
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jakarta, Indonesia ..
“Val sudah mengambil keputusan.. siapa yang akan Val pilih diantara Kakak dan Simon..“ Yang Val katakan pada Kafeel setelah mengambil waktu untuk berpikir.
“Cepat sekali, kamu berpikir untuk memutuskan, Tuan Putri?” Dimana Kafeel langsung merespons cepat ucapan Val itu, karena Val yang Kafeel anggap begitu cepat mengambil keputusan.
“Ih, cukup lama itu. Kak Kafeel saja sampai berdiri, kan?..“ tapi Val menyergah, karena ia merasa sudah cukup lama mengambil waktu untuk berpikir.
‘Ja ilah. Katanya lama mau mikir?.. ini perasaan belom sampe lima menit Val gue tinggal berdiri?..’
Membuat Kafeel spontan membatin begitu, yang pada kenyataannya memang seperti itu.
Lalu setelahnya, Kafeel menjawab sergahan Val tadi. “Aku berdiri, karena aku pikir kamu sudah hendak pulang, Tuan Putri.”
Tapi Val menyalah-artikan ucapan Kafeel barusan, “Kak Kafeel terganggu ya, kalau Val lama-lama di sini?” begitu kata Val, yang langsung disangkal oleh Kafeel dan membuat Val jadi terlihat riang kemudian.
♥
Suara Val langsung terdengar lagi, setelah Val tersenyum atas ucapan Kafeel yang menyatakan bahwa dirinya tidak terganggu sama sekali dengan keberadaan Val didekatnya sekarang.
“Jadi Val memilih—“
“Apa kamu sudah pikirkan betul-betul keputusan kamu, Tuan Putri?..”
Namun saat Val belum lengkap berucap, Kafeel memotong ucapannya.
♥
“Sudah kok, Kaak.. Val sudah yakin sekali dengan keputusan Val, karena itu yang Val rasa saat ini.“
Kemudian ucapan Kafeel yang memotong kalimat Val sebelumnya, langsung dijawab oleh Val dengan wajah Val yang menampakkan keyakinan.
“Iya, tapi..“ Kafeel hendak lagi menyergah, karena ia takut keputusan Val adalah hal yang tidak ingin didengarnya. Namun sergahan Kafeel langsung dipotong Val dengan gadis eks putri tidur itu bilang,
“Cinta Val pada Kak Kafeel..”
Didetik dimana, Kafeel langsung membeku tertegun memandangi Val yang kemudian mengungkapkan apa yang ia rasa, atas keputusan yang diambil Val itu.
♥
Kafeel benar-benar membeku di tempatnya, tidak percaya dengan apa yang beberapa detik lalu ia dengar dari mulut Val, yang Kafeel dengar dengan jelas sekali kalau Val secara tidak langsung mengatakan, bahwa dirinyalah yang Val pilih—bukan Simon.
Bahagia dan jumawa, sudah mulai menjalar di hati Kafeel. Dan Kafeel pun kian bahagia serta yakin jika ia tidak salah menafsirkan kalimat Val yang Kafeel anggap telah memilihnya itu, ketika Val bilang, “Jadi Val yakin sekali, kalau pemilik hati Val yang sebenarnya adalah Kak Kafeel. I love you, Kak.. dan Val ingin bersama dengan Kakak sampai seterusnya.” Sambil Val yang masih menangkup wajah Kafeel.
Cup!
Satu kecupan ringan, Val langsung daratkan di salah satu pipi Kafeel selepas ia berucap manis tadi.
Dan tak ada yang mampu menahan senyuman Kafeel yang terbit lebar menghiasi wajah tampannya itu kemudian.
♥
“Kamu.. jadinya pilih aku.. Tuan Putri?..”
Kafeel yang tergugu, dan Val segera tersenyum saat wajahnya yang kini telah ditangkup oleh Kafeel.
“Bukan memilih sih Kak, tapi memang rasanya Val mencintai Kakak dengan sangat. Karena nyatanya kan, saat Val mengingat semua tentang Kakak, Val langsung memaksa untuk datang ke Jakarta dengan segera untuk menemui Kakak.”
Val bertutur polos kemudian, namun apa yang Val tuturkan ke Kafeel itu memang sejujurnya perasaan dan pemikirannya.
__ADS_1
“Bahkan selama perjalanan dari London sampai ke sini, yang Val ingat dan pikirkan hanya Kakak.Dengan keinginan yang sangat besar sampai tak sabar untuk segera bertemu Kak Kafeel.”
Kafeel tak menyergah Val yang sedang bicara.
“Lalu saat melihat Kakak secara langsung beberapa saat yang lalu, hati Val langsung berdentum cepat.. dug dug dug dug.. seperti itu.”
Sambil Val memeragakan.
“Lalu Val rasanya ingin memeluk Kakak dengan segera kalau saja tadi Lena tidak sempat mengatakan kalau Kak Kafeel sedang kurang sehat.. Dan rasanya Val rinduuu sekali pada Kakak.. Tapi setelah Val dapat memeluk Kakak dan mendapat pelukan Kakak, rindu yang tadinya memenuhi hati Val yang rasanya hampir membuat Val sesak.. hilang dan hati Val langsung terasa seperti melompat-lompat.. jadi menurut Val, Val mencintai Kakak lebih daripada Val mencintai Simon. Dan rasanya Val memang mencintai Kakak dengan sangat besar.. karena sejauh yang Val ingat, Val tidak pernah merasakan perasaan Val ke Kak Kafeel yang seperti itu kepada Simon.”
Val masih bertutur dengan mengungkapkan isi hatinya.
Dan Kafeel tetap fokus mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Val, dengan wajah Kafeel yang menerbitkan senyum haru.
“So I’m sure, Kak Kafeel lah pemilik hati Val.”
Val berucap lembut, dengan satu tangannya yang kini sudah terjulur ke wajah Kafeel, dan mengusap sayang satu sisi pipi Kafeel.
“I love you that much ( Aku sangat mencintai kamu ), Kak Kafeel..” bisik Val kemudian.
Dimana didetik berikutnya Kafeel langsung menarik Val dan mengurung tubuh Val dalam pelukannya yang penuh perasaan.
“And I love you more than much ( Dan aku mencintai kamu lebih dari sangat ), Tuan Putri” lirih Kafeel dalam keharuan dengan suaranya yang agak parau sambil ia mengeratkan pelukannya pada Val yang langsung tersenyum bahagia, dengan dirinya yang telah melingkarkan kedua tangannya untuk membalas pelukan Kafeel dengan sama eratnya.
Dan untuk sejenak, Val dan Kafel tenggelam dalam suasana manisnya berpelukan untuk menuntaskan setiap kerinduan atas jarak dan waktu yang dirasa pernah hilang diantara mereka.
♥
“Kak..” suara Val terdengar dalam Kafeel yang masih erat memeluknya. Dimana Kafeel langsung mengurai pelukannya pada Val.
“Maaf.. kamu sesek ya?..” tanya Kafeel kemudian, dengan ekspresi bersalah dan Val langsung menggeleng seraya tersenyum.
“Tidak, Val tidak merasa sesak sama sekali. Justru Val senang dipeluk Kakak lama-lama,” jawab Val kemudian.
“Tapi tadi kamu panggil aku?..”
“Karena Val ingin menghapus ini.”
Tangan Val kembali mengusap lembut pipi Kafeel yang agak basah.
Dimana Kafeel langsung tersenyum geli kemudian. Merasa kalau dirinya menjadi cengeng beberapa waktu belakangan.
Namun cengengnya Kafeel itu, hanya berkenaan dengan segala yang berhubungan dengan Val—pernah begitu sakit hatinya karena sadar menyakiti hati Val dengan teramat, lalu gadis belia tercintanya itu melakukan hal yang begitu nekat—bahkan sempat mati suri sebelum koma selama berbulan-bulan.
Lalu saat Val sadar dari koma, Kafeel tidak diingat olehnya—hingga membuat Kafeel merasa dirinya begitu merana dalam kisah cintanya dengan Val.
Bayang-bayang jika dirinya akan kehilangan Val meski gadis belia tercintanya itu kembali hidup—menjadi momok yang menakutkan sekaligus menyedihkan karena Val yang tidak mengingatnya, bahkan sempat Kafeel merasa kalau Val jadi antipati padanya.
Tapi sekarang, Val sudah mengingatnya dan mengatakan kalau Val masih mencintainya seperti dulu. Lalu gelagat Val menunjukkan, kalau ia pastinya mau merajut kembali kisah cinta mereka seperti sebelumnya. Jadilah kecengengan Kafeel muncul saat ini saking ia terharu atas masa depannya bersama Val, yang Kafeel rasa akan menjadi indah atas kebersamaan atas cinta mereka yang pada akhirnya bisa bersatu kembali.
“Geli ya? Soalnya aku cengeng sekarang,” ucap Kafeel selepas Val bicara sambil mengusap lembut pipinya.
“Val malah merasa bersalah melihat Kak Kafeel seperti ini,” tukas Val dengan wajahnya yang kini sendu menatap Kafeel. “Maaf, sudah membuat Kak Kafeel menderita..”
Dan gegas Kafeel langsung menangkup wajah Val lagi.
“Ga, Tuan Putri, kamu ga ada salahnya sama sekali. Aku yang salah dari awal.”
Kafeel juga langsung bicara dengan menyergah cepat ucapan Val yang terdengar menyalahkan dirinya sendiri dalam pendengaran Kafeel.
“Kamu, engga.”
Seolah tergesa Kafeel bicara, sambil menatap intens kepada Val.
__ADS_1
“Tapi Val sudah melupakan Kakak—“
“Bukan salah kamu, Sayang. Dan baiknya ga usah dibahas lagi ya? Karena kamu udah inget aku.. udah inget aku.. inget kita.. dan udah pilih aku lagi deh..”
Kafeel menukas ucapan Val sambil agak merepet dan sedikit berkelakar di akhir kalimatnya.
Membuat Val jadi terkekeh kecil, dan kekehan kecil Val itu menular kepada Kafeel, yang juga ikut terkekeh kecil. Lalu Val dan Kafeel saling menatap dalam untuk sejenak.
♥
“Oh iya Kak. Mengenai amnesia Val, Val sudah tahu bagaimana amnesia Val tentang kakak itu bisa Val dapatkan. Dad R sudah cerita pada Val sedikit banyak saat diperjalanan. Kak Kafeel jangan benci atau marah pada Dad R ataupun keluarga Val yang lain, ya? Karena berdasarkan keputusan mereka, ingatan Val tentang Kakak sampai dihapus.”
Val bertutur pelan dengan agak melirih, sambil tangannya menyentuh dan mengusap lembut wajah Kafeel. “Ga sedikit pun, Tuan Putri.”
Kafeel lalu langsung menjawab ucapan Val.
“Dad R serta yang lainnya.. hanya tidak ingin Val merasakan sakit di hati Val yang teramat sangat karena Kakak kala itu..“
Val langsung bicara lagi dan menggigit bibirnya kemudian.
“Sebelum Val mengambil keputusan untuk berhenti berada di dunia ini.. Val sering melihat Dad R menangis sendirian karena Val yang tidak bisa menyembunyikan kesedihan Val karena Kakak.. begitu juga The Dads yang lain, Abang, Kak Tan – Tan.. semua anggota keluarga--yang selalu Val lihat kesedihan mereka meski mereka mencoba untuk bersikap biasa di depan Val. And I feeling guilty for that.. jadi Val paham mengapa Dad R dan lainnya sampai mengambil keputusan seperti itu.. terkait amnesia Val..”
“Jangan menangis, sayang..”
Kafeel berucap, sambil mengusap air mata Val yang mulai berjatuhan.
“Ga sedikitpun aku marah apalagi benci pada Dad R dan yang lainnya—“
“Terima kasih ya, Kak?..” tukas Val tulus. “Sudah begitu sabar dan pengertian,” ucap Val lagi.
Mata Kafeel pun mulai memanas.
“Iya, Tuan Putri, aku faham.. aku ngerti banget kenapa Dad R dan lainnya sampai mengambil keputusan itu.. Jadi ga ada aku marah apalagi benci pada Dad R dan keluarga kamu yang lain tentang amnesia kamu soal aku..”
Kafeel bertutur dengan suaranya yang melirih.
“Justru aku yang merasa bersalah.. bukan kamu aja yang aku sakiti karena kebodohan aku, tapi Dad R dan lainnya..”
Kafeel kembali bertutur sambil menatap Val dengan tatapan sendu dan rasa bersalah.
“Jadi ga mungkin aku marah apalagi benci pada Dad R dan lainnya.”
Kafeel juga terlihat sungguh-sungguh dan tulus dengan ucapannya.
Membuat Val menerbitkan senyuman lega dan ucapan terima kasih setulus ucapan Kafeel, tercetus kembali dari mulut Val pada Kafeel.
“Terima kasih, ya, Kak?—“
“Engga, Sayang. Aku yang harusnya ngucapin itu.”
Kafeel menukas ucapan Val.
“Makasih, buat cinta kamu.. hingga ga sampe selamanya kamu lupain aku—“
“I love you, Kak..” tukas Val yang langsung menerjang Kafeel untuk ia peluk dengan Kafeel yang balas langsung memeluk Val juga. “And be mine once again,” bisik Val dan Kafeel langsung saja tersenyum mendengarnya.
Kafeel mengurai pelukan Val, dan menangkup lagi wajah Val. “Harusnya aku yang bilang begitu, Tuan Putri.. I love you more than much.. dan please jadi milik aku sekali lagi.. dan sekali lagi itu untuk seterusnya kali ini.. dan kalau selamanya itu mungkin.. kali ini juga—kalau memang kamu berkenan, aku ingin kamu jadi milik aku lebih dari selamanya.”
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
To be continue..
Buah Duku Dimakan Tamu
__ADS_1
Aku Padamu
Eyyaa!..