus kepada pemberitaan dari berita sela tersebut.
Terlebih Mika yang spontan beranjak dari tempatnya dan berjalan mendekat ke arah televisi, meski volume suara dari televisi di ruang keluarga mansion mereka itu cukup besar untuk di dengar dari tempat Mika berada sekarang.
Dan di detik berikutnya, semua orang nampak tegang, ketika suara dari dalam televisi mengatakan bahwasanya pemberitaan tentang pesawat yang kecelakaan sudah akan mengeluarkan nama-nama dari penumpang di dalam pesawat yang terbakar di udara lalu jatuh ke sebuah perairan dengan informasi jika diperkirakan tidak ada korban yang selamat.
Rasa was-was dan ketegangan mulai kian nampak di setiap anggota keluarga The Adjieran Smith yang menyaksikan sebuah berita sela terhangat itu, ketika di layar televisi sudah terlihat tulisan daftar nama penumpang---berikut suara yang menyebutkan satu-satu nama dalam daftar tersebut.
“Grace Maddy, Bruno Donnelly-“
“ARYAAAA!!!!-“
Belum sempat suara di televisi menyebutkan satu nama setelah Bruno Donnelly, teriakan histeris Mika sudah terdengar dimana di detik berikutnya suara di televisi terdengar juga menyebutkan satu nama, yakni ...
“Arya Narendra-“
__ADS_1
******
To be continue........