HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
THE DAY #1


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Lima bulan, kurang lebihnya. Terhitung dari acara lamaran dan pertunangan dua pasang sejoli yang dilakukan di hari yang sama telah mencapai bulan ke 5.


Bulan dimana satu perhelatan besar yang menjadi tujuan utama dari lamaran dan pertunangan dua pasang sejoli itu akan digelar. Yakni pernikahan.


Dan hari pada bulan ke 5 dimana waktu pernikahan itu akan berlangsung, telah sampai.


Hari pernikahannya Mika-Arya, berikut Val-Kafeel.


Yang akan digelar sama persis dengan acara lamaran dan pertunangan dua pasang sejoli itu, yakni dilakukan di hari yang sama.


Baik prosesi Ijab Kabul dan Resepsinya. Dan khusus untuk pesta resepsi, akan digelar di 2 tempat pada negara yang berbeda.


💐💐


Mika-Arya berikut Val-Kafeel mengalami juga yang namanya masa pingitan. Hal yang akrab didalam tradisi pasangan yang akan menikah di Indonesiah. Namun seiring jaman, masa pingitan yang dulunya memang calon mempelai tidak boleh saling bertemu sampai hari pernikahan tanpa betul-betul melihat wajah pasangan mereka atau bicara secara langsung--dijaman dua pasang sejoli yang statusnya adalah calon pengantin itu, tidak betul-betul berlaku seperti jaman dulu—dimana calon pengantin tidak boleh keluar rumah dan tatap muka.


Dua pasang sejoli itu memang tidak bertemu dan berhadapan langsung selama masa pingitan mereka. Namun ada teknologi yang namanya ponsel di jaman sekarang. Yang membuat dua pasang calon pengantin itu masih bisa saling mendengar suara dan melihat wajah dengan sambungan telepon dan panggilan video. Pun melakukan aktifitas diluar rumah, melakukan kesibukannya masing-masing. Ya calon mempelai pria, juga calon mempelai wanita.


Arya dan Kafeel masih melalukan kesibukan mereka dalam pekerjaan, dan baru benar-benar off di H -1 sebelum hari pernikahan mereka diesok harinya.


Kalau Mika dan Val, memang tidak perlu keluar rumah untuk bekerja, karena keduanya masih kuliah. Lalu kegiatan mereka adalah mengikuti pengajian yang digelar besar-besaran di kediaman mewah mereka. Mengumpulkan doa, demi kelancaran di hari H.


Namun seperti para orang tuanya selain Dad R dan Mommy Ara, Mika dan Val berikut Arya serta Kafeel tidak melakukan prosesi adat.


Males ribet bagi Arya dan Kafeel juga sebenarnya. Sementara bagi Mika dan Val, bingung juga mau pakai adat apa. Mika memang blasteran, pun ayah ibu kandungnya menikah dengan prosesi modern.


Namun Val, yang meski darah kedua orang tuanya kental dengan Nusantara—namun keduanya lama hidup di luar negeri, termasuk Val yang 90% hidupnya sampai sekarang, memang Val habiskan di London.


Tidak akrab dengan budaya Nusantara, di Negeri yang sebagian besar anggota keluarga inti mereka tinggali.


💐💐


Dan masa pingitan itu, keduanya manfaatkan untuk melakukan perawatan diri saja selain dari mengikuti pengajian yang dilakukan pada satu malam saja.


Selebihnya, selain mengecek kesiapan kebutuhan mereka yang utama sebagai pengantin, Mika dan Val sering-sering melakukan perawatan diri sampai H -1. Biar nanti cantik dan glowing paripurna di hari pernikahan.


Jadi Mika dan Val melakukan perawatan wajah dan tubuh, agar membuat mereka benar-benar menjadi sorotan perhatian saat bersanding dengan sang pangeran mereka masing-masing.


Lalu perawatan tubuh yang menjadi perhatian lebih untuk Mika dan Val, adalah bagian tubuh dalam mereka. Bagian tubuh tersembunyi yang kiranya harus harum mewangi dan rapih.


Karena itu berhubungan dengan yang namanya malam pengantin. Ehem!


💐💐


Setelah melewati masa lima hari pingitan, kini dua pasang sejoli yang saling mencintai itu akan dipertemukan lagi hari ini—di hari pernikahan mereka. Dimana semua persiapan telah rampung, agar pernikahan berjalan dengan lancar.


Mulai dari persiapan administratif pendukung akad nikah, sampai semua persiapan yang berhubungan dengan pesta. Baik pesta setelah akad, hingga pesta resepsi. Namun yang hari ini akan dilakukan, baru pesta yang akan diselenggarakan di Jekardah.


Pesta satu lagi akan diadakan di London. Sesuai domisili beberapa anggota keluarga The Adjieran Smith lainnya.


Selain, Inggris dan negara-negara Eropa di sekitarnya, berisikan banyak kerabat dan kolega Gappa serta The Dads of The Adjieran Smith—jadi pesta pernikahan Mika-Arya serta Val-Kafeel, akan dihelat di 2 negara.


Sama halnya seperti para orang tua mereka dulu kala menikah. Yang acara resepsinya diselenggarakan di Indo dan Inggris.


Termasuk Varen-Drea serta Nathan-Via. Termasuk Gappa dan Gamma yang saat menikah, keduanya menyelenggarakan pesta tak hanya di Indo.

__ADS_1


Yang paling top diantara semua. Karena Gappa dan Gamma mengadakan pesta pernikahan mereka di 3 negara.


💐💐


Mengikuti jejak Gappa dan Gamma, para orang tua dan para kakak, Mika dan Val berikut pasangan masing-masing, juga akan mengadakan pesta pernikahan mereka tidak hanya disatu negara.


Mau tidak mau, karena menimbang soal kerabat dan kolega keluarga mereka yang sungguh banyak jumlahnya. Yang rasanya harus mengadakan pesta di pulau pribadi yang amat sangat luas kalau ingin mengundang kesemua kerabat dan kolega itu dalam satu hari.


Apalagi di Eropa, nama The Adjieran Smith cukup tersohor sejak dari jaman Gappa beranjak gede. Walau dalam beberapa kurun waktu, nama The Adjieran Smith dibayangi oleh nama keluarga Gappa sebelumnya dari pihak ayah kandungnya—yang duluan tersohor namanya daripada nama keluarga The Adjieran Smith.


Jadi—walau bukan sebuah keharusan, pun para tetua, orang tua dan kakak memberikan pilihan pada Mika dan Val serta pasangan mereka masing-masing tentang mengadakan pesta di 2 negara—keputusan 2 princess nya keluarga The Adjieran Smith yang akan menikah berikut calon suami masing-masingnya, adalah mengikuti tradisi keluarga mereka secara turun menurun.


Yang tidak hanya akan cukup membuat lelah, namun gelontoran biaya yang begitu banyak nominal angkanya.


Yang bukan suatu masalah besar, kalo soal yang namanya biaya. Bukan sombong, namun harta mereka memang tak terkira jumlahnya.


💐💐


Atas nama perhelatan besar-besaran yang terbilang megah, lalu biaya memang lebih banyaknya pihak The Adjieran Smith yang mengeluarkannya. Namun begitu, tidak sedikitpun bermaksud untuk merendahkan 2 pria yang akan menikahi 2 princess dalam keluarga mereka—termasuk keluarga dari calon suami 2 princess mereka tersebut.


Tahu, sekalipun banyak orang yang segan bahkan takut dengan keluarga mereka, tetap akan ada mulut iseng orang yang tidak hanya satu dua yang malah akan merendahkan Arya dan Kafeel serta keluarga mereka—yang kasarnya, bukan apa-apa kalau dibandingkan oleh keluarga The Adjieran Smith—atas Arya dan Kafeel yang menikahi 2 princess dalam satu klan dimana banyak pria yang ingin berada di posisi Arya dan Kafeel saat ini.


Yang kiranya Arya dan Kafeel akan mendapat tudingan sebagai ‘Gold Digger’ alias ‘Penggali Emas’—sebutan untuk orang-orang biasa yang memiliki hubungan dengan orang-orang kaya atas dasar harta mereka, bukan karena perasaan yang tulus.


Dan atas dasar hal itu, keluarga The Adjieran Smith mengambil tindakan untuk menutup mulut para manusia iseng dengan urusan orang lain itu. Yang seolah tahu betul tentang hidup bahkan hati seseorang daripada orangnya sendiri.


Padahal tentang Arya dan Kafeel, para tetua dan orang tahu betul tentang betapa tulusnya 2 pria itu mencintai 2 princess mereka.


Jadi dihari yang sama dimana Mika-Arya dan Val-Kafeel menyelenggarakan acara lamaran dan pertunangan mereka, pengumuman bahwa Arya dan Kafeel adalah anak angkat yang disahkan oleh para orang tua The Adjieran Smith dimana keduanya kemudian mendapat ‘jatah’—istilahnya, atas bagian harta--dikoarkan hari itu juga.


Maka tak akan ada pandangan miring pada Arya dan Kafeel, yang kini punya jatah warisan dari para orang tua The Adjieran Smith—ada bisnis yang diberikan pada masing-masing keduanya, selain tunjangan anak angkat yang memang para orang tua The Adjieran Smith punya untuk setiap anak angkat mereka.


Keduanya kini punya harta di atas rata-rata banyaknya.


Sama macam beberapa anak angkat diluar keluarga inti The Adjieran Smith.


Tak hanya Arya dan Kafeel yang mendapat jatah dari para orang tua satu klan keluarga luar biasa itu.


Namun kakak lelaki Arya, serta anak dari beberapa orang kepercayaan para Dads of The Adjieran Smith, juga sama beruntungnya macam Arya dan Kafeel.


Hanya Arya dan Kafeel agak lebih banyak ‘jatah’ nya, karena mereka akan menjadi menantu dalam keluarga The Adjieran Smith. Dua princess tanggungannya, yang ga pernah seupil pun merasakan susahnya hidup kekurangan.


Dan 2 princess itu, kini sedang dirias wajahnya.


Sedang dipersiapkan, untuk tampil didepan keluarga serta para undangan. Saat Arya dan Kafeel selesai mengucapkan kalimat Ijab di depan penghulu, wali dan saksi secara bergantian. Dengan menyematkan nama masing-masing wanita pemilik hati keduanya dalam melafalkan satu kalimat sakral dalam satu tarikan nafas.


Sampai kata “SAH” berkumandang nanti, baru Mika dan Val akan dibimbing keluar dari ‘persembunyian’. Lalu didudukkan disamping pasangannya masing-masing. “Bismillah.”  Terdengar suara dari satu perwakilan keluarga pengantin wanita dengan mikrofon wireless ditangan, sudah siap untuk menyampaikan sambutannya pada dua orang calon mempelai pria berikut keluarga, yang sudah datang semua ke tempat acara.


Satu tempat yang dulu pada satu bagian areanya, adalah tempat Papi John melamar Mami Prita—sebuah kawasan wisata yang memiliki resor pinggir pantai bernuansa eksklusif. Yang kini bertambah nilai keeksklusifannya, karena indahnya dekorasi pernikahan Mika dan Val dengan pasangan mereka masing-masing. Walau bukan salah satu kawasan penginapan yang paling mewah di Jakarta, namun karena EO & WO yang keluarga The Adjieran Smith punya—kawasan penginapan itu jadi nampak luar biasa saat ini.


💐💐


Konsep pernikahan Mika-Arya berikut Val-Kafeel memang mengalami perubahan tempat acara dari pilihan tempat sebelumnya, yang ingin diselenggarakan di salah satu hotel paling mewah di Jakarta. Namun setelah 2 pasang calon pengantin sempat mengobrol ringan berempat seputar acara pernikahan mereka, cetusan mengadakan acara pernikahan intim dengan pemandangan pantai akhirnya dua pasang sejoli itu sepakati. Romantic and Fun, menjadi tema pernikahan Mika-Arya berikut Val-Kafeel.


Menawan.


Satu kata yang mewakili dekorasi pernikahan Mika-Arya, berikut Val-Kafeel. Namun tentu, tidak semenawan 2 calon mempelai wanita yang kini telah siap dalam penampilan mereka yang dibalut pakaian pengantin untuk prosesi Ijab Kabul.


“Masya Alooh Non Mika, Non Val... Cakepnya ga ketulungaann...” pujian itu keluar dari mulut salah seorang art The Adjieran Smith yang pernah bertugas di KUJ. Yang kini datang layaknya keluarga, karena keluarga The Adjieran Smith memang tidak tanggung-tanggung kalau sudah baik pada orang lain.

__ADS_1


Apalagi pada mereka yang bisa disebut sebagai orang-orang setia. Termasuk para asisten rumah tangga, yang beberapa diantaranya melayani keluarga The Adjieran Smith secara turun temurun. Salah satunya yang baru saja memberi pujiannya pada Mika dan Val dengan mata berkaca-kaca. Mika dan Val langsung tersenyum dan berterima kasih padanya atas pujian tersebut.


Bahkan dua princessnya The Adjieran Smith yang tidak lama lagi akan menyandang status sebagai istri itu, tak segan untuk memeluk mantan kepala rumah tangga KUJ yang sudah mengabdi dari jaman Poppa masih remaja.


Tak hanya beliau, namun juga menerima ucapan selamat dari para art mereka yang dikutsertakan dalam acara, meski Ijab Kabul belum dilaksanakan. Ga apa-apa duluan, karena nanti mereka akan sibuk secara otomatis membantu para majikan kala acara telah berlangsung.


Walau keluarga The Adjieran Smith sudah mewanti-wanti para pekerjanya di KUJ tersebut, agar memposisikan diri mereka sendiri sebagai tamu di acara Ijab Kabulnya 2 princess itu. Bahkan para bodyguard juga diminta dibagi menjadi dua bagian shift. Yang dimaksudkan, bila memang sudah waktu makan—mereka harus ikut serta mengambil makanan yang sama di tempat tamu yang lain secara bergantian.


Tidak keluarga The Adjieran Smith beda-bedakan orang.


Hanya saja orang-orang yang merupakan pekerja mereka yang tidak dibeda-bedakan itu, rasanya amat sangat sungkan untuk melakukan apa yang majikan mereka katakan untuk dilakukan soal berhambur dengan para undangan yang kebanyakan memang para kerabat dekat yang diundang dalam prosesi Ijab Kabul.


Sudah keburu risih sendiri, bahkan menilai diri mereka tidak tahu diri, kalau sampai berhambur ke tempat para undangan dengan santainya—walau ijin untuk itu sudah dikantongi dari para majikan yang baik hati dan royal itu.


Jadi soal disuruh memposisikan diri selayaknya tamu undangan di prosesi Ijab Kabulnya 2 princess dengan pasangan mereka, diiya-iyain aja dulu oleh para pekerjanya The Adjieran Smith tersebut.


💐💐


Sesi penerimaan ucapan selamat dari para art telah selesai Mika dan Val lakukan. Keduanya kini tengah duduk dengan anggun, namun sedang dilanda kegugupan.


Begitu gugupnya, sampai rasanya perut 2 princess itu kini terasa mual dan tidak sanggup diisi makanan yang seharusnya mereka lakukan agar perut keduanya tidak keroncongan saat peresmian akad nikah nanti.


“Kalian berdua tetap harus makan, May, Val,” ucap Ann pada dua saudarinya yang hanya sebentar lagi saja akan menikah itu.


“Tidak ingin ah, Ann. Perutku sudah rasanya mual.“


“Aku udah terlalu gugup. Mana mungkin bisa makan, Ann?”


Val dan Mika sama menjawab dengan bergantian ujaran Ann yang diiyakan oleh para saudari mereka lainnya yang memang menemani Val dan Mika di tempat mereka sebelum digiring keluar dan dibawa ke hadapan masing-masing pasangan keduanya.


“Tapi perut kalian harus tetep diisi.” Lalu Drea angkat suara dan merepet. “Karena selepas Kak Arya dan Kak Kaf ngucap Ijab, kalian akan langsung dibawa didepan mereka. Terus menerima ucapan selamat dari para tamu yang meskipun kerabat dekat kita semua untuk acara akad nikah, tetep aja mereka banyak jumlahnya dan kalian ga akan punya kesempatan buat makan dalam waktu cepat.“


“Kak Drea benar itu, May, Val.”


Via menimpali repetan Drea kemudian.


“Makanan berat pasti kalian ga mau. Puding aja gimana?” cetus Isha seraya bertanya.


Lalu Mika dan Val sama mengangguk. Ucapan  Kak Drea dan Kak Via mereka memang benar adanya.


Jadi kala Isha menawarkan puding untuk mengganjal perut mereka agar tidak benar-benar kosong, Mika dan Val langsung mengiyakan.


💐💐


Mika disuapi oleh Aina setelah dua piring berisikan puding dibawakan oleh waitress yang siaga khusus di ruang tunggu Mika dan Val selama prosesi Ijab Kabul berlangsung. Sementara Val disuapi Ann dengan puding dari piring yang satunya.


Yang mana memang, dalam ruang tunggu pengantin wanita itu, sudah sengaja disediakan beberapa jenis kudapan dan minuman untuk mereka yang sedang mendampingi Mika dan Val, dimana keduanya kini sedang menikmati puding dengan dua saudari mereka yang menyuapi.


Namun Mika dan Val kemudian mengkode untuk Aina dan Ann berhenti menyuapi puding, kala mata mereka menangkap gambaran yang muncul di televisi LED dalam ruangan tempat mereka berada. Dan seketika, Mika dan Val merasakan hal yang sama—debaran dihati keduanya terasa kian cepat, berikut keringat dingin menjalar di telapak tangan dua princess itu.


Saat layar televisi LED dihadapan keduanya itu, menampakkan gambar Arya dan Kafeel yang disorot dalam satu frame pada dua meja yang berbeda. Dua pria itu tampak lebih tampan dari biasanya, dengan balutan pakaian pengantin pria yang sama desainnya. Macam anak kembar.


Lalu di depan Arya dan Kafeel, duduk masing-masing ayah kandung dari dua calon mempelai wanita yang sebentar lagi bukanlah disebut sebagai calon, karena prosesi Ijab Kabul sudah nampak akan segera dimulai.


Mika dan Val berkali-kali menarik lepas nafas mereka, untuk menenangkan hati mereka yang kini debarannya semakin cepat saja, kala pak penghulu sudah terdengar suaranya—mengucapkan doa sebelum prosesi Ijab Kabul.


💐💐💐💐💐💐


To be continue.....

__ADS_1


__ADS_2