HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
KALA CINTA MENGGODA


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Rumah Keluarga Cemara, Bekasi, Jawa – Barat, Indonesia....


“Jadi begadang ini kita?”


“GOAALL!!! ..”


“Jadiin – Tuh masih pada melek.”


“Kita juga ikutan begadang kan, Sha, Ann, May? ..”


“Okay!”


Ann yang lekas menyahut, dan didukung oleh Isha juga Mika.


“Kalian jangan begadang.” Kafeel bersuara.


“Yah, kenapa?”


Val berkesah.


“Iya, kenapa sih Kak? Lagian kan jarang – jarang juga kami ngumpul begini?”


“Ya ga apa – apa,” sahut Kafeel. “Ngerti sih, kalian jarang kumpul lengkap begini, tapi ada baiknya kalian mencukupkan istirahat kalian, jangan mengikuti kami para laki – laki yang punya stamina ekstra.”


“Aku juga memiliki tenaga ekstra macam para pria, okay? ..” tukas Ann, dan Kafeel langsung tersenyum.


“Percaya kalau soal tenaga kamu sih, Ann ..”


Kafeel mengacak pelan rambut Ann yang tersenyum geli.


“Tapi kalau saran kakak, lebih baik kalian istirahat saja di kamar kalian ..”


Kafeel berkata lagi.


“Lagian bukannya lebih baik kalian di kamar sambil maskeran menunggu kantuk kalian datang ketimbang ikut nonton bola?”


“Iya juga sih? ..” tukas Isha sambil memandang pada dua saudarinya, karena yang satu lembet banget jalannya dan ketinggalan di belakang.


“Ya sudah kalau begitu ..” sambar Ann. “Kita slumber party sendiri saja di kamar tanpa The Boys nanti.”


“Sounds good ( Terdengar bagus )! Kita bisa bergosip dan menggoda Mika sekalian nanti, bukan begitu? –“


“Begitu!”


‘Dasar cewek ..’


Kafeel membatin geli.


Sambil Kafeel mengekori tiga dara yang sudah melanjutkan langkah mereka untuk masuk ke dalam rumah.



“Isha punya video keuwuan mereka waktu Kak Arya menghampiri Mika setelah nembak Mika di panggung-Plus waktu Mika terima itu tembakannya Kak Arya.”


“Ya ampun gue merinding liatnya!”


“Mantep peletnya si Sadboy!”


“Dipadu sama ilmu gendam jangan-jangan?”


“Terus mana itu mereka? –“


“Perasaan tadi ada dibelakang kita?”


“Lagi mojok kali?”



“Si Sadboy ditatar dulu ga nih? ..” celetuk Varen sambil cengengesan.


“Aku rasa itu perlu meskipun dia sudah berbicara pada Dewa dan kita sebelumnya tentang niatnya pada Mika.”


“Aku bilangin The Moms ya, kalau kalian niat mau mengerjai Kak Arya, seperti kalian mau mengerjai Kak Kaf waktu itu ..”


Drea angkat suara, sambil memicingkan matanya pada Varen dan Poppa yang sudah punya rencana jahil di otak mereka itu.


Termasuk juga pada Papi John dan Nathan yang sudah memasang ekspresi yang sama seperti halnya Varen dan Poppa.


“Ah elah cepu banget lo, Cute Girl!”


Nathan menggerutu tajam pada Drea.


“Bodo!” sergah Drea. “Gue yakin Via juga pasti jengah, kalo tau lo dan para bapak-bapak kurang kerjaan ini mau ngerjain Kak Arya gara-gara dia jadian sama Mika! ..”


Lalu si Cute Girl itu bercerocos ria sambil memandang sebal pada Nathan, Varen, Poppa dan Papi John. Dan decakan sebal meluncur dari mulut Nathan.


“Poppa sama Papi juga, udah tua masih aja iseng banget? Termasuk Dad R, Papa Bear, Daddy Boo-Boo.”


Drea masih bercerocos ria.


“Kalau The Moms tau kalian mau mengerjai Kak Arya seperti yang kalian lakukan pada Kak Kaf walaupun setengah gagal, yakin Drea sih kalau mereka akan semprot all of you Dads –“


Lalu decakan menyusul dari mulut Poppa dan Papi John, sambil melirik pada Drea.


“Hah! Memang lemes sekali mulutmu!” sinis Poppa.


“Ah, Drea ga asik!” cetus Papi John.


Drea menjulurkan saja sedikit lidahnya.


“Tau nih Little Star. Hanya bermain-main sedikit aja sama si Sadboy, kita orang –“


“Coba aja kalo Abang sampai mengerjai Kak Arya, macam The Dads mengerjai Kak Kaf walau tidak full .. Drea tidak kasih liat dan sentuh Nunu dan Nana, libur satu bulan Nananina! PMS tidak dihitung. Mau?! –“


“Oh tentu tidaaak,” sahut Varen dengan begitu cepat. “Peace my lovely Little Star ..”


Varen mengangkat dua jarinya sambil tersenyum konyol pada Drea.


Dimana yang mengerti apa itu Nunu Nana berikut Nananina yang Drea maksud itu pun sontak tergelak karena tingkah Varen yang pasti akan berubah ‘jinak’ jika sudah berhadapan dengan istri kecilnya itu, yang sudah tidak kecil lagi.


“Bulol plus Isti!” celetuk Papi John.


“Absolutely right! (Benar sekali!)” timpal Poppa.


“Macam kalian tidak?!”

__ADS_1


Varen membalas celetukan dua Daddy tersebut.


“Kalau aku fitnah kalian dan bilang pada Momma dan Mami jika kalian mau mengerjai itu si Sadboy, dicuekin Momma sama Mami tau rasa nanti. Meriang ga tuh?!”


“Bocah tengik ter tengik!”


Dua toyoran sampai ke kepala Varen dari dua Daddy yang berada didekatnya itu.



Sementara itu di sudut rumah Keluarga Cemara yang lain....


“Kalo gue boleh tau, alasan lo terima gue, apa? ...”


Ada Arya yang sedang mempertanyakan alasan Mika yang menerima ajakannya untuk menjalin hubungan spesial sebagai pacar.


“Kasihan.”


Yang mana disahuti Mika dengan candaan.


“Lo kenapa terima gue?-Kalo boleh gue minta jawaban yang serius.”


Lalu Arya berucap lagi, ingin tahu jawaban Mika yang sesungguhnya.


Namun jika Mika bersikeras jika hanya karena rasa kasihan pun, Arya akan terima.


Segitunya ya Arya?


Yah begitulah, kalau kata Arya.


Dia sudah merasa terjerat pada Mika, dan enggan untuk melepaskan jeratan itu.


Toh Mika juga tidak punya kekasih, dan tidak sedang mencintai siapa-siapa, seperti halnya Drea yang pernah Arya tembak itu-yang sangat mencintai Varen dengan dalam.


Tidak tahu bagaimana Arya bisa jatuh cinta pada Mika, namun hari itu ..


"Lo hati-hati dong Mikaaa ..."


Mika hampir celaka di kolam renang Kediaman Utama keluarganya yang berada di Jakarta.


“Makasih ya? ....”


Untuk yang pertama kalinya, wajah judes Mika tidak nampak saat berhadapan dengannya.


‘Ih ngegemesin banget ini si judesgirl kalo begini. Jadi pengen gigit bibirnya ..’


Seperti itu Arya membatin pada Mika yang nampak tulus khawatir padanya.


---


“Lo luka---“


“Heu? ....”


“Ini, lo luka ....”


“Oh .... Cuma luka kecil doang .... Yang penting lo ga apa-apa ....”


Saat itu, Arya berkata sambil menampakkan senyuman pada Mika.


Yang mana tanpa Arya sangka-sangka, jika Mika juga menampakkan senyumnya pada Arya, meski tipis saja.


‘Suka nih gue kayaknya sama dia ..’


“Lain kali hati-hati pokoknya, ya? ....”


Arya berkata lagi sambil mengacak pelan rambut Mika.


Entah kenapa Arya merasa jika tangannya bergerak otomatis untuk melakukan itu.


Yang mana reaksi Mika juga tidak Arya sangka-sangka, karena kala itu Mika menjawab ucapan Arya dengan anggukkan, berikut senyuman tipis yang masih terpasang di wajahnya.


Hingga kemudian,


Deg!


Ada dentum di hati Arya.


‘Beneran suka nih gue sama ini bocil judes!’



“Lo kenapa terima gue?-Kalo boleh gue minta jawaban yang serius.”


“Hati gue yang suruh,” jawab Mika. “Jadi gue ikutin,” tambah Mika, lalu balas tersenyum pada Arya. “Ga tau kenapa hati gue pro ke elo sekarang,” lanjut Mika.


Dengan sejujurnya ia mengungkapkan apa yang ia rasa pada Arya.


Kenapa dirinya sampai mau menerima Arya menjadi kekasihnya.


Rasanya Mika memang punya getar yang tersimpan di hatinya untuk Arya, yang mana selama ini Mika tepiskan sejak getar itu Mika rasa sejak saat itu.


Saat dimana Arya dengan tanpa ragu dan begitu cepat menolongnya kala Mika hampir celaka di pinggir kolam renang Kediaman Utama keluarganya yang berada di Jakarta.


Salahkan Arya yang nampak sekali begitu mengkhawatirkan dirinya, saat Mika menangkap ekspresi itu di wajah Arya setelah menyelamatkan dirinya.


Bahkan Arya sampai rela punggung dan lengannya tergores permukaan bagian pinggir kolam renang demi menyelamatkan Mika.


Salahkan Arya, kenapa hari itu Arya menjadi dewa penolongnya dari kemungkinan Mika mengalami cedera kepala yang parah.


Hingga kemudian satu momen tercipta, setelah Arya mengulurkan tangannya ke kepala Mika dan mengacak pelan rambutnya, dan kemudian mengelusnya lembut.


Membuat Mika jadi terkesima barang sesaat, hingga,


“Cantik.”


Satu kata itu terucap dari mulut Arya, yang menatap Mika dengan tatapan yang sulit Mika artikan.


Deg!


Dan dentuman kecil itu tahu-tahu ada di hati Mika.


Mungkin hal itulah yang mendorong hati Mika untuk menerima ungkapan cinta Arya Narendra, hingga cetusan menjadi sepasang kekasih-antara dirinya dan Arya, sampai terwujud saat ini.



“Lo kenapa terima gue?-Kalo boleh gue minta jawaban yang serius.”


“Hati gue yang suruh-Jadi gue ikutin-Ga tau kenapa hati gue pro ke elo sekarang.”

__ADS_1


“Sorry kalo gue kepedean-Kalo lo bilang hati lo udah pro ke gue sekarang, itu tandanya, lo udah ada rasa sama gue, Mi. Tapi lo masih ragu sama perasaan itu.”


“Mungkin begitu ...”



Mungkin Mika ragu, namun Arya pun sempat ragu pada perasaannya terhadap Mika yang ia pikir hanya rasa suka pada cewek cakep semata.


Hanya saja sejak kejadian di kolam renang Kediaman Utama The Adjieran Smith waktu itu, Arya seolah tak henti memikirkan Mika. Namun ya itu, sempat Arya abaikan saja otaknya yang sering sekali memikirkan Mika.


Namun saat di Singapura, entah rasa itu kenapa semakin kental Arya rasa.


Rasa suka Arya pada Mika.


Meski kerap kali Arya masih terus mengganggu dan meledek Mika, baik di Singapura, ataupun saat mereka telah kembali ke Indonesia.


Karena seperti halnya Mika, Arya juga punya pikiran kalau rasanya super aneh jika dia dan Mika sampai pacaran.


Apalagi, Mika sempat menunjukkan betapa acuhnya dia pada keadaan orang-orang dibawahnya.


Yang mana ternyata sebuah kesalahan dari pemikiran Arya, yang melihat Mika dari luarnya saja. Yang pada akhirnya, kebenaran atas pribadi Mika yang sebenarnya-yang baru saja Arya ketahui, membuat rasa suka yang kental itu menjadi suatu keyakinan atas rasa yang lebih besar dari sekedar suka.


Arya Narendra jatuh cinta.


Pada seorang gadis judes yang sentimen padanya, namun ternyata punya hati yang mulia.


Gurat ketulusan yang dipadu dengan senyuman menawan kala Mika mengulurkan tangannya untuk membantu sesama yang tanpa pernah Arya duga, mengalihkan dunia Arya.


Hingga tak mau lagi menampik keyakinan atas rasa yang bukan kental lagi, namun sudah membalut hatinya, Arya membulatkan tekad.


Ia merasa telah jatuh cinta pada Mika, dan Arya tak ingin menunda untuk mengungkapkannya pada si cewek judes itu.


Karena yakin itu sudah Arya punya, bahwa dia telah jatuh terlalu dalam pada rasa yang disebut cinta, dalam sekejap mata, pada seorang cewek judes bernama depan Mikaela.



“Terserah mau dibilang lebay, gombal, I don’t care ... Tapi bagi gue, mulai dari sekarang. Hanya elo, perempuan yang rasanya lebih dari pantas buat gue perjuangin cintanya, buat gue bahagiain hidupnya.”


Arya berucap tulus pada Mika, yang kemudian mengulas senyuman manisnya pada Arya.


“Makasih –“


“Sayang ...”


Arya menyambar omongan Mika yang kemudian tersenyum geli. Begitu juga Arya yang sama tersenyum geli seperti halnya Mika.


“Meskipun lo belom cinta sama gue, bisa kali panggil gue sayang? ...” kekeh Arya.


Mika mendengus geli. “Gue tetep mau panggil lo Sadboy ...”


“Eits, gue udah jadi happyboy sekarang!”


“Lebayboy,” timpal Mika.


“Lebay but handsome ---“


“Uwek,” sambar Mika dengan ledekan.


Arya terkekeh.


“Dasar judesgirl!”


Didetik berikutnya Arya menarik Mika hingga berada dalam dekapannya.


“Judesgirl kesayangan gue ...” ucap Arya sambil mendekap Mika ringan, lalu menempelkan kepalanya dengan kepala Mika.


Menyalurkan sayang, dengan harap semoga Mika bisa merasakan ketulusannya.


"Mi ..."


"Apa? ..."


"Tau ga bedanya kamu sama kipas? --"


"Engga tau dan ga mau tau!" sergah Mika. "Enak aja samain aku sama kipas si? ..."


Arya sontak tergelak.


"Ah elah orang mau digombalin malah ngomel --"


"Dibelanjain dong! Digombalin malas dengarnya!"


"Ya udah besok Ananda, Kakanda ajak belanja."


"Bener loh ya?"


"Apa sih yang engga buat kesayangan? --"


"Ke salon juga perawatan dari ujung rambut sampai ujung kaki gue nih."


"Siaaappp ..."


"Sama itu sekalian. Gue mau luluran berlian."


"Lo bunuh aja gue, Mi!"


Dan didetik berikutnya, Mika berbagi tawa dengan Arya.


Kembali Arya merengkuh Mika, kali ini merengkuh dengan gemas.


Sambil Arya menggelitik kecil di pinggang Mika, hingga Mika tertawa lepas dengan punggungnya yang tertempel dengan dada Arya.


Hal yang tidak pernah seorang Mikaela Finn sangka-sangka akan terjadi, membayangkannya pun tidak.


Jika pada suatu hari, dirinya tidak hanya sekedar berbagi tawa dengan seorang Arya Narendra, tapi juga dalam rengkuhan mesra pria tersebut, yang kali ini tidak membuat Mika meronta untuk melepaskan diri dari Arya.


Yang mana membuat Mika di dalam hati berkata,


‘Bersandar di dadanya, senyaman ini ternyata ...’



Well, jangan pernah merendahkan seseorang, karena suatu hari-bisa saja, orang yang kita rendahkan akan menjadi lebih tinggi dari kita.


Begitupun soal rasa.


Jangan terlalu terang-terangan menunjukkan rasa ketidaksukaan ataupun rasa benci pada seseorang. Karena ketidaksukaan yang berlebih itu, kemungkinan bisa membuat seseorang itu malah tertempel di hati dan kepala kita untuk waktu yang lama, atau mungkin abadi.


♥♥♥♥

__ADS_1


To be continue ...


Terima kasih masih setia dan sabar nunggu update-an.


__ADS_2